Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
HAL YANG MENGEJUTKAN


Dion dan yang lainnya sudah berada di dalam pesawat. Mereka berempat menikmati kemewahan pesawat pribadi milik Daniel seperti berada di dalam hotel. Karena perjalanan menuju ke negara sakura itu memakan waktu yang cukup lama, mereka semua memutuskan untuk beristirahat agar tubuh mereka bisa segar lagi setelah sampai di sana, apalagi kalau menerima omelan dari Leny.


Ayu sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Damin yang sudah ia dan Dion anggap sebagai putra mereka sendiri. Sudah lama ia tidak bertemu dengan putra tampannya itu, dan rasa rindu di hatinya sudah tak bisa di tahan lagi mengingat kelucuan dari Damin.


Tak terasa penerbangan mereka sudah memakan waktu sekitar 7 jam lebih dan sebentar lagi pesawat yang mereka tumpangi akan segera mendarat di sebuah bandara internasional Narita yang sangat terkenal itu.


Ayu semakin tidak sabar ingin segera bertemu dengan Damin yang sudah sangat ia rindukan karena sudah hampir sebulan mereka tidak bertemu akibat kesibukan yang di alami oleh Ayu.


"Akhirnya kita akan bertemu lagi sayang, Mama sudah tidak sabar ingin segera memeluk dan mencium kamu Damin" ucap Ayu tersenyum bahagia.


"Ternyata aku kembali lagi ke tempat ini" ucap Alvin menatap ke arah jendela pesawat yang sudah berada di langit Jepang.


"Aku kembali ke Indonesia karena mereka, dan aku kembali ke sini juga perintah dari mereka" timpalnya tersenyum heran sambil menggeleng.


"Bukankah dulu kamu pergi ke negara ini karena ingin menghindar dariku?" tanya Chelsea cemberut.


"Itu kan masa lalu sayang" jawab Alvin tersenyum sambil mengelus kepala sang kekasih.


"Jika bukan karena Daniel yang menyatukan kita lagi, mungkin aku akan mati dan membawa cinta kita" ucap Chelsea dengan wajah cemberutnya.


"Hey, hey, jangan berkata seperti itu dong sayang. Aisyah sudah pergi meninggalkanku, masa kamu juga ingin melakukan hal yang sama?. Jangan dong, nanti aku yang bisa gila karena sudah kehilangan sosok wanita yang sangat aku cintai untuk yang kedua kalinya" ucap Alvin panjang lebar sambil mengelus pipi lembutnya Chelsea.


"Maafin aku ya sayang, karena dulu dengan bodohnya aku pernah meninggalkan seorang wanita yang begitu sangat mencintaiku. Kali ini aku berjanji akan terus berada di sisimu dan menua bersamamu. Kita harus bisa bahagia agar Aisyah juga bisa bahagia di atas sana" timpal Alvin dan sampai membuat Chelsea terharu.


Melihat kekasihnya yang tiba-tiba berubah menjadi sedih, membuat Alvin merasa bersalah karena sudah membahas tentang tentang Aisyah yang merupakan masa lalunya yang sudah tenang di alam yang berbeda dari mereka.


"Maaf sayang, aku gak ada bermakna membuat kamu cemburu" ucap Alvin merasa bersalah dan membersihkan air mata yang menetes dari kedua bola mata indahnya Chelsea.


Chelsea menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, lalu ia berkata "Tidak sayang, bukan itu. Aku hanya sedih jika kamu terus mengingat Aisyah" Alvin terus mengelus pipi Chelsea.


"Bukanya aku cemburu, tapi aku ikut sedih jika kamu terus mengingat Aisyah dan terus meneteskan air mata. Aku merasa seperti seorang kekasih yang tidak bisa membahagiakan kamu dan juga tidak bisa menggantikan sosok Aisyah di hati kamu" timpalnya dengan air mata yang berlinang.


"Bodoh banget kau Alvino!. Kenapa kau terus mengingat Aisyah?!, kau sudah punya Chelsea bodoh!. Aisyah yang berada di sana juga akan marah padaku jika aku membuat pengganti dirinya bersedih seperti ini!. Memang kau bodoh Alvino!" batin Alvin memarahi dirinya sendiri.


"Mesra banget" ucap Dion yang tiba-tiba berdiri di belakang mereka dengan dua gelas minuman di tangannya.


"Iri banget, kau juga bisa melakukan ini pada istrimu itu. Sana deh pergi, jangan ganggu keromantisan kami" ucap Alvin mengusir dan membuat Dion tertawa.


"Hahaha iya-iya, galak banget. Kayak perempuan haid" ejek Dion dan pergi ke kursinya yang dimana sudah ada sang istri menunggu.


Kemudian pesawat tersebut sudah tiba di bandara internasional Narita tersebut. Mereka berempat juga sudah bersiap-siap untuk segera turun dari pesawat mewah itu. Ternyata di luar bandara sudah ada orang-orang suruhan Daniel yang sudah menunggu kedatangan Dion dan rombongan karena Daniel menyuruh anggotanya untuk segera membawa mereka semua ke rumah sakit yang dimana putra Souji di rawat.


Beberapa pria langsung berdiri di depan pintu pesawat tersebut agar bisa menyambut kedatangan tuan mereka semua yang sudah di jelaskan oleh Daniel. Pada saat Dion keluar, para anak buah Daniel langsung terkejut karena melihat sosok tuan besar mereka tiba-tiba ada tepat di depan mata mereka namun dengan menggandeng sosok wanita yang berbeda.


"Bukankah itu tuan besar?, kenapa tuan besar terlihat mesra dengan wanita lain?" tanya salah satu dari anggota Daniel. ( dalam bahasa Jepang ).


"Jaga bicaramu!. Jangan ikut campur dalam urusan tuan besar, jika kau tak ingin musnah!" tegur rekannya memperingati ( dalam bahasa Jepang ) dan mereka semua terdiam.


Setelah Dion dan yang lainnya sudah berada tepat di hadapan para anak buahnya Daniel, seluruh anak buah dari pemimpin Dark Shadow itu langsung memberikan hormat pada Dion dan menyambut kedatangan mereka dengan penuh rasa hormat.


"Selamat datang tuan dan nona besar" ucap pada anak buah Daniel. Namun membuat Dion bingung karena mereka berbicara menggunakan bahasa Jepang. Sedangkan Alvin hanya tersenyum saja melihat wajah Dion yang penuh dengan rasa kebingungan.


"Maaf ya teman-teman semuanya. Pria ini bukanlah tuan muda kita. Tapi, dia ini adalah saudara kembarnya dari tuan muda Daniel, dan dia juga baru pertama kali kesini. Wajar kalau kalian menganggap pria ini adalah tuan Daniel kan?" ucap Alvin menjelas ambil memegangi kedua bahunya Dion dan ia menggunakan bahasa Jepang juga.


"Bahasa asing mu lumayan fasih ya" ucap Dion memuji.


"Pantas saja dia menggandeng wanita lain, ternyata selama ini tuan muda memiliki saudara kembar?" gumam para anak buahnya Daniel satu sama lainnya.


"Tapi beliau ini juga tetap tuan muda kami, karena beliau juga saudara dari tuan muda Daniel. Jadi wajar kami memberi hormat" selah salah satu dari mereka.


"Mereka ngomong apa sih?" tanya Dion penasaran pada Alvin.


"Mereka semua tetap memberi hormat padamu karena kau juga sosok tuan muda bagi mereka" jawab Alvin menjelaskan.


"Apa Dark Shadow itu sangat besar di negara ini?, kenapa banyak orang yang memberi hormat pada Kakakku?, bahkan orang-orang biasa yang berada di tempat ini sepertinya melakukan hal yang sama seperti pria-pria yang membungkuk di depanku ini?" batin Dion bertanya-tanya.