Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
MENANGANINYA LANGSUNG


Sesampainya mereka di depan ruangan ICU, Alvin langsung masuk kedalam ruangan tersebut agar ia bisa langsung menangani sang tuan muda yang sangat berjasa dalam hidupnya.


Alvin hanya menggeleng saja melihat cara kerja para dokter di rumah sakit yang merawat Daniel pada saat ini. Sedangkan dokter yang menangani Daniel sebelumnya hanya terdiam bingung melihat ekspresi dari Alvin yang nampak kecewa dengan kinerjanya.


"Maaf dok, apa ada yang salah dari penanganan saya?" tanya dokter itu kebingungan


"Jelas salah. Untuk apa kau meletakkan begitu banyak peralatan pada tubuh tuan muda?" tanya dokter Alvin balik


"Saya hanya menjaga agar syaraf-syaraf pada tubuhnya tidak semakin parah" jawab dokter itu


"Ini tidak perlu!" ucap dokter Alvin


"Cepat kalian lepaskan saja semua benda-benda aneh itu yang menempel pada tubuh tuan muda" timpalnya memerintah


"Ba..baik dok" jawab dokter tersebut dengan gugup


Perlahan dokter yang menangani Daniel sebelumnya dan beberapa suster mulai melepaskan alat-alat yang di pasang pada tubuh Daniel sesuai perintah dari Alvin si tangan ajaib itu.


"Sudah dok" ucap salah satu suster yang ikut membantu melepaskan alat-alat yang menempel pada tubuh Daniel


"Bagus. Saatnya pertunjukan" ucap dokter Alvin tersenyum


Di luar ruangan ICU terlihat Leny yang begitu panik menunggu kabar baik dari Alvin yang tengah merawat suaminya. Mereka hanya melihat kegelisahan dari wajah Leny yang begitu sangat mengkhawatirkan keadaan Daniel.


"Kak, sebaiknya kakak makan terlebih dahulu. Dari pagi kakak belum ada makan" ucap Wulan yang sudah membawa bungkusan yang berisi sebuah makanan


"Bagaimana kakak bisa makan dek, sedangkan kondisi suamiku masih belum ada titik terangnya


"Leny sayang, kamu tenang saja nak. Ibu yakin Alvin pasti bisa menyembuhkan suami kamu kok, percayalah" ucap Ibu Rani


"Sebaiknya kamu makan dulu ya sayang. Jangan pula suami kamu sudah sembuh, justru kamu pula yang terbaring di rumah sakit" timpal Ibu Rani membujuk


"Iya-iya, Leny makan" jawab Leny


Dokter dan para suster sangat terkesima melihat kelihaian yang di lakukan oleh Alvin. Mata mereka tak mampu berkedip ketika melihat Alvin yang tengah membedah dan menyambung syaraf-syaraf Daniel dengan tangannya.


"Dia menyambungnya seperti menyambung benang yang putus aja" batin salah satu suster yang berada di dalam ruangan ICU tersebut


"Sabar ya tuan. Aku berjanji akan menyembuhkanmu" batin Alvin menatap Daniel yang masih memejamkan matanya.


Satu persatu syaraf Daniel di perbaiki oleh Alvin dengan mudah, tak ada kendala sedikitpun saat mengoperasi tubuh sang tuan mudanya, karena memang tubuh Daniel juga yang sangat kuat.


"Jika ini orang lain, mungkin nyawanya sudah hilang sejak lama" gumam Alvin


"Karena latihan dan ilmu yang kau miliki, tubuhmu menjadi sangat spesial tuan" timpalnya


"Ada yang bisa kami bantu dok?" tanya salah satu suster berinisiatif


"Tidak perlu. Kalian cukup melihatnya saja, anggap ini penambah ilmu untuk kalian" jawab Alvin menolak dengan lembut


"Tapi maaf ni dok, apa dokter bisa menyelesaikannya seorang diri?" tanyanya lagi


Tiba-tiba Alvin menghentikan aksinya sejenak, kemudian ia menatap sang suster yang meragukannya tadi sembari tersenyum dan ia berkata "Ini masalah kecil. Tidak sampai memakan waktu sampai berhari-hari"


"Apa yang kamu bicarakan sus?!, apa kamu meragukan kemampuan dari dokter Alvin?" tanya dokter yang bekerja di rumah sakit tersebut dengan nada seakan menegur


"Ma..maaf dok" jawab suster itu menundukkan kepalanya


"Tidak masalah" sambung Alvin tersenyum


"Wah cepat banget dok" puji salah satu suster itu


"Kan sudah ku katakan, ini pekerjaan yang mudah" jawab Alvin tersenyum


Setelah Leny selesai mengisi perutnya, kini ia sudah berdiri di depan ruangan ICU menunggu kabar baik yang akan di sampaikan oleh Alvin.


sudah hampir 2 jam Leny berjalan mondar-mandir di depan pintu ruangan ICU tersebut hanya menunggu Alvin keluar dari ruangan tersebut dan membawa kabar baik tentang suaminya.


"Lama banget sih" ucap Leny sembari mengintip-ngintip dari balik sebuah kaca yang terpasang di pintu ICU


"Kak!, kamu seperti mengintip orang yang lagi mandi saja deh" tegur Fauzi dengan candanya


Leny langsung menatap sang adik dengan tatapan pembunuh, dan sampai membuat Fauzi salah tingkah melihat tatapan dari sang kakak yang begitu sangat menakutkan menurutnya.


"Makanya jangan ganggu singa betina" ucap Kevin menepuk-nepuk punggung Fauzi


"Serem bro, seperti mau di terkam seekor elang" bisik Fauzi pada Kevin


"Masih meledek lagi?" tegur Leny menatap Fauzi kembali


"Eh, enggak kok kak. Ampun, ampun, hehe" jawab Fauzi ketakutan


Tak lama kemudian lampu ICU menyala mempertandakan bahwa operasi pada Daniel sudah selesai. Leny semakin penasaran tentang kabar perkembangan dari sang suami, ia langsung menunggu Alvin yang mengoperasi tubuh Daniel di depan pintu ICU.


"Ayo dong, cepat keluar Alvin" gumam Leny sembari memukul-mukul pintu ICU itu dengan pelan


Tiba-tiba pintu terbuka, dan terlihatlah wajah yang sudah di nantikan oleh Leny sedari dua jam yang lalu. Terlihat wajah Alvin yang tersenyum puas seakan menggambarkan kalau tugasnya berjalan dengan lancar.


"Jangan senyum-senyum!. Bagaimana keadaan suamiku?!" tegur Leny dengan menyilangkan kedua tangannya


"Nona muda tenang saja, tuan muda sudah melewati masa kritisnya kok, dan syaraf-syaraf pada tubuhnya sudah ku obati" jawab Alvin tersenyum


"Jadi sudah di pastikan suamiku akan sembuh?" tanya Leny penuh harap dan di anggukan oleh Alvin dengan penuh keyakinan.


"Alhamdulillah, terima kasih Alvin" ucap Leny yang sudah berkaca-kaca


"Tidak perlu sungkan seperti itu nona, ini masih belum seberapa dari tuan muda berikan padaku" ucap Alvin tersenyum


"Lalu, bisakah aku melihatnya" tanya Leny


"Maaf nona, saat ini biarkan tuan muda beristirahat. Kemungkinan besok dia sudah bisa di pindahkan ke ruangan rawat" jawab Alvin yang takut membuat nona mudanya kecewa


Leny tersenyum dan menjawab "Yaudah tidak apa-apa, yang penting suamiku baik-baik saja"


"Sekarang aku dan Damin kami bisa tenang, karena Ayahnya sudah baik-baik saja" timpalnya


"Oh iya, butuh berapa lama untuk menantuku bisa sembuh total nak Alvin?" tanya Mama Yuni yang masih mengkhawatirkan keadaan menantu kesayangannya itu


"Di lihat dari tubuh tuan muda sendiri, kemungkinan tidak memakan waktu sampai 1 bulan nyonya besar" jawab Alvin dengan penuh hormat


"Jangan panggil seperti itu dong nak, panggil Tante atau Mama Yuni pun juga boleh" ucap Mama Yuni yang merasa risih dengan panggilan yang di berikan oleh Alvin padanya.


"Jadi, Daniel memang sudah benar-benar bisa selamat kan Alvin?" tanya Ayah Leo


"Iya tuan besar, tuan muda 100% sudah di pastikan sembuh kok" jawab Alvin penuh keyakinan dan membuat hati mereka semua merasa tenang, terutama Leny yang menantikan kabar gembira itu sejak kemarin.