
Dan sesampainya di sana, Daniel dan Rian menemukan sebuah rumah kecil di dalam gang, dan segera mendobrak pintu itu.. Boby terkejut dan mencoba melarikan diri
"Hey! berhenti kau pengecut!" bentak Rian mengejar Boby yang kabur lewat jendela
Daniel dan Rian mengejar Boby kearah hutan, dan sesekali Boby menembakkan senjatanya kearah Daniel dan Rian, namun selalu meleset
"Bob berhenti kau!, jangan melawan jika ingin hidup" teriak Daniel
"Kau jangan sok hebat, kau itu hanya bocah kemarin sore., jangan menggertak ku" teriak Boby menembaki mereka
Boby sudah meminta bantuan kepada pembunuh bayaran saber untuk segera datang dan melenyapkan Daniel,. dan tak lama kemudian para pembunuh bayaran itu akhirnya sampai
Boby pun berhenti berlari dan menatap Daniel serta Rian dengan senyum kemenangan.. dan puluhan pembunuh bayaran saber sudah mengepung Daniel dan Rian
"Haha kematian kalian sudah di tanganku" ucap Boby meremehkan
"Kau pikir dengan adanya mereka yang melindungi mu, aku takut?!" bentak Rian
Lalu keluar seseorang dari kerumunan pembunuh saber., tidak lain ialah pemimpin mereka dan dengan sombongnya menantang Daniel
"Hey kau bocah!., jika kau berani kita satu lawan satu" ucap Hendry pemimpin saber
"Apa untungnya kalau aku bisa mengalahkan mu?" ejek Daniel
"Kau jangan selalu berkata sombong. sehebat apapun kau, jika melawan puluhan orang, tidak akan ada kesempatan untuk menang" timpal Hendry
"Apa kau yakin!" ucap Daniel dengan pandangan dingin dan sadis
Kini Daniel mengeluarkan setengah dari seluruh auranya, dan mereka semua dapat melihat bayangan naga yang sangat mengerikan tepat di belakang Daniel
Hendry dan Boby terkejut karena aura itu sangat jauh berbeda dari aura mereka berdua.. dan seluruh anak buah Hendry ketakutan dan ingin melarikan diri dari tempat itu
"Si...siapa kau sebenarnya?!" ucap Hendry terbata-bata
"Ka..kau bukan manusia!" teriak Boby
"Baiklah karena ini hari terakhir kalian menghirup udara segar, aku akan memberitahu identitas ku" jawab Daniel menatap mereka semakin sadis
"Ja.. jangan sombong bo..bocah!" teriak Hendry menyodorkan senjatanya ke arah Daniel
"Aku Daniel Syahputra pemimpin assassin dark shadow" timpal Daniel dengan senyuman psikopat
"Aa..apa?! da..dark shadow !?, tentara bayaran yang sangat di takuti banyak negara" (*batin Hendry*)
Boby yang tadinya sombong kini menjadi seperti anak kecil yang kehilangan permennya,. Boby menjadi ketakutan dan ingin segera melarikan diri namun tubuhnya telah mati rasa
"Kalian sudah membuat tuan muda ku sampai marah, nyawa kalian sudah di ujung kuku" ancam Rian
"Sial! aku salah berurusan dengan orang, kali ini tamat riwayat ku karena membantu manusia bodoh ini" (*batin Hendry*)
"Kau harus mati!, karena kejahatan yang kau perbuat sangat kejam" ucap Daniel memandangi Hendry
"Dan kau!.. kau harus ku bawa ke kantor polisi, jika kau melawan maka badan dan kepalamu akan ku pisahkan" timpal Daniel menunjuk Boby
Daniel menatap Rian., dan Rian mengerti maksud dari Daniel., Rian langsung membereskan seluruh anak buahnya Hendry, lalu segera menghabisi Hendry
Dan Daniel menatap Boby semakin tajam seperti pedang yang baru di asah, Boby semakin ketakutan sampai bersujud kepada Daniel
"Tu..tuan muda maafkan saya, baiklah saya menyerah, bawa saja saya ke kantor polisi" ucap Boby menangis di kaki Daniel
"Cih! jika kau dari tadi tidak melawan aku tidak perlu mengeluarkan aura ini" timpal Daniel menarik Boby
Kini seluruh pembunuh bayaran saber telah musnah di tangan Rian, dan Hendry juga sudah tidak bernyawa lagi
Lalu Boby di bawa ke kantor polisi untuk segera di beri hukuman
"Ayo kak kita kembali, aku akan menyerahkan orang ini kepada inspektur Yuddy" jelas Daniel
"Lalu bagaimana dengan mayat-mayat sampah ini tuan" tanya Rian
"Nanti aku akan memberitahu inspektur Yuddy untuk mengurusnya.. kakak tak perlu memikirkannya" jawab Daniel menepuk pundak Rian
"Baiklah tuan kalau begitu kita kembali" timpal Rian
Mereka bertiga masuk mobil dan langsung menuju ke kantor polisi.. selama perjalanan 3 jam akhirnya mereka sampai di kantor polisi,. Daniel menyeret Boby ke dalam kantor polisi untuk menemui inspektur Yuddy
Seluruh staf dan juga anggota kepolisian di sana, menatap Daniel dan Rian dengan rasa hormat
"Akhirnya buronan negara tertangkap juga.. tuan Daniel memang hebat" ucap salah satu anggota polisi itu memuji Daniel
Sesampainya di dalam Daniel langsung menemui inspektur Yuddy dan menyerahkan Boby
"Permisi inspektur.., ini saya sudah membawa sampah yang selama ini kalian buron" tegas Daniel melempar Boby ke arah Yuddy
Mata Yuddy berbinar-binar, dan dalam pikirannya, akhirnya buronan negara yang sangat licin tertangkap juga
"Wah tuan Daniel begitu hebat, buronan yang kami incar selama 5 tahun dengan mudahnya tuan menangkapnya kemari., kepolisian negara akan berterimakasih kepada tuan" ucap Yuddy bahagia
"Inspektur, aku tidak mengharapkan penghargaan apapun, aku hanya tidak mau ada orang yang berani mengusik keluarga ku" timpal Daniel
"Baiklah tuan, saya ucapkan terimakasih banyak karena telah membantu kami" ucap Yuddy
"Kalau begitu kami pamit" timpal Daniel memberi hormat
Daniel dan Rian pergi dari kantor polisi, setelah selesai mengantarkan kakaknya pulang.. Daniel langsung menjemput istri tercinta