Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
AKTING DI BALAS AKTING


Leny mengerti dan ikut berakting dalam permainan mereka


"*H*ey kau dasar supir tidak tau diri!, untuk apa kau memeluk temanku" bentak Leny


"A..aku, a..aku" ucap Daniel terbata-bata


"*S*udahlah jangan berbicara lagi, aku sudah melihat semuanya, tak perlu memberi penjelasan apapun" bentak Leny


*L*alu Akbar memperlihatkan sebuah video yang telah ia rekam tadi


"Leny coba kamu lihat ini" ucap Akbar menunjukkan ponselnya


Leny menatap ponselnya dan melihat video yang telah Akbar rekam tadi


Leny berpura-pura terkejut dan tidak menyangka dengan apa yang ada di depanya, melihat ekspresi Leny tentu saja membuat Akbar merasa menang


"Haha sepertinya dia percaya dengan rencanaku dan Dinda" (*batin Akbar*)


"Bagus sebentar lagi Daniel akan menjadi milikku" (*batin Dinda*)


"Aku tak menyangka mereka begitu licik dan menghalalkan segala cara untuk memprovokasi ku" (*batin Leny*)


"Oke akan ku balas akting kalian,berani sekali memfitnah suamiku" (*timpal batin Leny*)


"Nyonya ini tidak seperti apa yang nyonya lihat" ucap Daniel berpura-pura panik


"Sudah ku bilang kamu diam!" bentak Leny


"Ternyata suamiku pandai berakting" (*batin Leny tertawa*)


"Semua bukti sudah ada di video ini, aku tidak menyangka, aku pikir kamu itu lelaki polos dan tidak suka mempermainkan wanita, ternyata kamu bermain dengan teman baikku" ucap Leny kecewa


"Nyonya tolong jangan percya dengan video itu, aku hanya di fitnah" Daniel menjelaskan kejadian itu


"Ini sudah terbukti bahwa kamu telah memeluk Dinda!" bentak Leny


"Leny sebaiknya kamu buang sampah ini, yang aku takutkan dia akan mengambil seluruh hartamu di masa yang akan mendatang jika kamu terus memperkerjakan dia" timpal Akbar


"Dasar manusia tidak tau malu, suamiku lebih kaya dan lebih hebat dari anda!" (*batin Leny membentak*)


"Ayo kita hajar supir miskin ini!" teriak preman itu


Sebenarnya Leny sangat mengkhawatirkan suaminya, namun dia harus berpura-pura tidak peduli dengan apa yang sedang Daniel alami


"Suamiku semoga kamu baik-baik saja" (*batin Daniel*)


Lalu Daniel mengedipkan sebelah matanya ke Leny, dan memberikan isyarat kepadanya untuk pergi dari tempat itu


"Ah terserah kalian saja, lakukan sesuka hati kalian" ucap Leny dan meninggalkan tempat itu


"Maafkan aku sayang, semoga kamu baik-baik saja suamiku" (*batin Leny*)


Setelah Leny pergi meninggalkan mereka, Akbar menjadi senang dan menyuruh apara preman itu segera menghabisi Daniel


"Cepat habisi dia, agar aku bisa segera memiliki Leny" ucap Akbar dengan tertawa jahat


Lama kelamaan Daniel menjadi bosan dengan permainan dari Akbar dan Dinda, karena ucapan Akbar sudah keterlaluan serta perilaku Dinda yang membuatnya menjadi risih, akhirnya Daniel membalikkan keadaan


Lalu Daniel mengeluarkan ponselnya dan menelpon Leny untuk kembali lagi, dan melihat dia memberikan pelajaran kepada Akbar dan Dinda


"📱Halo istriku. tolong kamu kembali ke sini, biar kita selesaikan permainan mereka 📱" ucap Daniel lalu menutup telponnya


"Haha kau semakin gila ya?, siapa yang kau sebut sebagai istri?" ejek Akbar meremehkan Daniel


Tak lama kemudian Leny kembali dan mengatakan yang sebenarnya bahwa Leny dan Daniel adalah suami istri


"Jika kau ingin tau siapa istriku?, silahkan saja kau tanyakan sendiri kepada orang yang sedang berjalan kemari, karena aku tidak ingin membuatmu kecewa" timpal Daniel memasukkan tangannya ke sakunya


Akbar menoleh kebelakang dan melihat Leny berjalan mendekati mereka, dan dia pun terkejut


"E..eh Leny, mengapa kamu kembali?!, apa kamu ingin melihat supir itu untuk terakhir kalinya?" tanya Akbar tertawa


"Plak" tiba-tiba Leny menampar Akbar


Mereka semua terkejut melihat Leny menampar Akbar, kecuali Daniel yang terlihat biasa saja dan justru dia malah mengejek Akbar


"Haha sakit?!" ejek Daniel tertawa


"Mengapa kamu menamparku?" tanya Akbar memegangi pipinya


"Itu bayaran untuk perbuatan yang telah kalian lakukan kepada suamiku!" bentak Leny


"Su..suami?! kamu sudah menikah?, lalu siapa suami kamu?" tanya Akbar panik


"Lelaki yang kalian anggap supir miskin itu" jawab Leny menunjuk Daniel


"Di..dia suami kamu?!" Akbar terkejut


Dinda yang berada di dekat Daniel tiba-tiba terduduk lemas, dan tidak menyangka kalau lelaki tampan incarannya adalah suami dari Leny


"Ti..tidak mungkin" ucap Dinda terduduk lemas


"Kalian pasti bohong!, dia tidak lain hanya seorang supir yang miskin saja" teriak Akbar tidak menerima kenyataan


"Haha apa kau tidak tau mobil yang ada disana?" ucap Daniel menunjuk ke arah mobilnya


Akbar menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Daniel, dan dia melihat mobil Buggati Chironn itu


"Apakah kau punya?!" tanya Daniel membentak


"Omong kosong!, itu tentu saja mobil milik Leny, dan kau hanya seorang supir yang di suruh untuk menggunakannya" ucap Akbar membantah


"Hey! asal kalian tahu, suamiku lebih kaya dari kalian semua, mobil mewahnya mencapai puluhan, mobil seperti itu sudah banyak di rumah kami" bentak leny menunjuk ke arah mobilnya


"Aku tidak percaya, kalian berbohong" Akbar terduduk pasrah


Tak lama kemudian Daniel mengeluarkan aura pembunuhnya sontak membuat Akbar dan para preman bayarannya terkejut


"Tekanan apa ini?" ucap salah satu preman itu


"Aura ini berasal dari pria itu" tunjuk temanya..