Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
KEPUTUSAN DANIEL


Setelah mereka mengetahui betapa kayanya teman mereka itu, mereka semua semakin dekat dengan sosok Daniel dan Kevin demi meningkatkan Drajat mereka masing-masing, bahkan Koury semakin agresif terus mendekati Daniel dan membuat Daniel semakin merasa risih.


Silvia yang tak mau kalah dari musuh bebuyutannya pun terus semakin mendekati Daniel, bahkan dia sering tiba-tiba datang kerumah Daniel secara pribadi sehingga membuat Wulan menjadi sedikit lebih dekat dengannya, namun Wulan masih tidak mau jika sang Kakak akan bersama dengan Silvia.


Wulan memang sangat posesif terhadap Daniel, ia tak mau Kakak kesayangannya itu mendapatkan sosok wanita yang salah. Dia berharap jika Daniel memiliki seorang Istri, wanita itu harus seperti Ibu mereka, sosok wanita yang cantik dan juga penyayang.


Semenjak mereka sudah tau jumlah mobil mewah yang Daniel miliki, jadi teman-teman dari pria tampan itu tak merasa heran jika Daniel datang ke sekolah menggunakan mobil yang berbeda. Namun tidak dengan murid-murid dari kelas lain yang sama sekali memang tak begitu mengetahui tentang sosok pria yang sudah populer di sekolah favorit di kota Tokyo itu.


Namun orang-orang yang berada di sekolah favorit itu tidak ada satupun yang tau identitas dari Daniel, bahkan para guru-guru juga beranggapan kalau Daniel hanya berasal dari keluarga yang sangat kaya raya saja dan tak lebih dari itu.


Puncak peperangan antara Silvia dan Koury menjadi semakin panas untuk memenangkan hati dari pria tampan yang telah berhasil membuat para siswi tergila-gila padanya.


Semua usaha sudah di kerahkan dari kedua belah pihak, namun satupun tak ada yang berhasil untuk dapat menyentuh hati Daniel yang begitu beku menurut mereka.


Daniel juga semakin lama semakin risih melihat tingkah dari kedua wanita yang sudah di nobatkan sebagai bunga sekolah itu. Mereka begitu terang-terangan mencoba untuk meluluhkan hatinya, namun sayangnya hati dari pria tampan itu malah semakin keras untuk menolak mereka berdua.


Hubungan antara Daniel dan Joe beserta teman-temannya juga semakin dekat, bahkan para pengikut dari Joe juga sudah menjadi pengikut Daniel. Mereka menganggap Daniel sebagai penguasa di sekolah favorit itu, dan Joe juga merasa posisi itu memang layak untuk Daniel.


Saat ini Daniel, Joe, dan juga Terry sedang bercanda bersama di dalam kelas. Sikap Terry yang begitu kocak menjadikannya sebagai penenang pikiran mereka di saat pikiran mereka sedang kacau.


"Kalian tau betapa lucunya tadi waktu aku mengunci guru kimia itu di toilet" ucap Terry menahan tawanya.


"Gila kau Ter! kasian tau" ucap Daniel menasehati


"Hahaha maaf bos. Abisnya setiap sensei itu datang untuk mengajar, mata dan otak milikku tak bisa sinkron" jawab Terry tertawa terbahak-bahak dan di ikuti mereka semua


"Iya juga sih, aku juga sebenernya tidak terlalu suka dengan pelajaran itu" ucap Daniel tertawa


"Gak suka tapi nilainya sangat bagus, Haha" protes Joe membuat mereka semakin tertawa


Tiba-tiba dua wanita yang berstatus bunga sekolah itu mendatangi Daniel dan yang lainnya membuat Terry berdecak malas jika kedua wanita itu sudah ikut bergabung, pasti akan meributkan soal Daniel.


"Daniel!, ada yang ingin kami tanyakan!" ucap Koury berdiri di depan Daniel dan Silvia di sebelahnya.


"Ada apa?" tanya Daniel sedikit malas jika harus berurusan dengan mereka berdua


"Jika di suruh memilih untuk menjadi pendamping hidupmu, siapa yang akan kamu pilih?" tanya Koury penuh harap


"Mulai deh" ucap Joe menyadarkan punggungnya di kursi


Daniel menghela nafasnya dan duduk bersandar sambil menyilangkan kedua tangannya lalu menatap kedua gadis itu dengan tatapan tak suka.


"Tidak ada!" jawab Daniel malas


"Hah!" Koury dan Silvia terkejut


"Mengapa?, apa aku kurang cantik di mata kamu?" tanya Koury dengan rasa kecewanya


Daniel memalingkan wajahnya dan menjawab "Bukan seperti itu!. Kalian berdua cantik, tapi hatiku tak bisa memilih salah satu dari kalian"


Mendengar perkataan Daniel barusan, membuat orang-orang yang berada di dalam kelas menjadi heboh karena Daniel menolak dua bunga sekolah itu dengan mudahnya.


"Lagipula aku juga sudah memiliki seorang kekasih" ucap Daniel menatap ke arah Silvia dan Koury


"Siapa dia?, dimana dia tinggal?, apa dia lebih cantik dariku?" ucap Silvia menghujani puluhan pertanyaan pada Daniel


Daniel menghentikan langkahnya di depan pintu dan mengatakan sesuatu pada mereka tanpa membalikkan badannya "Aku menyukai seorang wanita bukan dari paras dan fisiknya!. Aku cuma butuh sebuah kehangatan jika aku berada di sampingnya"


Kemudian Daniel pergi meninggalkan mereka semua yang terbengong setelah mendengar tuturan yang Daniel katakan tadi. Bahkan kaki dari Koury sudah tak sanggup menahan beban tubuhnya sehingga ia terduduk lemas di lantai dengan perasaan yang tak percaya setelah mendapatkan penolakan tersebut.


"Itu baru bos besar kita" puji Terry segera menyusul Daniel keluar di ikuti beberapa murid lelaki termasuk juga dengan Joe.


"Tidak!, aku tidak percaya!. Daniel kau harus menjadi milikku!, apapun yang terjadi!. Kau akan jatuh kedalam pelukanku dan akan berlutut di kakiku untuk memohon cinta dariku!" ucap Silvia merasa penuh percaya diri, sedangkan Koury sudah tak bisa berkata apa-apa lagi.


___________________________


"Jadi karena wanita jelek yang tak tau malu itu kamu sampai menolak 2 wanita bunga sekolah kita dulu?!" ucap Silvia merasa jengkel mengingat kenangan pahitnya ketika Daniel menolak pernyataan cinta darinya dulu.


"Dasar wanita tak tau diri!. Berani sekali kau merebut pria tampanku itu!. Kau harus membayarnya dasar wanita b3d3bah!" kesal Silvia memukul setir mobilnya


Karena sudah tidak fokus menyetir, tiba-tiba mobil yang Silvia gunakan seperti menabrak sesuatu sehingga membuatnya terkejut dan langsung memberhentikan laju mobilnya.


"Aduh!, sepertinya aku menabrak orang deh" ucap Silvia merasa takut


Dengan perasaan takut dan khawatir Silvia memberanikan diri untuk keluar dari mobilnya untuk memastikan apa yang telah mobilnya tabrak tadi. Dan benar saja, mobil milik Silvia sudah menabrak seorang pria yang masih terbilang muda, seumuran dengan Daniel.


"Aduh maaf ya!, aku tak sengaja" ucap Silvia merasa bersalah


"Kalau sedang dalam keadaan mabuk!, jangan coba-coba menyetir dong!" protes sang korban menahan rasa sakit pada sekujur tubuhnya


"Untung aku tidak mati!" timpalnya


"Iya maaf aku yang salah, aku akan bertanggung jawab" ucap Silvia merasa bersalah


"Kalau begitu bawa aku ke Syahputra Hospital!" pinta pria itu memerintah


"Tapi aku hanya orang baru di kota ini, jadi aku tidak begitu paham akan jalanan kota ini, apalagi tempat itu" ucap Silvia merasa bingung


"Aku yang menunjukkan arah" jawab pria itu memaksakan dirinya untuk berdiri


Dengan sigap Silvia langsung memapah pria itu menuju mobil miliknya dan langsung menuju ke tempat yang di pinta oleh pria yang di tabrak Silvia tadi. 30 menit kemudian, mereka berdua sudah sampai di depan sebuah gedung rumah sakit yang sangat besar yang bertuliskan Syahputra Hospital, dan Silvia membantu pria itu untuk berjalan menuju ke dalam rumah sakit tersebut.


Silvia melihat plank yang bertuliskan Syahputra Hospital itu, kemudian ia seperti mengingat nama seseorang yang memiliki nama belakang yang sama dengan plank rumah sakit itu.


"Syahputra?, sepertinya aku pernah mendengar nama itu" gumam Silvia termenung dan membuat pria itu memaksanya untuk masuk kedalam


"Jangan bengong!, cepat bawa aku kedalam, ini semakin sakit tau!" protes pria itu


"Iya-iya!, cerewet!" jawab Silvia merasa sedikit kesal


Saat mereka berdua menuju pintu utama rumah sakit, tiba-tiba Silvia dikejutkan oleh sosok pria yang lewat di depan matanya. Pria itu sangat mirip dengan lelaki yang selama ini ia idam-idamkan itu.


"Daniel!?" teriak Silvia namun tak di dengar oleh pria itu, justru pria itu malah semakin masuk ke rumah sakit.


"Tunggu! hey Daniel!" teriak Silvia mengejar pria itu dan langsung menjatuhkan lelaki yang ia papah tadi.


"Woy! dasar perempuan gendeng!" protes pria itu merasa semakin kesakitan