
Hyuga dan juga Fauzi memang selalu seperti itu jika sudah bertemu, sedangkan Daniel akan berpura-pura tidak mengenali mereka jika mereka sudah melakukan hal itu lagi.
"Masih hidup ternyata kau ya?" ucap Fauzi merangkul leher Hyuga
"Hahaha, mulutmu dan Kakakmu sama saja ya!" sela Hyuga memukul dada Fauzi dengan pelan
"Hoy kalian berdua!, jika masih lama, maka kami akan pergi dulu" ucap Daniel menegur
"Ayo Koury, Angel, gak perlu kalian menunggu kedua pria aneh itu" ajak Leny menarik tangan Koury dan Angel.
"Keyla, kamu jangan sampai ikut-ikutan sama kelakuan Papa kamu ya sayang" timpalnya mencubit pipi Keyla
"Udah ayo Bunda!" ajak Daniel merangkul sang Istri
Mereka semua pergi meninggalkan Fauzi dan Hyuga yang tengah bernostalgia. Merasa memang benar-benar di tinggalkan, dengan buru-buru mereka berdua menyusul Daniel dan yang lainnya.
"Mama!, Keyla!, tunggu Papa dong sayang" panggil Fauzi sedikit berteriak
"Istriku!" teriak Hyuga tak mau kalah
"Berisik!" tegur Leny, Angel dan Koury secara bersamaan.
Fauzi dan Hyuga langsung terdiam, lalu dengan buru-buru langsung mendatangi Istri mereka masing. Tatapan para Istri membuat mereka berdua langsung menciut, bahkan mereka berdua sampai tak berani untuk menatap kedua mata Istrinya.
"Kebiasaan kamu ya Pa" ucap Angel dengan gemas menjewer telinga Fauzi dan membuat mereka tertawa
"Hahaha rasain" ejek Hyuga tertawa menunjuk Fauzi
Tiba-tiba Koury juga menarik telinga milik Hyuga juga, dan membuat kedua pria malang itu jadi bahan tertawaan oleh mereka.
________________________________
Setelah dirasa sudah cukup lelah berkeliling taman, kini Daniel beserta rombongannya memutuskan istirahat.
Daniel sedikit menjauh dari mereka karena ia ingin menyesap rokok favoritnya sembari melepas rasa penat pada kakinya yang sedari tadi terus berdiri.
Dengan santai dan memandangi pemandangan di depannya, Daniel menikmati sebatang rokoknya. Hisapan demi hisapan ia nikmati melalui filter yang terdapat pada sebatang rokok yang ia jepit di jarinya.
Saat tengah asyik menikmati pemandangan dan hisapan rokoknya, tiba-tiba Hyuga datang dan duduk bergabung dengan Daniel.
"Jika saatnya tiba nanti, apa kau ingin putramu yang meneruskan kepemimpinan Dark Shadow?" ucap Hyuga bertanya
Daniel menatap Hyuga sekilas, lalu melihat kearah depan kembali dan ia berkata "Itu keputusan Damin kelak, aku tak mau memaksanya untuk meneruskan tahtaku"
Hyuga mengangguk, lalu ia membaringkan tubuhnya ke tanah beralaskan rumput hijau di bawahnya. Ia menatap langit-langit yang penuh dengan awan yang berbentuk berbagai macam.
"Apa kau ingat kapten?, saat kau menolongku dari kejaran para kelompok Scorpion?. Kau terlihat begitu sangat hebat kapten, bahkan kau mampu mengalahkan mereka yang berjumlah sangat banyak hanya sendrian" ucap Hyuga mengenang masa lalu.
_____________________
Flashback on
Seorang pria yang masih berusia 18 tahun tengah kelelahan karena di kejar-kejar oleh sekelompok pria yang tampangnya sangat menyeramkan menurutnya.
Ia terus berlari membawa beberapa barang yang ia curi dari mereka. Meski kelelahan, ia tak berniat untuk berhenti, karena jika ia berhenti, maka detak jantungnya pasti akan ikut berhenti karena di hajar oleh para pria seram itu.
Pria malang yang tersebut sudah kelelahan dan hampir terjatuh karena sudah tak sanggup berlari. Pada akhirnya pria yang dikejar itu menabrak sebuah mobil yang sangat mewah yang tengah melintas di jalan raya.
"Astaga!" ucap seorang pria yang mengemudikan mobil tersebut
"Ada apa?" tanya pria di sebelahnya
"Sepertinya aku menabrak seseorang, eh bukan, sepertinya orang itu yang menabrak mobilmu Kak" jawab pria yang mengemudikan mobil itu.
Dengan buru-buru mereka berdua langsung turun dari mobil itu dan mereka melihat seorang pria yang berpenampilan sangat lusuh tengah terkapar sembari memeluk erat sebuah bungkusan.
"Hey, kamu tidak apa-apa kan?" tanya pemilik mobil mewah itu
Namun tak ada jawaban dari pria malang itu, ia justru semakin menyembunyikan wajahnya pada bungkusan yang ia peluk erat itu.
Tiba-tiba beberapa pria yang mengejar orang itu datang menghampiri dan langsung mengejek pria malang yang sudah terkapar tak berdaya itu.
"Haha, mau kemana kau bocah?!" ucap salah satu dari mereka
"Akhirnya kau tertangkap juga ya sampah!" ucap rekannya
"Ada apa ini?!" tanya pemilik mobil mewah itu penasaran
"Sudah pulang saja kalian, dan serahkan sampah itu pada kami!" ucap salah satu penjahat itu mengancam
Pemilik mobil mewah itu memapah pria yang sudah tak berdaya itu untuk berdiri. Kemudian ia membersihkan seluruh kotoran dan debu yang menempel pada tubuh pria malang itu dengan sangat lembut dan hati-hati.
"Kamu kenapa?, mengapa mereka semua mengejar kamu?" tanya pemilik mobil itu dengan lembut
Pria itu menunduk saja, ia tak berani menatap wajah dari pemilik mobil mewah yang ia tabrak tadi.
"Sudah ku bilang!, serahkan sampah itu kepada kami!" ucap salah satu pria itu sedikit berteriak
"Kalian semua bisa diam tidak?!" ucap pemilik mobil itu ikut berteriak
"Berani sekali kau bocah!" ucap salah satu dari mereka
"Sudah serahkan saja sampah itu, dan kalian akan kami ampuni!" timpalnya
"Kalau aku tidak mau, kalian mau apa?!" tolak pemilik mobil itu
"Wah, wah, nyari perkara dia bro!" ucap rekan dari pengejar itu memprovokasi
"Kita habiskan saja mereka bertiga!" timpalnya
"Hey bocah!, apa kalian tidak tau siapa kami hah?!" tanya salah tau dari pengejar itu.
"Hah!. Aku tak peduli kalian siapa!, pria ini tidak akan pernah ku serahkan pada sampah seperti kalian!" ucap pemilik mobil itu yang tidak lain adalah Daniel
"Kami ini kelompok Scorpion!" ucap pria itu dengan lantangnya
"Haha, nama apa itu?! aku tak pernah dengar" ejek Kevin tertawa
"Kalian para bocah memang sudah tak sayang nyawa ya!" ucap para kelompok Scorpion itu dengan geramnya.
Tiba-tiba dengan cepat Daniel langsung menumbangkan salah satu dari mereka dengan mudahnya.
Tak butuh waktu lama, Daniel sudah berhasil mengalahkan ke tujuh pria yang mengaku berasal dari Scorpion itu dengan mudahnya.
"Cih!, menang besar omong aja!" ejek Daniel menendang mereka
Flashback end
"Waktu itu aku sangat miskin, dan tak mempunyai siapa-siapa di negara orang. Sampai memaksaku untuk melakukan apapun demi menghidupi diriku sendiri" timpalnya lagi
"Jika kau tidak ada dan membantuku, mungkin aku sudah tidak ada lagi di sini duduk santai bersamamu dan memiliki Istri secantik dia" ucapnya lagi menatap Koury yang tengah bercanda ria bersama Leny
"Kau begitu cerewet Hyuga" protes Daniel menendang Hyuga dengan pelan, dan kemudian mereka berdua tertawa bersama
Daniel menoleh kearah para wanita yang tengah asyik bercanda dan saling tersenyum itu, kemudian ia berkata "Aku akan menjaga tawa dan senyuman mereka, tak akan pernah kubiarkan siapapun yang berani coba-coba untuk melukai mereka selama aku masih bernyawa
Hyuga bangkit dari tidurnya dan ikut menatap mereka yang tengah bercanda bersama, ada rasa hangat dan bahagia dalam hatinya. Karena selama ini ia tak tau siapa dia sebenarnya, dan dimana keluarga dia berada.
"Kau benar kapten, mereka sudah seperti keluarga bagiku, aku tak ingin kehilangan keluargaku lagi untuk yang kedua kalinya" ucap Hyuga tersenyum bahagia
"Terima kasih kapten, kau sudah mau membawa dan menerimaku di Dark Shadow. Jika bukan karena dirimu, mungkin sudah lama aku menjadi gila" timpalnya menundukkan kepalanya menatap tanah di bawahnya
Daniel tersenyum dan menepuk-nepuk punggung Hyuga, ia tau betapa besar perjuangan dari sahabatnya itu dulu. Bahkan Hyuga tak seberuntung dirinya yang memiliki keluarga yang meskipun berada di jalan kegelapan.
"Sudah, jangan bersedih!. Lupakan masa kelam yang kau alami dulu, sekarang kau sudah menjadi bagian dari keluargaku" ucap Daniel
"Yang di katakan Kakakku itu benar Hyuga!. Kita ini keluarga kan?, jadi kita harus saling menjaga satu sama lain" ucap Fauzi yang tiba-tiba sudah bergabung dengan mereka
"Benar, kau jangan pernah mengingat kenangan pahit itu lagi" timpal Kevin tersenyum
Hyuga menoleh lalu menatap Fauzi dan Kevin yang tersenyum tulus padanya, kemudian ia berkata "Fauzi, Kevin"
"Terima kasih" timpalnya menangis haru
"Hey-hey!. Apa-apaan kau ini?!, kau kan tangan kanan Kakakku!. mengapa kau jadi secengeng ini" tegur Kevin mengelus punggung Hyuga
Sedangkan para wanita yang tadinya sibuk bermain sendiri, kini mereka juga menatap para lelaki yang mereka sangat cintai itu. Leny tersenyum melihat Suaminya yang kini sudah memiliki sebuah keluarga.
Ia sangat paham betapa hancurnya Daniel sewaktu kecil. Tidak mempunyai orangtua sejak kecil, di tinggal sang Nenek ketika berusia 11 tahun. Jadi ia sangat memahami betapa bahagianya Suaminya saat ini.
Hanya Daniel dan putra merekalah kebahagiaan Leny saat ini. Ia merasa sudah tak ingin meminta apapun lagi dari Tuhan setelah memiliki orang-orang yang begitu sangat menyayanginya.
Koury juga sangat senang karena saat ini ia dan Silvia sudah benar-benar berdamai dan sudah memiliki kebahagiaan mereka masing-masing. Silvia dan Koury saling pandang dan saling tersenyum satu sama lain seakan memahami isi hati mereka.