
Pagi harinya Daniel dan yang lainnya sudah bersiap-siap menuju tempat liburan mereka yang pertama, dan Leny memutuskan untuk pergi ke Paris Disneyland. Daniel hanya menuruti apa yang di minta oleh sang istri.
Disneyland Paris merupakan taman rekreasi yang paling banyak dikunjungi di seluruh Eropa. Theme-park yang dioperasikan oleh The Walt Disney Company ini merupakan taman rekreasi kedua, di luar Amerika Serikat setelah Tokyo Disney Resort.
Luas taman ini mencakup 4.800 hektar (atau setara dengan luas kota Sukabumi di Jawa Barat) dengan dua taman hiburan, resor, kompleks perbelanjaan, restoran, dan lapangan golf. Disneyland Park dibuka pada tahun 1992 sedangkan Walt Disney Studios Park, dibuka pada tahun 2002.
Disneyland Paris terletak di Marne-la-Vallée, 32 kilometer dari sebelah timur pusat kota Paris atau lebih dari satu jam perjalanan dengan kereta. Dibuka setiap hari mulai dari jam 10 pagi hingga jam 10.30 malam, kecuali pada musim panas jam operasionalnya akan lebih panjang.
"Bunda udah siap belum?" tanya Daniel sembari menggendong sang putra.
"Sabar dong Ayah" jawab Leny sambil memoles wajahnya dengan make-up.
"Bunda kan harus cantik, mana tau di sana kita bertemu orang-orang Dark Shadow yang berada di kota ini. Kan Ayah gak malu kalau bawahannya melihat istri dari si bos mereka cantik.
"Loh, Bunda tau darimana kalau di sini ada Dark Shadow juga?" tanya Daniel.
"Waktu Ayah berbicara dengan supir kemarin itu, Bunda kan belum pulas banget tidurnya. Ya walau Bunda gak terlalu paham apa yang kalian bicarakan, tapi ada kata Dark Shadow di dalam percakapan kalian, jadi Bunda paham kalau di negara ini ada organisasi yang Ayah pimpinan.
"Ternyata bukan hanya di Asia aja ya Ayah. Bahkan sampai Eropa juga Dark Shadow menyebar" timpal Leny yang sangat kagum dengan apa yang di miliki sang suami.
"Semua juga berkat Kakek dan juga Ayah Leo. Ayah cuma menjalankan apa yang mereka wariskan ke Ayah saja" jawab Daniel.
"Ayah jangan membohongi Bunda. Waktu Dark Shadow di pegang oleh Kakek dan Ayah Leo, Dark Shadow belum seluas ini. Semua ini meluas semenjak Ayah yang mengambil alih" bantah Leny yang sudah tau dari mertuanya.
"Sayang!, udah belum?. Yang lainnya udah nungguin nih" ucap Ibu Rani sembari mengetuk pintu kamar Daniel dan Leny.
"Bentar Bu!" jawab Leny.
"Ayo deh Damin kita sama Nenek aja, Bunda kamu lama banget" ucap Daniel dan langsung menuju ke ruang tamu dimana keluarganya menunggu.
"Yaudah, sebentar lagi Bunda nyusul" ucap Leny sembari memakai pensil alis.
Setelah semua berkumpul dan Leny juga sudah selesai dengan dandanannya, kini mereka semua menuju ke tempat mobil mereka terparkir dan tentu saja sudah ada beberapa supir yang sudah menunggu mereka dengan setia.
"Bonjour mesdames et messieurs." ( Selamat pagi tuan dan nyonya sekalian ). sapa sih supir pribadi milik Daniel.
"Bonjour aussi" ( Pagi juga ) sapa Daniel juga.
"Est-ce que tout est prêt monsieur?" ( Apa sudah siap semua tuan? ) tanya sang supir.
"Stop, stop!. Kalian apa gak bisa pakai bahasa Indonesia atau bahasa Inggris?" sela Leny yang sudah mulai jenuh dengan mereka yang selalu berbicara dengan bahasa Prancis.
"Tentu saja nona" jawab sang supir dengan sopan dalam bahasa Indonesia, walau belum terlalu fasih.
"Itu kamu bisa berbahasa Indonesia" ucap Leny dengan geram dan sambil memukul kepala si supir.
"Waduh!, bar-bar banget kamu Leny!" ucap Chelsea yang terkejut melihat Leny memukul kepala dari supir sang suami. Sedangkan si supir hanya cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hehe, maaf nona. Saya pikir anda bisa berbahasa Prancis" ucap si supir cengengesan.
"Udah ayo deh, aku sudah gak sabar mau ke tempat yang kata orang-orang itu sangat indah" timpal Leny dan langsung masuk kedalam mobil.
"Maaf ya, istriku memang seperti itu, jangan di ambil hati" ucap Daniel sembari menepuk pundak supirnya.
"Hehe, tidak masalah tuan. Justru saya yang salah karena sudah membuatnya jengkel" jawab si supir dengan hormat.
"Oi! buruan!" tegur Leny dari balik jendela sembari memangku sang putra.
Karena Leny sudah mulai mengamuk, akhirnya mereka semua juga masuk kedalam mobil dan dengan supir mereka masing-masing yang akan mengantarkan mereka ke tempat tujuan.
"Hadeh, dia yang tadinya lama. Malah dia pula yang jengkel" ucap Silvia sembari masuk ke dalam mobil.
"Oh iya, pak supir!. Tolong deskripsikan dong Disneyland itu" pinta Leny.
"Nona yakin?, nanti nona bakal bosan loh mendengar saya cerita" ucap sang supir bertanya.
"Udah ceritakan saja pak. Itung-itung biar waktu tidak berasa" jawab Leny meminta.
"Baiklah, akan saya ceritakan sedikit saja" ucap sang supir yang akan mulai bercerita.
"*Disneyland lebih dari sekadar Theme Park. Di sina pengunjung dapat merasakan pengalaman ‘magis’ petualangan seru Disney terbesar sepanjang masa.
Ada lebih dari 50 atraksi, termasuk wahana laut Pirates of the Caribbean, Zoom Galaxy, Dumbo the Flying Elephant, Star Wars Hyperspace Mountain, tur dunia boneka dan Sleeping Beauty Castle di Disneyland Park.
Sedangkan di Walt Disney Studios Park, ada Ratatouille: The Adventure to The Twilight Zone, Tower of Terror, pemutaran film jadul Disney, Backlit, karakter all-star dan pertunjukan teater dan masih banyak lagi.
Pastinya, tak akan cukup waktu untuk mengelilingi kedua taman atraksi ini dalam sehari, bahkan dua hari. Karenanya, Disneyland menawarkan tiket annual-pass bagi penggemar berat Disney untuk mengunjungi parks sepanjang tahun, tentunya dengan harga khusus*." ucap si supir panjang lebar menjelaskan.
"Kurang lebih seperti itu nona" tambah si supir dengan sopan.
"Wah, aku jadi semakin tidak sabar mau cepat-cepat sampai" ucap Leny dengan mata berbinar.
"Ya kan sayang?" tanya Leny pada sang putra yang sedari tadi hanya duduk manis di pangkuannya.
"Sabar Honey, sebentar lagi juga kita akan sampai" ucap Daniel tersenyum sembari membelai kepala sang istri.
Selang 30 menit lebih, akhirnya tempat yang sudah tak sabar untuk di kunjungi oleh Leny sudah terlihat di depan matanya, dan ia semakin tak sabar ingin segera menikmati suasana di dalam sana.
"Ayo Ayah!" ucap Leny sembari menarik-narik tangan sang suami.
"Iya sabar Honey. Kan kita harus membeli tiketnya dulu" ucap Daniel.
"Yaudah kalau begitu ayo buruan kita beli tiketnya" ucap Leny semakin tak sabar.
"Ih sabar dong Bunda" ucap Daniel sembari menarik hidung sang istri dengan gemas.