Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
LENY DAN WINDY


"Kamu yakin bisa menghabiskan semua itu?" tanya Windy panik


Namun Leny hanya menjawab dengan senyuman manis saja, sedangkan Daniel menggelengkan kepalanya..


Setelah menunggu 15 menit, akhirnya pesanan mereka sampai juga. Mata Leny berbinar-binar melihat makanan lezat yang ada di depan matanya.


Daniel tersenyum lalu membelai rambut istrinya, dia sangat bahagia melihat Leny. Walaupun sedang mengandung, namun ***** makannya tidak berkurang justru malah bertambah. Anak mereka benar-benar tidak menyusahkan bundanya.


"Ayo makan dong, jangan di liatin terus" ucap Leny


"Haha, ini yang lapar mamanya atau anaknya?" ejek Riski


"Ets...jangan panggil mama, panggil b..u..n..d..a!" ucap Leny kesal


"Hehe iya siap bunda" jawab Riski memberi hormat


"Win, suamimu semenjak menikah dan pulang dari Hawaii kok makin gesrek ya?" ucap Daniel menahan tawa


Windy hanya terkekeh mendengar perkataan Daniel barusan


"Hehehe"


"Apa jangan-jangan kamu memberinya susu basi" bisik Daniel lalu tertawa terbahak-bahak


Windy melotot mendengar perkataan Daniel tadi, dia paham apa yang dimaksud oleh suami dari sahabatnya itu. Leny yang melihat Windy sepertinya itu menjadi bingung.


"Win, Win, Windy!" ucap Leny memanggil Windy berulang kali


Windy terkejut lalu menatap Leny dengan senyuman kikuk


"Eh.. ada apa?"


"Makan, malah bengong" ucap Leny kesal


Riski mengelus kepala Windy dan berkata


"Kamu kenapa sayang?"


Windy menggelengkan kepalanya


"Tidak apa sayang"


Kedua pasangan romantis itu melahap makanannya, terlihat Leny begitu sangat semangat menyantap hidangan miliknya. Setelah selesai steak yang ia habiskan, dia melanjutkan menyantap nasi goreng seafood kesukaannya.


Leny melihat Daniel yang sedang menikmati makanan miliknya, dengan senyuman manis seperti memberikan sesuatu kode kepada sang suami. Daniel menghela nafasnya lalu mengambil piring Leny yang masih berisikan makanan kesukaannya, Daniel mengambil nasi goreng dengan sendok lalu menyuapkan pada istri tercinta.


Windy dan Riski hanya menggeleng saja melihat sifat manjanya Leny, senyuman manis terukir pada wajah indah keduanya.


Melihat sahabatnya bahagia menjadi istri Daniel membuat Windy bersyukur, meski awal pertemuan mereka sangat lucu, namun sekarang mereka sudah menjadi pasangan yang sangat dilanda kebahagiaan. Ditambah sebentar lagi Leny dan Daniel akan segera memiliki momongan, pasti kebahagiaan mereka berdua semakin besar nantinya.


Makan malam mereka sangat romantis dan di temani dengan alunan musik yang indah, membuat suasana mereka semakin bahagia. Kedua lelaki hebat itu memperlakukan istrinya dengan sangat manis, walau terkadang mereka sering mendapatkan amukan dari sang istri. Tapi bagi mereka itu hanya merupakan sebuah lelucon saja.


Setelah selesai makan, mereka menyaksikan pertunjukan musik yang sangat nyaman di telinga mereka. Leny dan Windy saling pandang satu sama lain, terlihat wajah yang sangat bahagia dari kedua wanita cantik itu.


Daniel tersenyum menatap Leny, dia membelai kepala Leny dengan lembut dan mencium keningnya lalu berdiri, dia melangkahkan kakinya menuju panggung yang berada didepan mereka, lalu membisikkan sesuatu kepada pemain band yang mereka sewa.


Daniel tersenyum menatap Leny yang sedang terduduk manis di depannya, kemudian dia mengalungkan gitar yang berada di sampingnya lalu duduk sambil memegang tiang microphone dan menatap istri cantiknya itu.


"I want to give a song to my most beautiful wife who is sitting there. Leny Syahputra, this song is special for you"


("Aku ingin memberikan sebuah lagu untuk istriku yang paling cantik yang sedang duduk disana. Leny Syahputra, lagu ini spesial untukmu") ucap Daniel tersenyum manis


Leny sangat senang melihat suaminya begitu romantis untuknya. Tanpa disadari air matanya menetes karena terharunya dirinya.


"Suamiku, terimakasih.. Aku sangat bahagia" ucap Leny tersenyum


Petikan gitar mengawali intro lagu yang akan di persembahkan untuk sang istri, Daniel begitu mahir memainkan gitarnya, membuat Windy tersenyum dan Riski memberi siut-siut untuk sahabatnya.


Daniel menyayikan lagu ungu band yang berjudul "Dirimu satu"


"I will always love you kekasihku


Dalam hidupku hanya dirimu satu


I will always need you cintaku


Selamanya takkan pernah terganti


Ku mau menjadi yang terakhir untukmu


Ku mau menjadi mimpi indahmu


Cintai aku dengan hatimu


Sayangi aku dengan kasihmu


Seperti aku menyayangimu


I will be the last for you


And you will be the last for me


I will always love you kekasihku


Dalam hidupku hanya dirimu satu


Ku mau menjadi yang terakhir untukmu


Ku mau menjadi mimpi indahmu


Cintai aku dengan hatimu


Sayangi aku dengan kasihmu


Seperti aku menyayangimu


I will be the last for you


And you will be the last for me


I will be the last for you


And you will be the last for me"


Suara indah keluar dari mulut Daniel, begitu merdu masuk kedalam telinga mereka. Windy melihat Leny, dia tersenyum melihat sahabatnya sangat bahagia. Terlihat mata Leny yang berkaca-kaca menyaksikan alunan musik yang diberikan Daniel hanya khusus untuknya.


Setelah lagu selesai, Daniel meletakkan gitarnya di bawah. Leny melangkah mendekati Daniel, dengan perasaan yang sangat bahagia. Dengan segera Leny langsung memeluk suaminya yang begitu romantis padanya.


"Terimakasih suamiku, aku sangat mencintaimu" ucap Leny menangis haru


Daniel melepaskan pelukannya, dia menatap Leny dengan senyuman, Daniel menghapus air mata Leny dengan jemarinya lalu mencium keningnya dan memeluknya lagi.


Windy dan Riski berdiri dan memberikan tepuk tangan yang sangat meriah untuk pasangan Syahputra itu. Sampai Windy meneteskan air matanya melihat Leny yang bahagia dalam pelukan Daniel.


Windy memeluk lengan Riski dengan erat, karena dia juga sangat bahagia bisa menjadi istri dari Riski.


Daniel dan Leny berjalan dengan Leny yang menggandeng lengan Daniel, mereka menghampiri Windy dan Riski. Windy langsung memeluk Leny dan mereka berdua menangis bahagia.


Riski menepuk pundak Daniel dan berkata


"Gila coy, bisa juga kau melakukan hal yang romantis"


Daniel tersenyum menatap Riski dan mengangkat kedua bahunya.


Leny kembali memeluk Daniel, dia tidak bisa mengatakan apa-apa untuk mengungkapkan rasa bahagianya malam ini, hanya air mata bahagia yang bisa menjawabnya.


Windy juga memeluk lengan Riski sambil menatap Daniel dan Leny. Ada rasa yang sedikit iri melihat kebahagiaan mereka, karena Riski tidak menyanyikan sebuah lagu untuknya.


Namun dia tetap bahagia, karena menurutnya Riski punya cara sendiri untuk membahagiakan dirinya.


Riski mengeluarkan kotak kecil dari dalam sakunya, terlihat sebuah kalung yang begitu indah. Kemudian dia mengalungkannya ke lehernya Windy.


Windy tersenyum dan langsung memeluk Riski dengan erat. Terdengar isakkan tangisnya dalam pelukan Riski.


"Terimakasih kasih sayang, aku cinta kamu" ucap Windy


Riski melepaskan pelukannya dan berkata


"Kamu suka?"


Windy mengangguk dan Riski mencium keningnya lalu kembali memeluk Windy.


Malam yang begitu indah untuk mereka berempat, terutama untuk kedua wanita cantik itu. Daniel dan Riski memperlakukan mereka dengan sangat romantis. Windy dan Leny merasa sangat beruntung bisa menjadi istri mereka, selain tampan ternyata mereka begitu romantis...