Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
PEMBUNUH TERKENAL YANG GAGAL


Daniel menyunggingkan senyumnya dan menatap pria yang ia panggil Tono itu dengan santai. Sedangkan pria itu menatap Daniel dengan tatapan yang penuh dendam dan amarah yang ingin rasanya ia mencengkram wajah Daniel.


"Kenapa kau ada di sini bocah ingusan?!" tanya Tono dengan rahang yang bergetar.


"Justru aku yang bertanya pak tua!. Apa yang kau lakukan di sini?!" tanya Daniel balik dengan santai.


"Aku ingin hidup bebas!. Gara-gara kau aku sampai tersiksa di neraka berbesi itu!" jawab Tono semakin geram.


"Lalu kau mau apa pak tua?" tanya Daniel lagi dengan santainya.


"Tentu saja mematahkan lehermu!" jawab pria itu.


"Hahaha. Apa kau yakin kali ini tidak akan gagal lagi seperti 7 tahun yang lalu?" tanya Daniel meremehkan dan membuat pria tua itu semakin emosi.


Tujuh tahun yang lalu...


Pada saat usia Daniel masih 18 tahun, dan ketika itu kepemimpinan Dark Shadow masih di pegang oleh Ayahnya Leo. Namun kehebatan Daniel sudah terdengar dan di takuti oleh kelompok hitam lainnya yang sangat membenci Dark Shadow pada waktu itu.


Salah satu organisasi hitam sempat menyewa Tono, si pembunuh bayaran yang sangat terkenal dengan kinerjanya yang tak pernah gagal saat mengerjakan misinya.


Namun, kali ini Tono harus gagal saat berhadapan dengan Daniel dan Daniel langsung menjebloskannya ke dalam penjara.


"Kali ini siapa targetnya?" tanya Tono dengan santai sembari menikmati sebatang rokoknya.


"Ini. Dia adalah kandidat yang akan memimpin Dark Shadow kelak" jawab orang yang menyewanya.


"Kalau begitu, bayaran kali ini harus 10 kali lipat" pinta Tono.


"Apa kau gila?. Banyak sekali!" tanya si penyewa terkejut.


"Kalian yang gila!. Kalian pikir aku tidak tau siapa pria itu hah?!" Tono bertanya balik.


"Tapi..." ucapan para penyewa itu terhenti karena sudah di potong oleh Tono


"Mau atau tidak?" tanya Tono tersenyum licik


"Aku jamin akan ku bawa kepalanya untuk kalian" timpal Tono merasa sangat yakin.


"Oke, kami akan membayarnya sesuai permintaanmu" ucap salah satu dari si penyewa.


"Jika kau gagal?" tanya salah satu dari mereka.


"Akan ku penggal kepalaku sendiri" jawab Tono dengan percya dirinya.


"Okey!. Kami tunggu kabar baik darimu" ucap mereka tersenyum licik.


Kemudian Tono pergi meninggalkan mereka setelah mendapatkan uang mukanya. Tono langsung menyusun strategi bagaimana caranya ia akan mengalahkan Daniel yang pada saat itu di juluki sebagai THE LION KING OF ASIA.


Satu Minggu telah berlalu. Rencana yang Tono siapkan sudah siap untuk di jalankan. Ia akan melakukan itu pada Daniel dengan cara terus mengintainya dan akan mengambil kesempatan jika Daniel tengah dalam keadaan lengah.


Hari ini Daniel sedang pergi menjalankan misi yang di berikan oleh pemerintahan Jepang untuk mengawal agar proses peresmian sebuah dermaga bisa aman dan berjalan dengan lancar.


Daniel pergi sendirian karena ia meminta para anggotanya pergi terlebih dahulu dan ia akan menyusul mereka. Saat Daniel pergi melewati sebuah jalan yang sedikit sepi, tiba-tiba ada sebuah mobil yang mengikutinya dari belakang.


"Wah sepertinya ada yang gak beres ni" gumam Daniel sembari melihat ke arah kaca spionnya.


Bukannya mempercepat laju mobilnya, Daniel justru sengaja berjalan dengan sangat lamban agar mobil yang mengikutinya bisa menghentikan Daniel.


"Kok malah makin lamban dia menyetir?" gumam Tono


"Apa dia meremehkanku?" timpalnya tersenyum sombong.


Karena merasa akan menang, Tono memutuskan untuk memotong laju mobil Daniel dan langsung berhenti di depan mobil milik Daniel.


"Hm!. Akhirnya" gumam Daniel tersenyum meremehkan.


"Ada apa ya?" tanya Daniel dengan wajah santainya.


"Apa kau tidak tau siapa aku?" tanya Tono balik dengan tatapan mengancam.


Daniel memperhatikan pria yang berdiri di hadapannya dari atas sampai bawah, kemudian ia berkata dengan acuh "Maaf aku tidak mengenalimu pak tua".


"Cih!. Dasar bocah ingusan yang sombong!" ucap Tono dan langsung melancarkan pukulannya namun Daniel dapat menangkap tinju dari Tono dengan mudahnya.


"Apa-apaan sih pak tua!" ucap Daniel dan langsung menghempaskan pergelangan tangan pria itu.


"Gak ada angin, gak ada ujan, main pukul aja" timpalnya.


"Banyak bacot" ucap Tono lagi dan langsung melancarkan pukulannya lagi, namun tiba-tiba Daniel sudah tidak ada di depannya.


"Lah?, kemana anak itu?" gumam Tono bertanya-tanya.


"Kau gila ya pak tua?!" tanya Daniel yang sudah berdiri di belakang Tono.


Tanpa menjawab, Tono langsung melakukan pukulan yang ketiga, dan lagi-lagi Daniel mampu menghindarinya dengan mudah.


"Dari tadi bisanya cuma menghindar saja!" tegur Tono dengan geram.


Tiba-tiba Daniel langsung melakukan pukulan balik, dan pukulan itu tepat mengenai wajah Tono, sampai-sampai pria tua itu tersungkur ke tanah.


"Hey pak tua!. Apa masalahmu?" tanya Daniel.


"Kenapa kau tiba-tiba ingin menghajarku?" timpal Daniel.


Tono berdiri dan membersihkan noda darah pada sudut bibirnya sembari berkata "Aku sudah di bayar untuk membunuh dan membawa kepalamu ke pada orang yang menyewa ku".


"Ooo. Jadi kau pembunuh bayaran gitu?" tanya Daniel.


"Iya!. Kenapa?, sudah merasa takut?" tanya Tono dengan santai.


"Puffttt... Hahaha!" tawa Daniel


"Untuk apa aku takut pak tua?.Selagi kita masih sama-sama memakan nasi, gak ada rasa takut sedikitpun di dalam diriku" jawab Daniel.


"Sombong sekali kau bocah ingusan!" tegur Tono yang semakin geram.


"Udah-udah!. Cepat kau selesaikan tugasmu ini, aku sudah tidak ada waktu" ucap Daniel tanpa rasa takut.


"Tentu saja aku akan segera menghabisi nyawamu bocah, dan tempat ini akan menjadi kuburanmu!" ucap Tono tertawa sombong.


"BURGKK" Daniel langsung memukul wajah Tono lagi, dan membuatnya tersungkur ke tanah kembali.


"Kebanyakan cerita kau pak tua!" ucap Daniel sembari menggaruk telinganya.


Dengan buru-buru Tono langsung bangkit dan langsung ingin menendang perut Daniel, namun Daniel masih mampu menghindar dan mampu memukul balik perut Tono.


"Semakin tua, gerakanmu semakin lamban" ucap Daniel mengejek.


"Cuih!" Tono meludahkan darah yang ada pada mulutnya dan berniat ingin menghajar Daniel lagi.


Pukulan demi pukulan di lancarkan, namun semua itu tak mampu untuk menyentuh tubuh Daniel sedikitpun. Daniel hanya menghindar setiap pukulan yang di berikan oleh Tono, kemudian Daniel memukul dada Tono sampai membuat tubuh Tono terpental menghantam pohon.


Tono sudah tersengga-sengga dan terus terduduk di bawah pohon itu sembari memegangi dadanya yang terasa sangat berat akibat pukulan Daniel barusan.


"Sial!. Aku di tugaskan untuk membunuh titisan dewa!" gumamnya sembari menatap tajam ke arah Daniel.


"Arkhh!!... Dadaku!" timpalnya yang langsung memuntahkan darah dari mulutnya.