Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
PENGANTIN BARU SUDAH PULANG


Alvin yang di perintahkan oleh Daniel untuk menetap dan bekerja di rumah sakit milik Daniel pun harus segera mengurus segala keperluan untuk dirinya agar bisa segera menetap di Indonesia lagi.


Hari ini juga Dion dan sang istri juga akan kembali ke Indonesia setelah sekian lama berlibur. Saat Dion mendengar kabar kalau saudara kembarnya mengalami luka yang sangat parah bahkan sampai kritis, pikirannya menjadi tak karuan dan terus mengkhawatirkan keadaan saudaranya itu.


Dion juga belum mendapatkan kabar terbaru tentang keadaan Daniel yang sebenarnya sudah mulai pulih. Oleh sebab itu Dion dan Ayu memutuskan untuk segera kembali ke Indonesia.


Di dalam pesawat ia terus kepikiran tentang keadaan saudara kembarnya itu, sangking khawatirnya, ia sampai tidak bisa berfikir dengan jernih dan sampai lupa untuk mengubungi keluarganya yang berada di Indonesia.


Sedangkan keadaan Daniel sudah 100% dinyatakan sehat oleh Alvin, dan sudah bisa beraktivitas seperti biasa yang ia lakukan di kantornya. Jika Dion tau kalau Daniel sudah sembuh dan tidak memberi kabar padanya, mungkin mereka akan berperang akibat Daniel tidak memberi tahu kabar tentang dirinya.


"Semoga aja kak Daniel baik-baik saja" gumamnya dengan wajah yang nampak khawatir.


Ayu yang mengerti bahwa pria yang duduk di sampingnya yang kini sudah menjadi suaminya itu dalam keadaan yang sangat risau, ia pun mencoba menenangkannya dengan menggenggam jemarinya dan bersandar pada pundaknya Dion.


"Kamu tenang saja sayang, aku yakin kakak ipar akan baik-baik saja" ucap Ayu mencoba menenangkan sang suami.


"Aku sangat mengkhawatirkannya sayang" jawab Dion dengan wajah sedihnya.


"Tapi kenapa aku merasa kalau dia sudah baik-baik saja ya?" timpalnya lagi bertanya.


"Ya semoga saja Daniel memang sudah sembuh" tambah Ayu menyemangati.


"Jika dia sudah sembuh, kenapa tidak memberi kita kabar?" tanya Dion penasaran.


"Apa mungkin dia sudah melupakanku?" timpalnya lagi.


"Apa yang kamu pikirkan sayang, tidak mungkin dia melupakan saudaranya sendiri. Apa lagi kalian hanya dua bersaudara" ucap Ayu.


"Aku juga sudah sangat merindukan Damin. Pasti dia semakin imut dan menggemaskan" timpal Ayu yang sudah tak sabar ingin segera menggendong keponakannya itu.


"Iya aku juga sayang. Semoga aja Damin tidak salah orang saat melihat aku dan Ayahnya sedang bersama" tambah Dion sedikit tertawa membayangkan jika sang keponakan sampai salah mengenali Ayah kandungnya sendiri.


_______________________________


Daniel tengah sibuk berperang dengan layar pada laptopnya, karena ia sudah hampir 1 bulan tidak hadir ke kantor karena kecelakaan yang ia alami beberapa waktu yang lalu.


Banyak pekerjaan yang sudah menumpuk di dalam laptopnya, walaupun sudah di ambil alih oleh Riski, namun pekerjaan itu seakan tak ada habis-habisnya.


"Haduh, banyak banget sih!. Pusing-pusing" keluh Daniel sembari memijat pelipisnya yang menegang.


Tiba-tiba pintu ruangan Daniel terbuka. Tanpa mengetuk pintu dan permisi, masuklah seorang wanita sambil menggendong seorang bayi laki-laki yang sangat tampan dan mirip dengan Daniel.


Daniel menoleh ke depan, dan sedikit terkejut karena sang istri datang tanpa memberi kabar terlebih dahulu.


"Bunda?, Damin?" ucap Daniel sedikit terkejut.


"Yayah, Yayah" panggil Damin.


"Kenapa selalu Ayah yang kamu sebut sayang?, coba sekali-kali kamu panggil Bunda gitu" ucap Leny sedikit iri karena sang putra hanya bisa memanggil kata Ayah.


"Kenapa kalian kemari tanpa memberi tahu Ayah" tanya Daniel yang sudah mengambil alih untuk menggendong sang putra.


"Kan biar surprise Ayah" jawab Leny tersenyum.


"Damin juga sewaktu di rumah terus memanggil-manggil Ayahnya, jadi Bunda memutuskan untuk ke kantor" timpalnya sembari mengelus pipi sang putra.


"Iya kah?, Damin rindu Ayah ya?" tanya Daniel dan langsung menciumi sang putra sampai membuat Damin kegirangan.


"Haha. Bunda kamu minta Ayah cium sayang" ucap Daniel berbicara pada sang putra.


Kemudian dengan perlahan Daniel langsung menciumi seluruh wajah sang istri tanpa terlewatkan satupun dari tubuh sang istri, sampai membuat Leny tersenyum senang.


Ternyata di balik pintu ruangan, sudah ada seorang pria yang sedari tadi menyaksikan adegan romantis itu, dan pria itu hanya tersenyum sambil menggeleng saja.


"Wah enak banget yang sudah menikah dan punya anak" ucap pria itu dan membuat Leny dan Daniel sedikit terkejut.


"Makanya menikah, jangan memikirkan orang lain saja" tegur Daniel mengejek, sedangkan pria itu hanya terkekeh sambil menggaruk tengkuknya.


"Apa kau masih berhubungan dengan wanita itu?" tanya Daniel, dan pria itu hanya menggeleng saja.


"Tidak tuan. Aku sudah tidak berkabar dengannya lagi" jawab pria itu yang tidak lain adalah Alvin.


"Siapa Ayah?, apa Alvin pernah berpacaran selain dengan Aisyah?" tanya Leny penasaran.


"Tanyakan saja pada orangnya Honey, Ayah tidak mau ikut campur. Ayah hanya ingin membantunya saja" jawab Daniel tersenyum


"Siapa Alvin?" tanya Leny semakin penasaran


"Itu sudah lama nona, dia wanita cantik keturunan China-Indonesia" jawab Alvin.


"Siapa namanya?" tanya Leny lagi


"Chelsea" jawab Alvin tersenyum pahit


"Oo.." ucap Leny yang sudah tak ingin menanyakan itu lagi karena melihat raut wajah Alvin seakan tak ingin membahasnya lagi.


"Mau apa kau datang kemari?" tanya Daniel


"Mau minta makan" jawab Alvin memutar bola matanya jengah


"Ya mau mengurus berkas perpindahan praktek lah. Kan kau menyuruhku untuk mengabdi pada rumah sakit milikmu, makanya aku kesini untuk meminta tanda tangan darimu" timpalnya.


___________________________


Sore hari pun tiba. Pesawat yang di tumpangi oleh pengantin baru itu juga sudah mendarat mulus di bandara Soekarno-Hatta. Karena Dion dan Ayu pulang tanpa memberi kabar pada keluarga mereka, jadi mereka berdua tidak ada yang menjemput, biarlah menjadi kejutan untuk keluarganya pikir mereka.


"Ayo sayang, kita langsung ke rumah kak Daniel saja. Semoga dia sudah di rumah" ajak Dion menggandeng tangan sang istri.


"Iya suamiku" jawab Ayu tersenyum.


Sebuah Taksi yang di pesan oleh Ayu melalui aplikasi juga sudah tiba setelah mereka keluar dari bandara. Dengan buru-buru sang supir taksi tersebut membantu pasangan itu membawa kopernya ke dalam mobil dan segera menuju ke rumah Daniel seusai yang sudah di pesan oleh Ayu tadi sewaktu di aplikasi itu.


"Pak, kalau bisa cepat ya" pinta Dion.


"Baik pak, saya ushakan kalau tidak macet" jawab sang supir dengan sopan.


Daniel juga sudah meminta pada Dion dan Ayu untuk tinggal di rumahnya saja mengingat rumahnya yang begitu besar dan banyak kamar kosong yang tidak di tempati.


Awalnya sang Ayah mereka Leo ingin membelikan sebuah rumah untuk Dion dan juga Ayu, namun di larang oleh Daniel karena Daniel sudah menyuruh adiknya untuk tinggal bersamanya saja.


Dua jam sudah berlalu, dan taksi online yang di tumpangi oleh Ayu dan sang suami juga sudah sampai di halaman kediaman Daniel. Karena tidak memberi tahu kalau mereka pulang, jadi Wulan yang tengah asyik duduk sendiri di teras rumah itu terkejut saat melihat ada dua orang yang sangat ia kenali sudah pulang.


"Kak Ayu?, Kak Dion?" ucap Wulan yang langsung berdiri dari duduknya karena terkejut melihat kepulangan Dion dan Ayu.