
Hari ini adalah hari yang sudah di tunggu oleh keluarga Syahputra. Dimana putra tampan dari Daniel dan Leny tengah berulang tahun yang pertama. Hari yang sangat spesial untuk mereka berdua untuk merayakannya.
Damin terlihat sangat imut dan tampan dengan outfit yang di kenakan oleh Leny padanya. Membuat orang-orang yang melihat ingin memeluk dan menciumnya dengan gemas saat melihat putra tampan dari Daniel.
Keluarga Daniel sudah tiba di gedung yang di hiasi kemarin, mereka tinggal hanya menunggu para tamu yang datang.
Ibu Rani berkeliling untuk mengecek tempat-tempat yang menurutnya sangat penting. Ia berjalan menuju ke pentas musik lalu para orang-orang yang bertugas di atas panggung sedang memainkan musik memberi hormat saat ketika Neneknya Damin lewat menghampiri mereka.
Kemudian Rani menuju ke tempat yang paling penting yaitu ke tempat dimana makanan untuk para tamu berada. Ia tak ingin ada hal yang gagal dalam pesta ulang tahun cucunya yang pertama.
"Selamat pagi nyonya besar" sapa para penjaga hidangan saat melihat Rani menghampiri mereka.
"Iya, pagi" jawab Ibu Rani tersenyum.
"Bagaimana?, apa ada ganjal?, semua makanan ini aman kan?, tak ada catering yang ketinggalan atau yang basi kan?" tanya Ibu Rani sambil memperhatikan seluruh hidangan yang ada di depan matanya.
"Nyonya besar tenang saja, semua makanan ini aman dan semuanya baru selesai di masak hari ini juga. Tidak ada makanan dari sisa kemarin" jawab dari pemimpin mereka tersenyum.
"Kalian tau kan kalau inilah yang paling penting?. Aku harap kalian bisa menjalankan tugas penting ini ya, jangan sampai membuat para tamu-tamu merasa kecewa dengan hasil seluruh makanan ini. Ini hari penting, ulang tahun cucuku yang pertama, jadi aku tak ingin ada kecacatan sedikitpun!" ucap Rani panjang lebar menasehati para pekerjanya yang sudah ia beri kepercayaan.
"Baik nyonya, kami tidak akan mempermalukan anda dan keluarga besar anda. Kami akan membuat pesta tuan muda kecil berjalan dengan sangat sempurna" jawab salah satu dari mereka.
"Tolong ya" ucap Ibu Rani dan pergi meninggalkan tempat hidangan makanan.
Kemudian Rani berjalan menghampiri sang cucu yang tengah berdiri sambil di tuntun oleh Daniel. Sang nenek tersenyum saat melihat cucunya yang terlihat sangat tampan dan ikut tertawa ala bayi saat neneknya menghampiri dirinya.
"Wah, cucu Nenek tampan sekali" ucap Ibu Rani dan langsung menggendong cucunya lalu memberi ciuman gemas pada seluruh wajah Damin hingga membuat Damin terkekeh geli.
"Ibu darimana saja?" tanya Leny sedikit khawatir.
"Karena ini ulang tahun pertama cucuku, jadi Ibu harus memastikan seluruh tempat ini. Ibu tak ingin ada kecacatan sedikitpun sayang" jawab sang mertua sambil terus menimang-nimang cucunya.
"Kan kemarin sudah Ibu cek sendiri?, kenapa hari ini harus Ibu cek lagi?. Kasian tubuh Ibu, ingat Bu, Ibu sudah tidak muda lagi dan cucu Ibu juga sudah banyak" ucap Leny mengejek.
"Walaupun usia Ibu sudah tak muda lagi. Tapi kecantikan Ibu tak kalah dari kalian sayang" jawab sang mertua membalas ejekan dari menantunya itu.
"Hehehe, iya deh. Mertuaku ini memang yang paling cantik" ucap Leny tersenyum sambil memeluk sang mertua.
Rian dan yang lainnya beserta para istri datang menghampiri mereka yang terlihat sangat bahagia itu. tatapan mata mereka langsung tertuju pada sosok bayi tampan yang berada dalam gendongan sang nenek.
Damin menjadi pemeran utama pada hari ini, dan bahkan ketampanan dari bayi laki-laki itu mengalahkan Daniel.
"Wah-wah, putra Mama tampan sekali" ucap Ayu tersenyum gemas melihat Damin yang tengah mengoceh menggunakan bahasa bayi dan membuat mereka semakin gemas melihat bayi tampan itu.
"Ayu sayang, sebaiknya kamu duduk saja. Ibu tak ingin kamu dan calon cucu Ibu sampai kenapa-kenapa" ucap Ibu Rani tersenyum sambil mengelus perut Ayu yang masih terlihat rata.
"Dion! cepat kamu ambilkan kursi untuk istri kamu!. Dia tengah mengandung dua bayi kamu, Ibu tak ingin sampai kenapa-kenapa pada cucu dan menantu Ibu ya!" ucap Ibu Rani mengancam.
"I..iya Bu" jawab Dion dan langsung bergegas mengambil kursi untuk istri tercinta. Sedangkan mereka hanya menggeleng sambil tersenyum saja.
Perlahan para tamu undangan sudah mulai berdatangan, Joe serta para guru dan murid-muridnya Daniel datang. Mereka semua langsung menghampiri Daniel untuk sekedar melepas rasa rindu pada guru tampan itu.
"Akhirnya kita bisa bertemu lagi kapten" ucap Joe tersenyum dan berniat ingin memeluk Daniel namun Daniel malah menoyor kening Joe karena merasa geli.
"Apa kau tak menghargai istriku ini?" tanya Daniel sambil merangkul Leny.
"Tidak mungkin nona muda kita bakal cemburu kapten" jawab Joe sedangkan Leny hanya menggeleng melihat tingkah kedua pria itu.
"Masih ada wanita lain di sini, kau bisa memeluk salah satu dari mereka" ucap Daniel.
"Belum muhrim, dosa" jawab Joe dengan santainya.
"Wah, paham akan dosa juga ternyata kau ya" ucap Daniel mengejek.
"Hey-hey!. Apa anda lupa?, anda yang sudah mengajari aku tentang agama anda yang anda peluk dari lahir, dan karena penjelasan dari anda, hati saya jadi tersentuh lalu ikut memeluk agama yang sama dengan anda. Tentu saja aku paham tuan" jawab Joe cetus.
"Ha?.. me...menikah?" tanya Joe terkejut.
"Iya dong, menikah. Umur kamu kan sudah tidak muda lagi sayang" jawab Ibu Rani tersenyum.
"Belum ada calonnya Bu.. hehehe" ucap Joe menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Kamu kan membawa dua wanita cantik ini, pilihlah salah satunya" ucap Ibu Rani sambil merangkul Miu dan Haruka. Sedangkan kedua wanita cantik itu terkejut karena Ibu Rani mengatakan hal tersebut sampai membuat Haruka tersipu malu.
"A...apa yang I...Ibu katakan?" tanya Haruka terbata-bata dengan wajah yang me merah.
"Kamu dan Miu masih sendirian kan?, belum punya pasangan kan?" tanya Ibu Rani tersenyum dan kedua wanita cantik itu hanya menggeleng dengan malu-malu.
Leny hanya menatap mereka dengan tatapan bingung karena ketiga wanita yang tengah mengobrol itu menggunakan bahasa Jepang.
"Ayah, Ayah?. Mereka sedang membicarakan apa sih?, kok sepertinya seru?" tanya Leny berbisik dan ia begitu merasa sangat penasaran.
"Ooo... Mereka sedang membicarakan tentang ketampanan suamimu ini. Mereka sangat terpesona dengan wajah tampan Ayah" jawab Daniel terkekeh.
"Iiihhh! serius dong Ayah!" tegur Leny geram dan mencubit pinggang suaminya itu.
"Hehehe, iya Honey ampun-ampun" jawab Daniel terkekeh.
"Ibu ingin menjodohkan salah satu dari mereka untuk menjadi istrinya Joe" timpal Daniel berbisik, dan membuat Leny tersenyum geli mendengarnya.
"Wah, pantas saja wajahnya Joe kelihatan seperti tomat matang" bisik Leny tertawa kecil.
Disela-sela kebahagiaan mereka, tiba-tiba Takaoka datang bersama sang istri. Pasangan itu menjadi pusat perhatian para tamu karena istrinya Takaoka terlihat sangat cantik dengan gaun yang sangat pas pada tubuhnya.
"Wah, tamu spesial kita akhirnya tiba juga" ucap Daniel tersenyum menyambut kedatangan Takaoka bersama istrinya yang terlihat sangat malu-malu saat menatap ke arah Daniel.
"Hahaha, jangan seperti itu tuan muda. Saya jadi malu" tawa Takaoka menggaruk tengkuknya.
"Oh iya. Sayang, ini tuan muda Daniel, sosok pria yang selalu kamu idolakan selama ini" timpal Takaoka tersenyum bangga saat memperkenalkan sosok panutannya pada sang istri.
"Ha...halo tuan" sapa istrinya Takaoka malu-malu dan jantung yang berdetak kencang karena sang idola tersenyum ke arahnya.
"Halo, aku Daniel" jawab Daniel sambil mengulurkan tangannya kanannya.
"A...aku Violla" ucap istrinya Takaoka menyambut jabatan tangannya Daniel dengan kedua tangan dan begitu bahagia.
"Violla ya?" tanya Daniel tersenyum.
"Inikah sosok pria bertopeng yang sudah menyelamatkan nyawaku beberapa tahun yang lalu?" batin Violla termenung.
"Ternyata beliau sangat tampan" timpalnya tersenyum.
Tiba-tiba di atas gedung itu terdengar suara yang lumayan keras. Suara itu adalah suara helikopter yang di beli oleh Ibu Rani dan akan di hadiahkan untuk cucunya. Suara itu juga membuat Violla tersadar dari lamunannya.
"Suara ini sepertinya tak asing?" Leny bertanya-tanya.
"Akhirnya hadiah untuk cucuku datang juga" ucap Ibu Rani tersenyum bahagia.
"Hadiah?. Inikan suara helikopter?, Ibu menyewa helikopter untuk bawa Damin terbang?" tanya Leny terkejut.
"Menyewa?, hahaha untuk apa Ibu menyewanya sayang?" tawa Ibu Rani bertanya balik.
"Lalu?" Leny semakin penasaran.
"Ibu membelinya sayang. Khusus untuk cucuku ini" jawab Ibu Rani tersenyum lalu menciumi cucunya dengan gemas.
"Hah?, membelinya?, Ibu membeli sebuah helikopter?!" tanya Leny semakin terkejut, dan di anggukan oleh sang mertua. Mendengar jawaban itu, membuat Leny sangat terkejut sedangkan Daniel hanya menggeleng saja.