
Daniel dan Fauzi terus menghajar para anggota Genk motor tersebut, satu persatu dari mereka sudah mulai tumbang oleh duo assassin tersebut.
Chika dan Irwan di buat semakin tak percaya saat melihat puluhan orang tumbang tak berdaya oleh dua orang saja, dan bahkan dua orang tersebut tidak mengalami luka sedikitpun hanya sebatas kelelahan saja.
Sedangkan Leny hanya bisa tercengang saat melihat katana milik sang suami yang bisa terbang dengan sendirinya tanpa adanya campur tangan manusia yang menyentuhnya.
"Angel..." panggil Leny namun tatapan mata masih terus menatap ke arah katana yang tengah terbang melayang mengejar bos dari Genk motor tersebut.
"Iya Kak?" tanya Angel dengan tatapan yang sama dengan sang Kakak.
"Ini bohong kan?" tanya Leny masih tak percaya.
"Kenapa benda mati itu bisa melayang dan bahkan terus mengejar pria itu?" timpalnya dengan tatapan seperti orang kebingungan.
"Entahlah Kak, aku juga tidak tau apa yang sedang terjadi ini. Entah trik apa yang di lakukan oleh suamimu itu" jawab Angel dengan ekspresi wajah yang sama dengan Leny.
Pria yang tengah di kejar-kejar oleh katana milik Daniel hanya bisa berlari kesana-kemari berharap senjata yang mengerikan itu bisa lepas darinya. Namun semua itu hanya sia-sia saja, bahkan sampai nafasnya hampir habis pun, katana itu masih terus mengejar dirinya.
"SIAL! SIAL! SIAL!..." batin pria itu berteriak dan sambil terus berlari.
"Apa yang harus aku lakukan, agar benda itu tak mengejar ku lagi?!" timpalnya berfikir keras.
Sampai seluruh bawahannya tumbang pun katana milik Daniel masih tetap terus mengejarnya. Semakin lambat ia berlari, maka katana itu juga ikut melambat.
"Sepertinya aku di permainkan oleh benda mati ini!" gumam pria itu dengan lari yang sudah mulai melemah.
"HAHAHA!. Ayo Ryuken! habiskan dia!" tawa Fauzi terbahak-bahak.
"Dasar tidak berguna!. Menghancurkan 2 orang saja kalian tidak mampu!" batin si bos dari Genk motor itu geram.
"Benda ini masih terus mengejar ku, bagaimana caranya aku bisa menghabisi dua orang itu?!" timpalnya emosi.
"Sekarang hanya tinggal kau seorang diri saja yang masih berdiri. Lihatlah!, semua bawahan yang kau bawa tidak bisa menghiburku!. Mereka semua sangat lemah!" ucap Daniel penuh penekanan.
"Dasar pengecut!. Jika memang kau hebat!, perintahkan benda yang terus mengejar ku ini berhenti, lalu kita satu lawan satu!. Itupun kalau kau berani!" ejek si bos Genk motor tersebut.
"Apa kau yakin?, aku takut kau akan termakan oleh omonganmu sendiri" ejek Fauzi balik.
"Hahaha, jika kalian berdua mengeroyokku, aku juga siap melawan kalian berdua, dan tentu saja aku yang akan menang!" jawab pria itu tertawa sombong.
"Hahaha, mengeroyokmu?" tanya Fauzi tertawa.
"Bahkan, untuk melawan orang sepertimu cukup aku saja, dan aku hanya menggunakan satu tangan" timpal Fauzi.
Sedangkan Leny merasa kesal dengan apa yang sedang ia alami, niat ingin berjalan-jalan menikmati suasana dingin di negara sakura tersebut malah terhalang oleh para berandalan-berandalan kelas kakap.
"Arkkkhhhh!!! Kapan selesainya sih?!" kesal Leny geram.
"Aku sudah bosan!, dan mood ku sudah rusak di buat para orang-orang tidak berguna itu" timpalnya emosi.
"Sabar Kak, sabar" sela Angel mencoba menenangkan sang Kakak.
"Kurang sabar apa lagi coba dek?!, dari tadi Kakak hanya diam saja melihat ini, dan waktu kita sudah terbuang terlalu banyak!" jawab Leny semakin kesal.
"Nona Leny, kenapa anda sampai semarah ini?" tanya Chika mencoba menenangkan Leny.
"Ini juga sudah mau sore, dan aku masih belum merasa puas berkeliling di tempat ini!" timpalnya cemberut.
"Sabar nona, suami anda sedang membereskan mereka semua" sela Irwan ikut mencoba untuk mendinginkan suasana.
"Tapi ini sudah terlalu lama!, aku paling tidak suka menunggu, rasanya sangat membosankan" jawab Leny kesal.
"Suamiku!. Cepat selesaikan sampah itu!, aku sudah bosan!" tegur Leny sedikit berteriak karena posisi mereka lumayan cukup jauh.
"Hahaha, sabar Honey. Ayah masih belum puas melihat dia menderita" jawab Daniel terkekeh dan ia tidak tau kalau raut wajah sang istri sudah semakin kesal.
"Arkkkhhhh!, jika kalian tidak mau menyelesaikan sekarang juga, maka aku yang akan turun tangan!" ucap Leny kesal.
"RYUKEN!!! " teriak Leny memanggil katana milik sang suami.
"Waduh, bagaimana ini?!, nona memanggil kita?" tanya Caty kebingungan.
"Aku juga tidak tau" jawab Mery ikut bingung.
"Bagaimana ini tuan?, apa yang harus kami lakukan?" timpal Mery bertanya pada Daniel.
"Tidak apa, turuti saja apa mau istriku itu" jawab Daniel.
"Baik tuan" jawab Mery dan Caty secara bersamaan.
Setelah mereka berdiskusi, tiba-tiba katana milik Daniel berhenti dan hanya melayang di tempat, lalu langsung terbang menghampiri Leny. Hal itu membuat Damin semakin tertawa senang saat melihat Caty dan Mery berada di dekatnya, karena yang bisa melihat mereka hanya Daniel dan juga Damin.
Sedangkan Fauzi dan yang lainnya terbelak saat melihat katana milik Daniel bisa mendengar panggilan perintah dari Leny.
"Tidak mungkin?, kenapa Kak Leny juga bisa menjinakkan Ryuken?" gumam Fauzi seakan tak percaya.
Saat Leny tau kalau katana milik suaminya bisa mendengar perkataan darinya, seketika senyuman aneh terukir dari sudut bibirnya, dan membuat Angel yang berada di dekatnya sampai merasa sedikit takut.
"Kenapa dengan Kakakku ini?, kenapa senyumannya begitu menyeramkan" batin Angel bergidik ngerih.
"Dengar Ryuken!. Cepat selesaikan pengganggu itu, dan jangan terlalu banyak bermain-main!" ucap Leny memerintah.
"Jika kau membantah!, maka jangan salahkan aku kalau kau aku buang ke dasar jurang!. PAHAM?!" timpalnya mengancam.
Angel terkejut saat mendengar perkataan barusan keluar dari mulut Kakaknya. Seorang Kakak yang selama ini ia tau kalau Leny adalah sosok wanita lemah lembut dan begitu menghargai sesama manusia. Namun kini tiba-tiba kepribadian dari sang Kakak berubah 180 drajat.
"A..a..apa aku tidak salah dengar? Batin Angel masih tak percaya.
"Kakakku yang selama ini ku tau adalah sosok wanita yang begitu lemah lembut, kini tiba-tiba berubah menjadi seorang wanita psikopat?!" timpalnya merinding.
"Kenapa hanya diam?!" tanya Leny geram.
"Buruan sana lakukan!" timpalnya memerintah dengan tegas.
"Sudah ayo kita turutin saja apa kata nona kita. Daripada kita di buang dan tidak bisa bertemu lagi dengan tuan kecil" ucap Caty ketakutan.
"A..a..ayo" jawab Mery masih sedikit ketakutan, dan kemudian Caty dan Mery yang merasuki katana milik Daniel langsung terbang menuju ke arah pria itu sesuai dengan perintah dari Leny.