Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
INI BELUM SEBANDING


Daniel semakin lama semakin tak terkendali menebas puluhan anak buah Johan yang berada di dekatnya, tak ada satupun yang berhasil kabur dari amukan Daniel.


Dari puluhan orang yang di bawa oleh Johan, sudah lebih dari setengahnya di habisi oleh Daniel. Sedangkan Johan masih bertarung melawan Hyuga di tempat tak jauh dari Daniel mengamuk.


"Kalian semua orang-orang yang berada di dalam Petir Hitam, sebenarnya itu lemah!. Hanya saja kalian di bantu dengan benda busuk itu!" ucap Hyuga sembari menendang kepala Johan


Johan yang terpental ke tanah, dengan cepat ia langsung bangkit dan tubuhnya masih saja kebal akan serangan yang di berikan oleh Hyuga secara bertubi-tubi.


Johan meludahkan darah pada rongga mulutnya ke tanah, kemudian ia membersihkan sisa noda darah pada sudut bibirnya sembari tersenyum.


"Di dunia gelap ini!. Yang kuat, maka mereka yang memimpin, tak peduli dengan cara kotor sekalipun" ucap Johan masih dalam senyuman liciknya.


"Hahaha!. Meskipun kau menggunakan cara kotor, namun sayangnya kalian masih belum mampu mengalahkan orang yang berada di sana dengan katana di tangannya!" sambung Hyuga menatap Daniel dengan serius


Johan juga tak henti-hentinya menatap Daniel yang semakin lama semakin menggila. Ia yang tadinya begitu sombong dan merasa percaya diri dapat merebut kepemimpinan yang selama ini telah Daniel pegang. Kini harus sadar bahwa ia memang tak mampu untuk mengalahkannya meski sudah menggunakan cara kotor.


Hyuga yang menyadari kalau pria yang berdiri di depannya sedang merasa tak tenang dan mulai ketakutan saat menyaksikan sang kapten yang tengah mengamuk itu tersenyum sinis.


"Kau tenang saja, lambat laut kau juga akan dapat giliran!" ucap Hyuga dan berhasil membuat Johan semakin takut.


"Hahaha!. Kau pikir aku sedang ketakutan?" tanya Johan mencoba menenangkan detak jantungnya


"Aku tak perlu menjawabnya kan?" tanya Hyuga balik


"Kakimu saja sudah bergetar gitu" timpalnya dengan senyuman yang meremehkan.


"I..ini hanya terlalu lama berdiri" jawab Johan yang tiba-tiba menjadi gugup.


"Hahaha!. Alasan yang tak masuk akal bro" ucap Hyuga tertawa


Daniel semakin lama semakin mendekat, Hyuga yang sadar akan kedatangan sang kapten pun tersenyum jahil. Dengan cepat ia langsung menerjang tubuh Johan sampai membuatnya terpental dan tersungkur di dekat Daniel yang tengah mengamuk.


Daniel menoleh ke arah yang dimana ia mendengar seperti ada benda yang jatuh di dekatnya. Saat ia melihat ternyata Johan yang berada di dekatnya, ia tersenyum psikopat dan ingin langsung menancapkan ujung mata katana miliknya ke arah Johan, namun dengan cepat Johan langsung menghindar dan ia langsung berdiri di depan Daniel.


"Kalau berani gak usah pakai senjata dong!" tantang Johan sembari membersihkan pakaiannya


Daniel tersenyum sinis, kemudian ia langsung membuang pedang miliknya. Pedang yang Daniel campakkan menancap pada salah satu anak buah Johan tepat di dadanya, dan pedang itu sampai menembus sebuah pohon, sampai membuat tubuh pria yang terkena pedagang milik Daniel ikut tertancap di pohon tersebut.


"Bagaimana?" tanya Daniel dengan senyuman psikopatnya


Johan melihat mayat anak buahnya yang tertancap di sebuah pohon itu, dengan mata yang terbelak dan ia juga terus menelan ludahnya dengan wajah yang bercampur takut.


Kemudian ia menatap Daniel yang tengah tersenyum, namun di barengi dengan aura pembunuh yang sangat kuat dalam dirinya. Johan bisa merasakan kalau dirinya sudah tidak bisa selamat lagi.


Ia mencoba memberanikan diri untuk mengahadapi masalah yang memang ia buat sendiri, dengan seseorang yang terkuat di Asia itu.


"Kenapa hah?! kenapa?!" tanya Johan dengan wajah yang penuh amarahnya, sedangkan Daniel hanya menaikkan salah satu alisnya seakan bingung apa yang di maksud oleh Johan


"Kenapa kau membuat keluargaku hancur?!. Apa kau tak punya hati ha?!. Semenjak kehilangan Papa dan kakakku menjadi cacat, Mamaku seperti orang yang tak bersemangat untuk hidup!" timpalnya


"APA KAU MEMANG SEORANG IBLIS YANG TAK MEMPUNYAI SIFAT KEMANUSIAAN LAGI?!. AKU DENGAR KALAU PEMIMPIN DARK SHADOW ITU TIDAK PERNAH MELAKUKAN HAL SEPERTI ITU!" teriak Johan dengan nafas yang ngos-ngosan.


Leny yang mendengar perkataan Johan yang seakan mengklaim bahwa suaminya adalah seorang kriminal yang membunuh orang-orang hanya untuk kesenangannya saja, ikut merasa emosi bercampur sedih mengingat perbuatan dari orangtuanya Johan yang sudah membunuh kedua mertuanya itu.


Koury dan Silvia yang melihat kalau Leny sedang di selimuti dengan amarah langsung memeluk Leny untuk menenangkan sahabat mereka itu.


"Sudah ya sayang, jangan kamu dengarkan omongan pria sinting itu!" ucap Koury


"Iya Leny, kita semua tau kalau suami kamu itu bukan pria yang seperti itu. Daniel itu sosok pria sejati, dan ia selalu melindungi orang-orang yang lemah kok" sambung Silvia.


"Koury.. Silvia.." ucap Leny dengan harunya, sedangkan kedua sahabatnya itu memberikan sebuah senyuman tulus di wajah mereka untuk Leny.


"Terima kasih!. Aku menyayangi kalian" timpalnya dan langsung memeluk mereka berdua.


Daniel hanya mendengarkan semua ucapan yang keluar dari mulut Johan. dengan senyuman yang seperti meremehkan tanpa membantah satu katapun yang Johan lontarkan untuk menghina dirinya.


Mata Johan menatap tanah dengan air mata yang ikut jatuh membasahi tanah di bawahnya. Ia sangat sedih melihat sang Mama menderita karena kehilangan suami yang sangat ia cintai itu, di tambah sang putra sulung yang sudah cacat dan tak kunjung sembuh.


"Hoi!. Apa kau sudah puas mengeluarkan seluruh uneg-uneg yang kau simpan?" tanya Daniel dengan tatapan santainya.


Johan mengangkat kepalanya dan bertanya balik "Apa maksudmu ha?!"


Tanpa menjawab Daniel langsung menendang kepala Johan yang sukses membuat tubuhnya terpental sampai menghantam pohon. Kemudian Daniel menduduki tubuh Johan dan langsung meninju wajah Johan sembari mengeluarkan uneg-unegnya juga.


"Apa kau tau kenapa aku melakukan hal sekejam itu pada pak tua busuk itu?!" tanya Daniel masih santai, dan Johan juga tak mau berkata sepatah katapun, ia hanya menatap Daniel dengan tatapan pembunuh.


Daniel mengepalkan tangannya dan langsung meninju wajah Johan sembari berkata dengan geram "Dia telah membunuh kedua orangtuaku!"


Tinjuan yang di berikan oleh Daniel mampu menghancurkan efek obat yang di konsumsi oleh Johan tadi, dan membuat Johan mampu merasakan betapa sakitnya pukulan yang Daniel berikan. Karena sebelum Daniel mengepalkan tangannya, ia menggunakan sebuah jurus yang mampu menetralisir efek pada obat milik Johan.


"Pukulan apa ini?!, kenapa wajahku sakit sekali!" batin Johan menahan perih yang sangat luar biasa pada wajahnya.


"Padahal aku sudah menggunakan obat itu, tapi kenapa masih terasa juga?!" timpalnya.


"Aku kehilangan kedua orangtuaku sejak aku kecil!, apa kau tau betapa menderitanya aku hah?!" ucap Daniel dan melancarkan pukulannya yang kedua.


"Bruhk, uhuk-uhuk" Johan terbatuk-batuk


"Dan apa kau tau, kenapa aku membuat kakakmu sampai cacat ha?!" tanya Daniel sembari meninju wajah Johan lagi


"DIA TELAH MEMBUAT ISTRIKU SEMPAT MENGALAMI KOMA!" teriak Daniel sembari meninju wajah Johan secara bertubi-tubi.


Kemudian Daniel menarik kerah baju Johan dengan kedua tangannya, kemudian ia berkata dengan sangat keras "APA YANG KELUARGA KAU RASAKAN ITU MASIH BELUM SEBERAPA DENGAN APA YANG AKU RASAKAN SEJAK KECIL!"


"HYUGA!!!" panggil Daniel dengan berteriak


Hyuga terkejut karena mendengar sang kapten sampai, kemudian ia menjawab dengan gugupnya "I..iya ada apa kapten?"


"AMBILKAN RYUKEN!" perintah Daniel masih berteriak


"Ba..baik kapten" jawab Hyuga dan dengan buru-buru ia langsung mencabut pedang milik Daniel yang tertancap di sebuah pohon.


"I..ini kapten" ucap Hyuga menyerahkan pedang milik Daniel dengan hati-hati.


Dengan cepat Daniel langsung merampas pedangnya pada tangan Hyuga, dan dengan penuh amarah ia juga langsung mencincang tubuh Johan secara membabi buta.