Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
JANGAN GANGGU DIA


Daniel tak habis pikir dengan sikap wanita yang bernama Silvia itu. Silvia sudah tau kalau Daniel sudah memiliki Istri dan bahkan sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah. Namun wanita itu masih saja tetap mendekati Daniel meski sudah di usir oleh Leny pada waktu itu.


"Silvia kenapa kamu balik lagi?" tanya Daniel


"Apa yang kamu katakan Danielku Sayang, tentu saja aku sangat merindukanmu" jawab Silvia tanpa rasa malunya.


"Hey! apa yang kau katakan hah?!, dia itu Suamiku! jadi jangan ganggu dia!" ucap Leny tak terima


"Yang menikah bisa saja bercerai, dan aku akan membuat kalian mengalami hal tersebut" ucap Silvia merasa yakin


Wulan yang tadinya hanya diam saja, kini menjadi ikut emosi karena melihat tingkah wanita yang tak tahu malu itu yang masih saja mengejar Kakaknya.


Wulan melangkahkan kakinya mendekati Silviana dan langsung mencengkram pergelangan tangannya dan membuat Silvia mengadu kesakitan namun tak di hiraukan oleh Wulan, justru Silvia di seret paksa keluar oleh Wulan.


"Ahk!. Aduh sakit Wulan!" ucap Silvia mencoba memberontak namun tenaganya lebih lemah dari Wulan.


Setelah di depan loby kantor, Wulan langsung melepaskan cengkramannya dan langsung melempar Silvia keluar dari kantor sang Kakak hingga membuat tubuh Silvia terjatuh.


"Pergilah, aku harap kamu tidak kembali dan membuat keributan di kantor Kakakku lagi" ucap Wulan datar.


Silvia yang terjatuh karena di lemparkan oleh Wulan tadi mencoba untuk bangkit dan menahan sakit pada bagian belakangnya.


"Jahat sekali kamu pada calon Kakak Ipar kamu sendri" protes Silvia memegangi lengannya yang sudah memerah.


"Gak usah banyak bermimpi!. Kakak Iparku hanya Leny!" jawab Wulan merasa kesal.


"Aku merasa kasihan padamu Silvia!. Kau itu cantik, tapi kenapa masih saja terus menerus mengejar Kakakku yang jelas-jelas sudah memiliki Istri" ucap Wulan merasa iba melihat Silvia yang terobsesi dengan sosok sang Kakak.


"Belajarlah menerima kenyataan Silvia!. Walaupun itu menyakitkan, tapi aku yakin suatu saat nanti kau akan mendapatkan sosok lelaki yang lebih baik dari Kakakku" timpal Wulan menasehati.


"Tidak!. Aku tidak bisa melakukan itu semua" ucap Silvia histeris dan menutupi telinganya


"Kau harus bisa!. Jika kau masih berani menggangu Kakakku, maka aku yang akan bertindak dan langsung memberimu pelajaran yang tak akan bisa kau lupakan!" ucap Wulan dengan nada mengancam.


"Kau tau kalau Kakakku tak bisa melukai atau menyakiti seorang wanita. Tapi tidak dengan aku Adiknya!. Aku tidak akan segan-segan menghancurkan orang-orang yang berani menggangu Kakakku Leny!. Jika kau tak percaya maka kau lakukan saja!" ucap Wulan lagi sambil menyilangkan kedua tangannya.


Setelah selesai memberikan peringatan, Wulan langsung kembali menuju ke dalam kantor dan segera menuju keruangan sang Kakak.


Para karyawan sampai dibuat kagum oleh sosok Wulan yang langsung berani menyeret paksa calon-calon orang yang berani merusak rumah tangga dari CEO mereka.


"Aku salut sama Adiknya tuan Daniel, dia berani mengusir wanita tadi. Kau tau kan betapa ngeyelnya perempuan aneh tadi" bisik karyawan wanita pada temannya.


"Iya, dia begitu terang-terangan mencoba mendekati tuan kita, kurasa urat malunya udah hilang kali ya" balas temanya.


"Mungkin aja. Aku akui aku juga menyukai tuan kita. Sosok pria yang begitu berwibawa, tampan, ramah, tubuh yang atletis, sukses di usia muda, dan point yang paling penting! tuan kita sangat menyayangi Istrinya" ucap temanya lagi.


"Bukan hanya kau saja!. Aku justru sudah jatuh cinta pada tuan Daniel saat awal aku baru bergabung di perusahaannya ini. Kau tau kan betapa sulitnya aku saat menangkap apa yang di sampaikan oleh rekan kerja kita, tapi tuan Daniel tidak pernah marah meskipun aku sering melakukan kesalahan, dia selalu sabar mengajariku hingga aku paham. sebab itulah yang membuat aku semakin suka pada bos kita, hehehe." ucap temanya panjang lebar.


"Eh ternyata yang beruntung malah artis cantik nona Leny" ucapnya lagi dan membuat mereka berdua tertawa bersama.


"Kak fokus bekerja, jangan menggosip aja" tegur Wulan dan membuat mereka terkejut


"Ah Kakak ini jangan terlalu formal dong, hehehe" protes Wulan karena tidak suka di panggil dengan sebutan nona.


______________________________


"Daniel kau harus menjadi milikku!" ucap Silvia semangat


Kini wanita yang bernama Silviana Haruka itu sudah berada di dalam mobilnya meninggalkan kantor milik pujaan hatinya yang selama ini ia idam-idamkan itu. Setelah mendapatkan perlakuan yang membuatnya merasa tertindas, ia malah semakin bersemangat untuk merebut Daniel dari pelukan Istrinya Leny.


"Cih!. Apa bagusnya wanita itu?!, justru aku yang lebih dari segalanya. Kamu sangat bodoh Danielku!, pasti kamu di jebak oleh wanita gatel itu kan?" ucap Silvia fokus menyetir.


"Kamu tenang aja Sayangku!. Aku akan menyelamatkan kamu dari wanita jelek itu!"..


Silvia sudah jatuh cinta pada sosok pria yang bernama Daniel sejak Daniel menjadi murid baru di sekolahnya dulu. Silvia selalu mencari perhatian dari Daniel dengan cara apapun agar sang pria tampan itu memperhatikan dirinya.


Menurut Silvia hanya Daniel yang mampu membuat hatinya menjadi terasa aneh, ada rasa yang begitu hangat saat Silvia berada di dekat Daniel.


"Apa yang seharusnya menjadi milikku, akan tetap untukku!" ucap Silvia tersenyum sinis.


Daniel sebenarnya tidak pernah membenci sosok wanita yang bernama Silvia itu, namun Daniel tidak suka dengan cara Silvia menarik perhatian dari dirinya.


Silvia adalah sosok wanita terpopuler di dalam sekolah, dia Adalah bunga sekolah pada masa itu. Banyak lelaki yang ingin menjadikannya sebagai pasangan mereka, namun mereka semua tidak bisa memenangkan hati dari bunga sekolah itu. Hingga pada suatu ketika di saat Daniel datang menjadi murid baru di sekolah tempat dimana Silvia berada.


Pada saat itu Daniel masuk kedalam kelas dimana ada sang bunga sekolah di dalamnya. Sosok Daniel yang tampan mampu membuat para teman wanitanya jatuh hati padanya tak terkecuali terkena pada sosok Silvia juga.


Teman lelaki di kelas Daniel justru ada yang tidak menyukai kehadirannya karena menurut mereka dengan adanya Daniel di dalam sekolah, maka akan menjadi saingan yang sangat berat untuk mereka yang ingin memikat hati para siswi di sekolah itu.


BEBERAPA TAHUN KEBELAKANG...


Salah satu kota di Jepang yang bernama Tokyo, terdapat sebuah sekolah yang sangat populer di sana. Sekolah itu menjadi tempat impian para remaja yang akan masuk ke tingkat menengah ke atas (SMA).


Silvia menjadi salah satu siswi yang sangat cantik, paras yang begitu sempurna antara paduan dari Jepang dan Indonesia pada masa itu. Sebelum kehadiran Daniel di sana, Silvia tak pernah mengenal atau berdekatan dengan teman lelakinya.


Hingga pada saat Daniel datang dan menjadi murid baru di sekolah itu, sontak membuat pandangan Silvia hanya tertuju pada sosok lelaki tampan itu.


Murid-murid di kelas itu memang terkenal sangat populer dan banyak siswa dan siswi yang unggul di dalamnya, selain cantik dan tampan, kepintaran mereka juga sudah tak di ragukan lagi.


Di dalam kelas...


Suasana kelas seperti konser band terkenal, keributan dari murid-murid yang berada didalam seperti hidup di dalam hutan karena belum adanya guru yang datang untuk mengajar.


tiba-tiba pintu terbuka dan terlihatlah seorang wanita berusia sekitar 27 tahun masuk kedalam kelas dan membuat para siswa-siswi langsung diam dan kembali ke tempat duduk mereka masing-masing.


"Baiklah murid-murid!. Hari ini kita akan kedatangan seorang siswa baru yang akan menjadi teman sekelas kalian" ucap sang guru (percakapan dalam bahasa Jepang)


"Siapa? (Jepang)" gumam seorang siswi bertanya


"Loh kemana tu anak?" sang guru bertanya-tanya.


"Ah maaf sensei!. Tali sepatu saya terlepas" ucap seorang pria dari luar kelas...