Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
RENCANA DINDA


*M*ereka semua mendengar suara mobil sedang berhenti tepat di rumah Leo dan Rani. Leny yang telah hafal dengan suara mobil milik Daniel, langsung berlari menuju mobil itu,. dan langsung memeluk Daniel yang baru saja keluar dari dalam mobil


"*A*aaa, suamiku aku sangat mengkhawatirkan kamu" ucap Leny menangis dan mencium pipi Daniel


"Maaf ya sayang sudah membuatmu khawatir" ucap Daniel memeluk Leny


"Daniel sayang, kamu buat mama risau saja" timpal Yuni


"Hehe iya maafkan Daniel ya ma" jawab Daniel tersenyum


"Sudah-sudah yang terpenting Daniel telah selamat dan pulang dengan keadaan sehat" ucap Leo


Suasana yang tadinya tegang kini telah berubah menjadi bahagia karena Daniel pulang dengan keadaan sehat-sehat saja


Kini kedua keluarga besar berkumpul di meja makan untuk makan malam bersama., Yuni, Leny dan Rani pergi ke dapur untuk memasak


"Jeng, Daniel begitu hebat ya" ucap Yuni


"Iya ma, tadi Leny sangat takut kalau Daniel kenapa-kenapa, karena video yang di berikan oleh Akbar tadi" timpal Leny


"Iya aku juga bersyukur Daniel bisa pulang dengan selamat" sambung Rani


Sebenarnya Rani tidak merasa kagum dan heran mengapa anaknya bisa selamat meskipun di keroyok puluhan orang, karena Rani tau kalau Daniel itu bukan orang biasa


"Ayo kita sajikan ini kepada para suami kita" ajak Yuni tersenyum


Mereka bertiga membawakan masakan istimewa untuk para suaminya, dan di sambut hangat oleh para suaminya. Leny melayani Daniel dengan kasih sayang. tidak peduli tempat, Leny selalu bertingkah manja kepada Daniel, dan sikap Leny itu membuat kedua orangtua mereka sangat bahagia


"Sayang, suapin" ucap Leny manja


"Kamu ini tidak lihat tempat ya sayang" jawab Daniel menarik hidung Leny


"Sudah lakukan saja sayang" timpal Rani


Mereka semua makan dengan gembira dan melupakan masalah yang terjadi pada Daniel tadi.


Di sisi lain Dinda ternyata belum menyerah untuk memiliki Daniel, dia mondar-mandir memikirkan cara agar Daniel menjadi miliknya


"Leny, kamu sangat beruntung bisa menjadi istri Daniel, tapi aku tidak akan pernah membuatmu hidup dengan tenang, aku akan segera merebut Daniel dari kamu" kesal Dinda


Dinda terus berfikir bagaimana caranya agar Daniel jatuh kedalam pelukannya, segala cara ia lakukan agar Daniel menjadi miliknya


Keesokan harinya Leny mendapatkan telepon dari sutradara film, dan ia diminta untuk melakukan syuting.Lalu Leny meminta izin kepada Daniel agar dia di perbolehkan untuk syuting, Daniel mengizinkannya asalkan Daniel ikut menemani, dan Leny sangat senang jika Daniel mau menemaninya


Di tempat lain, ternyata Dinda juga ikut serta dalam film itu, dan ini menjadi kesempatan yang bagus untuk membuat Leny terluka


"Memang aku dan Leny berjodoh, aku akan membuatnya celaka" ucap Dinda tertawa jahat


Dinda buru-buru pergi ke lokasi syuting agar bisa lebih dulu sampai dan segera melaksanakan rencananya, pada saat dia sampai di lokasi, ternyata ada Akbar juga ikut dalam film. Awalnya Dinda ingin mengajak Akbar untuk melakukan aksinya lagi, namun Akbar menolaknya karena tidak berani berurusan dengan Daniel lagi


"Akbar, ayo kita bekerjasama lagi untuk memisahkan Daniel dan Leny" bisik Dinda


"Mengapa? bukannya kamu sangat mencintai Leny?" tanya Dinda bingung


"Tak apa, aku tidak mau mengganggu rumah tangga seseorang" cetus Akbar dan meninggalkan Dinda


"Dasar plinpan" (*batin Dinda kesal*)


Tak lama kemudian Daniel dan Leny sudah sampai di lokasi syuting, dan Dinda langsung menghampiri mereka berdua untuk berpura-pura meminta maaf karena kejadian waktu itu


"Eh Leny dan Daniel sudah sampai" ucap Dinda berjalan ke arah mereka


"Iya" jawab Leny cuek


"Daniel, Leny, maafkan aku ya, aku tidak tau kalau Daniel suami kamu, kalau aku tau aku tidak akan melakukan itu" ucap Dinda


"Iya, aku juga mengerti" jawab Leny pergi meninggalkan Dinda


"Cih!, aku seperti pengemis saja" (*batin Dinda*)


Daniel masih tidak mempercayai Dinda, dan dia akan terus mengawasi wanita itu, jika dia berbuat nekat, maka Daniel akan turun tangan


"Sayang, kamu harus berhati-hati dengan wanita itu, aku masih tidak bisa mempercayainya" bisik Daniel


"Iya suamiku, aku juga tidak akan mungkin percya begitu saja dengannya" jawab Leny


Akbar melihat Daniel dan Leny dari kejauhan, dia sudah tidak berani berurusan dengan Daniel lagi, lebih baik dia menyerah untuk mendapatkan Leny daripada nyawanya hilang di tangan Daniel


"Sayang itu Akbar" ucap Leny menunjuk ke arah Akbar


"Ayo kita kesana" timpal Leny menarik tangan Daniel


Mereka berdua menuju ke tempat Akbar berada, namun Akbar langsung memalingkan pandangannya dan berharap mereka tidak mendekat, tapi harapannya tidak terkabul, Leny mendekatinya dengan wajah sangat marah dan Daniel hanya santai saja seperti tidak pernah terjadi apa-apa


"Hey Akbar!" bentak Leny


"Eh Le..Leny, Da.. Daniel" jawab Akbar tertunduk


"Apa maksud kamu memberikan video itu ha?!" bentak Leny


"Ma..maafkan aku, aku sekarang sadar bahwa yang aku lakukan kemarin itu sudah kelewatan, Daniel ampunilah nyawaku" ucap Akbar memeluk kaki Daniel


"Sudah-sudah, lain kali jangan lakukan hal aneh lagi" timpal Daniel membangkitkan Akbar


"Iya aku berjanji tidak akan melakukan hal bodoh lagi" timpal Akbar menatap tanah


Dinda yang dari kejauhan melihat tingkah laku Akbar yang tengah bersujud di kaki Daniel merasa kesal


"Bodoh, mengapa kau malah bersujud kepada dia" ucap Dinda menggerutu