Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
BERLATIH


Tanpa sepengetahuan Daniel, ternyata paman Leo membawa beberapa barang elektronik (hp, laptop, PC) dengan spesifikasi tertinggi


"Paman itu untuk siapa?" tanya Daniel


"untuk kamu anakku", paman Leo tersenyum


Kemudian bibi Rani menyela pembicaraan mereka dan ia berkata


"PS nya mana suamiku?" tanya bibinya mengerutkan keningnya


"Paman, bibi. sudah itu saja sudah cukup buatku, bahkan terlalu berlebih" timpal Daniel


Dan Daniel mengajak ayah dan ibu barunya untuk pulang


"Ayah, ibu. sudah ayo kita pulang aku sudah lelah" ucap Daniel lemas


Mendengar ucapan barusan paman dan bibinya pun terkejut bahagia


"Apa yang kamu bilang td sayang?" tanya Rani tersenyum


"Ayah dan Ibu" jawab Daniel tersenyum


*Anakku" Rani dan Leo memeluk Daniel


"Yaudah ayo pulang ayah ibu" ucap Daniel


"Iya ayo sayang" jawab Rani


Mereka pun kembali kerumah dengan perasaan gembira


Sesampainya di rumah, Daniel pamit istirahat ke pada orang tua barunya


"Ayah, ibu.. Daniel ke kamar dulu ya, capek mau istirahat" ucap Daniel lesuh


"Iya sayang" Rani mencium pipi Daniel


Daniel berjalan ke kamar, dan mendudukkan dirinya di atas tempat tidur


"Huffhh, banyak sekali pemberian ayah dan ibu, tapi aku berterimakasih kepada Tuhan karena memiliki paman dan bibi yang menyayangiku seperti anaknya" perasaan Daniel sangat bahagia


Kemudian Daniel tertidur sampe malam


Malam hari jam makan malam, Rani mengetuk pintu kamar Daniel


"Tok tok *suara mengetuk pintu*, Daniel sayang bangun nak, ayo kita makan malam dulu, ibu sudah masak masakan yang spesial untuk kamu


"Iya bu sebentar" jawab Daniel


Daniel membuka pintu kamar (krek)*suara pintu terbuka* "ayo bu" ajak Daniel meraih tangan ibunya


"Ayo sayang" Rani tersenyum bahagia


Mereka bertiga makan malam, dan setelah selesai makan malam, Leo mengatakan sesuatu ke pada Daniel


"Daniel, besok kamu ikut ayah ya" ucap Leo


"kemana yah" tanya Daniel


"*Assassin dark shadow*" Daniel bertanya dalam hati


"Itu kelompok apa ayah?" tanya Daniel


"Kelompok pembunuh bayaran" jawab Leo


"Hah!. kelompok pembunuh?, berarti menjadi orang jahat dong ayah?" tanya Daniel ketakutan


"tidak nak, ini kelompok pembela yang lemah" Leo menjelaskannya


"Baiklah ayah, Daniel akan menurutinya"


Ketika asyik mengobrol, tiba tiba sang ibu datang


"Apa yang kalian bicarakan? sepertinya serius" tanya Rani


"Sepertinya Daniel akan segera menggantikan posisiku" jawab Leo


Mendengar perkataan suaminya, Rani pun sedikit keberatan


"Bukankan masih terlalu kecil untuk Daniel suamiku?" tanya Rani cemas


"Sebab itulah aku akan melatihnya dari sekarang" jawab Leo


Lalu Rani menatap Daniel dengan wajah sedih, melihat ekspresi dari ibunya itu Daniel pun menenangkan ibunya


"Ibu.. ibu tenang saja, Daniel akan baik-baik saja kok" ucap Daniel mencium pipi ibunya


"Iya sayang, ibu selalu mendoakan mu" memeluk Daniel


Waktu pun menunjukan pukul 22.00 dan Daniel pun pergi ingin tidur


"Kalau begitu Daniel permisi mau tidur ya" ucap Daniel berdiri


kemudian Daniel mencium pipi kedua orangtuanya itu, laku pergi ke kamar untuk istirahat


Di dalam kamarnya Daniel terus kepikiran tentang yang di katakan ayahnya tadi


"Apa aku bisa menggantikan posisi ayah?" Daniel terbaring menatap langit kamar


"Ah sudahlah aku harus bisa, demi membalas semua kebaikan ayah dan ibu baruku" dan Daniel pun tertidur


Di pagi hari yang cerah, Daniel dan Leo pun bersiap-siap untuk pergi ke tempat latihan dark shadow.. Daniel pamit ke ibunya


"Ibu Daniel berangkat ya" ucap Daniel memegang tangan ibunya


"Iya sayang, kamu hati-hati ya" jawab Rani dan mencium Daniel


"Ayah.ayah jaga anak kesayangan ibu ini ya, jangan sampai kenapa-kenapa" ucap Rani mengerutkan keningnya


"Iya Bu iya", jawab Leo tersenyum


Setelah selesai berpamitan, Daniel dan ayahnya berangkat ke dark shadow