
"Ada apa ini?, kenapa kau marah-marah seperti ini?" tanya Daniel sambil terus menahan lengan pria yang hendak memukul orang yang terduduk di depannya ( Dalam bahasa Jepang ).
Karena penasaran, sosok pria yang sedang emosi itupun langsung menoleh ke arah Daniel, dan matanya langsung terbelalak saat menatap wajah Daniel. Pria itu seakan mengenali sosok Daniel.
"Kapten?" sapa pria itu ( dalam Bahasa Jepang ).
"Joe?!" tanya Daniel sedikit terkejut...
Daniel sedikit terkejut melihat teman sekolahnya sewaktu di Jepang, sedang berada di Indonesia.
"Wah kapten, tidak di sangka-sangka kita akan bertemu di sini" ucap Joe sambil memeluk Daniel ( Dalam bahasa Jepang ).
"Sudah-sudah" ucap Daniel sambil sedikit mendorong tubuh Joe yang memeluknya tadi ( Bahasa Jepang ).
Mereka berdua terus mengobrol menggunakan bahasa Jepang, dan yang mengerti pembicaraan mereka berdua hanya Wulan saja, sedangkan Leny hanya melongo mendengar obrolan yang sedang di bicarakan oleh sang suami dengan temannya.
"Mereka sedang berbicara apa sih?" tanya Leny berbisik pada Wulan.
"Membahas tentang masa-masa sekolah mereka kak" jawab Wulan.
"Pria itu namanya Joe Hikari, dia teman sekelas kak Daniel" timpal Wulan menjelaskan.
"Ehkem" tegur Leny.
"Oh iya, ini istriku. Leny" ucap Daniel memperkenalkan sang istri ( Bahasa Jepang )
"Helo" sapa Leny tersenyum.
"Jadi ini istri dari kapten?" tanya Joe. Ia bisa berbahasa Indonesia meski masih belum terlalu lancar.
"Ternyata kau bisa menggunakan bahasa Indonesia?" tanya Daniel.
"Hehe, sedikit-sedikit kapten" jawab Joe terkekeh.
"Kenapa tidak bilang dari awal?" tanya Leny.
"Hehe iya, maaf nona kapten" jawab Joe terkekeh sambil menggaruk tengkuknya.
"Lalu apa yang kau lakukan di Indonesia?" tanya Daniel
"Kenapa kau ingin menghajar orang itu tadi?" timpalnya.
"Orang tersebut tadi mencoba melakukan hal kejahatan, dengan mencuri dompet salah satu pengunjung mall ini" jawab Joe.
"Wah, parah banget. Bisa-bisanya dia melakukan hal seperti itu di tempat seperti ini" sambung Leny sambil menggeleng.
"Itulah nona kapten, dia tidak tau resikonya jika tertangkap" ucap Joe.
"Jika tadi kapten tidak menahan ku, mungkin dia sudah hancur" timpalnya.
"Sepertinya jika kita mengobrol di sini rasanya tidak nyaman" ucap Daniel melihat keadaan sekitar mereka yang terus menerus di lewati orang-orang.
"Kau benar kapten" jawab Joe.
"Sebaiknya kita cari restoran di mall ini, sekalian mengenang masa-masa sekolah" ucap Daniel.
"Ayo kapten, aku akan mentraktir kalian" jawab Joe penuh semangat.
"Hahaha, ok ayo" ajak Daniel ( Bahasa Jepang ).
Kemudian mereka berlima langsung mencari salah satu restoran yang berada di dalam mall tersebut, agar suasana obrolan menjadi lebih nikmat dan nyaman.
"Itu sepertinya enak deh" ucap Leny menunjuk ke arah salah satu restoran yang nampak hampir di penuhi dengan pengunjung.
Lalu mereka semua langsung menuju ke tempat yang di tunjuk oleh Leny barusan. Sesampainya mereka di sana, ternyata status Leny yang merupakan seorang aktris yang meskipun sudah lama tak muncul di layar kaca, masih banyak fans yang mengidolakan dirinya. Terutama para kaum Adam.
"Lihat itu. Bukankah itu Leny Wijaya?" ucap salah satu pengunjung wanita yang berada di restoran itu.
"Maksud kamu kak Leny yang sudah lama tak muncul di tv?" tanya rekanya penasaran, dan di anggukan oleh temannya dengan semangat.
"Momen langka ni. Ayo kita minta foto bareng" ajak teman-teman mereka yang lainnya. Kemudian beberapa wanita yang mengidolakan sosok Leny, langsung menghampiri sang idola.
"Halo kak Leny" sapa salah satu dari fansnya.
"Hehe, iya. Ini aku Leny" jawab Leny tersenyum ramah.
"Waduh, mimpi apa aku semalam?. Sampai-sampai bisa bertemu artis idola di tempat ini?" ucap salah satu dari wanita itu penuh bahagia.
Joe yang nampak kebingungan melihat istri Daniel di kelilingi oleh banyak orang, langsung di rangkul oleh Daniel.
"Istriku itu adalah seorang aktris di negara ini" bisik Daniel yang sudah menebak dari wajah Joe yang nampak kebingungan.
"Pantas saja banyak banget yang menghampiri istrimu kapten" jawab Joe.
"Kak, boleh foto bareng?" tanya salah satu dari fansnya penuh harap.
"Tentu saja boleh dong" jawab Leny tersenyum ramah.
Sontak para wanita yang sangat mengidolakan Leny langsung berebutan untuk dapat foto bareng dengan seorang artis idola mereka semua. Sedangkan Daniel dan yang lainnya hanya melihat sambil ikut tersenyum saja.
Setelah beberapa foto dengan pose yang berbeda-beda, akhirnya para fansnya Leny memutuskan untuk bubar. Karena mereka juga tak mau menggangu waktu dari sang idola mereka.
"Makasih banyak ya kak" ucap para fansnya Leny, dan Leny menganggu sambil tersenyum.
"Sudah selesai dengan konferensi persnya Honey?" tanya Daniel sambil merangkul pundak sang istri dengan menempelkan dagunya juga.
"Ih, apaan sih Ayah ini" jawab Leny terkekeh sambil mengelus pipi sang suami.
"Udah dong, jangan bermesraan di sini. Kasian sama yang jomblo loh" tegur Wulan menyindir.
"Iya deh iya" jawab Daniel.
"Apa udah boleh kita makan, sambil mengobrol?" tanya Joe memotong.
"Yaudah Ayo kita cari tempat duduk" ajak Daniel sambil celingak-celinguk mencari meja yang kosong.
"Di sana ada tempat yang kosong Ayah" tunjuk Leny ke arah sebuah meja yang kosong berada di dekat eskalator.
"Yaudah kita kesana" ucap Joe mengajak.
Lalu mereka semua langsung menuju ke meja tersebut. Tak lama kemudian pelayan di restoran tersebut langsung berjalan menghampiri mereka dengan beberapa buku menu yang berada di tangannya.
"Permisi mas dan mbak" sapa pelayan wanita itu dengan sopan.
"Silahkan ini menunya" timpalnya sambil meletakkan sebuah buku menu di atas meja yang di tempati oleh Daniel.
"Apa makanan yang spesial dan sangat populer di tempat ini?" tanya Daniel to the point. Kemudian si pelayan tersebut langsung menyebutkan beberapa makanan yang spesial dan sangat di gemari oleh para pengunjung di restoran tersebut.
"Baiklah, bawakan saja yang kamu sebutkan tadi" ucap Daniel sambil memberikan buku menu yang ada di tangannya.
"Baik, mohon tunggu sebentar ya" jawab sang pelayan itu tersenyum ramah, lalu ia langsung pergi menuju ke dapur untuk memberi tau kepada sang koki yang bekerja di restoran tersebut.
Sambil menunggu pesanan mereka sampai, Daniel dan Joe langsung melanjutkan obrolan mereka yang belum selesai tadi di pintu loby restoran tersebut.
"Kau belum menjawab pertanyaan dariku tadi" ucap Daniel.
"Apa yang membuatmu bisa sampai di negara ini?" timpal Daniel bertanya.
"Sebenarnya aku kesini juga ingin mencari seseorang pekerja yang siap mengajar di sekolahku" jawab Joe menjelaskan.
"Apa kau membuka sebuah sekolah?" tanya Daniel penasaran dan di anggukan oleh Joe.
"Namun, sekolah yang ku bangun sangat di penuhi dengan murid-murid sangat memakan hati. Bahkan banyak guru-guru yang tak tahan mengajar di sana dan langsung resign" ucap Joe menjelaskan.
"Jadi kau datang ke sini, ingin mengambil guru yang ada di Indonesia dan meminta mereka untuk mengajar di sekolahmu itu?" tanya Daniel memastikan.
"Iya kapten, aku sangat bingung. Banyak banget guru-guru yang tinggal di sana tak tahan dan sampai mengundurkan diri" jawab Joe menjelaskan.
"Baiklah, aku akan membantumu. Aku akan menjadi salah satu guru yang akan mengajar di sana" ucap Daniel.
"Tapi aku tidak mau di kontrak. Karena aku tidak mungkin selamanya mengajar dan mendidik mereka semua" timpal Daniel.
"Terserah apa yang kau mau saja kapten. Aku hanya ikut dengan permainanmu saja" jawab Joe tersenyum bahagia.