
Seluruh keluarga besar Daniel menikmati suasana makan di hotel mewah milik Daniel. Tak lupa juga ada sedikit peperangan antara Kevin dan juga Wulan yang mana hal itu menjadi sebuah kelucuan untuk mereka semua yang melihatnya.
"Oh iya sayang?, apa rencana kalian kali ini?" tanya Mama Yuni pada Daniel.
"Kalau Daniel ikut apa yang di minta putri kesayangan Mama ini aja" jawab Daniel sambil mengelus-elus kepala istrinya.
"Inget loh Leny, jangan buat suami kamu repot loh" ucap sang Mama memperingati.
"Mama tenang aja, Leny gak bakal buat suami Leny sendiri seperti itu" jawab Leny yang tengah sibuk bermain dengan putranya.
"Lagi pula tujuan kami berlibur kan juga untuk mempererat keluarga kita, dan juga untuk putra kecilku ini" timpal Leny dan langsung mencium pipi Damin.
Damin hanya terkekeh geli menerima ciuman dari Leny, dan mereka yang melihat tawa Damin menjadi semakin gemas saja dengan bayi tampan itu.
"Tapi sepertinya aku dan Daniel harus kembali ke Indonesia terlebih dahulu" ucap Leny sembari memainkan rambut putranya.
"Uhuk-uhuk" Fauzi terbatuk-batuk karena terkejut mendengar perkataan Leny tadi.
"Kenapa kak?" tanya Fauzi.
"Iya, kan masih ada 9 tempat lagi yang belum kakak kunjungi" sambung Wulan bertanya.
"Tadi malam Riski video call, dia mengatakan kalau 2 atau 3 hari lagi Windy akan segera melahirkan. Jadi kami harus kembali ke Indonesia terlebih dahulu" ucap Daniel yang menjawab.
"Bagiku, Windy bukan hanya sekedar seorang sahabat saja, dia sudah seperti saudaraku, kan aku anak tunggal. Jadi, aku harus ada di sana untuk menemaninya" sambung Leny.
"Riski juga seperti seorang saudara buatku, kedua orangtuanya menyayangiku seperti anak mereka sendiri. Di saat anak-anak di usiaku dulu mempunyai orangtua kandung, hanya mereka berdua yang ku miliki pada saat itu" tambah Daniel.
"Kalau begitu Ibu dan Ayah harus ikut" ucap Ibu Rani menyambung dan di anggukan oleh Ayah Leo.
"Riski kan anak Ibu juga, otomatis Windy menantu Ibu juga dong" tambah sang Ibu tersenyum.
"Aku juga ikut dong" ucap Fauzi menyela.
"Kenapa kamu juga ingin ikut pulang?" tanya Leny
"Kak Riski juga sudah seperti seorang kakak bagiku, kedua orangtua mereka juga sangat baik padaku" jawab Fauzi.
"Yaudah gini aja deh, siapa yang mau ikut pulang ke Indonesia untuk menemani Windy bersalin dan siapa yang tetap menikmati liburan ini?" tanya Mama Yuni menengahi.
"Lebih baik kita semua kembali saja ke Indonesia untuk mensupport Windy dan Riski" jawab Ayu memberi saran.
"Iya aku juga sepemikiran dengan ibu dokter" sambung Alvin menambahkan dan di anggukan oleh mereka semua.
"Jadi liburan ini bagaimana?" tanya Leny.
"Bisa di tunda kak. Kak Windy yang lebih penting" jawab Wulan.
"Benar sayang, mana tau liburan berikutnya Riski dan Windy bisa ikut kita" tambah Mama Yuni.
"Jadi udah fix kita semua balik ke Indonesia ni?" tanya Daniel memastikan.
"Iya pasti dong sayang" jawab Ibu Rani.
"Yaudah besok kita akan kembali, aku akan meminta pilot ku bersiap" ucap Daniel.
"Ayah, sebelum kita pulang, kita harus membeli sesuatu untuk mereka" ucap Leny.
"Iya juga, aku juga harus memberi hadiah untuk bayi mereka" tambah Wulan.
"Sebentar lagi cucu nenek yang tampan ini bakal punya teman bermain dong" ucap Ibu Rani mencubit pipi Damin dengan gemas.
Setelah selesai makan, mereka semua berpisah dan melakukan aktifitas masing-masing. Leny dan Daniel memutuskan untuk pergi ke sebuah mall yang berada di kota tersebut di ikuti oleh Wulan dan juga Kevin.
"Kenapa kau harus ikut sih capung?!" tanya Wulan dengan nada kesal.
"Tentu saja untuk menjagamu kucing kecil. Lagian Kak Riski juga rekan kerjaku di kantor, dan juga seorang kakak bagiku" jawab Kevin tersenyum.
"Ribut terus!. Nanti kami nikahkan kalian berdua" tegur Leny sambil menggoda.
"Idih sorry dory strawberry" jawab Wulan dengan nada jijik.
"Di bibir bisa berkata seperti itu, tapi dalam hatinya pasti dia sangat setuju kak" ucap Kevin tersenyum yakin.
"Hi... sok tau anda!" cetus Wulan sembari menoyor kening Kevin kemudian mempercepat langkahnya, dan dia tersenyum tanpa sepengetahuan mereka.
"Eh tunggu kucing kecil" ucap Kevin dan menyusul Wulan.
"Kenapa kamu mengikutiku sih?, seperti ekorku saja" tanya Wulan dengan nada kesal.
"Sudah ku bilang aku tidak bisa jauh darimu kucing kecilku" jawab Kevin penuh dramatis.
"Bac0t!" ucap Wulan memutar bola matanya jengah.
Daniel dan Leny yang berada di belakang mereka hanya bisa tersenyum sambil menggeleng saja melihat tingkah dari dua sejoli yang sedang di mabuk asrama.
"Mereka lucu ya Ayah, sama-sama saling cinta tapi yang satu gengsi untuk mengakuinya" bisik Leny pada Daniel dan Daniel hanya mengangguk.
"Apa perlu kita bantu Ayah?" timpal Leny bertanya.
"Tidak perlu Honey. Biarkan saja mereka seperti itu, walau mereka berdua sering ribut dengan soal yang gak penting, tapi kita semua juga tau kalau mereka berdua saling mencintai. Mungkin Wulan belum siap menjadi seorang istri" jawab Daniel.
"Iya deh suamiku" ucap Leny.
Di tengah-tengah keributan antara Wulan dan Kevin, tiba-tiba secara tidak sengaja Wulan menabrak seseorang yang tengah mabuk bersama delapan temannya yang lain.
"Maaf" ucap Wulan ( Bahasa Prancis )
Para pria yang mabuk itu justru tak menghiraukan perkataan Wulan, mereka semua justru berdiri dan mengelilingi Wulan. Bukannya merasa takut Wulan justru mual karena bau alkohol yang keluar dari mulut para pria yang tengah mabuk tersebut.
"Ayah, Wulan.." ucap Leny yang merasa khawatir melihat adik kesayangannya di kelilingi oleh pria asing.
Akan tetapi Daniel justru sebaliknya, ia hanya tersenyum sinis melihat adik perempuan di perlakukan seperti itu.
"Hmm... Cari mati" ucap Daniel tersenyum sinis.
"Hey brother, dia kan sudah meminta maaf. Kenapa kalian malah seperti ini?" sela Kevin menarik Wulan kebelakang dirinya ( Bahasa Prancis )
"Sebaiknya kau diam saja dan jangan mengganggu kesenangan kami, jika kau masih sayang nyawa" ucap salah satu dari pria mabuk itu sambil menunjuk-nunjuk wajah Kevin ( Bahasan Prancis ).
Sesampainya Leny di tempat dimana sang adik merasa terganggu, ia langsung memeluk Wulan dan mengecek tubuh sang adik.
"Kamu gak kenapa-kenapa kan sayang?" tanya Leny khawatir.
Kemudian Leny menghampiri pria yang tengah mabuk itu dan tanpa berpikir panjang, tiba-tiba tangan lembut milik Leny langsung menampar pipi salah satu dari pria yang tengah mabuk berat itu.
"Jangan pernah kau menggangu adik-adikku" ucap Leny sambil menunjuk-nunjuk pria yang ia tampar barusan.
Meski pria itu tak mengerti bahasa yang digunakan oleh Leny, tapi para rekan pria mabuk itu nampak emosi dan berniat ingin membalas perbuatan Leny dengan cara melecehkan tubuhnya.
Daniel yang tau niat busuk dari kedelapan pria itu, ia pun tak tinggal diam. Daniel langsung menendang salah tau pria yang hampir menyentuh tubuh istrinya, dan akibat tendangan dari Daniel barusan, membuat tubuh pria itu terpental menghantam temannya dan mereka semua langsung sama-sama tersungkur ke jalan.
"Jangan pernah menatap istriku dengan tatapan bejat kalian itu, paham!" ucap Daniel mengancam ( Bahasa Prancis ).
"Kau memang mencari mati ya!" ucap salah satu dari pria itu dan langsung bangkit kemudian ingin menyerang Daniel.
Namun tiba-tiba dengan cepat Kevin langsung memukul pria itu dan pria itu lagi-lagi terjatuh lagi. "Kalian ganggu kekasihku, dan kalian ingin berbuat senonoh juga dengan kakakku, ku congkel mata kalian semua nanti!" ancam Kevin menunjuk mereka semua ( Bahasa Prancis ).
Lalu keributan pun terjadi di antara ke delapan pria mabuk itu dengan dua monster di tempat tersebut. Pada saat Wulan ingin ikut membantu, tiba-tiba ia di tahan oleh Leny agar tidak ikut-ikutan dan menonton saja bersama sang kakak. Wulan hanya menuruti perintah dari sang kakak dan ikut menonton perkelahian dari kedua monster Dark Shadow itu.
Setelah sekitar 5 menit Daniel dan Kevin menghajar para pria mabuk itu, tanpa mengeluarkan keringat dan banyak tenaga mereka berdua berhasil membuat kedelapan pria tersebut tumbang tak berdaya.
Kemudian Daniel, Leny, Kevin dan juga Wulan pergi meninggalkan kedelapan pria yang sudah terkapar itu di pinggir jalan, lalu mereka berempat menuju ke mall untuk membeli hadiah untuk anak Riski dan Windy yang akan segera lahir.