
"*E*h eh tidak kok, dulu waktu di sekolah aku sering di ganggu oleh Ronny, dan suami kamu ini yang selalu melindungi ku, tidak cuma aku, bahkan setiap teman wanita kami yang selalu di ganggu, pasti Daniel membantu. oleh sebab itu Ronny menjadi dendam dan selalu menindas Daniel" jawab Ayu menjelaskan
"*S*eperti itu, ternyata suamiku memang begitu menghormati seorang wanita"
"Lalu bagaimana kabar Ronny? apakah dia masih sering menindasmu?" tanya Ayu
"*O*o ada cerita lucu di balik orang yang bernama Ronny itu" jawab Leny sedikit tertawa
"*O*iya? apa itu?"..timpal Ayu bertanya
"Dulu awal aku bertemu kembali dengan Daniel adalah pertemuan yang sangat lucu, waktu itu aku dan dia saling bertabrakan, dan aku langsung menamparnya" Leny menjelaskan
"Haha lalu lalu?" tanya Ayu tertawa
"Aku memarahinya, dan Windy langsung membawaku pergi, lalu kami langsung berpisah., namun ketika di luar lobby mall, aku di tawan oleh pria yang bernama Ronny itu" timpal Leny
"Lalu apa yang terjadi dengan kamu?, Ronny tidak pernah berubah ya" ucap Ayu menggelengkan kepalanya heran
"Tiba-tiba Daniel datang di hadapanku dan langsung menendang Ronny hingga dia terpental jauh, lalu aku terjatuh di pelukannya" jawab Leny tersipu
"Wah hebat sekali kamu" puji Ayu menatap Daniel
"Tidak itu biasa saja" elak Daniel tersenyum
"disaat itu aku langsung jatuh cinta kepadanya, aku seperti melihat sosok pahlawan super yang telah menyelamatkan nyawaku" timpal Leny
"Lalu apa yang terjadi dengan Ronny?" tanya Ayu penasaran
"Dia menjadi marah dan langsung menyerang Daniel, namun serangannya tidak ada yang mengenainya" Leny menjawab
"Namun malah pria yang bernama Ronny itu yang terkena pukulan telak dari Daniel, dan sepertinya tulangnya ada yang patah., bahkan membuat dia tidak bisa melawan lagi, sehingga dia menyuruh seluruh anak buahnya yang sekitaran 20 orang" timpal Leny
"Sudahlah sayang, di percepat saja ceritanya, kita harus memberi kejutan kepada kedua orangtua kita" Daniel menyela pembicaraan mereka
"Ih kamu ini! ganggu saja" timpal Ayu cemberut
"Sudah lanjutkan saja ceritanya" ucap Ayu menatap Leny
"Ke 20 anak buah Ronny tiba-tiba menjadi ketakutan saat Daniel menatap mereka semua, dan bahkan mereka semua menjadi bawahan Daniel termasuk juga pria yang bernama Ronny itu" timpal Leny
"Ternyata kamu sudah menjadi sosok lelaki yang hebat ya, padahal dulu kamu selalu di tindas oleh Ronny dan gengnya, namun sekarang malah dia menjadi bawahan kamu" ucap Ayu kagum terhadap Daniel
"Ya syukurlah, semua orang kan bisa berubah" jawab Daniel memasukkan tangannya ke dalam saku celana
Karena sudah hampir sore, Daniel dan Leny pamit pulang untuk mempersiapkan kejutan untuk kedua orangtua mereka.. dan sebelum pergi Ayu memberikan nomor ponselnya kepada Leny agar Leny bisa lebih mudah jika membutuhkan Ayu kelak
"Iya aku juga merasa senang bisa membantu istri dari teman yang selalu menolongku ketika kecil" jawab Ayu
"Yaudah aku pamit ya, kamu jangan lupa cepat menikah" ejek Daniel
"Hey! kamu tenang saja aku pasti akan segera menyusul kalian" jawab Ayu membalas ejekan Daniel
"Haha kalian begitu akrab ya, aku jadi sedikit cemburu" ucap Leny menyela pembicaraan mereka
Mereka pergi meninggalkan ruangan Ayu, dan langsung menuju ke rumah untuk mempersiapkan kejutan itu
"Aku sudah tidak sabar melihat ekspresi dari kedua orangtua kita suamiku" ucap Leny mengelus perutnya
"Iya aku juga sayang, dan aku berharap kamu dan calon bayi kita sehat-sehat saja" timpal Daniel mengelus kepala Leny
Lalu sesampainya mereka dirumah, Daniel dan Leny langsung menelpon seluruh keluarga mereka termasuk Riski dan Windy, karena mereka juga sudah menunggu calon keponakan mereka
Acara akan dilaksanakan pada malam hari tepat di ulang tahunnya Leny, dan mereka juga tidak penasaran karena menurut mereka mungkin pesta itu adalah pesta ulang tahun Leny
Tepat pukul 19.00. satu persatu keluarga berdatangan, Daniel dan Leny menyambut mereka dengan penuh semangat
Dan yang pertama sampai tidak lain adalah kedua orangtua mereka, dan disusul oleh keluarga Riski dan tak lama kemudian keluarga Windy sampai di rumah Daniel dan Leny
"Wah mama, papa, ayah ibu," Leny memeluk mereka
"Anak dan menantu mama baik-baik saja kan sayang" tanya Yuni mengelus kepala Leny
"Baik kok ma, Daniel selalu memanjakan ku, dia tidak pernah memarahiku" jawab Leny tersenyum
"Iya kalau sampai menantu kesayangan ibu ini di marahi oleh Daniel, biar ibu sendiri yang akan menghukumnya" timpal Rani menatap Daniel sadis
"Haha. Ampun ibu, Daniel tidak berani melakukannya" jawab Daniel tersenyum
"Apa kami hanya di suruh di luar saja sayang?" ucap Siska menyela pembicaraan mereka
"Iya maaf ma sampai lupa hehe, ayo semuanya kita masuk" ajak Leny
Ketika semua keluarga telah berkumpul di ruangan keluarga, barulah Daniel dan Leny akan segera memberitahukan kabar gembira untuk mereka
"Karena semua keluarga telah berkumpul, aku dan Leny ingin mengumumkan sesuatu kabar bahagia" tegas Daniel
"Apa itu sayang?" Yuni bertanya
"Ma, pa, ayah ibu, selamat ya kalian akan segera menjadi nenek dan kakek" jawab Daniel tersenyum