
Satu Minggu telah berlalu setelah peristiwa amukan Daniel pada waktu itu. Kini kehidupan pasangan Syahputra itu terlihat sangat hangat dan semakin romantis.
Kondisi tubuh Daniel juga sudah pulih 100 persen, dan bahkan mungkin ia merasa semakin lebih kuat dari sebelumnya.
Di hari Minggu yang sangat dingin di negara sakura itu, karena di sana memang sedang memasuki musim dingin. Terdapat pasangan yang selalu terlihat romantis sedang berada di dalam kamar mereka. Namun, sang pria hanya fokus pada layar laptopnya saja dan mengabaikan istri serta putra tampan mereka hingga membuat sang istri menjadi sedikit kesal.
"Damin, sayang, coba deh lihat Ayah kamu itu. Masa hari libur gini hanya main-main dengan laptopnya itu, sampai-sampai Bunda kamu yang cantik ini tidak di mainin nya" ucap Leny cemberut sambil ikut bermain dengan Damin menyusun sebuah menara mainannya. Namun Daniel masih tetap fokus pada layar laptopnya itu.
Karena sudah terlalu lama dia berada di jepang dan meninggalkan kantor miliknya dan Riski di Indonesia untuk mengurusnya. Banyak dokumen-dokumen yang begitu menumpuk dan harus di kerjakan olehnya.
Di saat ia tengah fokus mengerjakan pekerjaannya, tiba-tiba ponsel miliknya yang tak jauh dari tempat istri dan putranya bermain berdering.
"Honey, tolong hp Ayah dong" ucap Daniel namun kedua bola matanya masih menatap layar laptopnya dan membuat Leny semakin kesal melihatnya.
"Hmmm" jawab Leny kesal dan ia langsung beranjak dari tempatnya mengambil ponsel milik sang suami, lalu memberikannya pada Daniel.
"Terima kasih istriku" ucap Daniel tersenyum sambil membelai pipi Leny dengan lembut.
"Hmmm" jawab Leny dengan ekspresi kesal. Namun ia tak beranjak dari tempat ia berdiri dan ia terus berdiri di sebelah Daniel dengan wajah cemberutnya.
"Riski?" gumam Daniel sambil melihat layar ponselnya dan langsung mengangkat panggilan dari sahabatnya tersebut.
"Hmm, ada apa?" tanya Daniel sambil masih terus mengetik dan ponselnya ia jepit menggunakan pundaknya.
"Bagaimana hadiah dariku?, cukup mengejutkan bukan?" tanya Riski tertawa.
"Eh b4ngke!. Kalau kau menelpon cuma hanya ingin mengejekku saja, lebih baik tidak usah!" jawab Daniel kesal.
"Hahaha, sorry-sorry bro" tawa Riski.
"Siapa suruh kau pergi ke sana terlalu lama?, yaudah aku kumpulkan saja semua dokumen yang memang harus membutuhkan tanda tangan darimu dan ku serahkan semuanya sekaligus" timpalnya masih mengejek.
"Sekarang malah sibuk dengan ponselnya" gerutu Leny menyilang kan kedua tangannya sambil membuang mukanya. Ia semakin kesal karena keberadaan dirinya seakan-akan tak di hiraukan oleh sang suami.
"Udah dulu ya bro, aku sangat sibuk ni" ucap Daniel sambil melihat ke arah sang istri yang semakin kesal padanya karena merasa tak di pedulikan olehnya.
Setelah menutup panggilan teleponnya, Daniel juga menutup laptopnya lalu menarik tangan sang istri yang masih enggan menatap dirinya.
"Istriku yang cantik ini kenapa sih?" tanya Daniel dengan lembut.
"Gak tau!" jawab Leny kesal dan masih gak mau melihat wajah sang suami.
"Apa ketampanan suamimu ini sudah pudar?, sampai-sampai istriku sendiri tak ingin menatapnya?" tanya Daniel sambil tersenyum.
"Pikir saja sendiri" jawab Leny masih dalam suasana hati yang kesal karena perbuatan suaminya tadi.
"Yaudah-yaudah, Ayah minta maaf ya istriku" ucap Daniel sambil menggenggam kedua tangan sang istri. Namun Leny hanya diam dengan wajah yang masih tak menatap Daniel.
Daniel tersenyum lalu berkata dengan lembut "Yaudah, Bunda mau jalan-jalan gak?"
Dengan reflek cepat Leny langsung memalingkan wajahnya dan menatap Daniel dengan ekspresi wajah penuh rasa bahagia serta tatapan mata yang berbinar-binar.
"Beneran?, Ayah gak bohong?" tanya Leny dengan penuh semangat.
"Enggak dong istriku" jawab Daniel tersenyum
Tiba-tiba Leny duduk di pangkuan suaminya lalu ia mengalungkan kedua tangannya pada leher Daniel.
"Kalau begitu Bunda mau jalan-jalan di sekitar sini saja, menikmati suasana dingin bersama Ayah dan Damin" ucap Leny dengan nada manjanya sambil membelai pipi sang suami.
Daniel tersenyum lalu ia mencium kening Leny cukup lama kemudian ia berkata "Yaudah, terserah Bunda saja. Ayah ikut aja deh".
"Daripada di amuk singa betina" batin Daniel bergidik ngerih.
"Yaudah, Bunda dan Damin siap-siap dulu ya. Ayah juga buruan siap-siap gih" ucap Leny sambil bangkit dari pangkuan Daniel.
Daniel tersenyum bahagia saat melihat wajah istrinya itu. Ia harus banyak bersabar menghadapi singa betinanya itu.
"Ayah!, buruan dong!. Malah bengong" ucap Leny sambil menggendong Damin.
"Iya-iya Honey" jawab Daniel dan langsung bangkit dari tempat duduknya.
"Ayah kamu mengajak kita jalan-jalan sayang" ucap Leny tersenyum sambil mendandani sang putra agar terlihat semakin tampan.
"Honey, jangan lupa pakai baju musim dinginnya ya, Damin juga" ucap Daniel sambil mencari-cari baju musim dingin miliknya di dalam lemari.
Setelah keluarga kecil itu sudah selesai berdandan, mereka langsung pergi keluar dari hotel milik mereka tanpa menggunakan mobil mewah milik mereka karena Leny yang menginginkannya.
"Sudah lama ya kita tidak jalan-jalan seperti ini Ayah" ucap Leny tersenyum sambil menggandeng lengan Daniel yang tengah menggendong Damin.
"Iya Honey, dan sekarang kita sudah tidak berdua lagi seperti dulu" jawab Daniel tersenyum.
"Kalau dulu setiap kita berjalan-jalan, kita seperti orang pacaran ya" ucap Leny tersenyum mengenang masa-masa mereka berdua sebelum putra tampan mereka lahir.
"Ayah, coba lihat di sana" ucap Leny menunjuk ke arah depan mereka.
"Sepertinya pria dan wanita itu sedang di ganggu deh. Lihat, si wajah dari wanita itu seperti ketakutan begitu. Pria yang melindunginya juga ketakutan, tapi dia berusaha untuk melindungi kekasihnya" timpal Leny merasa kasihan.
Daniel hanya tersenyum saat melihat beberapa pria yang hendak mengeroyok pasangan itu.
"Lalu Bunda ingin Ayah menolong mereka berdua?" tanya Daniel tersenyum sambil terus menatap ke arah yang ada di depan matanya.
"Iya dong suamiku" jawab Leny
"Tapi jangan sampai membunuh loh. Cukup di berikan efek jera saja pada preman-preman itu" timpal Leny memberi peringatan pada sang suami.
"Kalau begitu, dengan melepaskan sebelah bola mata mereka, sebelah tangan mereka, sebelah kaki mereka, sebelah telinga mereka..." ucapan Daniel terhenti karena Leny langsung menyelanya.
"Iiihhh!!!. Udah, jangan membicarakan hal yang menjijikkan seperti itu!. Jangan buat putraku ternodai dengan omongan Ayah barusan" sela Leny memotong.
"Buruan Ayah!, mereka mau di serang loh!" timpal Leny khawatir.
"Iya-iya bawel" jawab Daniel dan langsung menyerahkan Damin pada Leny, lalu ia pergi menuju ke tempat sepasang kekasih yang tengah di ganggu oleh preman di sana.
"Apa kau masih tak ingin menyerahkan wanita cantik yang ada di belakang kamu itu?!" tanya seorang pria yang berdiri di depan pria yang tengah melindungi wanitanya.
"Sampai matipun, aku tidak akan menyerahkannya!" jawab pria itu tegas.
"Hahahaha. Cari mati dia bos" ucap salah satu dari anak buah yang ingin mengeroyok sepasang kekasih itu.
Seorang pria bertato bertubuh besar yang mereka panggil bos itu hanya tersenyum sinis. Lalu tanpa berkata apa-apa, ia langsung mencekik leher kekasih dari wanita itu sampai membuatnya tak menatap tanah dan hal itu membuat anak buah dari pria bertato itu tertawa bahagia.
"Hahaha. Bunuh saja bos!" ucap salah satu dari mereka tertawa bahagia.
"Arkkkhhhh" pria itu kesakitan dan hampir kehabisan nafas.
"Si..siapa saja!, TOLONG!!!" teriak wanita itu ketakutan.
Tiba-tiba sebuah tangan menggenggam lengan pria yang tengah mencekik leher kekasih si wanita yang sudah menangis itu.
"Lepaskan" ucap pria yang menggenggam lengan pria bertato itu dengan nada dinginnya.
"Wah, wah. Ternyata seekor tikus yang menyerahkan diri padaku" ucap pria bertato itu menatap ke arah pria yang masih menggenggam lengannya.
"Aku bilang lepaskan!" ucap pria itu lagi dan semakin mencengkram erat lengan pria bertato itu sampai membuat sebuah suara seperti ada ranting yang patah.
"ARKKKHHHH!!" pria bertato itu kesakitan dan cengkraman tangannya pada leher pria yang ia cekik tadi langsung terlepas. Namun cengkraman tangan seorang pria yang berada di lengannya masih tak terlepas.
Pria yang mencengkram lengan pria bertato itu langsung melemparkan tubuh pria bertubuh besar itu dengan sangat mudah dan membuat tubuh pria bertato tersebut menyeret cukup jauh di aspal.
Pria bertato itu di buat naik pitam dan kesal. Ia langsung bangkit dari tempat ia terkapar tadi, dan berniat ingin menyerang pria yang membuat lengannya patah.
Dengan senyuman penuh percaya diri ia ingin memberikan sebuah pukulan yang sangat keras karena pria yang membuat lengannya patah tadi tengah membelakanginya.
"Awas!" ucap wanita itu mengkhawatirkan pahlawan mereka.
Pria itu sebenarnya sudah tau kalau akan ada penyerangan dari belakangnya. Ia langsung menoleh ke arah pria itu dengan tatapan mata yang membuat pria bertato itu langsung terdiam terpaku saat menatapnya dan sampai membuatnya berlutut karena ketakutan. Sedangkan seluruh anak buahnya hanya kebingungan saat melihat bos mereka sampai ketakutan seperti itu.
"Kenapa bos?, ada apa denganmu?!" tanya salah satu bawahannya panik.
"Ba...bawa aku jauh dari monster itu" jawab pria bertato itu ketakutan sambil menunjuk ke arah seorang pria yang menatap dingin ke arahnya, dan membuat seluruh bawahannya semakin bingung.
Karena penasaran dengan tingkah dari sang bos, mereka semua mencoba menatap ke arah pria yang di katakan monster oleh bos mereka. Benar saja, saat mata mereka saling tatap, tiba-tiba tubuh mereka gemetaran dan tak bisa bergerak saat melihat mata pria itu.
"Tunggu apa lagi!, cepat pergi dari sini!" tegur seorang wanita yang tengah menggendong seorang anak kecil berusia satu tahun dan memukul kepala salah satu dari preman itu secara tiba-tiba.
Para preman itu langsung mengangkat tubuh tubuh bos mereka yang tengah berlutut dan langsung lari dari tempat tersebut meninggalkan dua sepasang kekasih itu.
"Te.. terima kasih banyak ya tuan" ucap pria itu sambil membungkuk.
"Terima kasih tuan" tambah wanita itu ikut membungkuk.
"Sudah-sudah, jangan berlebihan seperti itu" ucap Daniel yang merupakan pria yang di sebut-sebut monster tadi.
"Lagian aku juga tidak berbuat apa-apa. Mereka saja yang terlalu pengecut" timpal Daniel terkekeh.
"Apa kalian baik-baik saja?" tanya Leny merasa khawatir dan di translate oleh Daniel menggunakan bahasa Jepang.
"Tidak apa-apa kok" jawab pria itu tersenyum menggunakan bahasa Indonesia, dan membuat Leny dan Daniel terkejut.
"Sebenernya saya juga bisa menggunakan bahasa Indonesia walaupun hanya sedikit-sedikit" sambung wanita itu tersenyum malu-malu.
"Sebenernya saya ini asli orang Indonesia" ucap pria itu terkekeh sambil menggaruk kepalanya yang terasa tidak gatal.
"Pantas saja kau terlihat begitu berani melindungi wanita mu. Kau memang benar-benar sosok pria sejati" ucap Daniel sambil menepuk-nepuk punggung pria itu.