Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
HARUS MERELAKANNYA


Hanabi langsung menumpahkan semua apa yang ia rasakan saat ia melihat Daniel bersama wanita lain, bahkan bermesraan di depan matanya.


"Sudah lama aku tidak bertemu dengannya, tapi kenapa setelah kami bertemu kembali, Kak Daniel sudah berkeluarga?" Hanabi menangis senggugukan dalam pelukannya Joe. Sedangkan Joe hanya diam dan terus mencoba menenangkan sang Adik.


"Sudahlah sayang, kamu harus bisa melupakan Daniel, Tuhan tidak menjodohkan kalian" ucap Joe mengelus kepala Hanabi.


"Ta...hiks... tapi aku sangat mencintainya Kak" jawab Hanabi masih belum menerima semua kenyataan pahit itu.


"Sia-sia aku kembali ke negara ini, kalau ujung-ujungnya aku harus terluka seperti ini" timpalnya histeris.


Di dalam gedung Leny dan Daniel masih terus bermesraan, akan tetapi pikiran Leny malah tertuju pada sosok wanita yang terus memperhatikan kemesraan ia bersama suaminya tadi.


Ada rasa bersalah dalam dirinya karena dengan sengaja membuat hati Adik dari sahabat suaminya terluka.


Sebagai sesama wanita, ia tau betapa sakitnya di perlakukan seperti itu. Namun, ia juga tak rela jika suami tampannya itu sampai di sentuh oleh wanita lain. Hal itu membuat Leny semakin bingung harus berbuat apa.


Daniel yang menyadari kalau sang istri tengah kebingungan pun ikut membantu menenangkan wanita cantiknya itu.


Daniel tersenyum, lalu merangkul bahu istrinya untuk bersandar pada dada bidangnya. Ia ingin memberikan rasa nyaman pada wanita yang sangat ia cintai itu.


"Sudah Honey, jangan terlalu di pikirkan. Bunda gak salah kok" ucap Daniel sambil mengelus lengan sang istri yang tengah bersandar nyaman pada pundaknya.


"Memangnya Ayah tau apa yang sedang Bunda pikirkan?" tanya Leny dengan nada manjanya.


"Pasti dong Honey. Ayah juga tau maksud dari yang Bunda lakukan sewaktu Adiknya Joe datang menghampiri kami" jawab Daniel tersenyum.


"Hmmm" Leny menghela nafasnya.


"Bunda bingung Ayah. Bunda sangat yakin kalau Adiknya Joe memiliki perasaan terhadap Ayah. Namun di satu sisi, Bunda tak ingin melihat Ayah di sentuh oleh wanita lain" ucap Leny sedih.


"Tidak ada yang bisa membuat Ayah jatuh cinta selain Bunda. Karena singa betinanya Ayah, ya Bunda" jawab Daniel tersenyum dan memeluk istrinya lagi. Leny tersenyum bahagia dalam pelukannya Daniel.


"Lagi pula, Ayah mengganggap Hanabi itu hanya sebagai seorang Adik saja, tidak lebih" timpalnya menyandarkan dagunya di atas pucuk kepala Leny.


"Bunda percaya dengan apa yang Ayah katakan. Tapi Bunda tidak bisa membiarkan wanita-wanita lain terus mencari kesempatan karena kebaikan Ayah pada mereka" jawab Leny manja dan semakin memperdalam pelukannya.


"Bunda tau kok siapa saja wanita-wanita yang terpesona, dan bahkan menginginkan Ayah sebagai pria mereka. Tapi banyak dari mereka yang sudah menyerah untuk melakukan hal itu, ketika mereka tau kalau Ayah sudah berkeluarga" timpal Leny.


"Ayah juga tau Honey, tapi Ayah tak memperdulikan itu semua. Karena di hati dan di pikiran Ayah, cuma tertulis nama Leny dan Damin saja" sambung Daniel.


"Eleh, gombal" jawab Leny manja sambil memukul dada Daniel dengan pelan. Sedangkan Daniel hanya tertawa kecil lalu ia menciumi pucuk kepala sang istri.


"Aku mencintaimu" ucap Leny semakin memeluk pinggul Daniel dan menenggelamkan wajahnya di dada sang suami.


"Aku lebih mencintaimu" jawab Daniel ikut mempererat pelukannya.


Mereka berdua terus berpelukan cukup lama dan tak memperdulikan orang-orang yang tengah tersenyum melihat keromantisan pada pasangan Syahputra tersebut. Sampai akhirnya pelukan mereka terlepas karena Damin menghampiri mereka dan menarik-narik kaki Daniel.


Daniel tersenyum melihat tingkah lucu dari putra tampannya itu. Daniel menggendong Damin dan mereka bertiga berpelukan kembali dengan Damin berada di tengah-tengah mereka.


Momen harmonis itu tak bisa di lewati begitu saja oleh mereka. Para keluarga serta bawahannya Daniel mengabadikan momen itu melalu ponsel mereka masing-masing. Kedua wanita paruh baya itu juga tak mau kalah untuk memvideokan momen harmonis dari keluarga kecil bahagia tersebut.


Haruka hanya tersenyum melihat sosok pria yang telah membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama tengah bahagia bersama keluarganya. Ia membayangkan jika dialah yang berada di posisinya Leny, pasti rasa bahagia yang amat sangat luar biasa menghiasi Lubuk hatinya. Namun semua mimpi itu harus ia buang jauh-jauh karena Daniel sudah berkeluarga sebelum mereka saling mengenal. Ia tak mau menjadi perusak rumah tangga dari Daniel. Haruka juga tau kalau Daniel begitu sangat mencintai Leny dan harapan untuk memilikinya tidak ada kesempatan untuk hal seperti itu.


"Oh iya suamiku, siapa nama Adiknya Joe tadi?" tanya Leny penasaran.


"Hanabi Megumi" jawab Daniel.


"Memangnya kenapa Honey?" tanya Daniel balik.


"Bunda ingin berbicara dengannya. Ada hal penting yang mau Bunda sampaikan" jawab Leny.


"Apa Bunda ingin melabrak atau memarahinya?" tanya Daniel khawatir.


"Kan tadi Bunda bilang, ingin berbicara suamiku. Bukan melabraknya" jawab Leny menjelaskan.


"Apa yang ingin Bunda katakan padanya?" tanya Daniel semakin penasaran.


"Nanti Ayah juga bakal tau sendiri" jawab Leny tersenyum penuh arti.


"Jangan yang aneh-aneh loh Honey. Kasian dia" ucap Daniel merasa tak tega.


"Ya gak mungkin dong suamiku. Dia bukan musuh kita kok. Dia hanya wanita baik yang salah mencintai pria saja" jawab Leny tersenyum menjelaskan.


"Lagi pula Bunda juga ingin berteman dengannya. Gak salahkan memperbanyak teman?" timpalnya bertanya sambil tersenyum manis.


Daniel tersenyum dan langsung menggandeng tangan Leny untuk ia bawa ke tempat Joe bersama Adiknya berada.


Setibanya mereka berdua di sana, Leny semakin merasa bersalah saat melihat Hanabi tengah menangis dalam pelukannya Joe.


Leny menghela nafasnya lalu mendekati Joe dan Adiknya yang tengah menangis senggugukan.


"Ekhem" tegur Daniel dan membuat mereka berdua terkejut serta langsung melepaskan pelukannya. Hanabi juga langsung menyeka air matanya karena ia tak ingin ada orang yang melihatnya tengah bersedih, apa lagi Daniel sosok pahlawan tampannya itu.


"E..eh, Kak Daniel" ucap Hanabi sendu dan tersenyum paksa menatap Daniel yang tegah menggendong seorang bayi, membuat Hanabi semakin teriris hatinya.


"Apa anak kecil itu anaknya mereka?" batin Hanabi.


"Nama kamu Hanabi ya?" tanya Leny menggunakan bahasa Inggris.


"Ha?.. Emm iya" jawab Hanabi terkejut dari lamunannya.


"Perkenalkan, aku Leny, istri dari pria yang tengah menggendong bayi tampan itu" ucap Leny memperkenalkan diri.


"Ha..halo" sapa Hanabi masih gugup.


"Kamu habis menangis ya?" tanya Leny sedikit khawatir.


"Ah?, ehmm enggak kok. Hehehe" jawab Hanabi tersenyum paksa.


"Jangan berbohong, aku tau semuanya kok. Aku juga tau kalau kamu memiliki perasaan pada suamiku ini" ucap Leny tersenyum sedangkan Hanabi hanya menunduk dan perlahan air matanya mulai menetes membasahi lantai di bawahnya.


Joe hanya diam saja saat melihat Adiknya kembali bersedih. Ia sebenarnya tak tega melihat itu, akan tetapi Hanabi juga harus bisa merelakan Daniel bersama dengan Leny karena kebahagiaan Daniel hanya Leny, bukan dengan Adiknya ataupun wanita lain di luar sana.