Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
RUMAH MEWAH


Leo dan keluarganya pun masuk kedalam rumah, Lalu dengan semangatnya sang bibi membawa Daniel menuju ke kamar Daniel


"Ayo sayang bibi tunjukkan kamar kamu" menuntun ke kamar Daniel


"Iya bi" jawab Daniel


ketika kedatangan Daniel, suasana hati Rani sangat jauh berubah...


"Mulai sekarang kamu tinggal di sini, kamu akan menjadi anak paman dan bibi" ucap Rani


"Iya bi, terimakasih banyak" jawab Daniel tersenyum


Rani sangat bahagia karena keponakan yang sudah ia tunggu selama belasan tahun akhirnya tinggal bersamanya


"Sayang, jika kamu butuh sesuatu katakan saja ya, jangan sungkan, karena sekarang bibi ini sudah menjadi ibumu" ucap Rani


"Hehe iya bi" Jawab Daniel bahagia


Karena paman Leo membawa Daniel pulang ke Jepang secara mendadak dan langsung membawanya tanpa mengatakan apapun, jadi semua barang-barang Daniel tertinggal di rumah neneknya, jadi Daniel hanya menggunakan baju yang menempel pada tubuhnya


"Bi, tadi paman membawaku secara mendadak tanpa berkata apapun Daniel langsung di bawa ke mobil, jadi Daniel tak punya pakaian" ucap Daniel memelas


"Ah kamu ini, semua itu masalah gampang sayang, nanti kita beli semua kebutuhan kamu" jawab Rani yang sedang membelai Daniel


Dengan sikap perlakuan bibinya ke Daniel, sontak membuat Daniel langsung termenung dan raut wajahnya menjadi sedih


"Apakah ini rasanya disayang oleh orang tua?" tanya Daniel dalam hati


"Sayang... sayang... kamu kenapa nak?" tanya Rani


"Ee..eh gapapa kok bi" Daniel tersadar dari lamunannya


"Yaudah ayo kita makan terlebih dahulu, setelah itu kita pergi ke sebuah mall" ajak bibinya ke ruang makan


"Iya ayo bi" jawab Daniel


Kemudian mereka turun kebawah untuk makan


ternyata di meja makan sudah ada pamannya yang menunggu istri dan keponakan kesayangannya


"Kenapa kamu lama sekali istriku? itu Daniel pasti sudah kelaparan" ucap Leo


"Ah gapapa kok paman" jawab Daniel tersenyum


"Yaudah ayo cepat makan" sahut Rani


"Daniel mau makan apa?" tanya bibinya


"Itu saja bi" jari yang menunjuk ke ayam


"Baiklah sayang" Jawab bibinya tersenyum


Mereka bertiga pun segera makan


"Suamiku, setelah makan siang nanti... aku mau kita pergi ke super mall untuk membeli semua keperluannya Daniel


"Iya istriku", jawab Leo


Setelah selesai makan siang, mereka bertiga bersiap-siap untuk membeli keperluan keponakan kesayangannya itu


Di depan rumah banyak sekali orang-orang berseragam, sepertinya mereka anak buahnya Leo yang sedang menjaga keluarga kecil tersebut


"Beri hormat" teriak komandan Rian


Seluruh puluhan orang berseragam itu memberi hormat kepada Leo dan keluarganya


Leo pun membalas hormat para anak buahnya


"Selamat datang tuan muda" ucap salah satu wanita muda yang berada di kerumunan


Daniel yang dari tadi bingung dengan apa yang terjadi bertanya-tanya ke pada bibirnya..


"Bi, mereka semua terlihat menyeramkan, mereka siapa bi?" Daniel yang ketakutan memeluk kaki bibinya


"Sayang.., kamu tenang saja, mereka semua akan melindungi kamu" Rani yang membungkukkan badannya dan menjelaskan kepada Daniel


"Sudah ayo kita pergi" ucap Leo


Mereka bertiga pun masuk kedalam mobil mewah dan pergi ke mall


"Kalian semua tidak perlu ikut, karena aku dan istriku ingin menghabiskan waktu kami dengan anakku" ucap Leo


Semua anak buahnya pun mengangguk


Dan Leo melajukan mobilnya


mendengar ucapan pamannya yang mengatakan dia sebut sebagai anak, hati Leo pun sangat bahagia..