
Silvia dibuat bingung dengan adanya dua sosok pria yang sangat mirip wajahnya, sehingga membuatnya merasa ingin pingsan karena terlalu syok melihat mereka berdua.
"Apa rumah sakit ini angker?" ucap Silvia memegangi pelipis matanya
"Ada apa denganmu?, hey wanita aneh?!" tanya Leny sinis
Silvia mengangkat satu tangannya dan berkata "Diam kau wanita jelek!. Jangan buat aku semakin pusing"
"Dasar gila" ucap Leny menyilangkan kedua tangannya.
Silvia terduduk lemas di kursi tunggu dan masih terus memijit pelipisnya yang semakin menegang. Matanya tak lepas dari kedua pria yang sangat mirip itu.
"Apa salah satu dari kalian ada setan yang menyerupai Daniel?" tanya Silvia dengan lirih
"Apa maksudmu?" tanya Leny sinis
"Apa kau tidak dengar apa yang aku katakan tadi ha?!" tanya Silvia balik tak kalah sinisnya
"Daniel ternyata Istrimu itu selain jelek, dia tuli juga ya!" timpalnya
"Jaga bicaramu itu!" ucap Daniel dengan tatapan tajam, namun yang di tatap hanya cengengesan seakan tak bersalah
"Terserah apa katamu aja!. Yang penting aku Istri sahnya Daniel" ucap Leny memeluk lengan Daniel dengan erat dan membuat Silvia menjadi geram melihat pemandangan itu
"Ada apa kamu kemari?" tanya Daniel dingin menatap Silvia
"Dia habis menabrak Ronny Kak!" ucap Dion yang menjawab
"Hah?!" Daniel dan Leny terkejut
"Ada apa denganmu Silvia?!" tanya Daniel tak habis pikir
"Aku tidak sengaja Daniel" jawab Silvia menatap Daniel dan juga Dion karena ia tidak mengetahui yang mana Daniel.
"Tadi Ronny berfikir kalau dia mengemudi dalam keadaan mabuk" ucap Dion menceritakan pendapat dari Ronny
"Tidak!. Aku tidak dalam keadaan mabuk, aku hanya sedikit melamun saja" jawab Silvia menjelaskan
"Dan aku melamunkan kamu Daniel" timpalnya tanpa rasa malu
"Astaga!. Ni perempuan gak punya hati kali ya!. Kamu harus melupakan Suamiku woy!" tegur Leny tak terima
"Seharusnya kamu yang sadar!. Aku sudah mencintai Daniel sejak kami masih sekolah. Malah kamu yang merebutnya dariku!. Seharusnya kamu yang harus sadar diri!" jawab Silvia tak terima
"Ada gilamu kurasa ya!. Emangnya kamu dan Suamiku pernah berpacaran?!, enggak kan?!. Jadi kamu yang harus sadar diri kalau pria yang kamu kejar-kejar itu sudah memiliki seorang Istri dan sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah" ucap Leny panjang lebar.
"Iya!. Aku memang sudah tergila-gila pada pesona Daniel sejak dia masuk ke sekolahku dulu!. PUAS?!!" jawab Silvia tak mau kalah
"Setelah aku berhasil menyingkirkan si badut!, justru sekarang aku harus menyingkirkan kamu dari kehidupan pangeran tampanku!" timpalnya lagi.
"Coba aja kalau kamu berani!" sambut seorang wanita yang tiba-tiba sudah datang
"Wulan?!" ucap Leny dan Daniel berbarengan
Wulan datang dan langsung berdiri dengan menyilangkan kedua tangannya di hadapan Silvia yang tengah duduk di kursi. Tatapan tajam dari Wulan seakan ingin menelan sosok wanita yang ada di depannya dengan mentah-mentah.
Sementara Daniel langsung menghampiri Wulan dan menariknya kedalam rangkulannya agar sang Adik bisa tenang tak terbawa emosi, karena Daniel tau amarah dari Wulan jika sudah menyangkut soal Kakaknya.
"Biarkan aku memberikan sebuah pelajaran pada wanita itu Kak!" rengek Wulan mencoba menerkam Silvia, namun di tahan oleh Daniel
Wulan mengatur nafasnya dan mengontrol emosinya agar amarah pada dirinya bisa mereda.
____________________________
DI KAMAR RAWAT
Ayu tengah fokus memeriksa luka yang dialami oleh teman sekelasnya sewaktu SD dulu akibat perbuat dari Silvia tadi. Luka yang di alami Ronny juga bukan sebuah luka yang serius, hanya lecet-lecet saja pada kulitnya. Jadi tak perlu di khawatirkan akan proses kesembuhan dari Ronny.
"Lukanya tidak terlalu serius. Hanya lecet-lecet saja di bagian kulit kamu, ini hanya membutuhkan obat salep kulit untuk mengobatinya" ucap Ayu menjelaskan
"Syukurlah kalau aku tidak mengalami luka serius. Terimakasih ya Ayu" ucap Ronny tersenyum ramah.
Ayu tersenyum dan mengangguk. Teman kecil yang dulunya sangat nakal dan selalu menindas orang yang lemah, kini sudah berubah menjadi seorang yang begitu membela hal yang benar bahkan melindungi orang-orang yang lemah di daerah kekuasaan miliknya.
Setelah kekalahan telak dari Daniel, perlahan Ronny bisa merubah sifat acuh dan tak pedulinya pada sesama. Kini sifat itu sudah berubah 180°. Ronny yang sekarang justru bekerja di jalan yang benar, selalu menolong yang lemah.
Perubahan dari sifat Ronny membuat Ayu merasa senang jika teman semasa kecilnya sudah menjadi orang baik dan begitu jujur dalam hal pekerjaan. Ia selalu melaporkan apapun pada Daniel soal pekerjaan yang ia lakukan.
"Kamu kenapa Yu?, kok senyum-senyum sendiri?" tanya Ronny penasaran
"Ah!. Tidak apa, aku hanya senang saja jika kamu sudah berubah dan sangat mencintai kedamaian" jawab Ayu tersenyum
"Haha. Kamu jangan berlebihan Yu, semua itu masih kurang untuk menebus dosa-dosa yang telah ku perbuat pada masa lalu" jawab Ronny menatap langit-langit rumah sakit mengenang masa kelamnya dulu.
"Jika Daniel tidak menyadarkan diriku, mungkin saat ini aku sudah menjadi penjahat yang tak punya hati" timpalnya tersenyum mengenang kekalahannya saat berkelahi dengan Daniel.
"Apa yang kamu katakan Ron?!, kamu sekarang sudah sangat berjasa bagi masyarakat di sini. Bahkan Daniel sampai menghadiahkan kamu sebuah mobil yang sangat mewah dan begitu mahal" ucap Ayu memuji
"Aku bekerja tidak untuk mengharapkan hadiah apapun Yu!. Aku hanya ingin menebus dosaku di masa lalu, dan aku takkan pernah kembali ke jalan yang busuk itu" jawab Ronny dengan raut wajah yang sedih
"Keluarga Daniel sudah sangat baik padaku, maka dari itu aku tak ingin membuat kesalahan dan mengkhianati kalian. Jika Daniel menugaskanku dimana pun!, maka aku akan siap melakukannya" jawabnya lagi dengan serius
"Untung saja Daniel menugaskan kamu untuk menjadi kepala keamanan di rumah sakit ini, jadi aku bisa merasa lebih tenang jika kamu yang memegang keamanan di sini" ucap Ayu tersenyum
"Tapi untuk sementara waktu aku harus mengistirahatkan tubuhku, hehehe" ucap Ronny merasa tak enak
"Sudah kamu jangan risau dan memikirkan hal itu. Kamu harus fokus untuk kesembuhan kamu dulu!. Aku akan melakukan yang terbaik untuk menyembuhkan kamu!" ucap Ayu menenangkan Ronny
"Makasih ya Yu!. Maaf sudah merepotkanmu" ucap Ronny.
"Apa yang kamu katakan Ronny!. Bukankah Daniel sudah menganggapmu seperti keluarganya sendri?, maka aku juga keluarga kamu!" jawab Ayu dengan tegas.
"Yang dikatakan oleh Adik Iparku itu benar" ucap seorang pria tiba-tiba masuk keruangan dimana Ronny di rawat.
"Bos!" ucap Ronny terkejut dan memaksakan diri untuk duduk, namun sudah di tahan Daniel agar Ronny membaringkan tubuhnya.
"Sudah kukatakan! jangan memanggilku dengan sebutan itu!. Kita ini kan dulunya teman sekelas, lagipula kau sudah menjadi bagian dari keluargaku juga" ucap Daniel
"Maaf" jawab Ronny lirih dan tak enak untuk menatap Daniel
"Maaf untuk apa?" tanya Daniel
"Karena aku terlalu lemah dan harus beristirahat!. Tapi aku janji secepatnya aku akan sembuh dan kembali bekerja menjaga keamanan pada rumah sakit ini!" jawab Ronny semangat.
"Jangan risau saudaraku!, kau tak perlu memikirkan hal itu. Fokuskan saja pada kesembuhanmu!" ucap Daniel menenangkan Ronny.