
Mobil mewah yang membawa Daniel dan sang istri pergi menuju ke salah satu hotel terdekat milik Daniel. Jarang dari bandara ke hotel milik Daniel tidaklah begitu jauh, mungkin hanya memakan waktu beberapa menit saja.
30 menit kemudian mereka sudah sampai tepat di hotel mewah berbintang lima. Lalu beberapa mobil mewah lainnya juga berhenti tepat di belakang mobil yang Daniel tumpangi.
kepala hotel itu langsung terkejut dan bergegas menyuruh para pekerjanya untuk keluar dari dalam hotel menyambut kedatangan bos besarnya.
Namun ada juga beberapa karyawan yang belum mengetahui sosok bos besar mereka. Jadi, pada saat mobil Daniel berhenti di hotel tersebut, beberapa pekerja di hotel itu tidak memperdulikannya dan terus melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.
"Apa yang kalian lakukan?!" tanya si kepala hotel itu.
"Tentu saja bekerja pak" jawab salah satu karyawatinya.
"Apa kalian tidak melihat di depan sana siapa yang datang?!" tanya sang kepala hotel itu menunjuk ke arah keluar.
"Tentu saja itu seorang tamu yang datang" jawab pekerja tersebut.
"Tapi apa kau tidak merasa heran?" tanya rekannya yang kebingungan karena melihat banyak mobil mewah yang berhenti di depan hotel.
"Memangnya apa yang kau heran kan?" tanya rekannya balik.
"Begitu banyak mobil mewah dan limited edition yang berada di depan sana, apa mungkin itu tuan muda yang datang?" jawab pekerja tersebut.
"Itu memang tuan muda yang datang. Seharusnya kita tidak berada di sini!. Kita harus menyambutnya" sambung kepala hotel itu membenarkan.
"Waduh gawat. Bisa-bisa kita kena pecat kalau tidak sopan begini dengan tuan muda" ucap karyawatinya.
"Kalian semua keluar dan sambut tuan muda dengan hormat!" perintah dari sang kepala hotel dengan nada tegasnya.
"Baik pak" jawab seluruh bawahannya dengan semangat dan langsung keluar dan membuat barisan di pinggir kedua karpet merah yang sudah mereka gelar.
Kemudian Daniel dan sang istri langsung keluar dari dalam mobil di ikuti dengan kedua adiknya dari belakang.
Dengan santai Daniel berjalan menuju hotel itu sambil menggendong putranya yang masih tertidur pulas dalam pelukannya.
Seluruh pekerja di hotel tersebut langsung membungkukkan tubuhnya dan memberi hormat pada Daniel.
"Selamat datang tuan muda, senang bertemu dengan anda" sambut para karyawan dari hotel itu dengan posisi masih membungkuk.
"Kenapa mereka semua sangat fasih berbahasa Indonesia?" batin Leny bertanya-tanya.
"Mohon maaf yang sebesar-besarnya tuan muda, saya tidak mengetahui kedatangan tuan kesini" ucap sang kepala hotel merasa ketakutan karena ia benar-benar tidak mengetahui kedatangan Daniel ke hotel yang sudah di percayakan oleh Daniel padanya.
"Sudahlah pak Haris, bapak tidak bersalah. Aku memang datang tanpa memberi tau semuanya" ucap Daniel tersenyum sambil menepuk pundak si kepala hotel itu.
"Terima kasih atas kebaikan anda tuan. Terima kasih sudah memaafkan saya dan karyawan lainnya" ucap pak Haris sang kepala hotel tersebut.
"Tidak ada yang salah, dan tak ada yang perlu di maafkan" ucap Daniel tersenyum ramah.
"Mohon maaf tuan muda. Kalau boleh saya tau, apakah bayi yang anda gendong adalah bayi anda?" tanya pak Haris.
"Oh, iya. Ini istri dan putraku" jawab Daniel memperkenalkan.
"Ma.. maafkan saya nona muda, saya tidak mengetahui kalau anda ini adalah istri dari tuan muda... Maafkan atas kelancaran saya karena tidak menyambut anda dengan sangat baik, apalagi ini pertemuan kita yang pertama kalinya" ucap pak Haris langsung membungkukkan badannya memberi hormat pada Leny.
Leny mengerutkan keningnya, lalu ia berkata dengan sangat lembut "Untuk apa bapak meminta maaf padaku?. Aku juga tidak mempermasalahkannya".
"Pak Haris, daripada kalian terus melakukan hal yang terlalu berlebihan seperti ini, lebih baik bapak dan yang lainnya kembali saja bekerja" ucap Daniel dengan nada lembut dan sopan.
"Kalian semua kembali bekerja dan ke posisi masing-masing, jangan terlalu formal begini" ucap Leny memerintah.
"Baik nona muda, kami akan kembali bekerja. Terima kasih sudah mau berkunjung ke sini, kami harap nona muda dan keluarga bisa nyaman di tempat ini" jawab salah satu karyawatinya.
"Apa bapak tidak mendengarkan kata istriku tadi?" tanya Daniel yang masih melihat kalau sang kepala hotel itu masih membungkuk.
"Pak Haris. Daripada bapak seperti ini, lebih baik bapak mempersiapkan kamar untuk kami" ucap Leny dengan sopan.
"Baik nona muda saya akan menyiapkan dengan tangan saya sendiri" jawab pak Haris dengan tegas.
Lalu dengan buru-buru sang kepala hotel langsung pergi menuju ke sebuah kamar VVIP untuk pemimpinnya itu. Dia sudah berkata akan mempersiapkan kamar itu dengan tangannya sendiri.
20 menit kemudian pak Haris keluar dari lift dan langsung menghampiri Daniel yang sudah menunggu di depan meja resepsionis bersama keluarganya.
"Tuan dan nona muda sekalian, kamar untuk kalian sudah siap untuk di gunakan. Semoga kalian berlima bisa beristirahat dengan nyenyak dan nyaman berada di hotel ini" ucap pak Haris memberi hormat.
"Baiklah, terima kasih pak Haris. Kami permisi dulu" ucap Leny tersenyum.
"Siap nona, biarkan barang-barang kalian kami yang akan membawakannya" jawab pak Haris.
"Terima kasih" ucap Leny tersenyum ramah.
Kemudian Daniel dan Leny segera menuju ke kamar yang sudah di persiapkan oleh pak Haris tadi. Wulan dan Kevin juga sudah menuju ke kamar mereka masing-masing.
Sesampainya di kamar, Leny langsung menuju ke kamar mandi untuk merendam tubuhnya yang sudah kelelahan dan lengket dengan keringat. Sedangkan Daniel hanya berbaring di ranjang sambil mengecek ponselnya.
30 menit kemudian Leny keluar dari kamar mandi dengan suasana mood yang baik karena seluruh rasa lelahnya sudah hilang setelah berendam di air panas.
"Ayah gak mandi?" tanya Leny sambil merias wajahnya di depan cermin.
"Iya, ini Ayah mau mandi Honey" jawab Daniel.
Lalu Daniel mendekati Leny dan mencium kening dan pipinya, kemudian langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lelah.
Berbeda dengan Leny, tak butuh waktu yang lama untuk Daniel membersihkan tubuhnya. Setelah 10 menit, Daniel nampak terlihat rapih dan semakin tampan di mata Leny setelah ia keluar dari kamar mandi.
"Ayah sini deh" ucap Leny sambil menepuk ranjang di sebelahnya.
Daniel tersenyum dan langsung duduk di sebelah Leny, kemudian Leny langsung bersandar di pundak suaminya yang bertubuh atletis itu.
"Ayah, kenapa setiap bisnis Ayah di negara manapun pasti selalu orang Indonesia yang bekerja di dalamnya?, tak ada sedikitpun orang asing yang bekerja di sana, bahkan hotel ini juga" tanya Leny.
"Itu memang Ayah yang mau Honey. Ayah sengaja memperkejakan orang kita, agar Ayah juga bisa membantu perekonomian keluarga mereka. Ayah gak mau ada campur tangan orang asing di dalam bisnis kita" jawab Daniel menjelaskan.
"Kalau untuk client gak masalah Honey" timpal Daniel.
"Yaudah deh Ayah. Bunda lelah, Bunda mau tidur dulu, capek banget" ucap Leny.
Kemudian Leny mencium pipi dan bibir Daniel, lalu ia langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan mulai menutup mata.
Tak lama kemudian Daniel juga ikut membaringkan tubuhnya sambil memeluk tubuh Leny dan ikut tertidur juga.