Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
TIDAK BERKUTIK


*L*alu ada mobil Ferrari yang menyalipnya dan berhenti tepat di samping mobil Jeep itu, dan ketika orang yang mengendari Ferrari itu keluar, ternyata Daniel langsung mengenali orang itu. orang itu tidak lain adalah Akbar


Akbar masih memiliki dendam kepada Daniel karena dia telah merebut wanita pujaan hatinya itu, Akbar menggedor-gedor kaca mobil Daniel dan memaksanya untuk segera keluar


"*H*ey! keluar kau lelaki miskin, keluar kau!, jika kau ingin pulang dengan selamat, maka serahkan Leny untukku" ucap Akbar mengancam Daniel...


Daniel langsung keluar dari mobil dan memandang Akbar dengan ekspresi wajah jijik, Daniel mengeluarkan rokoknya dan dengan santai menghadapi puluhan orang bayaran Akbar


"Sudah mau mati masih saja bersikap sombong ya!" bentak Akbar


"Ha? kau mengancam aku?!" tanya Daniel mendekatkan telinganya


"Sebaiknya kau berikan Leny kepadaku, dan jangan pernah menampakkan wajah di hadapanku lagi" ancam Akbar


Namun Daniel masih dengan santai mengisap rokoknya, dan tidak memperdulikan Akbar serta orang bayarannya. Akbar semakin kesal karena perilaku Daniel terhadapnya


"Kau sudah membuat kesabaran ku habis, jangan paksa aku menggunakan cara kasar" bentak Akbar


"Baiklah jika itu mau mu, tapi kuharap semua orang sewaan mu bisa menghiburku" ejek Daniel membuang rokoknya


"Haha, kalian semua habisi dia!" teriak Akbar menunjuk Daniel


Puluhan pembunuh bayaran itu langsung mengepung Daniel, mereka berjumlah sekitar 25 orang dan memiliki tingkat ilmu kelas 3, sedangkan Daniel jauh di atas mereka, dan bagi Daniel mereka hanya sekumpulan serangga


Akbar mengambil ponselnya dan merekam adegan itu lalu akan dikirimkan ke Leny, untuk melihat bagaimana ekspresi Leny melihat suaminya akan kehilangan nyawanya


"Haha aku ingin tau bagaimana reaksi kamu melihat suami bohongan mu ini akan mati" ejek Akbar masih tidak terima bahwa Daniel dan Leny sudah menikah


Namun harapan Akbar jauh dari ekspektasinya, satu persatu orang bayaran tumbang, dan tinggal sekitar 15 orang saja., dengan mudahnya Daniel menghancurkan mereka, kini 10 orang yang telah Daniel tumbangkan telah kehilangan nyawanya


"Tidak mungkin! mengapa pembunuh profesional bisa dengan mudahnya di kalahkan oleh orang itu" ucap Akbar kesal


Kini hanya tinggal 5 orang yang masih berdiri, namun mereka berlima dalam keadaan sekarat, mereka berlima perlahan melangkah mundur karena ketakutan akan kehilangan nyawanya


Tapi Daniel tidak akan membiarkan mereka semua hidup, dan akan menunjukkan betapa kejamnya dia. Benar saja kelima pembunuh itu langsung tumbang dan tak bernyawa lagi


Daniel menatap Akbar dengan tatapan seperti elang yang ingin memangsa buruannya, Akbar yang tadinya sombong kini berubah menjadi ketakutan setengah mati


"Sekarang giliran kau!" bentak Daniel menghampiri Akbar


"Ka..kau bukan manusia" ucap Akbar melangkah mundur


Daniel berada tepat di depan Akbar, dan dia langsung membuang ponselnya., Daniel mencekik leher Akbar dan mengangkatnya ke atas dan memandangnya jijik


Akbar seperti mau kehilangan nyawanya, dia sudah hampir kehabisan nafas karena cekikan dari Daniel., akar terus menepuk-nepuk tangan Daniel yang sedang mencekiknya, namun tenaga hampir habis dan wajahnya perlahan menjadi pucat


"Kau tenang saja. Aku tidak akan membunuhmu, aku hanya ingin menyiksamu saja, karena sudah berani berurusan denganku, dan mencoba merebut istriku" Daniel menurunkan Akbar


Akbar terbatuk-batuk dan menepuk-nepuk lehernya, dia semakin ketakutan dan tubuhnya menjadi bergetar melihat wajah kejam Daniel


"Pergi kau dari disini! dan bawa semua sampahmu itu" bentak Daniel menunjuk pembunuh bayaran itu


Akbar langsung berlari menuju mobilnya dan meninggalkan Daniel serta pembunuh bayarannya. Lalu Daniel menelepon inspektur Yuddy untuk segera datang dan mengurus para mayat itu


Sesampainya inspektur Yuddy di tempat dimana Daniel berada, Yuddy terkejut dengan apa yang ia lihat, betapa banyak mayat berada di situ


"Selamat sore tuan, ada apa dengan semua ini?" hormat Yuddy bertanya


Daniel menjelaskan kejadian itu, dan Yuddy segera menyuruh ambulans untuk datang dan membawa ke 30 mayat itu


"Sebaiknya tuan ikut ke kantor untuk memberikan penjelasan tentang kasus ini" ucap Yuddy


"Baiklah saya akan ikut, dan saya akan menjelaskan sedetail mungkin" jawab Daniel


Mereka langsung pergi menuju ke kantor polisi, dan semampainya mereka di sana, Daniel di sambut hangat oleh para petugas kepolisian dan memperlakukan Daniel dengan hormat


Di rumah Leo dan Rani., Leny menjadi panik dan sangat mengkhawatirkan Daniel karena sebuah video yang telah Akbar kirimkan, Rani yang melihat menantunya yang tengah kebingungan menunggu kabar dari Daniel, mencoba menenangkannya


"Sayang, kamu tenang saja, ibu yakin suami kamu akan segera pulang kok" ucap Rani membelai kepala Leny


"Tapi bu. Leny sudah menelponnya berkali-kali, namun tidak ada kabar darinya., Leny sangat khawatir bu" timpal Leny bersandar pada Rani


"Ayah percya Daniel akan pulang dan akan segera menjemput kamu" timpal Leo


"Iya ayah, semoga saja" jawab Leny cemas


Sama seperti anaknya, Yuni juga sangat mengkhawatirkan menantu kesayangannya itu, dia terus menatap arloji yang ada di tangannya dan sesekali berbicara sendri


"Mama harap kamu segera pulang sayang" ucap Yuni


Mereka semua mendengar suara mobil sedang berhenti tepat di rumah Leo dan Rani. Leny yang telah hafal dengan suara mobil milik Daniel, langsung berlari menuju mobil itu.Dan langsung memeluk Daniel yang baru saja keluar dari dalam mobil


"Aaaa, suamiku aku sangat mengkhawatirkan kamu" ucap Leny menangis dan mencium pipi Daniel