
Sudah satu Minggu Daniel dan yang lainnya menginap di rumah sang Nenek. Kini waktunya untuk mereka bertiga kembali pulang ke Jakarta karena sudah satu Minggu Daniel tak masuk kantor dan menyerahkan semua pekerjaannya kepada Kevin dan Riski.
"Nek.. Kami pulang ya, Nenek jaga kesehatan, jangan sampe sakit" ucap Leny meminta izin dengan raut wajah yang sedih
"Iya Nak. Kalian yang hati-hati ya di jalan" ucap Nek Ani ikut bersedih karena harus berpisah dengan Cucu kesayangannya itu.
"Daniel, Nenek titip Leny dan Wulan ya nak. jaga Cucu-cucu Nenek" timpal Nek Ani
"Pasti Nek. Daniel pasti akan menjaga mereka" jawab Daniel tersenyum agar sang Nenek tak semakin sedih dan khawatir.
"Kalo begitu Daniel dan yang lain pulang dulu Nek" ucap Daniel mencium punggung tangan Sang Nenek dan di balas pelukan oleh Nek Ani untuk mereka bertiga.
"Hati-hati di jalan ya sayang" ucap Nek Ani sudah menangis dalam pelukan Leny dan Wulan.
"Iya Nenek jaga diri ya. Mbak-mbak pelayan, saya titip Nenek saya ya" ucap Leny mengingatkan para pelayan rumah sang Nenek
"Baik nona muda" jawab kepala pelayan itu
Setelah saling lepas dari rasa rindu, kini Daniel, Leny beserta sang Adik sudah berada di dalam mobil untuk segera berangkat meninggalkan kota Bandung dan pulang menuju Ibukota Jakarta.
Mobil mewah milik Daniel melaju dengan kecepatan sedang membelah jalan raya meninggalkan kota Bandung dan menuju Jakarta, dimana Daniel dan keluarga kecilnya menetap.
Karena weekend, jadi perjalanan menuju ke Ibukota sangat padat dan begitu macet sehingga harus membutuhkan waktu lebih dari dua jam lebih agar bisa sampai ke rumah.
Sang Adik sudah tertidur pulas di kursi penumpang, sedangkan sang Istri tengah asyik bermanja-manja oleh Daniel di kursi sebelahnya.
"Kalo gak ada Wulan, pasti kamu sudah ku p3rk0sa Sayang" bisik Leny membelai pipi Daniel
"Hust!. Kamu ini terlalu agresif ya Honey" ucap Daniel geram menarik hidung Leny
"Apa salahnya?, toh aku melakukan hal seperti itu dengan Suamiku sendri. Wajar aja dong Sayang, kan aku juga mau dapat pahala karena melayani Suami dengan baik" ucap Leny menyenderkan kepalanya pada pundak sang Suami.
"Bukanya itu si pak tua Alif?!" gumam Daniel
"Kenapa masih di sini?, apa dia gak mendengar perintah dariku?!" timpal Daniel geram
"Ada apa Suamiku?, kenapa jadi bengong?" tanya Leny penasaran
"Ah, gapapa Honey" jawab Daniel tersenyum dan mengelus kepala Leny.
Lampu rambu sudah menunjukkan hijau, namun mobil yang berada di depan Daniel juga tak bergerak sampai lebih dari 5 detik, dan membuat Daniel semakin geram oleh pengemudi yang berada didepannya.
Daniel terus menerus menekan tombol klaksonnya, namun pengemudi di depannya juga enggan untuk melaju. Karena terlalu emosi, akhirnya Daniel menabrak mobil itu dan membuat body bagian belakang mobil di depannya menjadi penyok, sampai membuat Leny terkejut dan kepala Wulan sampai terbentur ke arah kursi mobil di depannya.
"Arhk!. Ada apa sih Kak?!, sakit tau kepalaku" protes Wulan memegangi kepalanya yang sedikit pusing karena terbentur tadi.
Karena terkejut, sang pemilik mobil itu langsung keluar dan melihat ada penyokkan pada body bagian belakang mobilnya.
Pria tua pemilik mobil Alphard yang berwarna putih itu sampai naik pitam karena ada orang yang berani menabrak mobil miliknya dengan sengaja. Karena sudah terlanjur emosi, pria itu langsung menggebrak mobil mewah yang menabrak mobilnya tadi dan memaksa sang pemilik mobil agar segera keluar untuk melakukan ganti rugi.
"KELUAR KAU! DASAR B4J1N64N!" teriak pria pemilik mobil Alphard itu.
Orang-orang yang berada di dekat tempat kejadian itu pun di buat heboh melihat keributan yang terjadi pada jalan raya itu.
"Wah-wah seru ni. Bakal ada yang baku hantam" ucap salah satu penonton
"Iya jelas-jelas mobil mewah itu dengan sengaja menabrak mobil yang berada didepannya tadi" jawab temannya.
"Sepertinya si penabrak dalam masalah" ucap temanya lagi
Daniel menghela nafasnya dan berkata "Kalian tunggu di sini ya Sayang, biar aku yang urus pria itu" dan Daniel langsung membuka pintu mobilnya.
"Akhirnya kau keluar juga s3tan!" ucap pria pemilik mobil Alphard itu belum memandang ke arah Daniel
"Ada apa?" tanya Daniel datar dan bersandar pada mobilnya dengan kedua tangan yang menyilang ke dadanya.
Pria tua itu menoleh dan langsung terkejut sambil ketakutan melihat sosok pria yang menabrak mobilnya tadi.
"Mati aku!" batin pria itu
"A..anu, i..itu" ucap pria yang bernama Alif itu dengan bingung dan rasa takut
"Apa aku harus mengganti rugi?" tanya Daniel dengan tatapan datarnya
"Ha?, aa.. hmm.. it..itu hm" jawab Alif bingung dan takut
"Jawab yang bener!" ucap Daniel dengan santainya
"Aduh maaf tuan, saya yang salah!. Saya akan mengganti kerugian dari mobil mewah milik tuan, hehe" jawab Alif gugup
"Tidak perlu, cukup selesaikan masalah ini dan pergi dari sini!. Aku sedang buru-buru" jawab Daniel santai
"Ha.. I..iya tuan saya akan pergi, maafkan saya karena sudah membuat tuan jadi terlambat begini" ucap Alif merasa tak enak hati
"Cepatlah!. Jangan banyak berbicara lagi" ucap Daniel memberikan perintah dan segera masuk kedalam mobilnya lagi.
Dengan perasaan takut bercampur keringat dingin, pria tua yang bernama Alif itu segera masuk kedalam mobilnya yang sudah penyok itu dan segera melajukan mobilnya.
Daniel menggelengkan kepalanya dan ikut melajukan mobilnya meninggalkan kerumunan orang-orang yang kepo akan pertikaian mereka tadi.
"Kok pria tadi malah takut Sayang?, kan aku liat jelas-jelas kamu yang menabraknya dengan sengaja" ucap Leny kebingungan
"Ya bagus dong Honey, mungkin dia salah minum obat. Jadi dia yang merasa bersalah" jawab Daniel dan tetap fokus menyetir.
"Ya jelas ketakutan lah, orang pak tua itu melihat bos besarnya yang menabrak mobilnya" gumam Wulan tersenyum tipis
"Kok kamu senyum-senyum Dek?. Udah gak sabar pengen ketemu Kevin ya?" tanya Leny menggoda sang Adik.
"Ih mana ada Kak!" protes Wulan menyebikkan bibirnya.
Setelah hampir 3 jam membelah jalan menuju Jakarta, akhirnya Daniel beserta keluarganya sudah sampai ke kediamannya. Rumah mewah yang sudah tak mereka huni selama 7 hari lamanya, kini sudah mereka tempati kembali.
"Akhirnya sampe juga" ucap Daniel setelah sukses memarkirkan mobilnya dengan rapih dan mulus.
Daniel menoleh kesamping dan melihat Istri dan Adiknya sudah terlelap, membuat Daniel tak tega untuk membangunkan keduanya.
"Apa kalian lelah Sayang?" tanya Daniel memperhatikan wajah Istri cantiknya yang tengah tertidur pulas itu.
Mau tak mau Daniel harus menggendong kedua Wanita yang sangat ia sayangi itu menuju rumah mewahnya itu.
Setelah mengantarkan sang Adik menuju kamarnya, kini giliran sang Istri yang akan iya gendong menuju kamar mereka.
"Kamu semakin berat Honey" ucap Daniel sambil terus menggendong sang Istri yang tengah bermimpi indah menuju kamar mereka.
____________________________
Di hari Senin yang cerah ini. Daniel sudah harus kembali ke kantornya untuk menyelesaikan pekerjaan yang sempat ia tinggal sampai satu Minggu lamanya. Kali ini Leny dan Wulan ingin ikut ke kantor untuk sekedar menemani Daniel bekerja.
"Cie cie yang ingin temu kangen" goda Daniel pada sang Adik.
"Ih! Apaan sih Kak!" ucap Wulan dengan manjanya.
"Udah jangan bercanda mulu Sayang!. Ayo buruan kita udah telat ini" protes Daniel terus melihat arloji yang berada di tangannya.
Mereka bertiga segera menuju gedung kantor yang bertingkat lebih dari 20 lantai itu. Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit lamanya, akhirnya mobil mewah milik sang CEO sudah sampai di depan gedung bertingkat yang bertuliskan "D'TRIX COMPANY"
Saat mereka bertiga tengah menuju masuk kedalam kantor, tiba-tiba mereka di kejutkan dengan sebuah keributan yang terjadi di dalam kantor. Dengan segera mereka bertiga langsung menuju tempat terjadinya keributan itu.
"Ada apa ini?!" tanya Daniel dan langsung membuat mereka semua terdiam
"Ā, watashi no aisuru Danieru, watashi wa anata ga inakute sabishīdesu"
("Ah Danielku sayang, aku sangat merindukanmu") ucap seorang wanita yang ingin memeluk Daniel dan membuat sebuah keributan di kantor milik Daniel.
"Lagi-lagi wanita yang tak tahu malu ini!" ucap Leny yang langsung menghalangi wanita itu yang ingin memeluk Suaminya.