
Daniel dan bawahannya sudah bersiap-siap bergerak untuk menggagalkan transaksi obat-obatan terlarang yang dimana akan di lakukan di pulau Hashima itu.
Kevin yang berada di sana hanya diam seakan ada hilang dari sisinya hingga membuat dirinya tidak begitu bersemangat seperti biasanya.
Rian yang menyadari dengan apa yang tengah di pikirkan oleh Kevin, mencoba untuk menggodanya.
"Ada apa?, kau sepertinya sedang tidak bersemangat hari ini?. Apa karena tidak ada kucing kecilmu di sini?" tanya Rian menggoda.
"Itu juga salah satu alasannya Kak" jawab Kevin malas.
"Memangnya apa alasan lainnya?" tanya Rian penasaran.
"Tidak ada Fauzi di sini Kak. Biasanya aku dan dia kan selalu bersenang bersama dalam menuntaskan misi kita" jawab Kevin malas.
"Oh iya ya. Saat ini dia sedang berkunjung ke rumah mertuanya" sambung Rian mengangguk-angguk.
"Siapa bilang aku tidak ada?" tanya seorang pria dengan senyuman psikopatnya dari balik pintu utama gedung itu.
"Lah?, kenapa kau kemari?, bagaimana dengan istri dan putrimu?" tanya Kevin terkejut.
"Mereka aman di rumah mertuaku" jawab Fauzi sambil melangkahkan kakinya menuju ke tempat Daniel berdiri.
"Sudahlah, tidak perlu membahas tentang itu. Yang lebih penting yaitu, kenapa kau tidak memberi tau aku tentang misi yang menyenangkan ini?!" tanya Fauzi sambil meninju lengan Kevin setelah ia berdiri tepat di sampingnya.
"Hahaha, karena tadi kau kelihatan sedang terburu-buru. Jadi aku pikir akan menggangu jika aku mengajakmu kemari" jawab Kevin tersenyum sambil membalas pukulan dari Fauzi barusan.
"Baiklah!, jika semuanya sudah berkumpul. Kalau begitu ayo kita segera berangkat" ucap Daniel tersenyum sinis.
"Siap! tuan!" jawab para bawahannya serentak penuh semangat.
"Sudah lama aku tidak bersemangat seperti ini" ucap Fauzi tersenyum.
Seluruh anggota Dark Shadow sudah mulai bergerak menuju ke tempat tersebut kecuali tanpa kehadiran Dion dan juga Wulan, karena Daniel tak ingin Adik-adiknya sampai kenapa-kenapa di pertempuran nanti dan Leny akan menghukum dirinya.
Mereka semua langsung menuju ke pulau Hashima untuk segera bisa menggagalkan transaksi tersebut. Mereka harus tiba di sana terlebih dahulu sebelum para target mereka berada di sana karena mereka harus mencari tempat persembunyian untuk bisa menyergap para penjual dan penadah benda-benda terlarang itu.
Setibanya Daniel di sana, mereka semua langsung mencari tempat persembunyian masing-masing dan posisi yang tepat sesuai dengan keahliannya.
Daniel memerintahkan kepada Jasmine untuk bersembunyi saja sambil mengawasi mereka dari kejauhan dengan senjata api miliknya, karena sesuai julukannya yaitu si mata elang penembak jitu.
Setelah semua strategi sukses dan mereka sudah mendapatkan tempat persembunyian yang sesuai dengan perintah dari Daniel, kini mereka hanya tinggal menunggu para pelaku tiba di sana dan akan langsung menyergapnya.
Tak lama kemudian kedua kelompok yang akan melakukan transaksi itu sudah tiba di pulau tak berpenghuni tersebut. Tidak ada yang mencurigakan di tempat yang nampak kosong itu. Jadi kedua kelompok tersebut tidak terlalu waspada akan adanya orang yang menggagalkan transaksi mereka.
"Banyak sekali mainan kami, aku semakin tak sabar untuk meluapkan semua emosiku pada mereka semua" gumam Hyuga tersenyum penuh semangat sambil terus mengawasi mereka semua dari kejauhan.
"Sekarang tinggal menunggu kode dari kapten untuk memusnahkan mereka semua" timpalnya tersenyum sinis.
"Sesuai yang kau inginkan" jawab pemimpin kelompok yang menjual benda haram tersebut tersenyum sambil menunjukkan sebuah tas yang di penuhi dengan obat-obatan terlarang itu.
"Apa yang kami minta sesuai dengan harga yang sudah kau minta?" tanya penadah itu.
"Tentu saja" jawab si penjual itu.
"Aku harap tidak ada kecurangan dalam transaksi kali ini" timpal si penjual tersebut.
"Hahaha, kau tenang saja!. Kita sudah lama saling kenal, dan sudah sering melakukan transaksi ini di sini. Jadi aku tidak akan berani berbuat curang pada kelompok kalian" jawab pemimpin kelompok penadah itu tertawa bahagia.
"Baiklah, sebaiknya kita langsung selesaikan saja transaksi ini. Entah kenapa perasaanku tidak enak kali ini, seperti ada yang sedang mengawasi kita" ucap dari kelompok penjual benda haram itu maju ke depan sambil membawa sebuah tas yang berisikan benda-benda terlarang tersebut.
Benar saja dengan apa yang di rasakan oleh penjual benda haram itu. Saat ia menyerahkan tas yang ada di tangannya, tiba-tiba ada sebuah peluru yang terbang tempat mengenai tas yang ada di tangannya hingga membuat tas tersebut bolong dan terlepas dari genggamannya.
Belum selesai mereka berwaspada, tiba-tiba sebuah gas air mata mengenai mereka semua hingga membuat kedua kelompok tersebut tidak bisa melihat dan lengah.
Kemudian terdengar suara pukulan dan pergerakan yang samar-samar di pandangan mereka. Beberapa bawahan dari kedua kelompok itu sudah banyak yang tumbang dan tak sadarkan diri.
"SIAL!!!! SIAPA YANG SUDAH BERANI MENGGAGALKAN INI SEMUA HAH!" teriak pemimpin dari penjual benda haram tersebut.
"TUNJUKKAN DIRI KALIAN! DASAR PENGECUT!" teriak dari pemimpin kelompok yang membeli benda tersebut.
"Berani sekali kalian berdua melakukan hal yang menjijikkan itu di tempat kekuasaan ku ya?!" tanya seorang pria yang sudah berdiri tak jauh dari mereka berdua.
Saat mereka berdua sudah bisa membuka kedua matanya, betapa terkejutnya mereka saat melihat seorang pria bertopeng berdiri tempat di hadapan mereka berdua dan kedua kelompok itu sudah terkepung.
"D...Dark Shadow?!. Kenapa mereka ada di sini?!, bagaimana mungkin mereka tau?!" tanya pemimpin dari penjual benda haram itu terkejut bercampur keringat dingin.
"Kelompok kalian sudah berani berbuat hal yang menjijikkan di negara ini!. Apa kalian pikir kalian semua akan selamat setelah melakukan hal terlarang ini hah?!" tanya sosok pria bertopeng itu mengacungkan senjatanya yang merupakan sebuah pedang yang sangat di takuti oleh musuh-musuhnya Dark Shadow.
"Jangan berpikiran kalau kalian bisa kabur dari tempat ini, karena sudah berani melawan peraturan yang sudah aku buat!" timpal pria bertopeng itu.
"Ha..ha... hahaha" tawa dari pemimpin kelompok penadah benda-benda terlarang itu seakan tak takut dengan ancaman dari Daniel.
"Kau pikir, kami akan takut dan tunduk padamu?!" tanya pria itu meremehkan Daniel.
"Era dari Dark Shadow sudah tamat!. Kini giliran kelompok baru yang akan menguasai kegelapan ini!" timpalnya tertawa.
Tiba-tiba pria yang menggunakan topeng itu sudah berdiri tepat di depan orang yang mentertawai nya dan membuat pria itu terkejut hingga tak bisa membuat tubuhnya bergerak karena sangking terkejutnya.
Belum sempat menjawab, pria bertopeng itu langsung mencekik leher pria yang menantangnya tadi hingga sampai membuat kaki pria yang di cekik itu tak menatap tanah.
Kemudian Daniel langsung melemparkan tubuh pria yang ia cekik itu dengan mudahnya hingga membuatnya melayang lumayan jauh dari tepat Daniel berdiri.
Sedangkan pemimpin dari kelompok penjual benda haram itu hanya bisa tertegun ketika melihat dan merasakan aura pembunuh dari seorang pria bertopeng itu yang berada di sampingnya.