Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
HANABI MEGUMI


Setelah pria bertato itu menyadari perbuatannya yang salah, Daniel juga sudah memberikan sebuah kesempatan untuk pria tersebut menjadi lebih baik lagi.


Kemudian Adiknya Joe mendekati Daniel dan berniat berterima kasih pada sosok pahlawan tampannya itu. Ia juga merasakan ada hal aneh pada jantungnya saat berdekatan dengan Daniel.


"Ada apa?" tanya Daniel yang kebingungan karena wanita itu terus menatap wajah Daniel dengan termenung.


"Hey?" timpal Daniel mengibaskan tangannya di depan mata Adiknya Joe, sedangkan Joe hanya tersenyum sambil menggeleng saja.


"Apa bakal ada benih-benih cinta pada mereka?" batin Joe tersenyum penuh arti menatap Daniel dan Adiknya yang masih saling tatap.


"Kakak-adik sama saja" ucap Daniel menggeleng melihat dua saudara itu sama-sama termenung menatap dirinya.


Merasa kesal, Daniel langsung menendang meja yang ada di sampingnya dan berhasil membuat mereka berdua tersadar dari lamunannya, Daniel pun hanya tertawa melihat wajah mereka berdua.


"Ada apa dengan kalian ha?, kenapa sama-sama termenung?" tanya Daniel bingung.


"Ha?, itu, ha... Ano..." Adiknya Joe kebingungan ingin menjawab apa.


"Tapi kalau kau ( Daniel menunjuk Joe ) aku sudah tak penasaran lagi dengan apa yang sedang kau pikirkan tadi" ucap Daniel menebak.


"Ha?, me...memangnya apa yang aku pikirkan kapten?" tanya Joe sedikit panik.


"Yang ada dalam otakmu itu hanya ada dua. Wanita dan makanan, selebihnya nol" jawab Daniel dan membuat Joe cemberut mendengarnya.


"Ayolah kapten, apa kau tidak bisa memujiku sekali saja?. Apa lagi di depan Adikku?" keluh Joe yang merasa sedikit malu karena Daniel membuka aibnya di depan sang Adik.


"Aku paling tidak bisa berbohong, apa lagi di depan Adikmu ini. Biar dia tau apa yang di lakukan oleh Kakaknya selama ini" jawab Daniel mengejek.


Gadis muda tersebut hanya tersenyum sembari menyimak pertikaian antara Kakaknya dengan pahlawan tampannya itu. Ia merasa sangat senang dengan hubungan mereka berdua yang sangat dekat, membuat kesempatan ia untuk mendekati Daniel menjadi sangat mudah menurutnya.


"Hoy, Adikmu ini kenapa?, kok dari tadi senyum-senyum sendiri?" tanya Daniel kebingungan.


"Mungkin lagi gila" jawab Joe acuh.


Mendengar perkataan dari sang Kakak, membuat gadis itu terbelak karena di permalukan di depan sosok pahlawan tampannya tersebut.


"Kakak ih!" tegur sang Adik kesal.


"Oh iya, nama kamu siapa?" sela Daniel bertanya.


"A..aku.. Ha.. Hanabi Megumi" jawab gadis itu yang bernama Hanabi dengan gugup.


"Hanabi ya?" tanya Daniel memastikan dan di anggukan oleh gadis yang berdiri tepat di depannya.


"Na...nama Kakak siapa?" tanya Hanabi sedikit gugup.


"Aku Daniel" jawab Daniel tersenyum dan membuat Hanabi semakin mengagumi ketampanannya Daniel.


"Manisnya" batin Hanabi terpesona.


Joe semakin senang melihat sahabat dan Adiknya menjadi lebih dekat, ia merasa bahagia kalau mereka berdua bisa menyatu.


"Semoga kapten bakal jadi ipar ku" batin Joe tersenyum penuh arti.


"Mulai lagi" ucap Daniel geram sambil melemparkan sebuah serpihan kayu ke arah wajah Joe.


"Sakit tau!" rengek Joe memegang wajahnya yang terkena serpihan kayu. Sedangkan sang Adik hanya tertawa melihat kedekatan antara mereka berdua sambil terus menatap Daniel dengan tatapan penuh rasa suka.


Flash back off....


Di saat orang-orang yang berada di pesta ulang tahunnya Damin tengah asik menikmati tempat dan pelayanan yang sangat mewah, tiba-tiba dari arah pintu utama masuklah seorang wanita cantik, bertubuh ideal, tubuh yang seksi. Wanita cantik itu langsung menjadi pusat perhatian para tamu yang lainnya.


Akan tetapi sorot mata wanita itu seakan mencari sesuatu, ia terus mencari dari setiap tempat yang berada di gedung besar itu.


"Siapa wanita cantik itu?" batin Leny penasaran


"Apa jangan-jangan ada hubungannya dengan suamiku?" timpalnya sedikit resah.


"Apa yang dia lakukan di sini?" batin Jasmine.


"Kenapa wanita itu ada di sini?, bukankah Kak Joe pernah berkata kalau dia sedang kuliah di Amerika?, kenapa bisa ada di sini?" batin Wulan bertanya-tanya.


"Jika dia tau kalau Daniel sudah menikah, dan nona muda bertemu dengannya, aku khawatir akan ada peperangan di tempat ini" batin Jasmine risau sambil menatap ke arah Leny yang tengah menatap wanita di pintu utama itu tanpa berkedip.


"Aku takut kalau Kak Leny bertemu dengannya, pasti bakal membuat suasana bahagia ini bakal menjadi rusak" gumam Wulan.


Kedua bola matanya tertuju ke arah sebuah sofa yang terdapat dua pria yang tengah duduk sambil mengobrol. Raut wajah senyuman terlukis pada sudut bibirnya.


"My hero" gumam wanita itu tersenyum.


Kemudian wanita cantik itu langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah sofa yang dimana ada Daniel dan Joe yang tengah asik mengobrol.


"Gawat!, dia pasti menuju ke tempat Kak Daniel" batin Wulan semakin khawatir.


Sorot mata Leny terus mengikut sosok wanita yang tengah berjalan itu. Ia tau kalau langkah kaki wanita itu pasti menuju ke tempat sang suami yang tengah asik mengobrol dengan Joe.


"Siapa wanita itu?, kenapa dia seperti bern4su saat melihat suamiku?" batin Leny geram.


Merasa khawatir, Leny buru menuju ke arah sang suami. Karena jaraknya dengan Daniel lebih dekat daripada wanita itu, jadi Leny lebih dulu tiba, dan ia juga langsung duduk di pangkuan sang suami tanpa peduli rasa malu terhadap seluruh orang yang memperhatikan mereka.


Daniel yang terkejut ingin mengucapkan sesuatu, akan tetapi Leny tersenyum dan langsung memberikan puluhan ciuman di seluruh wajah Daniel dan membuat Daniel semakin terkejut.


Setelah memberikan sebuah cap atau hak kepemilikan pada Daniel, Leny juga langsung memeluk leher Daniel. Sedangkan wanita itu menghentikan langkahnya karena terkejut dengan apa yang telah di lakukan oleh seorang wanita yang tengah duduk di pangkuan pahlawan tampannya itu.


"Ada apa Honey?, kenapa tiba-tiba seperti ini?, banyak orang loh" tanya Daniel yang merasa sedikit malu karena mereka berdua langsung menjadi pusat perhatian para tamu.


"Memangnya kenapa suamiku?. Toh kita juga sudah menikah dan sah menjadi suami-istri, jadi tidak masalah dong" jawab Leny dengan nada manjanya.


Daniel membuang sedikit nafas lega, lalu tersenyum sambil mengelus kepala istrinya yang masih terus memeluk dirinya dan duduk dalam pangkuannya. Meskipun ia bingung dengan istrinya yang tiba-tiba melakukan hal itu di tengah keramaian, namun ia tak ingin membuat suasana romantis itu menghilang.


Para tamu undangan malah ikut bahagia melihat kemesraan dari pasangan Syahputra itu. Kedua Neneknya Damin juga ikut merasa senang melihat pasangan itu yang selalu terlihat romantis di manapun mereka berada.


Karena sudah dekat, wanita itu mau tak mau harus tetap menghampiri mereka, walaupun harinya terasa teriris melihat pahlawan tampannya tengah bermesraan dengan seorang wanita yang tidak ia kenal.


"Kak!" panggil wanita itu tersenyum menatap ke arah Joe.


"Hanabi?!" ucap Joe dan Daniel berbarengan.


"Ka...kamu kok ada di sini?" tanya Joe terkejut dan terbata-bata.


"Aku sangat merindukan kamu Kak" jawab Hanabi tersenyum dan langsung memeluk Joe.


"Jadi dia Adiknya Joe?" batin Leny menatap ke arah Joe yang tengah berpelukan dengan wanita itu dengan posisi masih duduk di pahanya Daniel.


"Tapi kenapa dia terus menatap ke arah suamiku dari tadi?!" gumamnya geram.


Meskipun Kakak beradik itu mengobrol menggunakan bahasa Jepang, akan tetapi Leny bisa sedikit memahami apa yang sedang mereka bicarakan karena Wulan sudah mengajarinya.