Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
GAGAK HITAM


Meski keadaan lengan dari kedua pria yang mengaku berasal dari Gagak Hitam itu telah remuk, namun mereka tetap setia membawa keempat rekannya yang sudah tak sadarkan diri untuk menuju ke markas mereka. Dengan susah payah dan menahan rasa nyeri pada lengannya, mereka tetap berusaha keras membopong keempat rekannya yang sangat besar itu.


"K... kita harus cepat" ucap temannya


"Kita su..sudah kalah telak" balas rekannya


"Kau tau kan siapa pemilik Ryu Ken itu?" tanyanya


"Te..tentu saja aku tau bodoh!" jawab temannya bersusah payah menyeret paksa kedua rekannya yang pingsan


"Kita aku habis di hajar si bos!" ucap temannya ketakutan


"Pasti bos kita gak bakal mau berurusan dengan orang itu" balas temanya


"Bos selalu memperingati kita untuk tidak mencari masalah dengan orang itu" ucap temannya ketakutan


"Sudah 3 kelompok besar yang sudah ia habiskan dengan sangat mudah" ucap temannya


"Bahkan pemimpin Petir Hitam mati dengan sangat sadis di tangannya" balas rekannya


"Apa yang harus kita lakukan?, jika kita melapor, sama saja kita bunuh diri!" tanya temannya ketakutan


"Kalau kita tak memberi tahu apa yang orang itu sampaikan, bos kita pasti akan sangat terkejut melihat kedatangannya" ucapnya lagi


"Arkkk!!!! serba salah!" ucap temannya frustasi


tanpa sadar mereka berdua sudah berada di depan pintu utama gedung markas mereka berada, dan tiba-tiba rasa takut menyelimuti mereka. Kaki mereka seakan enggan untuk melangkah maju, keringat mulai bercucuran di tubuh. Dengan berat hati mereka memberanikan diri untuk masuk kedalam.


Saat pintu terbuka, terlihat seorang pria yang terbilang tidak terlalu tua tengah duduk di kursi kebanggaan dengan dagu yang di tumpuh kedua tangannya.


Pria itu menatap kedua pria itu dengan tatapan malas seakan tak peduli dengan apa yang di alami oleh keenam pria itu. pria itu berdiri dan menyandarkan tubuhnya ke bibir meja dengan tangan yang menyilang ke dada.


"Ada apa?!, kenapa kalian seperti itu?" tanya pria itu santai


"Ah itu, anu.. anu.." jawab salah satu dari mereka sangat ketakutan


"Katakan dengan jelas!" ucap pria itu memerintah


"Be.. begini bos!" jawab pria itu dengan gugupnya


"Iya kenapa?!" tanya lagi namun dengan nada yang sedikit meninggi


"Ka..kami gagal!" jawabnya


Pria itu menggebrak meja dan membuat kedua pria itu semakin ketakutan melihat ekspresi wajah dari pemimpin mereka, lalu pria yang berstatus sebagai bos itu berkata "Kenapa bisa gagal hah?!, siapa yang sudah berani melakukan itu?!"


"Se..seorang pria bos!" jawab mereka menundukkan kepala


"Kalian kalah oleh 1 orang pria saja?!" tanya bosnya tak percaya


"Di..dia bukan orang sembarangan bos!" ucap anak buahnya menjelaskan


"Memangnya siapa B4J1N64N itu?!" tanya bosnya penasaran


Namun mereka hanya saling pandang satu sama lain, dan enggan untuk menjawab pertanyaan dari bosnya.


_______________________


Daniel dan Mama Yuni sudah sampai di kediaman keluarga Daniel. Mama Yuni sudah tak sabar ingin segera bertemu dengan Cucu kesayangannya itu. Dengan buru-buru Mama Yuni langsung masuk menuju rumah mewah itu meninggalkan sang menantu yang tegah mengambil barang yang di bawa Mama Yuni tadi.


"Putraku ternyata sudah mencuri perhatian banyak orang" ucap Daniel menggelengkan kepalanya sambil tersenyum


Kemudian Daniel menyusul sang mertua yang sudah masuk terlebih dahulu kedalam rumah sambil menenteng beberapa paper bag milik sang mertua.


"Banyak banget sih Ma!" ucap Daniel melangkahkan kakinya menuju rumah


Kedua wanita cantik itu menoleh ke arah pintu utama karena mendengar suara seperti ada yang membukanya. Saat kedua mata dari para wanita cantik itu tertuju, terlihat seorang wanita paruh baya yang tengah tersenyum manis pada mereka.


"Mama?!" ucap kedua wanita itu berbarengan


"Uh... Anak-anak Mama" ucap wanita paruh baya itu merenggangkan kedua tangannya menghampiri Leny dan Wulan


Dengan perasaan bahagia kedua wanita cantik itu menyambut pelukan dari Mama Yuni dan mereka bertiga pun saling melepas rindu.


"Mama sendrian aja?" tanya Wulan yang masih memeluk Mama Yuni


Mereka bertiga melepas pelukannya dan tak lupa pula Mama Yuni menciumi kedua Anaknya tanpa henti sampai membuat Leny dan Wulan merasa kegelian.


"Ma ampun Ma!" ucap Wulan cekikikan


"Mama rindu sekali sama kalian berdua!" ucap Mama Yuni tersenyum bahagia


"Iya kami juga merindukan Mama!" ucap Leny


Lalu tiba-tiba seorang pria tampan masuk kedalam rumah dan kedua tangan dari pria tampan itu tengah membawa banyak paper bag besar yang entah apa isi di dalamnya.


"Loh kok Mama bisa bareng Ayahnya Damin?" tanya Leny sedikit bingung


Sedangkan Mama Yuni sudah menggendong Cucu pertamanya itu, dengan gemas Mama Yuni menciumi seluruh wajah dari Damin sehingga membuatnya tertawa dan membuat sang Nenek semakin gemas melihatnya.


"Mama!" panggil Leny sekali lagi


"Tadi Mama hampir di rampok waktu hendak kemari" jawab Mama Yuni yang tengah asyik bermain dengan Cucunya.


"Loh Kok bisa?!" tanya Wulan khawatir


"Mama juga gak tau sayang, tiba-tiba taksi yang Mama tumpangi sudah di hadang oleh keenam pria yang sangat menyeramkan" jawab Mama Yuni yang masih menatap wajah dari Cucunya


Lalu Mama Yuni melihat wajah Leny dan Wulan yang penuh kekhawatiran terhadapnya, kemudian Mama Yuni tersenyum dan berkata "Untung ada menantu Mama yang dengan hebatnya ia bisa mengalahkan keenam pria itu"


"Tapi Mama gak kenapa-kenapa kan?!" tanya Leny masih khawatir


"Mama tidak apa-apa sayang, kan ada Suami kamu yang melindungi Mama" jawab Mama Yuni tersenyum menatap menantunya


Leny membuang nafas lega karena mendengar kalau Mama kandungannya tak terluka sedikitpun.


"Untung saja Ada Ayahnya Damin" ucap Leny tersenyum menatap sang Suami dan di balas dengan senyuman juga oleh Daniel


"Tapi tadi Suami kamu sangat hebat ya Sayang, bahkan ia bisa mengalahkan keenam pria yang bertubuh kekar itu dengan sangat mudah!" ucap Mama Yuni tak percya dengan kehebatan dari menantunya.


Lalu tiba-tiba Damin kecil tersenyum manis saat mendengar tentang kehebatan Ayahnya dari sang Nenek, dan mereka yang melihat senyuman Damin sangat terpesona, dengan gemas Mama Yuni mencium Cucunya lagi tanpa henti.


_________________________


kedua pria malang itu masih saja belum berani untuk menjawab pertanyaan dari bos mereka. Karena menurut mereka jika sang bos tau siapa orang itu, pasti mereka berdua akan tamat di tangan bosnya


"Siapa?!" tanya bosnya sekali lagi


"Apa kalian tuli hah?!" tanya bosnya sangat geram


"JAWAB!!!" bentak sang bos dan membuat mereka semakin ketakutan


"Ry..Ryu Ken!" jawab salah satu dari mereka ketakutan


"APA?!!!!" ucap sang bos terkejut setengah mati dan tiba-tiba kakinya bergetar dan dengan tiba-tiba ia terduduk lemas di bawah lantai seakan tak percaya dengan apa yang di katakan oleh para anak buahnya.


"R..Ryu Ken" lirih sang bos dengan lemasnya..