
Leny terus mengajak Jasmine mengobrol agar hubungan di antara mereka bisa menjadi lebih akrab lagi. Akan tetapi Jasmine masih merasa canggung karena status Leny yang merupakan istri dari pemimpinnya, meskipun hubungan antara Daniel dengannya begitu dekat.
"Apa kamu sudah menikah?" tanya Leny tersenyum.
"Belum" jawab Jasmine menggeleng.
"Sudah ada calon?" tanya Leny lagi dengan senyuman menggoda.
"Dia sedang dalam keadaan koma, dan kami sudah tidak ada hubungan apa-apa" jawab Jasmine sendu.
"Kenapa?, apa dia terkena penyakit?, atau kecelakaan?" tanya Leny ikut sedih dan merasa bersalah.
"Aku yang membuat dia terluka sampai mengalami koma, karena dia sudah berani bermain wanita lain di belakangku" jawab Jasmine dengan tatapan amarah menatap ke arah depan.
"Aku berharap dia mati saja sekalian" timpalnya geram karena merasa tidak terima dengan mantan kekasihnya yang selingkuh.
"Maaf ya, aku sudah membuat kamu harus menceritakan masa lalu kamu yang kelam itu" ucap Leny merasa bersalah.
"Tidak apa-apa no.. eh Leny" jawab Jasmine tersenyum.
"Jadi, itu yang membuatmu pergi dari Italia?" sela Daniel bertanya.
"Itu hanya salah satu alasan mengapa aku pergi dari negara itu. Hal yang membuatku ingin ke sini, itu karena aku sangat merindukan negara tempat aku di lahir kan, yaitu" jawab Jasmine tersenyum.
"Yaudah, daripada mengingat masa lalu kamu itu. Lebih baik kita bersenang-senang di sini, dan setelah dari tempat ini, aku akan membawa kamu ke tempat saudara-saudara kamu berada" potong Leny tersenyum sambil menyentuh kedua pundak Jasmine, dan Jasmine mengangguk sambil tersenyum karena ia juga sangat merindukan mereka semua.
Leny mengajak Jasmine pergi ke toko-toko yang berada di dalam mall tersebut, dan Daniel hanya mengikuti kemana saja kaki dari kedua wanita cantik itu melangkah. Ia merasa sangat senang karena sang istri bisa memiliki teman di negara tersebut.
Setelah puas berbelanja, Leny mengajak Jasmine untuk ikut bersamanya ke hotel miliknya agar Jasmine bisa bertemu dengan Wulan dan yang lainnya. Jasmine juga terlihat sangat senang karena ia juga sudah bertahun-tahun tidak bertemu dengan para saudara-saudara dari Dark Shadow.
Karena Jasmine membawa mobil sendiri, jadi ia mengikuti mobil dari Daniel untuk menuju ke hotel milik Daniel.
Di dalam mobil dia hanya tersenyum bahagia karena Daniel sudah menemukan kebahagiaannya sendiri, ia juga sangat senang karena istri dari Daniel mau menerimanya sebagai seorang teman, bukan sebagai bawahannya.
Setibanya mereka di hotel, mereka bertiga langsung menuju ke restoran hotel karena Leny sudah meminta mereka semua untuk berkumpul di sana, namun dia tidak memberitahu kalau akan kedatangan Jasmine karena ia ingin membuat sebuah kejutan untuk yang lainnya.
Leny meminta pada Jasmine untuk bersembunyi terlebih dahulu agar rencana ia untuk memberi kejutan pada keluarganya bisa berhasil, dan Jasmine hanya menuruti apa yang di perintahkan oleh Leny.
Daniel, Leny, dan Damin berjalan menuju restoran hotel yang dimana para keluarga sudah berkumpul menuggu kedatangannya dan sang suami.
"Ada apa sayang?, tumben kamu mengumpulkan kami di sini?" tanya Ibu Rani setelah Leny dan Daniel sudah sampai di restoran hotel.
"Ada deh Bu. Leny yakin, pasti kalian akan terkejut" jawab Leny tersenyum senang.
"Memangnya ada apa Kak" tanya Wulan tak kalah penasaran.
"Iya-iya sabar" jawab Leny tersenyum dan ia langsung memanggil Jasmine yang tengah bersembunyi tadi.
Mereka yang mengenali sosok wanita yang tengah berjalan itu langsung terkejut, dan bahkan mulut Wulan sampai tidak bisa tertutup karena ia melihat sosok wanita yang sangat berjasa dalam hidupnya.
"Halo semuanya" sapa Jasmine tersenyum.
"Ja...Jasmine?" tanya Ibu Rani merasa tak percaya.
"Ini beneran kamu kan sayang?" tanya Ibu Rani lagi merasa tak percaya dengan apa yang ada di depan matanya.
"Kak Jasmine?" Wulan juga tak kalah terkejutnya.
"Iya Ibu, ini aku Jasmine" jawab Jasmine tersenyum manis.
"Kakak" Wulan langsung memeluk Jasmine dengan erat untuk melepas rasa rindunya selama ini, dan Leny tersenyum senang melihat Adiknya yang begitu antusias dengan kehadiran Jasmine.
"Aku benar-benar merindukanmu" timpalnya sedih.
"Kakak juga sangat merindukan aku sayang" jawab Jasmine tersenyum sambil mengelus-elus pundak Wulan yang masih berada dalam pelukannya.
"Kapan Kakak pulang dari Itali?" tanya Wulan setelah mereka berdua melepaskan pelukannya.
"3 hari yang lalu" jawab Jasmine tersenyum.
"Kamu terlihat semakin cantik ya sayang" sela Ibu Rani memuji.
"Ibu juga terlihat cantik dan semakin muda" jawab Jasmine tersenyum manis.
"Ah, kamu meledek Ibu ya?" tanya Ibu Rani tersenyum.
"Ibu ini sudah terlihat sudah tua. Ibu sudah memiliki 1 cucu dan 2 orang menantu, pasti sudah semakin kelihatan betapa tuanya Ibu" timpal Ibu Rani tersenyum.
"2 orang menantu?, apa Ibu dan Ayah Leo memiliki 2 anak?" tanya Jasmine penasaran karena yang ia tau kalau hanya Daniel putra mereka satu-satunya.
"Coba kamu lihat di depan kamu itu" jawab Ibu Rani tersenyum mengarahkan tangan kanannya ke arah Dion dan Ayu yang tengah kebingungan karena tidak mengerti dengan bahasa yang mereka gunakan.
"Ha..halo" sapa Ayu gugup karena kebingungan.
"Loh, kok?" Jasmine kebingungan melihat sosok pria yang sedang berdiri di samping wanita yang berada di depannya. Sosok pria yang begitu sangat mirip dengan Daniel, namun yang membedakannya hanya wanita yang berbeda.
"Dia Dion, kembaran dari suamiku" jawab Leny menjelaskan.
"Halo" sapa Dion tersenyum
"Ha..halo" kali ini Jasmine yang terlihat gugup karena kebingungan, sampai-sampai ia menatap wajah Daniel dan Dion secara bergantian bahkan sampai terus-menerus.
"Hahaha, ekspresi kamu sama persis saat aku juga baru pertama kali melihat sosok kembaran dari suamiku. Tapi yang membedakannya aku sampai pingsan" sela Leny tertawa.
"Se...sepertinya sebentar lagi aku akan pingsan" jawab Jasmine semakin kebingungan, sedangkan mereka hanya tertawa melihat wajah Jasmine yang penuh tanda tanya itu.
Lalu Leny langsung menjelaskan pada Jasmine tentang suaminya dan juga Dion. Perlahan Jasmine mulai paham dengan apa yang sudah di ceritakan oleh Leny barusan.
"Jadi, Ayah Leo dan Papanya Daniel itu saudara kembar juga?. Lalu Papanya Daniel memiliki putra kembar yang bernama Daniel dan Dion?" tanya Jasmine menebak.
"Tepat sekali" jawab Leny tersenyum.
"Kok Aku tidak pernah tau kalau Ayah Leo memiliki saudara kembar?" tanya Jasmine menatap Leo seakan meminta penjelasan darinya.
"Karena jika kami menceritakan tentang kedua orang tua mereka, kami pasti akan sedih" jawab Ibu Rani sendu.
"Kamu tau sendiri kan kalau kedua orang tua kandung Daniel sudah tidak ada?" sela Ayah Leo bertanya.
"Iya, mereka meninggal karena kecelakaan mobil, pada saat usia Daniel masih 5 tahun" jawab Jasmine.
"Sudah-sudah, kenapa malah jadi mengandung bawang seperti ini?" sela Leny memotong.
"Tujuanku membawa Jasmine ke sini itu untuk berbahagia karena kalian semua berkumpul. Bukan untuk bersedih" timpal Leny menghentikan pembahasan tentang kedua mertuanya yang sudah bahagia di surga sana.
"Itu semua hanya masa lalu, tidak perlu di ingat kembali. Lagian semua sudah aku selesaikan" sambung Daniel tersenyum.
"Ha, tu suami aku benar" jawab Leny tersenyum.
"Kita tidak bisa merubah masa lalu, yang harus kita perjuangkan itu adalah masa depan untuk keluarga kita kelak. Jadi jangan terlalu bersedih dengan hal yang lalu, pasti Papa Elang dan Mama Aqila juga akan ikut bersedih jika kita terus menangisi mereka" timpal Leny menjelaskan.