Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
KATANA YANG BERNYAWA


Mereka semua terkejut melihat Daniel yang kewalahan saat menghadapi Jhonatan. Namun tidak dengan Jhonatan dan para bawahannya, mereka justru tertawa terbahak-bahak saat melihat Daniel terlempar ke tempat tumpukan sampah itu.


"Daniel!.." panggil Rian khawatir.


"Kapten!" panggil Hyuga juga


"Kakak!" panggil Kevin dan Fauzi secara bersamaan.


"Wah, wah. Nampaknya aku terlalu berlebihan ya?" tanya Jhonatan tertawa sombong.


"Atau memang pemimpin kalian yang terlalu lemah?" timpalnya semakin tertawa.


"Kuharap, pemimpin Dark Shadow itu belum menemui ajalnya. Karena aku belum merasa puas dalam pertarungan ini" ucapnya lagi dan seluruh bawahannya ikut tertawa.


Rian dan lainnya mencoba menghampiri Daniel, mereka berniat ingin membantunya untuk bangkit dari tumpukan sampah yang telah menguburnya sampai tak terlihat.


Namun ketika mereka beranjak, tiba-tiba cambuk milik Jhonatan mengarah ke arah Rian dan yang lainnya hingga membuat mereka harus menghindar secara terpisah.


"Daripada kalian mengkhawatirkan pemimpin yang tidak berguna itu, lebih baik, khawatirkan saja nyawa kalian masing-masing!" ucap Jhonatan mengancam.


"Ooo... Kau ingin beradu ilmu denganku?!" tanya Hyuga yang sudah tak bisa membendung emosinya lagi karena melihat sahabatnya di buat sampai seperti itu.


"Oke!, aku akan buktikan seberapa kuatnya Dark Shadow!" timpal Hyuga geram dan ingin maju untuk menyerang Jhonatan.


"Tunggu!" ucap Rian menahan tubuh Hyuga.


"Ada apa lagi Kak?" tanya Hyuga kesal.


"Pikiran baik-baik jika kau ingin menyerangnya!. Jangan gunakan emosi, nanti kau akan mengalami hal yang sama seperti Daniel" jawab Rian menasehati.


"Benar apa yang di katakan oleh Kak Rian, kita tidak boleh gegabah. Kak Daniel saja sampai kewalahan dibuatnya, apalagi kita" sambung Kevin.


"Ada apa?, kenapa kalian semua malah diam saja?, apa kalian takut?" tanya Jhonatan tertawa.


"Jika kalian takut denganku, maka akan ku serahkan kalian pada peliharaan-peliharaan ku saja. Nampaknya mereka juga sudah tak sabar ingin mengambil posisi kalian dalam dunia kegelapan ini" timpalnya sambil melihat ke arah semua bawahan yang tengah tersenyum meremehkan Rian dan anggota Dark Shadow yang lainnya.


"B4JINGAN!" ucap Hyuga semakin emosi.


"Apa kalian siap wahai anjing-anjingku?" tanya Jhonatan pada bawahannya.


"Kami 100 persen siap untuk menghabisi mereka semua bos!" jawab seluruh bawahannya Jhonatan dengan semangat.


"Kalau begitu, bersenang-senanglah!" ucap Jhonatan memerintah seluruh anak buahnya untuk menyerang Rian dan yang lainnya.


"MAJU!!!" teriak salah satu dari bawahannya Jhonatan dan mereka semua langsung berlari menuju ke arah Rian dan yang lainnya.


Sedangkan Daniel yang masih berada di dalam tumpukan sampah yang telah menimbun tubuhnya hanya diam saja sambil menutup matanya seakan-akan sedang berkomunikasi dengan seseorang yang berada jauh darinya.


"Apa kalian berdua mendengarkan ku, Mery, Caty?" tanya Daniel melalu batin telepatinya.


Mery dan Caty yang tengah asyik bermain di rumah mereka langsung terkejut hingga menghentikan permainan mereka.


"Mery?, apa kau mendengarnya?" tanya Caty mencoba memastikan.


"Ya!, aku sangat jelas mendengarnya" jawab Mery.


"Ini suara tuan kita" timpal Mery.


"Iya tuan, kami mendengar suara anda dengan jelas" jawab Caty.


"Ada apa tuan?" tanya Mery penasaran.


"Aku butuh bantuan kalian, apa kalian bisa kesini?" tanya Daniel.


"Maksud tuan ke tempat tuan berada?" tanya Caty sedikit terkejut.


"Iya" jawab Daniel.


"Jaraknya sangat jauh tuan, dan itu akan memakan waktu serta energi kami sangat banyak" ucap Mery merasa ragu.


"Setelah kalian sampai di sini, aku akan memberikan energi kalian yang terkuras" jawab Daniel.


"Baiklah tuan, kami akan mencobanya" ucap Caty.


"Tolong anda beritahu dimana anda berada, sebarkan hawa keberadaan anda pada kami, kami akan secepatnya ke sana" sambung Mery.


"Baiklah" ucap Daniel sambil mengeluarkan auranya.


Setelah merasakan hawa aura milik Daniel, mereka berdua langsung bergegas menuju ke tempat Daniel berada.


"Baiklah tuan, kami akan segera ke sana. Mohon tunggu, karena kami membutuhkan waktu beberapa menit untuk tiba ke sana. Mengingat jarak yang sangat jauh" ucap Mery.


Caty dan Mery langsung bergegas terbang dan menggunakan kekuatan mereka untuk bisa segera sampai ke tempat Daniel berada.


Setelah seluruh bawahannya maju untuk menyerang Rian dan yang lainnya sesuai perintahnya, kini pandangannya tertuju ke arah tumpukan sampah yang dimana Daniel berada. Sedangkan Rian dan yang lainnya sudah bertarung dengan seluruh bawahannya Jhonatan.


"Kenapa dia tidak muncul-muncul?" batin Jhonatan penasaran.


"Apa jangan-jangan dia sudah mati?" timpalnya tersenyum meremehkan.


Hyuga yang geram langsung menghajar orang-orang yang mencoba menghalangi jalan untuk menuju ke tempat Daniel berada.


"MINGGIR KALIAN SAMPAH!" ucap Hyuga sambil terus memberi pukulan demi pukulan.


Namun serangan yang di berikan oleh Dark Shadow seakan tak mempan pada bawahannya Jhonatan. Karena setelah mereka menerima pukulan telak dari Rian dan yang lainnya, dengan cepat mereka semua bisa bangkit kembali seakan-akan tidak terjadi apa-apa.


"Apa kau sedang menggelitik?" tanya salah satu bawahannya Jhonatan dengan sombongnya.


"Pukulan kalian sama sekali tak berasa" timpalnya.


"Sial!, pasti mereka mengonsumsi obat itu lagi!" gumam Hyuga dan terus memberi serangannya. Namun lagi-lagi mereka masih bisa bangkit lagi seperti zombie.


Hingga sampai dua puluh menit Rian dan yang lainnya mengeluarkan jurus-jurus mereka untuk menumbangkan Wild Tiger namun mereka masih bisa bangkit lagi tanpa merasakan rasa sakit sedikitpun.


Rian dan yang lainnya sudah kelelahan karena energi mereka sampai terkuras karena menghajar manusia-manusia zombie tersebut.


Kini Rian dan Dark Shadow lainnya sudah mulai terpojok karena sudah kelelahan menghadapi bawahannya Jhonatan.


Tak lama kemudian, Mery dan Caty sampai di tempat Daniel berada dengan nafas yang sudah hampir habis karena terlalu banyak mengeluarkan energi hanya demi bisa sampai ke tempat Daniel berada.


"Akhirnya kalian berdua sampai juga" ucap Daniel dengan posisi yang masih berada di dalam tumpukan sampah tersebut.


"Maaf sudah membuat kalian sampai harus kesini hingga kelelahan seperti itu" timpalnya merasa tak enak.


"Ti...hosh...tidak perlu sa...hosh... mpai meminta maaf hosh... seperti itu tuan" jawab Caty mencoba mengatur nafasnya karena kelelahan.


"A...hosh... hosh... apa yang terjadi pa...hosh... da.. anda tuan?..." sambung Mery bertanya dengan nafas yang sama seperti Caty.


"Aku terlalu meremehkan musuhku, sampai aku berada di tempat sampah seperti ini, hahaha" jawab Daniel tertawa malas.


"La...hosh...lalu apa yang anda inginkan dari kami tuan?" tanya Caty yang sudah mulai membaik dan mereka berdua mencoba mengumpulkan energi mereka yang terkuras hampir semuanya kembali.


"Apa kalian lihat di luar sana?" tanya Daniel.


"Ya tuan. Kami melihat sepertinya saudara-saudara anda sedang kewalahan melawan musuh-musuhnya, dan mereka hampir terpojok" jawab Caty sambil memperhatikan ke arah luar melalu tumpukan sampah yang masih menimbun Daniel.


"Siapa mereka tuan?, kenapa kalian sampai di buat seperti ini?" tanya Mery merasa tak terima melihat tuan nya sampai berada di tumpukan sampah itu.


"Mereka kelompok baru yang ingin mencoba mengambil alih kepemimpinan Dark Shadow yang menguasai dunia kegelapan ini" jawab Daniel menjelaskan.


"Mereka menamai kelompok mereka dengan sebutan Wild Tiger, dan orang yang memegang cambuk itu adalah pemimpinnya. Dia yang sudah membuatku sampai di tempat ini" timpal Daniel.


"Jadi anda ingin kami menghabisi orang-orang itu?" tanya Caty menebak.


"Iya" jawab Daniel.


"Dengan senang hati tuan" sambung Mery dan berniat ingin menyerang orang-orang yang sudah membuat tuannya sampai terpojok. Bahkan Caty juga merasakan hal yang sama.


"Tunggu dulu!" ucap Daniel menahan mereka.


"Apa apa tuan?, kenapa anda menghalangi kami?" tanya Caty bingung.


"Jika ingin membalas dendam, jangan gunakan cara yang sederhana" jawab Daniel.


"Lalu bagaimana caranya?" tanya Mery menjadi penasaran.


"Apa kalian lihat pedang itu?" tanya Daniel menatap ke arah pedang miliknya yang tertancap di atas tanah tak jauh dari tempat dia berada.


"Bukannya itu milik anda tuan?" tanya Mery balik.


"Iya, itu milikku" jawab Daniel.


"Lalu apa yang harus kami lakukan tuan?" tanya Caty semakin penasaran.


"Aku ingin kalian berdua masuk ke dalam pedang itu, dan buatlah seakan-akan pedang tersebut bernyawa" jawab Daniel menjelaskan.


"Maksud tuan, tuan ingin membuat mereka merasa hal mistis?" tanya Caty tersenyum nakal, dan di anggukan oleh Daniel dengan senyuman yang sama.


"Masuklah kalian di sana, dan tunggu kode dariku, kemudian kalian buat pedang itu seolah-olah terbang melayang ke arahku" ucap Daniel menjelaskan.


"Hahaha, baiklah tuan. Itu adalah trik yang menyenangkan" jawab Mery tertawa senang.


"Ayo Caty!, kita jalankan permainan yang di buat oleh tuan kita" timpal Mery menarik tangan Caty.


Lalu mereka berdua langsung terbang menuju ke tempat pedang Daniel menancap dan langsung masuk ke dalam senjata yang memilik tinggi setara dengan tinggi orang dewasa.


Mereka semua yang tengah sibuk bertarung tiba-tiba langsung terhenti karena merasakan beratnya aura yang Daniel keluarkan termasuk Jhonatan yang ikut terkejut saat merasakan aura milik Daniel.


"Tekanan aura siapa ini?" batin Jhonatan.


"Terasa panas dan sangat berat" timpalnya.


"Ini aura milik Daniel!" ucap Hyuga sambil melihat ke arah tempat sampah yang mengubur Daniel di dalamnya.


Daniel melihat kearah pedangnya, atau tempatnya ke arah Mery dan Caty yang sudah merasuki benda tajam tersenyum.


Lalu Daniel menganggukkan kepalanya seakan memberi sebuah kode. Mery dan Caty ikut tersenyum serta mengikuti permainan yang sudah tuan mereka rencanakan.


Pertama-tama kedua makhluk halus itu membuat pedang itu bergerak, bergetar seakan-akan ingin terbang ke arah tuanya.


Mereka yang menyaksikan kejadian nyata itu hanya bisa tercengang, termasuk juga dengan Jhonatan yang tadinya berkata kalau senjata milik Daniel hanya beda mati saja.


"Apa rumor yang beredar itu nyata?" gumam Jhonatan terkejut melihat senjata milik Daniel yang terus bergetar semakin kuat. Sedangkan Mery dan Caty hanya tertawa sambil memainkan senjata milik tuan mereka.


Kemudian kedua makhluk halus itu melihat ke arah Daniel yang tengah mengangguk seakan memberikan kode yang kedua.


Lalu Daniel mengangkat tangannya ke atas hingga muncul di atas permukaan tumpukan sampah yang menguburnya. Mery dan Caty yang tau kalau itu sebuah kode, mereka berdua yang sudah merasuki pedang tersebut langsung terangkat dari tanah dan langsung terbang menuju ke arah Daniel.


Tak lupa juga Mereka berdua memenggal salah satu kepala dari bawahannya Jhonatan yang berdiri di depan Hyuga, agar suasana semakin menegangkan.


Kedua bola mata seluruh orang yang berada di tempat itu hanya mengikuti kemana arah pedang itu melayang tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.


Mereka semakin terkejut saat benda tajam itu terbang dan hinggap di tangannya Daniel yang tubuhnya masih tertimbun oleh tumpukan sampah.


Setelah pedang miliknya berada di tangannya kembali, Daniel langsung bangkit dari tumpukan sampah itu dengan topeng yang sudah terlepas dari wajahnya.


Bawahannya Jhonatan terkejut bercampur dengan rasa takut saat melihat wajah Daniel yang menurut mereka adalah seperti pembunuh berdarah dingin.


"Lalu siapa yang selanjutnya?!" tanya Daniel dengan nada dinginnya dan tatapan yang membuat seluruh anggota Wild Tiger berkeringat dingin saat melihat tatapan dari Daniel yang begitu sangat menyeramkan menurut mereka. Bahkan Jhonatan dibuat sampai gemetaran saat mereka berdua saling tatap.


"Itu bukan tatapan seorang manusia!" gumam Jhonatan menatap Daniel sambil menelan ludahnya secara kasar.


Daniel mengangkat tangannya dan menempatkan pedangnya di atas pundaknya, sambil berjalan santai keluar dari tumpukan sampah yang telah menguburnya tadi.


Jhonatan serta bawahannya mundur secara perlahan saat melihat Daniel yang dengan santai berjalan dengan pedang yang berada di pundaknya.


"Nah, Ryuken. Terbang lah, dan mengamuk sepuasnya, habisi mereka yang menurutmu menganggu orang-orang kita" ucap Daniel sambil mengangkat tangan keatas, lalu ia membuka telapak tangannya yang menggenggam pedangnya tadi, kemudian pedang tersebut langsung melesat secepat kilat menunju ke arah orang-orang yang membuat tuannya terpojok tadi.


Seluruh bawahannya Jhonatan lari terbirit-birit saat melihat sebuah pedang yang terbang dengan cepat ke arah mereka.


Sedangkan Daniel terus menatap dingin ke arah Jhonatan yang kini sudah berkeringat dingin. Daniel berjalan dengan santai ke arah Jhonatan yang justru terus mundur secara perlahan.


Ryuken yang tengah dirasuki oleh Mery dan Caty terus terbang mengejar kelompok Wild Tiger yang sudah berlarian ke sana kemari untuk mencari tempat agar nyawa mereka bisa selamat dari tebasan senjata yang sangat tajam itu.


Namun satu persatu dari mereka tak dapat menghindari maut yang menghampiri mereka, karena Caty dan Mery tak membiarkan mereka semua lari dari mereka.


Di dalam pedang yang mereka rasuki, mereka berdua tertawa dan menikmati permainan yang di rencanakan oleh Daniel. Suara jeritan, wajah ketakutan musuh mereka justru membuat mereka berdua semakin bahagia saat melihatnya.


"Hahaha, kalian pikir kalian bisa selamat?!, setelah kalian membuat tuan kami sampai seperti ini?!" gumam Mery tertawa.


"Ternyata bermain seperti ini sangat menyenangkan ya kan Mery?" tanya Caty ikut tertawa.


"Hahaha, tentu saja!. Aku tidak akan memberikan orang-orang ini selamat" jawab Mery semakin menikmati permainan mereka.


"Aku juga!" sambung Caty ikut tertawa.


"Sepertinya keadaannya berbalik" ucap Fauzi sambil merangkul Kevin.


"Iya, kau benar" jawab Kevin yang masih merasa bingung dengan apa yang ada di depan matanya.


"Aku baru tau kalau senjata milik Kak Daniel menang benar-benar memiliki nyawa sendri. Ini seperti dunia kartun saja" timpal Kevin masih tak percaya.


"Sudahlah, untuk apa di pikirkan!. Lebih baik kita nikmati saja pertunjukan indah itu" ucap Fauzi tertawa.


"TOLONG BOS!!!" teriak salah satu dari bawahannya Jhonatan.


"KAMI TIDAK INGIN MATI!!!" sambung yang lainnya.


"Dasar bodoh!, kalian pikir kalian saja yang tidak ingin mati?!" gumam Jhonatan sambil terus melangkah mundur karena Daniel terus berjalan menghampirinya.


"Ada apa?, kenapa kau terus melangkah mundur?, kemana sikap angkuh dan sombong milikmu yang tadi?" tanya Daniel sambil terus melangkah maju dan Jhonatan malah kebalikannya.


"BANYAK OMONG KAU!" teriak Jhonatan dan menyerang Daniel menggunakan cambuknya.


Cambuk itu langsung mengikat pergelangan tangan Daniel kembali, dan Jhonatan tersenyum senang kembali karena ia bisa melemparkan Daniel untuk yang kedua kalinya.


"MATI KAU!" teriak Jhonatan dan mencoba melemparkan Daniel yang terikat oleh cambuknya.


Namun hal itu tak terjadi untuk yang kedua kalinya. Kali ini Jhonatan tak mampu melemparkan Daniel lagi meskipun cambuk miliknya sudah mengikat pergelangan tangan Daniel.


"Ada apa?, tidak bisa mencampakkan ku lagi?" tanya Daniel dengan santainya.


"SIAL!, ADA APA DENGAN MANUSIA SATU INI!, KENAPA KEKUATANNYA BERADA DARI YANG TADI?" gumam Jhonatan geram dan terus mencoba menarik cambuk miliknya yang masih terikat di pergelangan tangan Daniel dengan sekuat tenaganya, akan tetapi Daniel malah tak bergerak sedikitpun dari tempat ia berdiri.


"Jika kau tidak mampu, maka aku saja yang menariknya!" ucap Daniel dan langsung menarik cambuk yang di pegang oleh Jhonatan.


Tubuh Jhonatan seketika terbang ke arah Daniel karena di tarik olehnya. Kemudian Daniel langsung meninju wajah Jhonatan tepat mengenai mulutnya sampai membuat beberapa giginya patah dan copot.


"Wah, wah, apa aku terlalu berlebihan?" tanya Daniel mengulangi kata-kata Jhonatan tadi.


"Atau memang pemimpin Wild Tiger yang terlalu lemah?" timpalnya dengan kata-kata yang sama.


Sedangkan Jhonatan yang terkapar tepat di bawah kakinya Daniel langsung memuntahkan gigi-giginya yang telah hancur dan lepas dari gusinya.


"Kuharap kau belum mati, karena aku masih belum puas bermain dengan pemimpin Wild Tiger" ucap Daniel dengan geram dan langsung menendang perut Jhonatan sampai membuatnya terpental menghantam tempat sampah yang lain.


Jhonatan langsung terkubur di tumpukan sampah tersebut sama seperti yang telah terjadi pada Daniel tadi.


Di dalam tumpukan sampah itu, Jhonatan terus memegangi perutnya yang terasa seperti mati rasa karena perbuatan Daniel barusan.


"Uhuk-uhuk!" Jhonatan terus terbatuk-batuk sampai memuntahkan darah.


"SIALLL!!!!, sepertinya keadaan sudah berbalik!" gumamnya merasa geram.


Kemudian Jhonatan mengambil sesuatu yang berada di dalam saku celananya. Setelah benda yang ia keluarkan berada di depan matanya, ia langsung tersenyum dan tanpa pikir panjang ia langsung menelan benda yang baru saja ia ambil tadi.


Setelah benda itu tertelan, seketika ia merasakan sebuah energi yang luar biasa menyelimuti tubuhnya, dan rasa sakit yang di berikan oleh Daniel seakan-akan menghilang begitu saja dari tubuhnya.


Kemudian ia berteriak dan langsung bangkit dari tumpukan sampah itu sampai menghancurkannya. Lalu ia menatap Daniel dengan wajah senyuman aneh, namun Daniel hanya menatap santai ke arahnya.


"Terima kasih sudah mau menungguku, dan maaf membuatmu menunggu terlalu lama" ucap Jhonatan tersenyum psikopat, dan dengan cepat ia langsung berlari ke arah Daniel dan mengarahkan tinjunya.


Namun, pergerakan Daniel justru lebih cepat darinya. Saat Jhonatan ingin memukul wajah Daniel, secara tiba-tiba Daniel sudah tak berada di depannya lagi dan alhasil ia malah memukul angin saja.


"Kau terlalu bersemangat, sampai-sampai kau memukul angin dengan sangat kuat" ucap seorang pria yang sudah berdiri tepat di belakangnya.


Kedua bola matanya Jhonatan langsung terbuka lebar saat mendengar suara yang ia kenal berada di belakangnya.


Kemudian dengan buru-buru Jhonatan langsung memutar tubuhnya, dan ia melihat Daniel yang sudah berdiri di belakangnya dengan kedua tangan yang masuk ke dalam saku celana.


"Butuh waktu 1000 tahun lamanya untuk kalian bisa menggantikan posisi Dark Shadow!" ucap Daniel geram dan langsung meninju wajah kanannya Jhonatan sampai membuatnya terpental lagi dengan jarak cukup jauh.


Lalu Daniel mengangkat tangannya ke atas seakan-akan memanggil Ryuken, Mery dan Caty yang tau kalau mereka di panggil, langsung bergegas terbang ke atar tangannya Daniel lalu langsung hinggap di genggamannya.


Jhonatan yang sudah menelan sesuatu tadi, langsung bangkit dari tempat ia terbaring. Namun hal tersebut tidak membuat Daniel sama sekali terkejut. Karena ia tau kalau Jhonatan telah mengimunisasi obat yang pernah ia lawan waktu itu.


"Hooo... lagi-lagi Eternal Body?" tanya Daniel dengan santainya.


"Tuan, berhati-hatilah. Sepertinya ada salah satu dari mereka yang berlari di belakang tuan dan berniat ingin menyerang tuan" ucap Caty memberi tau.


"Ku serahkan sampah itu pada kalian" jawab Daniel dengan nada dinginnya sambil melepaskan genggaman tangan pada pedangnya, dan pedang itu langsung terbang melesat menusuk ke kepalanya salah satu bawahannya Jhonatan hingga tertembus, lalu Daniel mengangkat tangannya lagi dan Ryuken langsung terbang dan hinggap di genggamannya Daniel kembali.


"Sepertinya seluruh bawahan mu sudah tak tersisa lagi" ucap Daniel sambil berjalan santai dengan pedang yang bersandar pada pundaknya.


"Hahaha!, apa anda pikir saya takut?. Walaupun saya sendirian, saya bisa membereskan Dark Shadow seorang diri!" jawab Jhonatan dengan sombongnya.


Tanpa menjawab, Daniel langsung bergerak dengan cepat dan sudah berada tempat di depan Jhonatan. Lalu Daniel langsung menendang dagu Jhonatan ke arah atas sampai kakinya tak menapak tanah.


"Jangan terlalu banyak menghayal!" ucap Daniel dengan nada santainya.


Jhonatan terbang sampai menghantam sebuah pohon dan ia sampai bersandar sambil berdiri di pohon tersebut.


Pada saat ia ingin melangkah, tiba-tiba sebuah pisau kecil terbang melesat dengan sangat cepat dan langsung menancap di telapak kanannya seperti paku yang mengaku tangannya di pohon tersebut. Kemudian tangan kirinya juga mendapatkan hal yang sama.


Kini kedua tangannya sudah terpaku pada pohon yang berada di belakangnya sampai ia kesulitan untuk beranjak dari pohon tersebut.


Daniel hanya berjalan dengan sangat santai mendekati Jhonatan yang sudah terpaku dengan dua pisau kecil miliknya.


Setelah ia berdiri tepat di depannya, Daniel langsung menusukkan pedangnya ke arah kaki kanan Jhonatan sampai menembus telapak kakinya, dan Jhonatan hanya bisa menjerit kesakitan.


"Bukanya kau tidak bisa merasakan sakit?" tanya Daniel sambil tertawa meremehkan.


Kemudian Daniel mencabut pedangnya dan ia arahkan ke kaki Jhonatan yang satunya lagi. Jhonatan juga menjerit kesakitan Kemabli.


"Ayolah, tahan sedikit!" ucap Daniel tersenyum psikopat.


"HAHAHAHA" tawa psikopatnya Daniel telah muncul dan ia sambil mencincang tubuh Jhonatan yang masih terpaku di pohon tersebut.


Suara jeritan dari Jhonatan sudah tak terdengar lagi di telinganya Daniel karena tubuhnya sudah tercincang tak menyatu.