
Setelah jauh dari jangkauan Mario, Daniel meletakkan Dion yang tengah menahan rasa panas pada lengannya. Ia membawa Dion bersama dengan saudaranya yang lain agar mereka bisa menjaga Dion.
Sedangkan Mario terus-menerus memprovokasi Daniel dengan omongan yang membuatnya semakin emosi, berharap ia bisa merasakan bagaimana kekuatan dari pemimpin Dark Shadow saat ini.
"Hey bocah!, bersiap-siap untuk mati! Hahahaha" tawa Mario mengejek.
"Kali ini akan ku pastikan kalian semua akan segera berkumpul bersama si tua bangka itu! Hahaha" Mario semakin menghina Daniel.
Daniel yang baru saja meletakkan Dion pada Rian dan yang lainnya hanya membelakangi Mario. Ia cuma diam namun aura yang keluar semakin lama semakin bertambah, bahkan lebih besar dari seluruh aura yang ia miliki selama ini.
Akan tetapi hal tersebut tidak membuat Mario merasa takut sama sekali, ia justru lebih bersemangat untuk ingin segera bermain-main dengan pemimpin Dark Shadow itu.
"Hanya segitu yang kau punya bocah?!" tanya Mario mengejek, sedangkan Daniel masih terus diam dan masih membelakanginya.
"Kak" lirih Wulan khawatir melihat Daniel yang hanya diam dengan tatapan kosong.
"Hoy, Mario!. Kali ini aku akan mengirim mu ke tempat Kakek dan keluargaku yang telah tiada berada, agar kau bisa segera meminta maaf pada orang yang sudah merawat dan menyayangimu selama ini!" tegur Daniel dengan nada dinginnya, namun masih membelakangi Mario.
"Apa?, apa aku tidak salah dengar?, bocah kemarin sore sepertimu bisa berbicara seperti itu padaku?" tanya Mario mengejek.
Daniel berbalik badan, kemudian ia membentuk sebuah kuda-kuda yang selama ini tidak pernah ia perlihatkan pada rekan maupun lawannya. Posisi atau teknik itu membuat Rian dan yang lainnya terkejut karena baru pertama kali mereka melihat Daniel menggunakan teknik seperti itu.
"Teknik apa itu ha?!, hahahaha" ejek Mario tertawa.
"Apa itu teknik seekor binatang yang merindukan induknya?" timpalnya semakin menghina.
"Si b4j1ng4n itu!!!" gumam Hyuga geram dan ingin rasanya ia mengoyak mulut Mario.
"Baiklah bocah!. Sudah cukup bermain-mainnya, ayo serang aku jika kau mampu" ucap Mario dengan sombongnya. Akan tetapi Daniel hanya diam, lalu ia memberi isyarat pada Mario untuk maju terlebih dahulu menggunakan jarinya.
"Bocah sombong!. Berani sekali kau meremehkan ku!" jawab Mario emosi dan semakin meningkatkan auranya, hal itu membuat Daniel tersenyum sinis.
"ARKKKHHHHHHH BERSIAPLAH UNTUK MATI BOCAH" teriak Mario. Lalu ia langsung berlari menuju ke arah Daniel sambil mengarahkan tinjunya dengan penuh tenaga.
Rian dan yang lainnya sangat mengkhawatirkan Daniel saat Mario mencoba melakukan penyerangan terlebih dahulu. Mereka bisa merasakan betapa besar aura yang di miliki oleh Mario, bahkan kekuatan itu lebih besar dari milik mereka.
"Kapten!, berhati-hatilah!. Si tua itu berniat untuk membunuhmu dengan satu serangan!" ucap Hyuga khawatir.
"Kakak!!!" teriak Wulan Khawatir dengan air mata yang sudah menetes.
Namun semua panggilan dari mereka tak di hiraukan oleh Daniel. Ia malah tersenyum lalu menurunkan tangannya seakan-akan pasrah saja saat Mario menuju ke arahnya. Hal tersebut membuat Wulan semakin histeris, ia langsung mencoba berlari ke arah Daniel agar ia bisa menjadi tameng untuk sang Kakak. Akan tetapi saat Wulan ingin bergerak, tiba-tiba sebuah tangan menahan lengannya.
"Sudahlah, percaya saja pada King" ucap Gira tersenyum.
"Aku yakin dia akan baik-baik saja" timpalnya yang masih menahan lengannya Wulan.
Benturan hebat tak bisa di hindari lagi. Tinju keras Mario berhasil mengenai wajah tampan milik Daniel. Namun, Daniel masih berada di posisi yang sama bahkan ia tetap berdiri tegak tanpa bergeser satu centi pun.
"Serangan lemah!, hanya menang suara lantang saja" ejek Daniel tersenyum sinis sambil tangan kanannya menahan kepalan tinju Mario.
Wulan yang tadinya berteriak histeris tiba-tiba berubah menjadi terdiam terpaku, termasuk dengan saudaranya yang lain. Mereka tak menyangka jika serangan hebat dari Mario bisa di tangkap oleh Daniel dengan sangat mudahnya, dan kejadian tersebut membuat Leo tersenyum melihat kehebatan dari putranya itu.
"Ayah, Ibu, Kak, lihatlah putra kalian semakin hebat" batin Leo tersenyum.
"Kalian tidak perlu khawatir, Daniel kita sudah bukan bocah cengeng lagi, dia sudah tumbuh menjadi anak serta suami yang hebat bagi keluarganya" timpalnya tersenyum haru.
"Jika saja Kakak dan Kakak ipar berada disini, aku yakin kalian berdua pasti akan bangga melihat kedua putra kalian tumbuh menjadi sosok pria yang hebat" ucapnya lagi, dengan air mata yang secara tiba-tiba membasahi pipinya.
Mario sangat terkejut dengan apa yang terjadi, karena baru kali ini ada orang yang mampu menahan tinju kuat miliknya. Ia di buat sedikit bergetar saat melihat senyuman aneh dari sudut bibir Daniel, ia berusaha melepaskan tinjunya dari genggamannya Daniel, namun tak bisa walaupun ia menggunakan seluruh tenaganya.
"LEPASKAN TANGANKU BOCAH!" teriak Mario sedikit panik sambil terus memukuli tangan Daniel yang tengah mencengkram tangan kanannya.
Bukanya di lepas, Daniel justru mematahkan tangannya Mario yang tengah ia cengkraman itu dengan sangat mudah seakan mematahkan sebuah ranting pohon yang telah kering.
"ARKKKHHHHHHH!!!" teriak kesakitan terdengar begitu nyaring di ruangan yang bergema tersebut.
Setelah Daniel mematahkan tangannya Mario, ia langsung melepaskan genggamannya. Mario seketika langsung membungkuk sambil memegangi tangannya yang terasa sangat sakit.
"ARKKKHHHHHHH SIALAN KAU BOCAH!" teriak Mario langsung berdiri dan berniat untuk melakukan serangan berikutnya.
Akan tetapi, baru saja ia berdiri tegak. Ketika ia ingin bergerak maju untuk menyerang Daniel, secara cepat Daniel langsung menendang dagu Mario ke arah atas hingga membuat tubuhnya sedikit melayang di udara lalu tubuhnya Mario terjatuh ke lantai dan terseret di lantai tersebut.
Mario berguling-guling kesakitan sambil memegangi dagunya.
"ARKKKHHHHHHH!" teriak Mario kesakitan sambil berguling-guling memegangi dagunya.
Daniel berjalan santai dengan kedua tangannya ia masukkan ke saku celananya. Lalu ia menendang wajah Mario yang tengah berguling agar ia diam. Kemudian ia menduduki dada Mario agar ia tak bergerak.
"Menghina orang yang sudah merawat dan menyayangimu!" ucap Daniel sambil memukul wajah Mario.
"Membunuh kedua orang tuaku!" ucap Daniel lagi sambil memukul wajah Mario lagi.
"Demi keluarga!, akan ku musnahkan orang-orang yang mencoba menganggu nya" teriak Daniel dan terus memukuli wajah Mario tanpa henti sampai wajahnya berlumuran darah.
"Papa!!" teriak Marcel dan berusaha bangkit untuk menyelamatkan Mario yang tengah di siksa oleh Daniel.
Namun Gira tiba-tiba sudah ada di depannya, dan langsung menendang wajah Marcel hingga harus membuatnya tersungkur di lantai.
"Jangan pernah coba-coba untuk menggangu kesenangan King" tegur Gira bersilang dada.