Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
MELATIH NOVI


Riski membuka kotak kecil itu dan melihat isi yang ada di dalamnya, ia juga sangat terkejut karena melihat sebuah kunci mobil dan dua tiket pesawat untuk berlibur ke Hawai.


Riski dan Windy sudah tidak tahu lagi harus berkata apa atas hadiah yang di berikan oleh Rani dan Daniel. Melly dan Irwan di buat bingung oleh Daniel. Karena jarang bertemu, jadi mereka tidak tahu bagaimana latar belakang Daniel, apakah dia hanya rekan kerja menantunya? atau lebih hebat dari yang dia pikirkan selama ini?. Hanya itu yang ada di dalam kepala Irwan saat ini.


Karena hari sudah larut, Daniel mengajak Leny dan Wulan pulang terlebih dahulu karena kondisi Leny yang saat ini tengah mengandung. Disusul oleh kedua orangtuanya mereka, jadi hanya tertinggal keluarga Riski dan Windy saja yang berada di dalam gedung


Melly mendekati Riski dan bertanya


"Menantuku, sebenarnya siapa Daniel itu? mama jarang bertemu dengannya, namun mama rasa dia bukan orang biasa"


"Benar, papa saja sampai terkejut saat melihat tuan Lucas dan Dimas sangat menghormati Daniel, bahkan sifat Dimas yang dulunya sangat sombong sudah tak kelihatan lagi di depan Daniel" timpal Irwan


Karena janji mereka untuk menutupi semua identitas dari Daniel, maka mereka harus mencari alasan yang tepat agar kerahasiaan Daniel tidak bocor.


"Kemungkinan Daniel memiliki saham lebih besar dari Lucas" jawab Siska


Melly berkata


"Lalu apa hubungannya Daniel dengan Dimas?, manusia yang sangat sombong sampai bersujud di kaki anak kakak tadi"


"Aku juga bingung tuan Ady, apa sebenarnya yang kalian rahasiakan tentang anak kalian yang satunya lagi?" tanya Irwan


Ady mengangkat tangannya dan menjawab


"Aku juga tidak tahu tuan, yang aku tahu Daniel hanya seorang CEO di Perusahaan tempat Riski bekerja"


Windy memotong pembicaraan mereka dan berkata


"Aku pernah mendengar cerita masa kecil Daniel dari Leny. Dulu dia adalah anak yang sangat malang, kedua orangtua Daniel meninggal ketika dia masih berusia 5 tahun, dan nenek yang sudah merawatnya selama 6 tahun juga meninggalkan dia. Jika tidak ada ayah dan ibunya, aku tidak tahu bagaimana nasib Daniel sekarang"


Hati Melly tersentuh mendengar perjuangan Daniel kecil waktu dulu, air dimatanya sudah tak bisa terbendung lagi. seluruh pipinya di penuhi dengan air mata.


Siska menenangkan Melly


"Sudah jangan menangis, itu hanya masa lalu dari Daniel saja. Lagian sekarang dia sudah menjadi lelaki yang sukses, memiliki keluarga kecil sendiri. Dan sebentar lagi kita akan mendapatkan cucu darinya"


Ady berkata


"Yang di katakan istriku itu benar Mel, kamu jangan menangisi masa lalu anak kami"


Hari semakin malam, kedua orangtua Windy dan Riski pulang kerumah mereka. Daniel menyuruh Windy dan Riski untuk melakukan itu di hotelnya, Daniel sudah mengurus semua keperluan untuk kedua pengantin baru itu.


Saat keluar dari gedung, Riski dan Windy melihat sebuah mobil Lamborghini berwarna merah di hiasi pita. ada sebuah kertas di dalam pita yang terselip, Riski membuka dan membaca isi surat itu


"Anakku sayang ini hadiah kecil dari ibu, selamat atas pernikahan kalian ya sayang. Ibu sayang kalian"


Mata Riski sedikit berkaca-kaca membaca isi surat itu. Dia membukakan pintu mobil Windy, ketika Windy masuk ternyata ada sebuah kotak kecil berada di tempat duduk sebelahnya


Windy berkata


"Sayang ada kotak kecil di tempat duduk kamu"


Riski langsung masuk dan membuka isinya, dia melihat ada seperti sebuah kunci rumah dan ada surat di dalamnya


"Riski, ini sedikit hadiah dari ayah, ayah harap kamu dan Windy menyukainya, dan alamatnya sudah ayah tulis di balik surat ini. Selamat bahagia anakku"


Riski berkata


Windy bertanya


"Ada apa suamiku? mengapa kamu seperti terharu begitu?"


Riski menatap Windy dan menjawab


"Lihat ini sayang, ayah Leo memberikan kita sebuah rumah, dan sepertinya ini berdekatan dengan rumah Daniel dan Leny"


Windy terkejut


"Apa? rumah?. Mereka sangat baik pada kita sayang, aku bingung bagaimana caranya membalas kebaikan mereka"


"aku juga bingung istriku, Daniel dan keluarganya sangat berlebihan memberikan ini untuk kita"


Mereka langsung pergi menuju hotel Daniel untuk segera beristirahat, karena sudah lelah melayani tamu yang begitu banyak tadi pagi. Sesampainya mereka di hotel, para karyawan hotel menyambut kedatangan mereka dengan hangat dan memberikan sebuah kunci VIP untuk mereka.


Riski langsung pergi mencari kamar untuk mereka beristirahat, Windy tidak bisa melupakan kebaikan keluarga Daniel untuk mereka. Ketika sampai di kamar, mereka pergi untuk mandi bersama dan melakukan hubungan suami-istri. Mereka melakukannya sampai dua jam dan setelah selesai mereka langsung pergi untuk tidur.


Pagi harinya Novi datang kerumah Leny untuk melihat Leny dan menagih janji Daniel untuk membantu menangani kasusnya yang belum selesai sampai dua bulan. Hampir setiap hari Novi meminta jawaban dari Daniel kapan mereka akan melakukan pekerjaan itu.


Pada hari kelima Novi berkunjung, Akhirnya Daniel berkata untuk melatih Novi agar dia bisa sedikit bela diri dan belajar untuk menenangkan pikiran saat melakukan pekerjaan. Novi sangat senang mendengarnya, dan dia dilatih oleh Wulan dan Daniel secara bergantian.


"Novi kamu harus menenangkan pikiran kamu, ini bagus untuk pekerjaan kamu kedepannya. Aku mendengar kalau kamu begitu sembrono saat mengerjakan kasus ini, sebab itu kamu selalu gagal menangkap pria itu dan banyak rekanmu yang menjadi korban karena kecerobohan darimu"


Novi menjawab


"Iya aku mengerti, tolong ajarkan aku bagaimana caranya untuk melakukan pekerjaan dengan benar tanpa memakan begitu banyak korban lagi"


Daniel menyuruh Wulan untuk melatih fisik Novi karena Daniel tidak bisa bermain fisik dengan wanita. Wulan langsung mengajari beberapa jurus kepada Novi. Awalnya Novi tak tahan menerima pukulan demi pukulan dari Wulan, namun lama kelamaan dia sudah terbiasa dengan pukulan keras dari Wulan.


Hari demi hari Novi terus dilatih oleh Wulan dan Daniel. Latihan yang diberikan Daniel ternyata membuahkan hasil, kini Novi sudah sedikit mengimbangi gerakan Wulan dan sanggup membalas pukulan dari Wulan.


"Bagus Nov, kamu sudah berkembang. Sepertinya latihan kita tak sia-sia selama ini"


Novi tersenyum dan berkata


"Ini semua karena bimbingan dari kamu dan juga adikmu. Aku merasa banyak kekuatan yang merasuki tubuhku"


Daniel tersenyum dan mengeluarkan setengah auranya. Novi terkejut melihat sosok Daniel yang langsung berubah seketika, Novi melihat Daniel lebih berwibawa dan sangat menakutkan.


"Ini hanya setengah dari seluruh ilmu yang kumiliki, jika aku mengeluarkan seluruh ilmu milikku, aku takut kamu akan pingsan haha"


Wulan pun terkejut karena sudah lama tidak merasakan hangatnya aura dari Daniel. Tubuhnya tak berhenti bergetar, karena ilmu yang dimiliki Wulan hanya sepertiga dari ilmu yang Daniel miliki.


"Oke kemungkinan kamu akan kami latih selama 1 bulan lagi, agar ilmu beladiri yang kamu miliki semakin matang dan kamu bisa menguasainya"


Novi memberi hormat dan berkata


"Siap guru!"


NB : mohon maaf kalau jadwal updatenya masih tak beraturan. author di sibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk dan terpaksa mencuri waktu untuk menulis.


terimakasih kasih atas dukungan positif dari kalian semua. Author sangat senang karena kalianπŸ˜‡πŸ˜‡


#Go_to_100KπŸ™πŸ˜‡