Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
TAKUT AKAN KEHANCURAN


Banba terus menasehati dengan emosi yang sudah tak bisa di bendung lagi karena sudah dua kali anak buahnya melakukan kesalahan dan membuat Daniel sedikit kesulitan atas perbuatan bawahannya yang terlalu bodoh.


"Apa kalian ingin kita semua musnah di tangan tuan muda?" tanya Banba geram.


"Sudah dua kali aku memiliki anak buah yang bodoh dan sombong menggunakan nama Rembulan Hijau hanya untuk menindas orang lain" timpalnya geram.


Banba melihat salah satu dari anak buahnya seperti sedang menahan rasa sakit pada bagian tangannya. Banba bisa menebak kalau itu perbuatan Daniel karena ia sudah berani menyerang Daniel.


"Kenapa?" tanya Banba menatap dingin anak buahnya yang sedang menahan rasa sakit itu.


"Sa.. sakit ketua" jawab pria itu menahan rasa sakit.


"Masih beruntung tuan muda tidak memenggal kepalamu itu" ucap Banba emosi.


"Begitu gampang bagi tuan muda untuk melenyapkan kita semua jika ia ingin. Tapi dia tidak mungkin melakukan hal itu karena dia masih peduli dengan nyawa kita semua. Namun dengan bodohnya kalian semua ingin melukai tuan muda" timpal Banba terus mengomel.


Banba menghela nafasnya lalu berbalik badan kemudian ia langsung membungkukkan badannya di hadapan Daniel sambil berkata dengan tegas "Tuan muda saya sudah tidak punya urusan lagi dengan orang-orang bodoh itu lagi. Sekarang terserah anda mau berbuat apa pada sampah-sampah tidak berguna itu".


Takaoka dan para rekannya langsung melotot mendengar kalau pemimpin mereka sudah lepas tangan serta tak ingin bertanggung jawab atas perbuatan yang sudah mereka lakukan terhadap Daniel. Mereka semua sangat ketakutan karena sering mendengar dengan kekejaman Daniel terhadap orang-orang yang menentang dirinya.


Takaoka berlari dan langsung berlutut di kaki Banba sambil terus memeluknya. Ia memohon agar berbicara pada Daniel untuk mengampuni nyawa mereka. Akan tetapi Banba langsung menghempaskan Takaoka yang tengah memeluk kakinya.


"Kalian punya lidah kan?!, kenapa tidak memohon sendiri?!" tanya Takaoka dengan nada geramnya.


"Aku tidak ingin Rembulan Hijau yang selama ini aku pimpin hancur begitu saja cuma karena kebodohan kalian berdelapan!. Aku sudah tidak mau mengurus kalian lagi, kalian semua sudah aku serahkan kepada tuan muda, dan tuan muda yang akan mengurus kalian" timpalnya tidak peduli.


Kemudian Takaoka merangkak menuju ke arah Daniel dan langsung memeluk kakinya sambil memohon-mohon ampun pada Daniel agar mengampuni mereka semua.


"Daniel Sensei... Tidak, tuan muda.. tolong maafkan saya, saya tidak tau kalau anda adalah pria nomor satu di Asia. Tolong maafkan kami yang bodoh ini" ucap Takaoka memohon ampun.


Daniel menghela nafasnya lalu ia tersenyum, kemudian Daniel membantu Takaoka berdiri dari kakinya dan ia juga membersihkan pakaian Takaoka yang terlihat sangat kotor.


"Jika saja kau bukan salah satu pengajar di sekolah milik Joe, mungkin saja kalian semua sudah aku kubur hidup-hidup" ucap Daniel sambil membersihkan pakaian Takaoka.


"Untuk kali ini, kalian semua ku ampuni. Terutama kau!" timpal Daniel sambil menunjuk kening Takaoka dengan jari telunjuknya.


Takaoka hanya diam tertunduk mendapatkan perlakuan seperti itu dari Daniel. Jikapun ia melawan, maka Daniel bisa saja menghilangkan nyawanya dengan sangat mudah. Jadi dia tak mau melakukan hal itu dan mati konyol begitu saja.


"Aku mau kau berubah!. Jangan sombong, jangan menindas murid-murid di sekolah itu lagi, terutama pada murid-murid ku. Jika kau masih seperti yang kemarin-kemarin, maka akan ku buat kau merasakan tebasan dari pedang milikku" ancam Daniel tegas dan membuat Takaoka semakin ketakutan.


"Ba.. baiklah tuan muda, apapun yang anda perintahkan saya akan menurutinya. Saya akan berubah menjadi seperti yang anda inginkan" jawab Takaoka ketakutan.


"Pa...paham tuan" jawab mereka gugup ketakutan.


"Pak tua!. Tolong didik bawahanmu dengan benar, jangan sampe hal bodoh ini terulang lagi yang ketiga kalinya. Jika itu terjadi lagi, maka akan ku musnahkan kelompok yang kau buat, dan kau akan ku tarik lagi ke dalam Dark Shadow, karena kau belum bisa menjadi pemimpin yang benar untuk para anak buah mu itu. Ini semua berlaku untuk kalian semua" ancam Daniel pada para seluruh bawahannya yang sudah membentuk kelompok masing-masing atas izin darinya.


"Iya tuan muda, saya akan mendidik bawahan saya dengan sungguh-sungguh, dan saya akan membuat mereka semua tau siapa anda yang sebenarnya" jawab salah satu dari bawahannya.


"Aku ingin besok kau hadir ke sekolah, dan aku ingin melihat perubahan yang kau janjikan itu" ucap Daniel menatap Takaoka yang terus menunduk.


Takaoka yang tadinya hanya menunduk langsung mendongakkan kepalanya, kemudian ia tersenyum gembira setelah mendengar ucapan Daniel barusan.


"Baik tuan muda, saya akan datang dan merubah semua cara saya mengajar dulu, saya berjanji tidak akan mengecewakan anda lagi" jawab Takaoka tersenyum bahagia.


Lalu Daniel mendekati para bawahannya yang sudah memiliki kelompok masing-masing. Sedangkan para bawahannya itu hanya mendukung hormat saat tau kalau Daniel sedang berjalan menuju ke tempat mereka berdiri.


"Angkat kepala kalian" ucap Daniel setelah berada di depan mereka semua, dan mereka semua langsung mengangkat kepala mereka lalu menatap Daniel dengan serius.


"Terima kasih kalian semua sudah mau datang ke tempat ini" timpal Daniel.


"Tidak perlu berterima kasih seperti itu pada kami tuan. Sudah seharusnya kami harus hadir jika anda membutuhkan kami" jawab dari pemimpin Blue Fire.


"Aku senang kalian masih begitu setia padaku dan Dark Shadow. aku berharap kalian semua tidak melakukan hal yang aneh, apa lagi menggunakan kekuasaan kalian untuk menghancurkan kehidupan orang lain, seperti ketiga kelompok yang sudah aku musnahkan" ucap Daniel memperingati para bawahannya.


"Tidak akan tuan, kami tidak berani berbuat hal bodoh seperti Saber, Black Dragon, dan Petir Hitam. Kami semua tidak ingin hancur seperti mereka" ucap dari salah satu pemimpin Red Hunter.


"Kalau begitu kalian boleh kembali, maaf karena sudah menggangu waktu kalian. Aku juga akan pulang ke rumah, pasti istri dan putraku sudah menunggu aku kembali" ucap Daniel memerintah.


"Kalau begitu, izinkan kami mengawal anda tuan muda" ucap Banba yang merupakan pemimpin dari Rembulan Hijau.


"Tidak usah, aku tidak ingin merepotkan kalian lagi" jawab Daniel tersenyum.


"Tidak tuan, kami sama sekali tidak merasa kalau anda merepotkan kami semua" bantah dari pemimpin Blue Fire.


"Kami juga sangat merindukan masa-masa ketika kami semua sedang mengerjakan misi sampai mengawal anda tuan" sambung dari pemimpin Red Hunter.


"Kalau itu keinginan kalian, aku tidak akan menolaknya. Terima kasih" jawab Daniel tersenyum dan langsung menuju ke dalam mobilnya.


"Baik tuan muda" jawab mereka semua dan mereka langsung menuju ke dalam mobil mereka masing-masing, bahkan Takaoka serta teman-temannya ikut mengawal Daniel Kemabli ke hotelnya.