Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
PELURU VS PISAU


Sudah sekitar 2 bulan Dion dilatih oleh sang kakak. Dan benar saja, Daniel begitu keras melatih adiknya, namun Dion tak pernah mengeluh. Karena dia sudah bertekad untuk membalas kematian keluarganya bersama sang kakak, dia tak mau Daniel menanggung beban berat itu sendirian.


Hari ini juga hari kebahagiaan untuk keluarga kecil milik Daniel. Mereka merayakan acara syukuran usia kandungan Leny yang menginjak 7 bulan.


Banyak kerabat yang datang, Rian dan Fauzi beserta keluarga mereka pun ikut merayakan hari bahagia dari pemimpin mereka.


Hubungan Dion dan juga Ayu sudah semakin dekat, namun Dion tidak berani untuk mengungkapkan perasaannya, begitu juga dengan Ayu. Mungkin nanti akan di bantu oleh Daniel dan Leny untuk memperjelas hubungan Dion dan Ayu.


"Terimakasih untuk kalian semua yang bersedia untuk merayakan hari bahagia antara aku dan juga Istriku" ucap Daniel saat di atas podium


Terlihat kedua orangtua mereka sangat bahagia dan sudah tak sabar untuk menunggu kelahiran cucu pertama mereka.


Tak lupa juga mereka mengundang anak yatim-piatu dari berbagai panti asuhan di dekat mereka tinggal.


Daniel memang sangat dermawan dan juga terlalu baik untuk seorang ketua Dark Shadow. Tapi jangan coba-coba untuk mengusik keluarganya jika masih sayang nyawa.


Setelah acara syukuran selesai dan para tamu yang di undang sudah pada pulang kerumah masing-masing. Kini hanya tinggal keluarga mereka saja yang masih berada di kediaman Daniel.


"Jadi tuan muda Dion sudah semakin hebat?" tanya Rian


"Ah kakak, jangan memanggilku seperti itu, aku merasa seperti hebat saja. Panggil Dion saja, hehehe"


"Jadi bagaimana hubungan kalian kak?" goda Fauzi kepada Dion dan Ayu


"Ya seperti yang kamu lihat" jawab Dion santai


"Memang fotocopy dari Daniel" jawab Anna


"Hahaha" mereka semua tertawa


________________________________________________


Seminggu kemudian, Daniel dan Dion berkunjung ke makam kedua orangtua mereka dan juga sang Nenek.


Daniel dan Dion membersihkan makam orang yang mereka cintai itu dan tak lupa juga menaburkan bunga untuk menghias makam mereka.


"Ma, Pa, kami sudah bertemu" ucap Daniel memegang nisan kedua orangtuanya


"Dan sebentar lagi kalian akan memiliki seorang cucu" timpal Daniel


Dion berdiri di belakang Daniel dan memegangi pundak sang kakak untuk memberikan ketenangan.


Air mata Daniel perlahan jatuh dan membasahi makam sang Mama. Dion terus menenangkan sang kakak meski air matanya juga ikut menetes.


"Pa, aku akan membalaskan kematian kalian. Aku akan membuat mereka masuk neraka" ucap Daniel tegas


"Nek, nenek bahagia kan di sana?. Daniel harap kalian bisa berkumpul bersama kakek di surga sana" ucap Daniel.


Daniel dan Dion menumpahkan segala keluh kesahnya pada ketiga makam di depan mereka, tak lupa juga Daniel sering menceritakan kisah cintanya pada mereka. Tergambar senyuman indah pada wajahnya.


Dion senang melihat kakaknya sudah menemukan kebahagiaannya, meski Dion sudah mencintai Ayu, tapi dia masih belum berani mengungkapkan rasa cintanya. Cukup perhatian dan kasih sayang yang ia berikan seperti perlakuan Papa terhadap Mamanya dulu.


"Ayo kak, kita pulang" ajak Dion menyentuh pundak Daniel


"Ma, Pa, Nek. Daniel dan Dion pamit ya, aku akan menjaga mereka" ucap Daniel


Daniel dan Dion melangkah keluar menuju mobil dan ingin pergi ke sebuah mall untuk membeli perlengkapan bayi sebagai kejutan untuk sang kakak ipar, itu pun di paksa oleh Dion.


"Ada-ada aja kamu ini" ucap Daniel kesal


"Aku kan mau memberikan hadiah untuk calon keponakanku sih kak" jawab Dion ketus


"Yalah yalah" Daniel berjalan dengan langkah yang malas untuk memenuhi permintaan sang adik


Wajar dia malas, karena dia sudah merindukan istri dan calon bayi yang masih berada dalam perut sang istri. Namun karena paksaan dari sang adik, mau tak mau ia harus menemaninya.


"Ayu lagi sibuk kak, banyak pasien. Mungkin nanti siang aku akan makan siang bersamanya"


"Yaudah ayo, biar cepat pulang" ucap Daniel mempercepat langkahnya menuju mobil


"Tunggu kak" teriak Dion mengejar sang kakak


Tanpa mereka sadari ternyata ada pasang mata yang memperhatikan mereka sedari tadi.


"Bos, aku sudah mengikuti pergerakan target kita, tapi aku tak tau yang mana orangnya. Karena sepertinya mereka saudara kembar" ucap orang menelepon bosnya


"Bagus, ikuti terus!. kalau perlu lenyapkan keduanya!" jawab sang bos


"Baik bos!" orang misterius itu mematikan ponselnya dan menuju mobil untuk mengikuti Daniel.


Di perjalanan Dion terus menyeritakan kedekatan hubungan dia dan Ayu. Daniel hanya menjadi pendengar saja sembari fokus menyetir.


"Kak, aku ingin melamarnya" ucap Dion serius


"CHIIITTTTT" (Daniel mengerem mendadak)


"Kamu yakin?" tanya Daniel terkejut dan hanya di balas anggukkan kepala.


"Bagus!, kakak iparmu akan senang mendengar ini" timpal Daniel dan melaju mobilnya kembali.


Sesampainya di parkiran mall, Dion langsung menyeret Daniel untuk segera masuk kedalam. Dia sudah tak sabar untuk memborong semua perlengkapan untuk calon keponakannya itu.


Banyak orang yang menatap heran keduanya, dan banyak juga wanita yang kagum melihat ketampanan keduanya.


"Lihat, lihat. Ada lelaki kembar yang tampan" ucap salah satu wanita


"Aku ingin memiliki salah satunya" timpal wanita lain.


"He!, hayalanmu terlalu tinggi!, lihat itu wajahmu seperti pantat wajan!. Sadar diri chin" jawab temannya kesal


"Hay tampan" sapa salah satu wanita di depan mereka


Dan hanya dibalas senyuman oleh mereka berdua.


"Wah senyumannya, meleleh diriku" ucap para wanita yang melihat senyuman Daniel dan Dion


Di puncak gedung sebelah mall, ternyata sudah ada orang yang sudah menggunakan snipernya dan di arahkan ke arah Dion.


"FUSHHH" (Suara tembakan yang sudah menggunakan peredam suara)


Karena indera pendengaran Daniel yang sangat tajam, dan hanya dia yang bisa mendengar seperti ada sesuatu yang terbang mengarah ke arah Dion. Dengan refleks Daniel, dia langsung menarik tubuh Dion berjongkok, dan peluru yang di tembakan oleh si penembak mengenai pintu kaca mall.


"TRANGGGKKK" ( Pintu yang terbuat dari kaca hancur lebur)


Akibat insiden tersebut, menyebabkan kepanikan untuk para pengunjung mall tersebut. Banyak suara jeritan dari para orang-orang di sekitar tempat kejadian, dan mereka pada berlarian, dan ada juga yang hanya menjongkok karena terlalu takut untuk berlari.


"FUSHHH" (Tembakan kedua di luncurkan)


Daniel yang melihat ada percikan api dari atas gedung, dengan cekatan dia melemparkan pisau andalannya kearah cahaya tersebut dan membelah timah panas yang mengarah pada mereka tadi.


Pisau tajam yang Daniel lempar sampai terus menuju ke si penembak itu, dan pisau itu menghantam moncong sniper miliknya sampai membuat senjata itu tidak bisa di gunakan kembali.


Si penembak jitu itu sampai terkejut karena melihat begitu cepat ada sesuatu benda yang merusak moncong sniper miliknya.


Karena sudah panik, dia langsung buru-buru mengeluarkan pistol yang berada di balik pinggangnya, namun belum sempat mengeluarkan senjata cadangannya. Tiba-tiba pisau kedua milik Daniel berhasil mengenai leher si penembak tersebut, sampai membuat mati di tempat dan tubuhnya terjatuh dari atas gedung bertingkat 5 tersebut.


Daniel yang menyadari itu, langsung berlari menuju tempat jatuhnya sang pembunuh yang gagal itu.


"Dion kau ambil mobil kita, aku akan kesana" ucap Daniel berlari menuju tubuh mayat yang sudah terjatuh dari gedung tadi...