Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
TAK PERLU HARUS MENCARI


Setelah merasa sedikit puas menghajar para pria pembuat onar di sebuah kantin dekat bandara itu, Daniel mengajak Leny pergi dari tempat tersebut karena selera makanya hilang seketika saat melihat para pembuat onar itu mencoba menyentuh istrinya.


Sedangkan orang-orang yang juga berada di kantin itu hanya bisa tercengang bercampur dengan rasa takut termasuk pemilik kantin tersebut karena Daniel sudah menghajar orang-orang yang selama ini berkuasa di sekitaran daerah tersebut.


"Bagaimana ini?, pria itu sudah menghajar orang-orang yang seharusnya tidak ia singgung" tanya para pengunjung lain.


"Kau benar. Bisa-bisa kita yang menjadi korbannya nanti" jawab pengunjung lainnya.


Saat Daniel hendak meninggalkan kantin tersebut, tiba-tiba pemimpin dari pria pembuat onar itu mengancam Daniel dan memprovokasinya.


"Ka...kau akan menyesal karena sudah membuat aku dan teman-teman sampai seperti ini" ucap pria itu terbata-bata sambil menahan rasa nyeri pada lengannya yang telah dipatahkan oleh Daniel. Sedangkan Daniel dan Leny hanya menghentikan langkahnya serta hanya membelakangi para pria yang sudah tak berdaya itu.


"Bos kami tidak akan diam begitu saja setelah tau kalau aku di singgung oleh seseorang, dan bahkan sampai mengalami luka seperti ini" timpalnya mengancam dengan senyuman sombong.


"Hem!. Dasar manja" gumam Daniel tanpa berbalik badan.


"Apa yang kau katakan?!" tanya pria itu emosi.


"Aku bilang!. Kalian semua lemah dan begitu manja!" jawab Daniel masih tak berbalik arah.


"Aku hanya mematahkan lenganmu, bukan mengiris daun telinga mu!. Jangan tiba-tiba seketika menjadi tuli!" timpalnya.


"HAHAHA. Mungkin untuk saat ini kau masih bisa santai dan tak takut padaku!" tawa pria itu meremehkan.


"Tapi setelah kau mendengar nama keluarga kami, dan nama pemimpin, pasti kau akan menyesal karena sudah membuat kami sampai seperti ini!" timpal pria itu tersenyum meremehkan. Sedangkan para pengunjung di buat semakin ketakutan saat merasakan kalau suasa di dalam tempat itu semakin menegangkan.


"Kenapa mereka berdua lama sekali di dalam sana?" tanya Wulan.


"Iya, seharusnya mereka sudah keluar dari tadi dan membawa makanan kita" sambung Jasmine sambil terus memperhatikan ke arah tempat yang dimana Leny dan Daniel masuk tadi.


Daniel hanya berdiri saja dengan posisi yang masih membelakangi para pria yang telah ia habisi barusan. Bahkan ia tak berkata apa-apa melainkan hanya mendengarkan celotehan dari pria sombong yang sedari tadi terus memprovokasi dirinya.


"Apa kau pernah mendengar nama Harimau berdarah?" tanya pria itu dengan tersenyum sombong.


"Harimau berdarah?" tanya Daniel.


"Ya!. Harimau berdarah, sebuah kelompok atau keluarga yang sudah berada di dunia bawah tanah selama bertahun-tahun, dan saat ini hampir menguasai Ibu kota Indonesia" jawab pria itu semakin sombong.


Setelah mendengar pria itu menyebutkan nama Harimau berdarah, para pengunjung serta pemilik kantin itu semakin ketakutan karena mengingat kekejaman mereka saat menindas orang-orang yang lemah.


"Kelompok itu saat ini di pimpin oleh Marcel Pratama, putra pertama dari Mario Pratama. Aku yakin kau pasti pernah mendengar nama mereka" ucap pria itu dengan sombongnya.


"Sedangkan namaku adalah Betran Horizon, dan aku adalah salah satu petinggi di kelompok tersebut" timpalnya tersenyum sombong.


"Bagaimana?, apa kau sudah mulai ketakutan saat mendengar nama itu?" tanya pria itu tersenyum remeh.


"Jika kau ingin meminta maaf dan berlutut di kakiku, serta menyerahkan wanitamu itu padaku, maka aku akan memaafkan mu" sambung pria itu semakin sombong.


"Ini suatu kebetulan!. Jadi aku tidak perlu harus memburu para sisa-sisa sampah yang berada di keluarga itu" timpalnya menatap dingin pria itu dan Daniel juga langsung mengeluarkan seperempat dari auranya.


Ekspresi wajah Betran seketika langsung berubah saat merasakan besarnya aura yang di keluarkan oleh Daniel. Namun pria itu mencoba menenangkan dirinya dan tak memperlihatkan wajah takutnya kepada Daniel yang terus saja menatap dingin ke arahnya.


"Cih!, ternyata kau juga seorang ahli juga ya?" tanya Betran terkejut.


"Pantas saja kau sama sekali tak merasa takut saat berhadapan dengan kami" timpalnya.


"Tidak usah banyak bacot!. Sebaiknya kau beritahu saja dimana markas besar kalian!" jawab Daniel sembari terus menatap Betran.


"Apa yang kau inginkan dengan ingin mengetahui markas kami hah?!" tanya Betran menantang.


"Itu bukan urusanmu. Aku hanya ingin berurusan dengan pemimpin kalian saja. Kronco-kronco seperti kalian tidak perlu tau!" jawab Daniel acuh.


"Hahahaha, kau pikir dengan aura sekecil itu bisa melukai tuan Marcel?" tanya Betran meremehkan kekuatan yang Daniel keluarkan.


"Bahkan seluruh aura yang kau miliki itu belum mencapai setengah dari kekuatan yang dimiliki oleh tuan Marcel!, dan kau ingin melawannya?. Kau hanya mengantarkan nyawa saja pada tuan Marcel" timpalnya.


Merasa geram, Daniel langsung menginjak wajah pria itu dengan sebelah kakinya sembari meningkatkan auranya.


Betran langsung terbelak saat merasakan aura Daniel yang semakin meningkat, dan menurutnya aura yang di keluarkan Daniel di atas Marcel yang merupakan bos dari Harimau berdarah.


"Ada apa ini?, kenapa Daniel mengeluarkan auranya?" batin Ayah Leo terkejut.


"Apa yang terjadi di dalam?, kenapa Kak Daniel sampai mengeluarkan aura sebesar ini?" batin Kevin penasaran.


Merasa khawatir dengan keadaan Daniel di dalam, Leo, Rian, Kevin, Fauzi, Wulan, dan juga Jasmine langsung buru-buru masuk ke dalam kantin yang dimana ada Daniel di dalamnya. Sedangkan yang lainnya hanya menunggu di luar saja dan Leo melarang mereka untuk ikut.


"Yayah" panggil Damin yang juga bisa merasakan aura dari sang Ayah yang berada di dalam sana.


"Kenapa sayang?, kenapa kamu tiba-tiba memanggil Ayah kamu?" tanya Mama Yuni berjongkok.


"Sepertinya putraku mengalami sesuatu di dalam sana. Semoga kalian baik-baik saja nak" batin Ibu Rani mengkhawatirkan anak dan menantunya.


"Sebaiknya kau katakan dimana kandang kalian berada!, sebelum aku menginjak kepalamu sampai hancur!" ancam Daniel semakin menekan kakinya yang berada di atas kepala Betran.


"ARKKKHHHH!. SAMPAI KAU MEMBUNUHKU PUN, AKU TIDAK AKAN MENGATAKANNYA" teriak Betran menjawab dan membuat Daniel semakin geram.


"Hahaha, bagus-bagus. Aku paling suka pada orang yang berani menantang diriku" ucap Daniel tersenyum psikopat.


"Kita lihat saja!. Sejauh mana kau akan bertahan!" timpal Daniel tersenyum penuh arti. Sedangkan Leny hanya menggeleng sambil memegang jidatnya saja melihat sang suami yang mulai menggila.


"Hadeh, dasar suamiku" gumam Leny menggeleng.


Orang-orang semakin panik dan ketakutan saat melihat pertengkaran antara Daniel dan orang-orang yang berada di kelompok Harimau berdarah. Mereka sangat mengkhawatirkan keselamatan mereka dan juga pasangan suami istri yang sudah menyinggung salah satu petinggi dari kelompok Harimau berdarah.