Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
WULAN VS KEVIN


"Masuk!" ucap Daniel dari dalam ruangan


Saat Kevin membuka pintu, betapa terkejutnya dia melihat seorang wanita yang sedang tertidur pulas dalam pangkuan Daniel.


Daniel mengisyaratkan untuk tidak berisik melalu jari telunjuk yang ia tempel di bibir agar wanita yang tengah tertidur pulas itu tak terganggu tidurnya.


"Jadi Kakak ipar selalu begitu Kak?" tanya Kevin dengan suara yang pelan


"Semenjak hamil dia jadi manja gini seperti anak kecil" jawab Daniel santai sambil membelai-belai kepala Leny dengan lembut seperti menimang anak kecil


Kevin mengangguk dan tidak mempertanyakan lebih dalam lagi tentang sang Kakak ipar. Tujuan ia datang adalah untuk memulai pekerjaannya.


"Lalu apa pekerjaan pertamaku?" tanya Kevin semangat


"Hahaha, semangat sekali" ucap Daniel senang


"Kamu hanya mengurus apa yang akan aku kerjakan, jadwal meeting, dan satu hal yang paling penting!" timpal Daniel serius


"Apa itu Kak?" tanya Kevin tak kalah serius


"Mencari informasi tentang Petir Hitam, kita harus cepat mengetahui kandang mereka. Aku sudah meminta Fauzi, namun baru kali ini dia merasa kesulitan menemukan tentang Petir Hitam itu, aku tak tega melihatnya sampai stress begitu" jawab Daniel serius


"Kau dan Fauzi ahli dalam mencari informasi yang tersembunyi sekalipun. Jadi aku memintamu untuk melakukannya" timpal Daniel


"Kalau untuk masalah yang itu, aku akan dengan senang hati mencarinya Kak. Aku juga sudah tak sabar ingin segera membumi hanguskan mereka semua Kak" jawab Kevin tersenyum sinis


"Bagus!" Daniel tak kalah sinis


Leny yang tengah asyik menikmati mimpi indahnya dalam pangkuan sang Suami sedikit terganggu karena suara Daniel yang begitu menggema di lubang telinganya.


Perlahan Leny membuka matanya dan mendongakkan kepalanya, terlihat wajah tampan sang Suami yang tengah fokus menatap lurus seperti serius berbicara dengan seseorang.


Daniel yang belum menyadari jika sang istri cantiknya itu terbangun. Ia merasa seperti kepala Leny sudah tak berdasar pada dadanya, dan benar saja, saat Daniel menatap sang istri, ternyata dia telah terbangun dari mimpinya dan tengah serius menatap wajah Daniel dengan khas seperti seseorang yang baru bangun tidur.


Daniel di buat gemas dengan wajah imut dari sang istri sahnya itu. Tanpa memperdulikan Kevin yang tengah berdiri di depannya, ia langsung menghujani beberapa ciuman pada seluruh wajah sang istri.


Leny tersenyum dan merasakan geli di wajahnya karena bibir nakal sang suami yang khususnya hanya untuk dirinya itu.


"Kenapa bangun sayang?" tanya Daniel tersenyum


"Kamu berisik, suara kamu terlalu bergema di telingaku" jawab Leny dengan nada manja dan membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya


Daniel merasa gemas dengan sikap manja istri cantiknya itu, dia terus membelai kepala Leny yang tengah asyik memeluk dirinya dan sesekali menciumi pucuk kepalanya.


"Ehkem!" Kevin menegur mereka


"Jangan bermesraan di depan yang jomblo dong" protes Kevin


Leny terkejut ternyata sedari tadi ada orang yang sedang memperhatikan dirinya tengah asyik duduk di pangkuan sang Suami. Leny melihat asal suara dan membuatnya terkejut bercampur malu karena kegep sedang berprilaku manja pada Suami sahnya itu.


"E..eh Kevin?" tanya Leny kikuk karena malu


"Halo Kakak ipar" sapa hangat dari Kevin


Leny langsung bangkit dari pangkuan sang Suami dengan wajah yang memerah karena malu. Dia menetralkan wajah malunya dan bersikap seolah tak terjadi apa-apa, toh dia juga sedang bermanja-manja dengan Suami sendiri, buat apa harus takut?, sepertinya itulah isi batin Leny.


"Kamu sudah lama berada di sini?" tanya Leny seolah melupakan hal memalukan itu.


"Ya lumayan lah Kak" jawab Kevin santai dengan sebuah senyuman penuh arti


"Du..duduk dong" ucap Leny gugup


Kevin sedikit tertawa kecil dan menarik sebuah kursi yang berada di depannya lalu duduk di atasnya.


"Sudahlah Kakak ipar tak perlu malu seperti itu" ucap Kevin yang tau kalau Leny tengah menahan malu itu.


"Suami Kakak memaksaku untuk bekerja di sini" ucap Kevin mengadu seolah meminta pembelaan dari Kakaknya.


Leny mengerutkan keningnya "mengapa kamu terpaksa?"


Kevin menghela nafasnya dan menjawab "Suami Kakak mengancamku, jika aku tak mau bekerja untuknya, maka dia akan menentang aku untuk mendekati Wulan" Kevin dengan wajah memelasnya


"Kamu suka pada Wulan?" tanya Leny sedikit terkejut


"Iya Kak hehehe" Kevin menggaruk tengkuk lehernya


"Tapi Wulan sepertinya sangat membencimu dan selalu menghindar saat ada kamu" tanya Leny bingung


"Itu karena dia selalu menggoda dan menggangu Adikmu itu" kali ini Daniel yang menjawab sedangkan Kevin hanya tersenyum kikuk


"Ckckck" Leny menggelengkan kepalanya melihat Kevin


"Kalau suka, di uangkapkan dong!. Jangan malah menggodanya hingga membuatnya sampai kesal terhadap dirimu" Leny memberi nasehat


"Hehe, habisnya lucu Kak melihatnya ketika sedang marah. Apa lagi melihat wajahnya ketika menahan emosi, membuatku semakin gemas saja dengannya" jawab Kevin tersenyum mengenang dirinya yang tengah di omelin oleh Wulan.


"Ya aku sih terserah kalian aja, asal kamu jangan membuat dia sampai sakit hati. Jika itu terjadi, maka kau akan habis di telan Kakaknya dan tentu saja kau akan berurusan denganku" ancam Leny menatap Daniel


"hahaha, ampun Kak ampun" jawab Kevin memohon ampun dengan wajah melasnya


"Aku bersyukur Wulan bahagia bersama kalian. Waktu dulu ketika aku mendengar kisah suram dari gadis itu, aku merasa sangat sedih dan kasian kenapa nasibnya sampai seburuk itu. Sejak saat itu aku sudah berjanji pada diriku, aku harus menjaga dan membahagiakan dia" ucap Kevin.


"Tapi kau justru malah membuatnya bad mood dan selalu kesal padamu" ejek Daniel


"Hahaha, itu salah satu bentuk dari rasa cintaku padanya Kak" jawab Kevin tak terima


Ternyata diluar ruangan Daniel ada seorang wanita yang tengah mendengar obrolan mereka dari balik pintu, terukir senyuman indah serta air mata bahagianya karena mendengar pernyataan dari seorang lelaki dari dalam ruangan itu.


Wanita itu menyeka air matanya dan mengatur nafasnya sebelum masuk kedalam ruangan yang berada didepannya itu.


Tanpa mengetuk pintu, ia langsung membuka handle pintu dan membuat tiga orang yang tengah asyik bercanda itu sedikit terkejut melihat sosok wanita yang tiba-tiba menyelonong masuk tanpa permisi.


"Kau?!" ucapan pertama kali dari mulut Wanita itu menunjuk Kevin.


"Buat apa kau di kantor Kakakku hah?!, buat kotor saja kau di sini!" ucap Wanita itu.


Sebenarnya dia sudah tau kalau Kevin ada di dalam, namun wanita itu hanya ingin berperang saja seperti biasa yang mereka lakukan ketika mereka bertemu.


"Halo kucing kecilku" sapa Kevin tersenyum manis sedangkan wanita itu hanya memutar bola matanya jengah mendengar ucapan dari pria tampan yang berada di depannya itu.


"Kak, untuk apa lelaki sok tampan ini berada di kantormu?, dia akan membuat suasana kantor menjadi buruk nantinya" protes Wulan menatap sinis ke arah Kevin seperti menebarkan bendera perang.


Ya wanita itu adalah Wulan, sosok wanita yang membuat Kevin jatuh cinta dan tergila-gila pada si kucing kecilnya itu.


"Kamu suguh tega nona cantik, kau membuat hatiku hancur. Jika ini bukan di ciptakan oleh Tuhan, pasti ini sudah hancur berkeping-keping karena olehmu" ucap Kevin dengan wajah sedihnya yang sengaja dibuat-buatnya sambil memegangi dadanya


"Oooo.. gampang, tinggal ganti pake hati kambing aja" jawab Wulan sinis


"Wulaaannn..." tegur Leny lembut


"Hmpk!" Wulan membuang muka dan menyilangkan kedua tangannya.


"Apa yang membuat kamu kemari Adikku sayang?" tanya Daniel


"Tentu saja untuk menemuiku Kak" jawab Kevin percaya diri


"Eh!, ekor cicak! kau diam ya!, dan jangan terlalu percaya diri" ucap Wulan tak terima


Sedangkan Daniel dan Leny hanya menggeleng saja melihat kedua sejoli yang berada di depannya itu..