
"KAMI INI BERASAL DARI REMBULAN HIJAU!" bentak salah satu dari mereka
"Rembulan hijau?" bisik para pengunjung pasar
"Waduh pria tampan itu dalam bahaya" bisik mereka
"Rembulan Hijau?, siapa lagi kelompok aneh ini?" gumam Daniel bertanya-tanya.
"Gimana apa kau sudah takut?" tanya salah satu pria jahat itu
Tanpa menjawab pertanyaannya mereka, Daniel mengeluarkan ponselnya dan mencari informasi tentang kelompok mereka pada Fauzi / Kevin.
"Hee malah main handphone" protes salah satu dari mereka
Lagi-lagi Daniel tak menjawab, ia hanya mengangkat tangannya lalu mengeluarkan jari telunjuknya untuk mengisyaratkan jangan berisik.
"Nyolot banget ni bocah!" ucap mereka semakin emosi
"Nak ayo kita pergi saja dari sini, banyak yang ngeliatin. Nenek risih" ucap Nek Ani menarik tangan sang Cucu
"Hey Nenek tua!, sebaiknya kau diam!" bentak salah satu dari pria itu dan membuat Nek Ani terkejut
"Tolong jaga sopan santun anda!, apa kau tidak pernah diajarkan soal itu disekolah atau dirumah?!" ucap Daniel dingin namun dengan tatapan yang mematikan
"Sebaiknya kalian meminta maaf kepada Nenekku sebelum aku buat kalian menyesal" ucap Daniel datar dengan tatapan yang sama
"Hahahaha" mereka tertawa terbahak-bahak
"Bro! kalau mau melawak, jangan disini" ucap mereka dengan tawa yang meremehkan
"Aku hitung sampai 3!. jika tak juga ingin meminta maaf, maka jangan menyesal jika keluarga kalian membanjiri makam milik kalian semua" ucap Daniel memasukan salah satu tangannya ke dalam saku celananya.
"Hahaha" mereka semakin tertawa dengan keras
"1!" Daniel mulai menghitung
"Makin lucu aja lawakanmu bro" ucap salah satu dari mereka meremehkan
"2!" Daniel tak menghiraukan perkataan mereka
"Hajar saja!" ucap mereka dan salah satu dari mereka melancarkan tinjunya
Dengan enteng Daniel menangkap tinjuan dari pria itu dan menyelesaikan hitungannya "3!"
Tanpa berkata-kata Daniel langsung mencengkram tinju dari pria itu dengan mudahnya.
"KRAK!" suara tulang retak
"Arhkkkkk!" teriak pria itu dan membuat orang-orang yang menyaksikan pertunjukan itu terkejut karena mendengar suara retakan pada pria itu.
Daniel melepaskan cengkramannya lalu mendorong pria malang itu sampai menabrak rekan-rekannya dan membuat mereka semua jatuh tersungkur di tanah.
"Be..berani sekali kau melakukan itu" ucap temannya dengan emosi
Daniel tersenyum sinis lalu berkata "Sudah kukatakan. Jika kalian tak mau meminta maaf maka jangan menyesal"
Salah satu dari mereka berdiri dan memakai sebuah tangan robot yang terbuat dari besi baja yang sangat keras. Kini tangan kanannya sudah menjadi tangan robot yang sangat keras.
"Gawat! mereka sudah mulai serius" bisik salah satu penonton
Daniel menghela nafasnya dan berkata dengan dingin "Masih ada yang mau melawan lagi ternyata"
Tanpa berkata apapun, pira yang sudah menggunakan tangan robot itu langsung menyerang Daniel, namun Daniel dengan mudahnya ia menghindari serangannya dan membuat pria itu semakin geram.
"Kau!" ucap pria itu dan langsung melancarkan beberapa jurus pada Daniel, namun dengan santainya Daniel dapat menghindari semua jurus pria itu.
"Arkh!. Apa yang kau lakukan?!" tanya pria itu merasakan lengannya yang sudah mati rasa
Tanpa menjawab Daniel langsung mencengkram lengan yang sudah di lapisi baja keras itu dan berhasil membuat sebuah retakan pada lengan baja tersebut.
"APA?" teman-teman pria itu terkejut melihatnya.
"Baja sekeras itu dengan mudahnya di cengkram hingga mengalami keretakan?" ucap rekannya tak percaya
"Daniel? apa yang kamu lakukan Nak?. Itu besi baja loh, kok bisa kamu buat retak begitu?" tanya Nek Ani tak percaya
"Loh? ini besi baja Nek?. Aku pikir kerupuk" ucap Daniel semakin mencengkram genggamannya dan membuat lengan baja itu semakin retak
Mata para anggota rembulan itu sampai melotot tak percaya dengan apa yang mereka lihat barusan.
"Sekuat apa tenaga pria ini?" gumam salah satu dari mereka
Daniel tersenyum sinis lalu semakin menyalurkan tenaga dalam miliknya ke dalam lengan pria malang itu dan membuat lengan pria itu semakin kebas dan mati rasa.
"Akrhkkkk!. Lenganku kebas sekali!" teriak pria malang tersebut
Setelah dirasa Daniel cukup untuk menyalurkan tenaga dalam miliknya. Lalu ia menyunggingkan bibirnya dan menarik lengan baja itu hingga membuat tangan pria itu ikut putus dari pergelangannya.
"ARRRRHHKKKK!" teriak pria itu kesakitan
Darah bercucuran dari pergelangan tangan pria malang itu, sedang lengannya yang telah putus masih dalam cengkeraman Daniel.
"SAKIT!!!" teriak pria yang sudah cacat itu.
"Apa aku bermimpi? pria itu menarik tangan pria itu hingga putus dengan sangat mudah, seperti melepaskan lengan boneka Barbie saja" tanya penonton itu pada teman di sebelahnya.
Daniel melemparkan lengan pria itu ke wajahnya dan berkata dengan dingin "Apa perlu kepalamu juga ku lepaskan dari lehermu itu?"
Wajah pria itu sudah pucat karena kehabisan darah, dan wajahnya sudah berkeringat dingin karena menahan sakit yang amat luar biasa yang ia alami.
"Ka..kau bukan manusia!" ucap salah satu dari pria cacat itu
"Sudah kukatakan, segera meminta maaf. Tapi kalian malah menentang ku. Ingat! aku tak akan main-main dengan perkataanku sendri" ucap Daniel datar
"Kalau kalian tidak terima, maka bawa bos besar kalian untuk menghadap kepadaku. Ini kartu namaku" ucap Daniel melemparkan ID card miliknya
"B4J1N64N! kau terlalu sombong!" ucap penjahat itu tak terima
"Kenapa? kalian mau mengalami hal yang serupa?!, atau lebih parah?" tanya Daniel dingin dan membuat mulut mereka mati tak bersuara
"Pergi dari sini!. Aku sedang tidak ingin membunuh seekor lalat saat ini. Sebelum aku berubah pikiran" ucap Daniel datar mengusir mereka.
Dengan rasa takut yang sangat besar, para pria pembuat rusuh itu langsung pergi menjauh dari Daniel, kemudian salah satu dari mereka mencoba untuk mengancam Daniel. "Kali ini kau boleh menang k3p4r4t!, tapi jika bos kami yang sudah bergerak!, jangan harap kau masih bisa menghirup udara segar"
Daniel mengibas-ngibaskan tangannya dan berkata "Yaya, baiklah-baiklah sana pergi mengadu pada bos besar kalian"
"Wah pria tampan itu sangat berani" ucap salah satu penonton wanita muda
"Pria itu tak tau siapa yang ia hadapi" bisik salah satu pengunjung merasa kasian pada keselamatan Daniel
"Apa yang kalian tonton?!. Ayo bubar-buar!" ucap Nek Ani tegas dan berhasil membuat para pengunjung pada bubar.
"Maaf ya Nek, Daniel udah buat Nenek takut tadi" ucap Daniel tak enak hati melihat sang Nenek terkejut tak percaya dengan apa yang barusan terjadi.
"Tidak masalah Nak, yang penting kamu baik-baik saja. Yang Nenek takutkan, mereka akan kembali dan membalaskan perbuatan kamu barusan" jawab Nek Ani merasa takut.
"Kalau masalah itu, biar Daniel yang mengurusnya. Nenek gak usah khawatir" jawab Daniel tersenyum dan mengambil tas belanja milik sang Nenek lalu mengikuti Nek Ani masuk kedalam pasar tersebut.