Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
DI BAWA


Leny melihat Daniel yang sedang duduk termenung di pinggir jalan dengan wajah sangat sedih, kemudian Leny menghampiri Daniel


"Kakak kenapa?" tanya Leny


"Ah gak apa-apa kok" jawab Daniel tersenyum menahan air mata


"Kakak jangan bohong, kakak habis nangis kan?" Leny sedang duduk di samping Daniel


namun Daniel hanya tersenyum "Kakak gapapa"


Karena Daniel tidak mau membahas masalah yang menimpanya, kemudian Daniel mengganti topik pembicaraan


"Oiya ngomong-ngomong makasih ya kamu sudah mau membeli semua dagangan ku tadi Siang" sahut Daniel tersenyum


"Oh, iya kak sama-sama" jawab Leny tersenyum manis.


Di saat tengah asyik mengobrol, tiba-tiba ada wanita sekitaran usia 45 tahun mendekati Daniel dan Leny


"Leny sayang, kamu sedang apa?" wanita tua itu


"Eh nenek, Leny sedang menemani kakak ini soalnya Leny lihat kakak ini lagi bersedih" jawab Leny


Ternyata wanita tua tersebut adalah neneknya Leny yang bernama nenek Ani


"Kamu kemana nak?" tanya nek Ani


"Gapapa nek, hanya ada sedikit masalah hehe" jawab Daniel tertawa terpaksa


"Oh ia, nama kamu siapa nak?" nek Ani bertanya


"Nama saya Daniel nek"


"Oh Daniel" nek Ani tersenyum


"Ini Leny cucu nenek, dan nama nenek Ani" timpal nek Ani


"Oh, iya nek" sahut Daniel


Melihat ekspresi dari wajah Daniel, membuat nenek Ani semakin penasaran dengan apa yang menimpanya


"Kamu coba ceritakan saja masalah kamu ke nenek, siapa tau nenek bisa bantu nak" tanya nek Ani


buruk nek" menatap ke bawah dengan wajah sedih


"Buruk gimana nak?" tanya nek Ani lagi


Daniel yang sudah tidak sanggup menahan air matanya akhirnya dia bercerita sambil menangi


"Waktu saya berumur 5 tahun, kedua orangtua saya meninggal dunia karena kecelakaan mobil, lalu saya tinggal dengan nenek saya dan setelah sekarang saya berumur 11 tahun, baru saja nenek saya juga meninggalkan saya nek"


Mendengar cerita dari Daniel membuat nenek Ani menangis


"Ya tuhan, begitu malang nasib kamu nak. Lalu sekarang kamu hidup sebatang kara?" tanya nek Ani sedih


"Iya nek tapi sebelum nenek saya meninggal, beliau pernah berkata bahwa ayah mempunyai seorang adik lelaki, namun saya tidak tau di mana adik ayah saya berada nek" jawab Daniel meneteskan air mata


Melihat Daniel menangis, sontak membuat Leny juga bersedih, kemudian Leny mencoba menghibur Daniel


"Kak, kakak yang sabar ya Leny yakin Tuhan pasti akan membalas semua kesedihan kakak" Leny memegang tangan Daniel


Daniel mengusap air matanya...


"Iya dik, makasih ya" jawab Daniel tersenyum


Setelah menceritakan kisah sedihnya, Daniel kemudian pamit mau pulang


"Kalau begitu Daniel pamit pulang dulu ya nek, Leny" tersenyum


"Iya kamu hati-hati dan jaga diri ya nak" jawab nek Ani khawatir


"Hehe iya nek, Daniel bakal jaga diri" jawabnya tersenyum


Daniel pun pergi meninggalkan Leny dan neneknya, setelah Daniel pergi nek Ani pun berpesan kepada cucunya Leny


"Nak nenek harap ketika dewasa kamu bisa menjadi istri dari Daniel kelak"


"Iya nek" jawab Leny tersenyum


Karena usia Leny yang masih berumur 8 tahun, jadi Leny hanya menjawab do'a neneknya dengan polos sampainya Daniel di rumah, tiba-tiba ada 5 mobil mewah yang mengepung rumah neneknya, kemudian ada seorang pria berusia sekitar 25 tahun masuk mendatangi Daniel, tanpa sepatah katapun, Daniel langsung dibawa pria tersebut