Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
ISTANA


Teman-teman Daniel merasa sangat senang karena mereka di izinkan untuk berkunjung ke kediamannya, terutama untuk Koury dan Silvia yang merasa sangat bersemangat untuk bisa datang kerumah lelaki tampan mereka itu.


"Jadi kapan aku boleh datang kerumah?" tanya Koury penuh harap


"Terserah kalian, rumahku selalu terbuka untuk teman-temanku" jawab Daniel tersenyum


"Aku akan sekali kesana dengan mereka, setelah itu aku akan secara pribadi akan kerumah lelaki tampanku ini" batin Koury tersenyum


"Apa yang kau pikirkan badut?!" bisik Silvia menyenggol lengan Koury yang tengah termenung


"Tidak ada" jawab Koury langsung duduk di sebelah Daniel


"Wanita ini terlalu agresif" batin Daniel merasa risih


"Hey badut, jangan dekat-dekat!. Lihat itu Daniel seperti tak merasa nyaman" ucap Silvia menegur Koury


Pintu kelas terbuka dan masuklah seorang guru berjenis kelamin laki-laki yang berusia sekitaran 40 tahun dengan membawa banyak buku di tangannya.


Kehadiran guru itu langsung membuat para murid yang sedari tadi terus saja mengelilingi Daniel seketika langsung bubar dan kembali ke meja mereka masing-masing.


"Koury! pindah!" tegur Silvia berbisik dengan mata yang melotot


Koury mendengkus lalu beranjak dari samping Daniel dan segera menuju tempat duduknya. Dengan perasaan kesal Koury terus menatap Silvia yang malah tersenyum mengejeknya.


"Rasain kau badut" gumam Silvia menjulurkan lidahnya kearah Koury dan membuat Koury semakin kesal.


__________________________


Pukul 15.20 waktu Jepang..


Bel pulang telah berbunyi dan para siswa-siswi sudah pada berhamburan keluar untuk pulang kerumah mereka masing-masing, dan banyak juga para kaum hawa yang terus memperhatikan sosok Daniel yang tengah berjalan menuju ke mobil mewah miliknya dimana Kevin sudah menunggu sang Kakak.


Kevin bersandar pada body mobil sang Kakak dan sesekali melirik ke arloji di tangannya menunggu kedatangan sang Kakak yang menurutnya terlalu lama berada di dalam kelas.


"Haih!. Lama banget sih!" gumam Kevin


Tak lama kemudian orang yang ditunggu akhirnya datang dan menghampiri Kevin yang sudah lelah menunggu kehadiran pria tampan itu.


"Wah Kakakku di kawal oleh dua wanita cantik" ucap Kevin mengejek


"Hehehe Adik Ipar bisa aja" ucap Koury tanpa rasa malu menyebutkan Kevin sebagai Adik Iparnya


"Badut!, jaga omonganmu itu!" tegur Silvia tak terima


"Kevin, jangan di dengerin si badut ini!. Biasa dia belum minum obat" ucap Silvia


"Hehe iya senpai" jawab Kevin


Tiba-tiba Joe dan teman Daniel yang lainnya juga ikut bergabung bersama Daniel dan yang lainnya untuk segera berangkat kerumah Daniel sesuai janji Daniel pagi tadi.


"Senpai semuanya mau ikut kerumah kami?" tanya Kevin penasaran


"Iya, boleh kan Adik Ipar?" tanya Koury penuh harap


"Kalau aku sih terserah Kakak aku" jawab Kevin dan meminta kunci mobil pada sang Kakak


Kemudian mobil mewah Daniel pergi meninggalkan sekolah mereka di ikuti para teman-temannya dari belakang mobil milik kedua pria tampan itu.


"Kakak yakin mereka boleh kerumah?" tanya Kevin penasaran


"Mau bagaimana lagi, mereka begitu memaksaku" jawab Daniel bersandar pada kursi dan matanya menatap kearah luar jendela


"Aku khawatir nanti mereka akan syok melihat rumah Kakak" ucap Kevin tersenyum


"Oh iya, apa yang akan terjadi nanti jika Wulan mengetahui kalau banyak teman wanita Kakak yang datang" ucap Kevin sedikit takut akan ada keributan nantinya di rumah mereka


"Semoga aja Wulan gak mengamuk pada mereka" ucap Daniel yang sudah pasrah akan kejadian dirumahnya nanti.


"Kakak kan tau kalau Wulan begitu posesif padamu jika menyangkut soal wanita" ucap Kevin merasa khawatir


"Iya, aku juga sedikit takut jika ada peperangan nanti dirumah" ucap Daniel bergidik ngerih melihat ekspresi dari sang Adik perempuannya nanti.


"Meskipun Wulan masih SMP, tapi tingkat beladirinya sudah melebihi Joe dan teman-temannya loh" ucap Kevin memperingati


Setelah 20 menit mobil mewah itu membelah jalanan kota Tokyo, akhirnya mereka sudah sampai di sebuah rumah mewah yang seperti istana megah dan banyak mobil mewah yang terparkir rapih di pekarangan rumah milik Daniel itu.


Daniel dan Kevin segera keluar dari mobilnya, dan mereka berdua menuggu teman-temannya yang tengah memarkirkan mobil mereka masing-masing di tempat parkir yang sudah di sediakan.


para teman-teman Daniel sangat terkejut melihat rumah mewah milik Daniel itu, mereka menyangka kalau itu bukan rumah melainkan seperti sebuah istana yang sangat megah.


"Gila!, ini sih bukan seperti rumah!" ucap Terry berdecak kagum melihat sekelilingnya


"Lihat itu!. Itu semua pasti mobil milik bos besar" timpalnya


"Ternyata kita memiliki seorang teman kaya raya, bahkan kekayaan miliknya melebihi kekayaan dari selebriti terkenal ini" ucap Joe merasa terkejut.


"Bahkan di dalam garasi ada beberapa mobil lagi!. Pasti mobil-mobil itu sangat mahal" ucap Terry menatap garasi yang di penuhi dengan beberapa mobil mewah lagi


"Udah deh!, jangan kampungan gitu!. Bikin malu aja" tegur Koury merasa sangat malu memiliki seorang teman yang kampungan itu.


"Syirik aja sih kamu" protes Terry tak terima


Sebenarnya Koury juga merasa kagum melihat kemewahan dari rumah yang di miliki Daniel, bahkan matanya tak terlepas dari sebuah mobil Lamborghini berwarna ungu, karena mobil itu adalah salah satu kendaraan yang sangat ingin ia miliki, namun ia tak mampu untuk membelinya. Sedangkan teman mereka yang lainnya sudah berkeliling, menelusuri setiap sudut dari rumah megah itu.


"Ternyata ada orang yang lebih kaya dariku" gumam Silvia melihat rumah mewah Daniel dari atas sampai bawah


Karena terlalu lama Daniel menunggu mereka, akhirnya pria tampan itu memutuskan untuk menyusul teman-temannya yang sedari tadi tak menampakkan batang hidungnya satupun.


"Kenapa kalian lama sekali?" tegur Daniel pada teman-temannya yang hanya melihat sekeliling rumahnya itu.


"Bos, ini seperti istana bos" ucap Terry berdecak kagum yang tak hentinya melihat sekelilingnya.


"Ah kamu terlalu memuji Terry!" ucap Daniel merendah


"Pasti bakal lebih banyak lagi wanita yang mengejar-ngejar kamu bos" goda Terry terkekeh


"Ah!. Jangan seperti itu" tegur Daniel memukul pelan bahu dari teman barunya itu, sedangkan Terry hanya terkekeh melihat tingkah dari Daniel yang menurutnya itu sangat lucu


"Terry kamu jangan terus menggoda Daniel" tegur Joe memukul kepala Terry dan membuat mereka tertawa bersama


"Wanita mana yang berani mendekati Kakakku hah?!" ucap seorang wanita yang merasa tak terima, dan membuat mereka semua terkejut mendengarnya.


Wanita itu menghampiri mereka lalu ia langsung memeluk lengan Daniel dan membuat mereka semakin terkejut.


"Siapa wanita ini?" gumam Silvia menatap perempuan itu tanpa berkedip


"Apa-apaan ini?!, berani sekali dia memeluk lengan pria tampanku" batin Koury merasa tak terima melihat pria incarannya di pegang oleh wanita lain


"Siapa mereka semua Kak?!" tanya wanita itu dengan nada yang sangat manja dan penuh selidik


Daniel tersenyum dan mengelus kepala wanita itu lalu berkata "Mereka teman-teman sekolah Kakak Dek"


"Oh iya, perkenalkan ini Adik perempuanku!, namanya Wulan" timpal Daniel menunjuk sang Adik


"Oh ternyata Adik perempuannya" batin Silvia merasa lega


"Ternyata dia Adik Iparku yang perempuan" batin Koury


"Halo Adik cantik!, perkenalkan nama aku Silvia. Aku teman sekelas Kakakmu" ucap Silvia tersenyum dan menjulurkan tangannya


"Aku Wulan!" jawab Wulan malas dan menyambut tangan dari Silvia


"Halo Adik Ipar!. Perkenalkan aku Koury, calon Kakak ipar kamu kelak" ucap Koury merasa percaya diri


"Apa maksudmu hah?!" tegur Silvia tak terima


"Wulan, jangan dengarkan badut ini!. Dia sudah kehabisan obat, jadi kumat" ucap Silvia menenangkan Wulan yang sudah memasang wajah seolah-olah sedang marah


"Jangan berbicara sembarangan ya Onēsan! Aku tak akan memberikan Nīsan kesembarangan wanita" tegur Wulan tak terima.


"Hahaha. Tu dengerin!" ucap Silvia mengejek


"Hehehe iya Adik manis, aku hanya bercanda kok" ucap Koury dengan senyuman yang terpaksa


"Kalau bukan Adiknya Daniel, udah ku robek mulutnya itu!. Dan awas kau ya Silvia!, tunggu pembalasanku" batin Koury merasa sangat malu..