
"Hahaha, akhirnya!. Permainan baru di mulai tuan Syahputra" ucap seseorang pria tersenyum licik.
Leny, Silvia, dan Koury di bawa oleh ke lima pria misterius itu menuju ke sebuah tempat yang sudah di tentukan oleh bos mereka.
_________________________
Daniel dan Hyuga tengah asyik mengobrol dan bercanda. Mereka berdua belum tau jika Istri keduanya dalam keadaan bahaya. Namun tiba-tiba perasaan Daniel seketika berubah menjadi tak karuan dan langsung memikirkan keadaan sang Istri.
Hyuga juga mengetahui jika sahabatnya itu tiba-tiba merasa ada yang janggal di pikirannya. Hyuga terus memperhatikan Daniel yang tengah melamunkan sesuatu yang menurutnya sangat serius.
"Ada apa?" tanya Hyuga
"Tiba-tiba perasaanku kok tidak enak ya" jawab Daniel berjalan ke arah jendela
"Entah kenapa aku memikirkan Istriku" timpalnya sambil menatap ke luar jendela
"Tenang dulu kapten" ucap Hyuga menenangkan Daniel
"Oh iya, aku memasang GPS di ponsel miliknya Koury" timpalnya mengeluarkan ponselnya.
Daniel yang merasa penasaran juga langsung mendekati Hyuga dan mereka berdua memantau pergerakan Leny serta yang lainnya melalui ponsel milik Hyuga.
Pergerakan titik koordinat dimana Leny dan Istri Hyuga berada terlihat sedikit aneh dan jauh dari kota, membuat mereka berdua semakin gelisah melihatnya.
Daniel mengeluarkan ponselnya dan berkata "Aku akan mengecek GPS di mobil yang mereka bawa tadi"
"Loh?!, tapi titik koordinat mobil mereka sedang berhenti di sebuah mall?!" timpal Daniel terkejut
"Ada yang tidak beres!" ucap Hyuga terus memperhatikan titik koordinat GPS milik Istrinya yang semakin menjauh dari perkotaan.
Daniel semakin panik, pikirannya menjadi kacau, ia terus saja mondar mandir memikirkan keadaan sang Istri yang menurutnya tengah dalam bahaya.
"Kapten tenang dulu, kita harus berfikir positif!" ucap Hyuga mencoba menenangkan Daniel
"Gimana aku bisa tenang coba?, Istriku pasti dalam bahaya!" jawab Daniel dengan nada yang sedikit meninggi
"Istriku juga ikut di sana kapten!" ucap Hyuga
"Sebaiknya kita harus tenang, dan memikirkan cara untuk menyusul mereka" timpalnya
"Kau benar!, kita harus tenang" ucap Daniel bersandar pada dinding di ruangannya
"Aku akan terus memperhatikan pergerakan mereka sampai berhenti dimana" ucap Hyuga fokus pada layar ponselnya
__________________________
Kelima pria misterius itu membawa ketiga wanita cantik itu pergi menjauh meninggalkan keramaian kota Jakarta dan memasuki daerah masih di penuhi dengan hutan yang sangat lebat.
Namun tanpa mereka sadari, ternyata Leny sedari tadi masih sadarkan diri, dia hanya berputar-putar pingsan saja. Sewaktu ketiga wanita cantik itu di bekap oleh pria-pria misterius itu, ternyata Leny tak sedikitpun menghirup obat bius yang di letakkan pada sapu tangan yang mereka gunakan untuk membius Leny dan yang lainnya. Jadi Leny masih bisa mendengar percakapan para pria misterius itu dengan sangat jelas.
"Aku yakin pasti tuan Edi akan sangat senang" ucap salah satu dari pria itu
"Tentu saja, secara kita telah mendapatkan jackpot" timpal temannya
"Sepertinya kita akan mendapatkan bonus" ucap temannya yang lain
"Hahaha" mereka tertawa bersama
"Edi?, ada apa ini?, kenapa mereka ingin menangkap kami?" gumam Leny berpura-pura pingsan
Mobil yang mereka bawa untuk menculik Leny serta kedua sahabatnya itu terus melaju menjauh dari kota dan sudah memasuki kedalam hutan yang ternyata di dalam hutan tersebut ada sebuah rumah yang terlihat sederhana tapi nampak menyeramkan.
Mobil tersebut berhenti di depan rumah yang menyeramkan itu, lalu kelima pria itu langsung membawa ketiga wanita cantik itu masuk kedalam rumah itu yang dimana sang bos sudah menunggu.
"Apa-apaan pria busuk ini?!, berani sekali dia menyentuhku!. Dasar B4J1N64N!, tubuhku hanya boleh di sentuh oleh Suami dan putraku saja!. Lihat saja nanti!, akan ku balas lebih kejam!" batin Leny yang masih memejamkan matanya
Kelima pria misterius itu membawa ketiga wanita cantik itu masuk menuju kesebuah ruangan yang dimana sang bos sudah menunggu kedatangan tamu spesialnya.
Pintu terbuka, dan mereka semua masuk kedalam. Terlihat seorang pria yang berusia sekitar 40 tahun keatas tengah duduk santai dengan kedua kakinya yang naik di atas meja sembari menikmati rokok cerutu miliknya.
"Bos!" sapa mereka
"Hmm" jawab bos itu dan membuang uap rokoknya ke atas langit
"Ikat mereka bertiga di kursi itu!" perintah sang bos menunjuk sebuah tiga kursi yang terbuat dari kayu.
"Siap bos!" jawab mereka dengan tegas.
Leny, Silvia, dan Koury di bawa oleh kelima pria itu menuju ke sebuah kursi kayu, dan mereka bertiga langsung di ikat di kursi tersebut.
"Sudah dua kali kalian menyentuhku!. Oke akan ku hitung ini!" batin Leny.
"Sudah bos!" ucap mereka setelah selesai memeriksa ikatan tali pada Leny dan kedua sahabatnya itu.
"Mainan-mainan, kepala otak bapak kau itu mainan!. tunggu pembalasanku!, kau akan merasakannya 10 kali lipat!" gumam Leny dengan geramnya.
"Geledah barang-barang milik mereka!, cari ponselnya dan berikan padaku!" perintah sang bos dengan tegasnya.
"Baik bos!, laksanakan!" ucap para anak buahnya.
"Ini ponsel mereka bos!" ucap salah satu anak buahnya yang menyerahkan tiga buah ponsel milik ketiga wanita cantik.
"Bagus!" jawab sang bos sembari menerima ketiga buah ponsel tersebut.
"Yang mana diantara mereka bertiga, yang merupakan Istri si B4J1N64N Syahputra itu ya?!" gumam pria itu bertanya sembari mengotak-atik ketiga buah ponsel tersebut.
"Jadi mereka musuh Suamiku ya?!. Hem!, kalian menyanderaku untuk memancing Suamiku ya?!, dasar bodoh!" gumam Leny tersenyum tipis
"Aku ingin melihat wajah ketakutan yang akan keluar dari seorang pemimpin assassin yang sangat begitu di takuti se Asia itu!" ucap pria itu dengan senyuman liciknya.
"Apa?! assassin?, aku gak salah dengar ni?" gumam Leny yang sangat terkejut saat mengetahui identitas dari Suaminya itu.
Karena sudah tak tahan, akhirnya Leny mau tak mau harus menyudahi aktingnya yang berpura-pura pingsan itu, di tambah ia mendengar jika identitas dari Suaminya yang merupakan orang nomor satu di Asia.
"Hoy tua bangka!" ucap Leny sedikit meninggikan suaranya.
Pria itu menoleh kearah Leny dan ia tersenyum lalu sambil berkata "Ternyata kau sudah bangun ya nona cantik"
"Apa perkataanmu tadi benar?" tanya Leny tanpa memperdulikan omongan pria itu tadi
"Yang mana nona cantik?" tanya pria itu balik
"Dasar bodoh!. Yang kau katakan jika Suamiku adalah orang nomor satu di Asia!" jawab Leny
"Jadi kamu Istri dari si Syahputra itu ya?!" tanya pria itu sedikit terkejut
"Jika memang iya kenapa?!" tanya Leny balik tanpa rasa takut.
"Cepat lepaskan kami!, jika ingin nyawamu ku ampuni" perintah Leny memberontak dalam duduknya.
"Haha!. Sifat kalian berdua memang sangat mirip!, dan kau juga tidak ada rasa takut sama sekali terhadap diriku ya nona?!" ucap pria itu tertawa dan sudah berdiri di depan Leny.
"Namun sayangnya era kekuasaan milik Suamimu sudah berakhir!" timpal pria itu sembari membelai pipi mulus miliki Leny.
"Dasar b1n4t4ng!. berani sekali kau menyentuh tubuhku!. Sudah tiga kali kalian menyentuhku!. kalian akan menerima balasannya nanti!" ancam Leny semakin emosi.
"Sut.. sut.. sut.." ucap pria itu mengisyaratkan jari telunjuknya pada bibir si pria itu sembari menelpon seseorang.
___________________________
Daniel dan Hyuga semakin merasa khawatir saat mengetahui titik henti GPS milik Koury yang berhenti di sebuah hutan yang sangat jauh dari kota.
"Ini sudah pasti mereka bertiga dalam bahaya!" ucap Daniel yang sudah mulai geram
"Iya, kau benar kapten!" jawab Hyuga ikut merasa khawatir dengan keselamatan sang Istri
Disaat kepanikan mereka berdua, tiba-tiba ponsel milik Daniel berdering dan ia langsung bergegas mengambil ponselnya yang tersimpan di dalam saku celana. Saat ia tau siapa nama penelepon itu, ia merasa sedikit lega kemudian dengan sedikit panik ia menaikan icon hijau keatas dan orang yang meneleponnya langsung angkat suara.
"Halo tuan Syahputra!" sapa seorang pria yang menelepon Daniel menggunakan ponsel milik Leny!
"Siapa kau?!, dimana Istriku?!" tanya Daniel terpancing emosi
"Hahaha!, anda tenang saja tuan Syahputra!. Istri anda dalam keadaan baik-baik saja dalam genggamanku!" jawab pria itu menatap kearah Leny dengan senyuman jahatnya.
"SUAMIKU! JANGAN CEMASKAN AKU!, AKU BAIK-BAIK SAJA!, KAMU TENANG SAJA!" teriak Leny dan di dengar oleh Daniel.
"HONEY!, KAMU DIMANA ISTRIKU?!, AKU AKAN MENYELAMATKAN KAMU!" teriak Daniel balik berharap suaranya di dengar oleh Leny.
"BERISIK!" teriak pria itu
"Hoy!. Kau sudah berani bermain api denganku ya!, persiapkan dirimu, kali ini aku sedang bad mood!. kuharap kau tidak mudah mati nantinya!" ancam Daniel dengan nada datarnya.
"Uuhhh takutnya!" ucap pria itu mengejek dan langsung mematikan sambungan teleponnya.
"Woy! HOY!, HOY!!!!" teriak Daniel.
"Dasar b3r3ngs3k!" ucap Daniel dengan geramnya dan memukul sebuah tembok di depannya sampai menimbulkan suara yang sangat keras, sehingga membuat tembok itu retak akibat emosi Daniel!.
"Tunggu aku Honey!, aku akan menyelamatkan kamu!, dan akan ku cincang si B4J1N64N itu!" ucap Daniel dengan aura pembunuhnya.
"Sudah kau lacak lokasi telepon dari B4J1N64N itu?!" timpal Daniel bertanya.
"Sudah kapten!, hanya tinggal menunggu keputusan darimu!" jawab Hyuga tersenyum sinis.
"Panggil Kakak, dan Adik-adikku, tapi jangan beritahu Wulan tentang ini" perintah Daniel dengan datarnya.