Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
KEVIN


"Tidak usah Tuan, biarkan aku saja yang menjaga wanita yang manis itu" jawab pria misterius yang tiba-tiba ikut bergabung dengan mereka semua


Semua orang menoleh kearah di mana sumber suara berasal. Betapa terkejutnya mereka saat melihat siapa pemilik suara barusan, namun berbeda dengan Wulan, wajahnya langsung menjadi memerah seperti menahan amarah saat melihat pria tersebut.


"KEVIN?!" teriak mereka semua


"Hahaha. Halo Kak Daniel, Kak Rian, Tuan besar, hey Zizi, dan tak lupa pula nona manis Wulandari" sapa Kevin pada mereka semua


"Kapan kau kemari?" tanya Fauzi masih terkejut


"Hehe. Tadi pagi" jawab Kevin


"Lalu kenapa kau tau alamat rumahku?" timpal Daniel bertanya


Kevin menghela nafasnya dan menjawab "Kak, kita ini berasal dari kelompok yang sama, jadi mudah saja aku mengetahui alamat rumahmu"


Wulan terus melihat Kevin dengan tatapan ingin membunuhnya, entah mengapa pada saat Kevin datang mood Wulan berubah menjadi tak enak.


"Kamu kenapa nona cantik?, jangan menatapku begitu" tanya Kevin menaik turunkan alisnya


"Diam kau!" jawab Wulan sebal dengan Kevin


"Hahaha" mereka semua tertawa


"Kak, kenapa dia bisa datang sih" ucap Wulan manja memegangi tangan Daniel dan menggoyang-goyangkannya


"Ya kenapa sayang?, Kevin kan keluarga kita juga" jawab Daniel menenangkan Wulan


"Iiih aku gak sudi berkeluarga dengan pria sok tampan itu" jawab Wulan menyebikkan bibirnya


"Awas jangan terlalu membenci, nanti jatuh cinta loh" goda Rian


"Ih Kak Rian!" ucap Wulan dengan nada manja dan membuat Daniel semakin gemas dengan adiknya itu


Leny tiba-tiba menghampiri mereka dan belum sadar jika sudah ada orang baru yang bergabung dengan Suaminya itu.


"Wulan, kamu ni kok mengganggu Ayah dan Kakakmu sedang mengobrol?" ucap Leny baru datang dan mencari keberadaan sang adik tercinta


"Eh, jadi ini Kakak ipar?" ucap Kevin tiba-tiba menyela


Leny menoleh kearah suara tersebut dan membuatnya sedikit terkejut "Eh, kamu siapa?, kok aku baru lihat?, dan kenapa kamu memanggilku Kakak ipar?


"Perkenalkan Kak. Saya Kevin, dan saya juga Adik seperguruan dari suami Kakak" ucap Kevin memperkenalkan dirinya


"Ooo. Aku Leny" jawab Leny tersenyum


"Oh iya, kenapa kita tidak pernah bertemu?" tanya Leny bingung


"Iya Kak, soalnya aku baru kembali dari Jepang pagi tadi" jawab Kevin menjelaskan


Tiba-tiba Wulan mendekati Leny dan mengadu padanya dengan manja "Kak, ayo pergi, mood ku hilang saat melihat dia" Wulan menunjuk Kevin dengan geram


"Eh, eh, kok gitu sayang?" Leny tak suka Adiknya berkata seperti itu


"Maaf ya Kevin, mungkin Wulan lelah, jadi ngomongnya sedikit tak enak di hati kamu" ucap Leny tak enak dengan Kevin


"Udahlah Kak, buat apa minta maaf sama dia. Ayolah kita pergi dari sini, aku rindu sama Ibu" ucap Wulan menarik paksa Leny, sedangkan para lelaki itu hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Wulan yang terus menghindar dari Kevin.


Setelah dua wanita kesayangannya Daniel telah pergi meninggalkan para lelaki tampan tersebut, merekapun melanjutkan perbincangan yang sempat tertunda karena perdebatan antara Wulan dan Kevin tadi.


"Apa yang membuatmu datang kemari?" tanya Daniel serius


"Awalnya aku hanya ingin mengunjungi kalian, namun tadi aku sempat mendengar penyebab dari kematian Kakek, dan kedua orangtua Kakak. jadi aku akan membantu kalian" jawab Kevin serius


"Terimakasih kalian begitu peduli padaku" ucap Daniel tersenyum bahagia


"Tentu saja, kita ini keluarga" jawab Fauzi


___________________________________________


Wulan dengan langkah cepat menghampiri sang Ibu yang tengah asyik mengobrol dengan para wanita di dalam rumah.


Sampainya di dalam, tiba-tiba Wulan langsung memeluk Rani dan mengadukan apa yang ia rasakan saat ini dengan sikap yang sangat manja.


"Eh, eh?. Kenapa ini anak gadis Ibu?" tanya Rani mengelus kepala Wulan dalam pelukannya


"Kamu kenapa sayang?" Anita juga khawatir pada Wulan


"Ma, Bu. Wulan sangat kesal...!! ahhhhk!" jawab Wulan manja


"Kenapa?, siapa yang membuat anak gadis Mama ini sampai kesal banget begini?" tanya Anita membelai kepala Wulan


"Ibu tau Kevin kan?" tanya Wulan tatapan mata yang menggemaskan


"Kevin?, maksud kamu Kevin Arganta?" tanya Rani terkejut dan di anggukan oleh Wulan


"Anak nakal itu" ucap Rani menghela nafasnya dan membuat orang-orang di sekitar bertanya-tanya kecuali Anna dan Wulan yang memang sudah mengenal siapa itu Kevin.


"Bu, Kevin itu siapa sebenarnya?" tanya Leny


"Kevin itu Adik seperguruan Dari suami kamu. Rian, Fauzi, Kevin, dan juga Wulan. Mereka adalah anak yang bernasib sama seperti Daniel, sejak kecil mereka sudah hidup yatim piatu. Ayah dan Ibu merawat mereka seperti anak kami sendiri" jawab Rani sedih mengenang masa lalu dari 4 anak yang malang itu.


Suasana di dalam rumah menjadi sepi dan terasa hawa kesedihan dari mereka semua setelah mendengar perkataan dari Rani.


"Malang sekali nasib kalian sayang" ucap Anita memeluk Wulan dengan mata yang berkaca-kaca


"Sekarang kan Wulan sudah punya kalian, jadi Wulan sangat bahagia sekali" jawab Wulan menghibur orang-orang yang terlihat sedih di dalam rumahnya.


Kevin adalah seorang anak yang sudah tak memiliki orang tua sejak usia 7 tahun. Penyebab kematian kedua orangtuanya tak ada yang tau kecuali Kevin sendiri.


Rani menemukan Kevin pada saat ia dan Daniel sedang berjalan-jalan di sebuah mall terbesar waktu di Jepang. Kevin yang berjuang untuk menghidupi dirinya sendiri. Dia rela melakukan pekerjaan apapun asal bisa untuk mengisi perutnya.


Daniel yang iba melihat Kevin sedang mencari sesuatu di dalam tempat sampah langsung meminta sang Ibu untuk mendekatinya.


Sejak saat itulah Daniel dan Kevin berteman atau lebih tepatnya seperti saudara. Leo membawa Kevin tinggal di dalam markas Dark Shadow. Sebenarnya Leo dan Rani ingin Kevin tinggal bersama di rumah mereka, namun Kevin menolaknya karena tidak mau merepotkan mereka lebih banyak lagi.


Kevin lebih memilih untuk tinggal di dalam markas Dark Shadow dan bisa membantu-bantu pekerjaan di dalam markas.


Kevin orang yang sangat baik dan rajin bekerja, sehingga membuat Leo merasa bangga bisa bertemu dengan Kevin dan membesarkannya.


Setelah 2 tahun bergabung di dalam Dark Shadow. Wulan juga ikut bergabung di dalamnya, dan membuat Kevin jatuh cinta padanya sejak kecil hingga sekarang.


Kevin selalu menggangu dan menggoda Wulan saat latihan, sehingga membuatnya merasa risih dan benci jika berada dekat dengan Kevin, namun Kevin tidak memperdulikannya, di justru lebih senang untuk menggangu Wulan dan membuatnya semakin kesal oleh perlakuan Kevin.