
Hati dan pikiran Hyuga sudah tenang karena ia tau dimana Adik iparnya berada hanya tinggal menyerang tempat itu lalu membebaskan para tawanan yang telah di culik oleh pria yang bernama Sonoshi itu.
"Ternyata di sana sarang mu berada ya" gumam Daniel melipat kedua tangannya.
"Bagaimana kapten?, apa kita beritahu pada yang lainnya?" tanya Hyuga meminta saran.
"Karena lebih cepat kita menyerang, lebih cepat juga para sandera kita selamatkan" timpalnya bersemangat.
Daniel hanya diam dan ia sambil berfikir harus berbuat apa. Jika dia melakukan penyerangan harus menunggu saudara-saudaranya yang lain, ia takut terlambat menyelamatkan para wanita yang sudah mereka culik, mengingat sudah lama juga Adik iparnya Hyuga berada di tangan mereka.
Waktu juga menunjukkan sudah hampir malah hari. Jika mereka berdua kembali ke hotel, akan banyak membuang waktu kalau harus kembali lagi ke tempat itu karena jarak tempuh yang lumayan cukup jauh. Jadi, Daniel dan Hyuga memutuskan untuk mencari sebuah penginapan atau berkemah saja di lokasi dekat markas mereka berada.
Hyuga hanya setuju saja dengan apa yang di usulkan oleh sahabatnya itu, ia mengikuti apa yang di lontarkan oleh Daniel. Dalam pikirannya hanya satu, menyelamatkan Adik iparnya dan membuat istrinya tersenyum kembali.
Daniel juga berkata pada Hyuga untuk tidak memberi tau pada istri-istri mereka, ia ingin membuat sebuah kejutan pada mereka yang sudah lelah menunggu kepulangan mereka berdua.
"Apa kau yakin kapten?" tanya Hyuga khawatir.
"Aku yakin pasti mereka tidak akan tidur sampai kita berdua kembali ke sana. Aku takut akan terjadi apa-apa pada kesehatan istriku" timpal Hyuga risau.
"Maka dari itu kita harus segera membereskan sampah-sampah itu. Sudah lama aku tidak berolahraga lagi, apa lagi harus memusnahkan sebanyak 100 atau lebih sampah" jawab Daniel tersenyum psikopat.
"Aku sudah memberi yang lainnya agar segera menyusul. Kita harus berbagi kesenangan pada saudara kita yang lain" ucap Hyuga sambil meletakkan ponselnya ke dalam sakunya lagi.
Mereka berdua terus berbincang sambil berjalan mencari tempat yang aman untuk berkemah dan tentu saja dekat dengan markas musuh.
"Lihat itu" tunjuk Daniel dan Hyuga langsung menatap ke arah jari Daniel mengarah.
"Jadi itu markas mereka?!" Hyuga tersenyum sinis.
"Apa langsung kita sergap saja?, aku yakin penjagaan di sana renggang" timpal Hyuga memberi saran.
"Jangan!, sebaiknya kita tunggu besok saja. Tenagaku belum kembali seutuhnya, lagi pula kita harus menyusun rencana untuk menyerang agar para sandera tidak di bawa kabur jauh oleh mereka, terutama Adikmu" jawab.
"Justru inilah kesempatan yang bagus kapten. Aku Yakin kalau bos mereka yang bernama Sonoshi itu sedang terlelap. Di saat itulah kita bisa mengancamnya untuk melepaskan para sandera" ucap Hyuga menyarankan.
"Bersemangat bagus, tapi kita juga harus memikirkan keadaan sekitar. Dampak yang akan terjadi pada para sandera jika kita tiba-tiba melakukan penyerangan" jawab Daniel
"Kau tenang saja, ikuti apa kata-kataku. Hal seperti ini sudah menjadi makananmu sehari-hari" timpal Daniel menenangkan Hyuga yang terlalu bersemangat.
"Oke-oke, aku akan mengikuti apa yang kau katakan kapten" jawab Hyuga.
"Sebaiknya kita cari tempat yang aman untuk berkemah di hutan ini. Kita juga harus mencari sesuatu yang bisa untuk kita makan. Mumpung ini masih belum terlalu sore, kita bergerak sekarang" ucap Daniel.
"Kita bagi tugas saja kapten. Aku yang mencari untuk perut kita, kau bangun rumah kayu untuk kita tiduri nanti" ucap Hyuga menyarankan.
"Ide yang bagus" jawab Daniel tersenyum sambil menepuk punggung sahabatnya.
Kemudian mereka berdua langsung bergegas mengerjakan tugas masing-masing. Hyuga yang bertugas mencari air dan makanan yang bisa mereka telan untuk malam nanti. Sedangkan Daniel membangun rumah kayu untuk tempat tinggal sementara mereka mengingat kalau mereka tak membawa tenda kemahnya.
Akan tetapi hal seperti itu tidak menjadi masalah yang besar bagi Daniel dan rekan Dark Shadow yang lainnya, karena sudah biasa bagi mereka melakukan perkemahan di tengah hutan dan berburu di dalamnya.
Daniel membawa beberapa batang kayu yang sudah yang ia temukan di sekitaran tempat mereka tadi. Ia hanya mengambil kayu-kayu yang sudah mati karena dia juga tak mau merusak hutan.
"Sepertinya ini sudah cukup untuk membuat tempat tinggal sementara kami" gumam Daniel menyilang kan kedua tangannya sambil terus memperhatikan beberapa batang kayu serta akar-akar yang akan ia gunakan sebagai pengikatnya.
Sedangkan Hyuga mencoba memasang jebakan untuk para hewan yang akan ia jadikan santapan malam.
Pada saat ia tengah memasang jebakan-jebakan, tiba-tiba kedua bola matanya melihat sebuah pohon yang terdapat buah-buahan yang tumbuh sangat banyak. Ia sedikit terkejut bercampur senang saat melihat buah tersebut.
"Apel?, kenapa bisa ada apel di sini?" gumamnya sambil terus memperhatikan buah-buah apel yang masih menempel pada batang rantingnya.
"Jika aku mengambil ini, pasti kapten akan senang. Ini kan buah kesukaannya" ucapnya tersenyum.
"Sebaiknya aku selesaikan saja jebakan ini. setelah itu aku akan mengambil beberapa buah apel itu untuk kami jadikan pencuci mulut" sambungnya lagi mempercepat pekerjaannya.
Setelah selesai memasang beberapa jebakan, ia memastikannya kembali karena jika ia tak mendapatkan satupun, maka mereka berdua akan kelaparan dan tidak memiliki tenaga untuk peperangan nanti.
"Aku harap ada beberapa ekor kelinci dan ayam hutan yang tersangkut di jebakan ini" ucap Hyuga bertolak pinggang sambil melihat ke seluruh jebakan yang ia pasang tadi.
Setelah selesai dengan urusan jebakan, kini ia harus mencari air untuk mereka minum nanti dan untuk mencuci buruan yang ia dapatkan nanti serta buang apel yang akan ia bawa.
Baru berjalan beberapa langkah, lagi-lagi matanya melihat sebuah pohon yang lumayan cukup tinggi dan terdapat buah yang bisa ia jadikan sebagai tambahan air untuk mereka.
"Kelapa?, ada pohon kelapa di sini?" gumamnya terkejut.
"Terima kasih ya Tuhan. Engkau sangat baik pada kami" ucap Hyuga tersenyum senang dan langsung memanjat pohon kelapa tersebut.
Kembali ke tempat Daniel....
Daniel begitu cekatan dalam hal membangun tempat tinggal untuk mereka. Kini lantai panggung untuk mereka tiduri telah selesai ia bangun, dan tinggal atap serta dinding-dinding saja.
Daniel semakin mempercepat tugasnya agar mereka juga bisa segera beristirahat karena hari sudah mulai gelap. Ia harus bergegas karena sangat sulit membangun shelter dalam keadaan gelap tanpa adanya cahaya yang menerangi. Di tambah hewan-hewan yang akan mengganggunya nanti.
"Sudah mau gelap, sebaiknya aku memasang api unggun untuk membantu penerangan dan mengusir nyamuk-nyamuk yang akan menggangu nanti" gumamnya dan langsung bergegas mencari kayu bakar.
Setelah kayu bakar yang ia kumpulkan sudah cukup, ia langsung menyusun kayu-kayu kering tersebut dan ia segera membakarnya agar ia bisa melanjutkan pekerjaannya membangun shelter untuknya dan juga Hyuga.
Daniel langsung melanjutkan proses pembangunan shelter itu. Ia semakin mempercepat gerakannya agar bisa selesai sebelum matahari terbenam dan hutan menjadi gelap sepuhnya.
Akhirnya shelter mereka telah selesai Daniel bangun tepat waktu ketika matahari tenggelam. Hyuga juga sudah kembali dengan membawa banyak makanan yang bisa mereka nikmati nanti.
"Kapten!, sepertinya kita akan pesta besar malam ini" ucapnya tersenyum sambil menunjukkan beberapa ekor kelinci dan buah-buahan yang berhasil ia kutip serta air yang cukup banyak.