Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
KABAR GEMBIRA


"*K*alau begitu ini sudah di pastikan ada janin di rahim kamu" timpal Ayu


"A....aapa? maksud kamu istriku sedang mengandung?" tanya Daniel terkejut


(*Ayu mengangguk*)


"*S*elamat ya kalian akan menjadi ayah dan ibu" ucap Ayu tersenyum dan menahan cemburu


"Terimakasih ya sayang kamu" ucap Daniel mengelus kepala Leny


"Iya suamiku, aku akan menjaga baik-baik calon bayi kita ini" timpal Leny mengelus perutnya


Kebahagiaan itu menyelimuti keluarga kecil itu, dan Daniel berencana untuk tidak memberitahu tentang kehamilan Leny terlebih dahulu agar menjadi kejutan untuk kedua orangtua mereka


"Ayu terimakasih kamu sudah memberi tahu kabar bahagia ku dan istriku ini, ku harap kamu akan segera mendapatkan jodoh" ucap Daniel tersenyum


"Amin. Semoga saja suamiku kelak akan seperti kamu Daniel" jawab Ayu tersipu


"Itu tidak mungkin ada kak, karena Daniel ku cuma satu-satunya di dunia ini" Leny memotong pembicaraan mereka


"Leny selamat ya atas kehamilan kamu, dan kamu sangat beruntung bisa memiliki suami seperti Daniel, dia itu sangat baik dan begitu menghormati seorang wanita" puji Ayu tersenyum


"Iya kak, aku juga sangat bahagia bisa menjadi istri dari Daniel, dia adalah sosok suami sempurna bagi para istri" jawab Leny


"Sudahlah kalian jangan terlalu memujiku, nanti aku bisa terbang loh" timpal Daniel menyela pembicaraan mereka


"Hehe iya suamiku., oiya kak, aku bisa minta tolong?" ternya Leny kepada Ayu


"Apa itu?, katakan saja" tegas Ayu


"Begini kak, aku ingin kakak menjadi dokter kandungan pribadi ku, apa kakak mau?" tanya Leny tersenyum


Ayu terkejut mendengar permintaan dari Leny dan ada sedikit rasa senang di hatinya karena mungkin dia bisa sering bertemu dengan Daniel kalau menjadi dokter pribadi Leny


"Ah ah. Apa yang aku pikirkan! ingat Ayu! Daniel sudah menikah" (*batin Ayu memarahi dirinya sendiri*)


"Gimana kak, kak!" tanya Leny


"Eh..I.. iya-iya aku mau" jawab Ayu tersadar dari lamunannya


"Terimakasih ya kak" jawab Leny tersenyum


Kemudian Ayu memberikan vitamin untuk kesehatan janin Leny dan beberapa obat agar Leny nafsu makan


"Ini ada obat dan beberapa vitamin untuk kamu dan calon anak kalian, dan kamu harus menjaga kesehatan, karena janin kamu masih berusia 2 Minggu" tegas Ayu


"Iya kak, saya akan mendengarkan perkataan kakak" jawab Leny


"Dan kamu Daniel!, mengapa kamu tidak mengundangku ke acara pernikahan kalian?!" ucap Ayu sedikit ngambek


"Hemm" (*Ayu menghela nafas karena kecewa*)


"Iya deh iya, aku mengerti karena Leny seorang aktris terkenal, dan kamu tidak ingin media mengetahui tentang pernikahan kalian" timpal Ayu menyilang kan kedua tangannya


"Jangan ngambek dong" goda Daniel tersenyum


"Oiya bagaimana kabar Riski?" tanya Ayu


"Oo dia baik-baik saja kok, dan sebentar lagi dia juga akan segera menikah juga" jawab Daniel menjelaskan


"Ha?!, A..apa?!, dengan siapa dia akan menikah?" tanya Ayu terkejut


"Dengan Windy sahabatku kak" ucap Leny menyela pembicaraan mereka


"Ku ucapkan selamat deh kepada Riski dan calon istrinya, kuharap untuk kali ini kalian tidak akan lupa untuk mengundangku" ancam Ayu


"Hehe kakak tenang saja, jika mereka tidak mengundang kakak, maka akan ku marahi mereka berdua" jawab Leny menatap kejam Daniel


"Iya-iya, susah kalau dua ibu-ibu cantik telah bersatu, bisa habis aku di keroyok mereka" ejek Daniel memalingkan kedua bola matanya


"Haha" (*Ayu dan Leny tertawa*)


"Maaf ni ya, ada pertanyaan besar yang mengganjal di pikiran ku., mengapa kalian bisa jadi pasangan suami istri?, apa ada cerita lucu di antara pertemuan kalian?" tanya Ayu


"Sebenarnya aku dan Leny sudah bertemu sejak 14 tahun yang lalu sebelum nenek aku meninggal dunia, dia pernah membeli semua dagangan milikku, dan ketika aku kembali membawa makanan kesukaan nenek, ternyata nenek sudah tidak ada lagi di dunia ini, dan ketika aku selesai mengebumikan nenek, aku terduduk di pinggir jalan dan meratapi nasib buruk ku itu, lalu tiba-tiba Leny dan neneknya datang menemui aku yang melamun di pinggir jalan, kemudian Leny dan neneknya menghiburku, setelah hatiku merasa sedikit lega, lalu aku pulang kerumah. Namun sesampainya aku di rumah, tiba-tiba ada beberapa mobil mewah datang mengepung rumah nenek, dan aku di bawa mereka ke Jepang, dan aku di besarkan paman dan bibiku yang sekarang sudah menjadi ibuku" ucap Daniel menjelaskan semuanya


Namun Ayu dan Leny menjadi terharu dan meneteskan air matanya, meski Leny sudah mengetahui kisah suaminya namun dia masih tidak bisa menahan air mata


"Maafkan aku Daniel karena telah memaksamu untuk menyerita kan masa lalu kamu itu" timpal Ayu menangis


"Tidak masalah, kamu jangan menangis gitu dong, nanti bedak mahal kamu luntur loh" goda Daniel ke Ayu


"Ah kamu ini selalu begitu ketika aku menangis" jawab Ayu tersipu


"Jadi dulu kakak sering di godain Daniel?!" tanya Leny cemberut


"Eh eh tidak kok, dulu waktu di sekolah aku sering di ganggu oleh Ronny, dan suami kamu ini yang selalu melindungi ku, tidak cuma aku, bahkan setiap teman wanita kami yang selalu di ganggu, pasti Daniel membantu. Oleh sebab itu Ronny menjadi dendam dan selalu menindas Daniel" jawab Ayu menjelaskan


"Seperti itu, ternyata suamiku memang begitu menghormati seorang wanita"


"Lalu bagaimana kabar Ronny? apakah dia masih sering menindas mu?" tanya Ayu


"Oo ada cerita lucu di balik orang yang bernama Ronny itu" jawab Leny sedikit tertawa


"Oiya? apa itu?"..Timpal Ayu bertanya