Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
SIUMAN


Galuh langsung keluar memanggil dokter, sedangkan Anna menuju memanggil Daniel dan yang lainnya


"Daaniel!. Hos hos" Anna mengatur nafas


"Ada apa kak? mengapa terburu-buru?" tanya Daniel


"Le.. Leny (*hos hos*)" mengatur nafas


"Iya Leny kenapa kak?" tanya Daniel panik


"Leny siuman!" tegas Anna


Mereka semua terkejut, Daniel langsung berlari menuju ruangan Leny di susul oleh Rian dan yang lainnya


Di ruangan Yuni dan Rani merasa senang dan sedikit khawatir dengan kondisi Leny. Tari masuk berbarengan dengan Daniel dan yang lainnya, Tari langsung memeriksa Leny


Dan tak lama Leny membuka matanya perlahan-lahan. Pandangannya masih agak kabur karena terlalu lama memejamkan mata. Ketika pandangannya sudah mulai stabil, Leny terkejut mengapa banyak orang yang mengelilinginya?


Leny berkata dengan nada lemas


"Mengapa banyak orang?, ada apa ini?"


Rani dan Yuni senang dan langsung memeluk Leny


Yuni berkata dan menangis


"Syukurlah kamu tak apa sayang"


Rani pun berkata


"Ibu sangat mengkhawatirkan kamu" (*menangis*)


Leny bingung dan bertanya-tanya


"Ada apa? mengapa ibu dan mama menangis?"


Yuni berbicara sambil menangis


"Apa kamu tidak ingat dengan apa yang terjadi kemarin malam?"


Leny berfikir dan mengingatnya. Setalah ingat, dia panik dan berbicara


"Oiya kemarin malam ada yang mau menembak Daniel!, dimana dia? apakah dia baik-baik saja?"


Daniel langsung menghampiri Leny dan langsung memeluknya sambil meneteskan air mata


"Aku di sini istriku, maafkan aku karena gara-gara aku kamu sampai terluka"


Leny sangat senang karena Daniel tidak terluka, lalu dia membalas pelukan Daniel dan menangis


"Syukurlah kamu baik-baik saja suamiku"


Daniel melepaskan pelukannya dan mencium kening Leny


"Seharusnya kamu tidak perlu melindungi ku sayang, aku bisa mengatasinya"


Leny berusaha untuk duduk namun tubuhnya masih terasa lemas, Leo langsung mengatakan


"Kamu masih lemas, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk duduk"


Anna langsung mendekati Leny dan langsung memeluknya sambil menangis bahagia


"Kakak senang kamu baik-baik saja adikku, kakak sangat khawatir"


Leny sedikit tersenyum dan membalas pelukan Anna


"Kakak jangan menangis, adikmu ini baik-baik saja kok"


Semua orang yang berada di dalam ruangan merasa bahagia karena Leny sudah sadarkan diri dan dia tidak mengalami luka yang serius


Leny melihat ke sekitar dan bertanya sesuatu kepada Anna


"Dimana keponakan aku kak?"


Anna tersenyum lalu menjawab


Leny tersenyum dan memahami maksud dari Anna


"Aku sangat merindukannya kak, aku ingin bertemu dengan Aska"


Daniel menyela dan berkata


"Jika kamu ingin segera bermain dengan Aska, kamu harus cepat sembuh dan kita pulang kerumah"


MARKAS BLACK DRAGON


Hasan dan Fary menunggu kabar dari Arif tentang misi yang dia jalankan, namun sudah 2 hari Arif tidak memberikan kabar, bahkan dia tidak kembali. Mereka yang berada di dalam markas sangat menunggu kabar itu namun tak kunjung datang


Salah satu anak buah Hasan melihat ponselnya dan dia sangat terkejut dengan apa yang dia lihat di layar ponselnya


Dia mendekati Hasan dan menunjukkan ponselnya


"Tuan lihat!, ada berita bahwa banyak mayat berada dalam jalan dekat hutan di daerah Jakarta timur"


Hasan melotot dan sangat terkejut, dia sangat marah sampai membuat seluruh anak buahnya ketakutan termasuk dengan Fary. Karena terakhir kali Arif memberi kabar kalau dia mengikuti Daniel memasuki hutan itu. Jadi Hasan berfikir kalau itu seluruh anak buahnya yang sudah tidak bernyawa


Hasan membalikkan meja dan sangat marah


"Kurang ajar!, siapa sebenarnya orang yang bernama Daniel itu!, mengapa anak buahku yang lebih dari 20 orang dengan mudahnya dia memusnahkan mereka!"


Fary menenangkan Hasan dan memberi usul


"Sabar tuan, setelah ini mungkin harus aku yang melakukan pembalasan dendam dari tuan Hendry


Hasan menatap Fary dan berkata dengan tegas


"Kau harus berhasil membunuhnya, jangan sampai gagal sampai yang kedua kalinya!"


Fary menjawab dengan senyuman sombong


"Tuan tenang saja, Bocah itu bukan tandingan saya"....


Kini suasana haru menjadi kebahagiaan karena Leny sudah baik-baik saja, dan Daniel bisa lebih tenang untuk membalas perbuatan orang-orang Black Dragon itu


Dokter Tari masuk untuk memeriksa keadaan Leny.


Tari memeriksa Leny dan sangat kagum


"Wah sangat ajaib, nyonya Syahputra baik-baik saja dan tidak mengalami luka yang serius. Kemungkinan jika semakin membaik, dua hari lagi nyonya sudah bisa pulang


Leny tersenyum dan sangat bahagia mendengar perkataan dokter Tari. Dia sudah tidak sabar untuk pulang agar bisa bertemu dengan Aska


Leny menatap Anna dan Fauzi, lalu berkata


"kak, Zi. setelah aku pulang, aku ingin melihat anak-anak kalian, terutama kamu Fauzi aku ingin bertemu adik ipar ku"


Fauzi tertawa dan menjawab


"Hehe kakak ipar tenang saja, aku akan membawa mereka untuk mengunjungi rumah kakak


Anna juga tersenyum dan berkata dengan sedikit mengancam


"Iya kakak pasti akan datang dengan keponakan kamu, tapi kamu harus sembuh dulu


Leny menjadi manja dan memeluk Daniel, dia berkata dengan manja mengadu ke Daniel


"Ah suamiku tolong aku, kak Anna sangat menakutkan"


Daniel tersenyum dan mengelus kepala Leny


"Yang di katakan kakak kamu itu benar istriku, aku berharap kamu segera sembuh


Suster datang dan membawakan makan serta obat untuk Leny


Suster itu masuk dan menyela pembicaraan mereka


"Wah sangat bahagia ya. Ini saya membawakan makan dan obat untuk nyonya Syahputra"