Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
AKHIRNYA SELESAI JUGA


Seluruh orang yang bertugas untuk mendekor gedung besar itu saling membantu dan mereka juga harus bisa menyelesaikan tugas tersebut dalam satu hari karena pesta ulang tahunnya Damin akan di laksanakan besoknya.


Waktu sudah siang, namun pekerjaan mereka baru selesai hampir setengahnya saja. Meskipun sudah banyak orang yang terlibat dalam proses dekorasi tempat itu, akan tetapi karena gedung yang terlalu besar maka tak bisa terkejar cepat walau sudah banyak orang yang melakukannya.


Hal itu tak membuat para penghias dari keluarga Syahputra untuk menyerah. Mereka akan berusaha menyelesaikan tugas penting tersebut agar keluarga Daniel tidak kecewa pada mereka.


"Kita harus bisa menyelesaikan tugas penting ini, jangan sampai tuan muda dan keluarganya kecewa dan tidak akan menggunakan jasa kita lagi" ucap dari pemimpin dekorasi tersebut.


"Baik bos!" jawab mereka serentak.


Mereka terus bersemangat untuk segera bisa menyelesaikan tugas tersebut. Ibu Rani juga sampai turun tangan agar pekerjaan mereka bisa terbantu walaupun hanya sedikit.


Leo juga menyuruh para bawahannya untuk ikut membantu menyelesaikan dekorasi tersebut.


Jasmine yang ahli dalam bidang itu ikut membantu dan hasil karya dari tangan indahnya terlihat sangat elegan hingga membuat mereka yang melihatnya merasa terpesona.


"Aku minta tolong pada kalian untuk bisa menyelesaikannya hari ini juga. Jika harus lembur, maka akan aku beri harga yang lebih untuk kalian semua. Yang penting semuanya selesai, karena besok adalah tepat dimana putraku lahir, jadi aku tak ingin ada yang kurang dari acara spesial ini" ucap Daniel memberi pengumuman.


"Tuan muda tenang saja. Ini semua akan selesai hari ini juga, kami berjanji tidak akan mengecewakan pelanggan setia kami" ucap dari bos pendekor itu sedikit menunduk.


Pekerjaan dekorasi terus berlanjut sampai malam hari, dan akhirnya selesai setelah memakan waktu hampir 20 jam lamanya.


Tepat pukul 23 lewat lebih semua orang bersorak gembira karena tugas penting itu sudah usai dengan hasil yang sangat memuaskan di pandangan mata keluarganya Daniel.


"Akhirnya selesai juga" ucap Ibu Rani tersenyum lega.


"Kalian memang selalu bisa di andalkan" sambung Wulan.


"Tentu saja nona, kami tidak akan mengecewakan kalian sebagai pelanggan VVIP kami" jawab bos dari mereka.


"Bagaimana Honey?, suka dengan hasilnya?" tanya Daniel tersenyum sambil menggendong Damin yang sudah terlelap dalam pelukannya.


"Sangat indah suamiku, ini sempurna banget" jawab Leny sambil terus menatap kagum ke berbagai sudut gedung miliknya.


"Bunda mau di pesta resepsi pernikahan kita nanti, seperti ini ya Ayah" ucap Leny masih terus mengagumi keindahan ruangan gedung tersebut.


"Bunda masih menagih hal itu?" tanya Daniel sedikit terkejut.


"Tentu saja dong suamiku!. Bunda ingin semua media di Indonesia mengetahui siapa suami dari Leny Wijaya!. Bunda juga tak ingin kalah dari pesta pernikahan Riski dan Windy!" jawab Leny tersenyum manis.


"Hmm... Iya deh Honey. Setelah kita kembali ke Indonesia, Ayah akan mewujudkannya, sesuai dengan keinginan tuan putri" jawab Daniel pasrah.


"Dan Ayah akan membeli salah satu gedung yang paling besar di kota Jakarta, lalu kita akan kalahkan resepsi pernikahan dari Riski" timpal Daniel tersenyum santai.


"Iiihhh, untuk apa Ayah harus sampai membeli gedung segala?" tanya Leny terkejut.


"Kan itu cuma kita gunakan hanya satu hari saja, lebih baik kita sewa saja suamiku" timpal Leny memberi saran.


"Kita akan melakukannya selama 3 hari 3 malam, kalau perlu kita kan pergi ke Bali untuk melakukan Honeymoon yang kedua" timpal Daniel tersenyum sambil menaik turunkan kedua alisnya.


"Hehehe, terima kasih suamiku. Aku mencintaimu" ucap Leny tersenyum bahagia, lalu ia langsung memeluk Daniel dan mencium pipinya.


"Aku juga mencintaimu" jawab Daniel tersenyum sambil mengelus pipi sang istri yang tengah bersandar pada pundaknya.


Ayah dan Ibunya Daniel datang menghampiri pasangan suami-istri yang selalu terlihat romantis itu. Sang Ibu tersenyum melihat putra dan menantunya yang sedang bermesraan.


"Sudah dulu ya bermesraan nya sayang, ini sudah larut, besok kita harus kemari pagi-pagi untuk menyiapkan sisanya dan membawa kue tart tingkat pemberian dari Kakak kamu Anna" ucap Ibu Rani tersenyum manis.


"Iya Ibuku sayang" jawab Leny tersenyum bahagia.


"Leny juga sudah lelah banget" timpalnya menguap. Sedangkan Daniel hanya tersenyum sambil mengelus pundak sang putra yang tengah tertidur pulas dalam pelukannya.


Kemudian Daniel beserta keluarganya kembali ke hotel untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang sudah kelelahan karena seharian berada di gedung tersebut.


Leny sedari tadi terus tersenyum sambil mengelus kepala sang putra yang tengah tertidur pulas di pangkuannya, dan Daniel juga ikut tersenyum melihat istrinya yang terlihat bahagia.


"Gak terasa ya Ayah, Damin kita besok genap satu tahun" ucap Leny tersenyum bahagia.


"Bunda seneng banget memiliki dua lelaki tampan yaitu Ayah dan juga Damin. Damin ini seperti foto copy nya Ayah deh, semuanya mirip Ayah" timpalnya tersenyum sambil mengelus kepala sang putra.


"Tapikan hidungnya mirip Bundanya" jawab Daniel tersenyum.


"Masa hidungnya doang?, sedangkan Ayah seluruhnya" ucap Leny cemberut.


"Yaudah. Nanti, kita buat Daniel junior yang kedua deh" ucap Daniel tersenyum penuh arti.


"Iiihhh, Ayah mah enak tinggal buatnya doang!. Sedangkan Bunda harus mengandungnya selama 9 bulan" jawab Leny dengan nada manjanya. sedangkan Daniel hanya tertawa.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan cukup jauh, akhirnya mereka semua sampai di hotel yang selama ini menjadi tempat tinggal mereka ketika berada di negara sakura itu.


Leny turun dari mobilnya dan melihat arloji yang terpasang pada pergelangan tangannya. Setelah ia tau, ia terkejut karena arloji itu menunjukkan angka 00.00 waktu Jepang.


"Sudah tengah malam saja?. Kita harus segera istirahat Ayah" ucap Leny berjalan menuju ke dalam hotel, dan Daniel mengikuti langkah sang istri sambil menggendong putranya yang masih tertidur lelap.


Keluarga Daniel yang lainnya juga sudah menuju ke kamar masing-masing karena sudah terlalu lelah melakukan aktivitas pagi tadi sampai tengah malam.


Setibanya pasangan Syahputra itu di kamar, Daniel dan Leny masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan keringat-keringat yang menempel di tubuh mereka masing-masing.


Di dalam kamar mandi, Daniel terus menggoda sang istri hingga akhirnya mereka berdua berperang di dalam tempat tersebut. Mereka berdua sampai mandi keringat bercampur air karena kenikmatan yang mereka rasakan.


30 menit kemudian Daniel keluar dari kamar mandi dengan menggendong sang istri dan memakaikan pakaian untuk istri tercinta. Raut bahagia terpancar pada keduanya.


Setelah selesai memakai pakaian masing-masing, mereka berdua langsung menuju ranjang dan tertidur saling berpelukan dengan senyuman indah terpancar pada keduanya.