Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
TERBANG KE INDONESIA


Pagi harinya Daniel dan keluarga besarnya sudah siap untuk pulang ke Indonesia karena Daniel sudah mendapat kabar kalau Windy akan segera melahirkan, namun Riski belum tau kapan bayinya akan keluar.


Sepulangnya Daniel, Leny, Kevin, dan juga Wulan dari mall tersebut, pada malam harinya ketika Daniel tengah bersantai di dalam kamarnya, tiba-tiba Riski melakukan panggilan video. Dalam panggilan tersebut Riski memberi tahu kalau istrinya akan segera melahirkan.


Oleh sebab itu, Leny segera meminta pada sang suami untuk segera cepat-cepat kembali ke Indonesia. Mengingat waktu untuk kembali ke Indonesia itu sampai 18 jam lebih, jadi Leny harus bisa segera sampai ke rumah sakit dan berharap agar ia bisa menemani sahabatnya melahirkan.


Di dalam pesawat pun Leny terus kepikiran pada sahabat yang sudah seperti seorang saudara baginya. Ia terus berdoa, meminta kepada sang pencipta supaya Windy dan anak dalam kandungannya baik-baik saja.


"Ayah, Bunda khawatir banget" ucap Leny dengan wajah yang nampak sangat risau.


"Iya Ayah paham Honey. Kita sama-sama beroda ya, untuk keselamatan Windy dan juga calon bayinya" ucap Daniel sembari mengelus kepala sang istri untuk menenangkan dirinya.


Sedangkan putra kecil mereka nampak begitu menikmati tidurnya di dalam pangkuan Leny.


Padahal sewaktu dalam panggilan video antara Daniel dan Riski, Riski hanya memberi tau saja. Ia tidak meminta Daniel untuk pulang dan menyudahi liburan yang selama ini di inginkan oleh Leny.


Akan tetapi, karena Daniel dan Leny yang lebih mementingkan persaudaraan, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke Indonesia dan memilih untuk menemani persalinan Windy daripada liburan.


Daniel tidak ada memberi tau pada kalau mereka akan pulang ke Indonesia. Mereka sengaja ingin memberi kejutan pada Windy dan Riski.


"Bunda jadi gak sabar deh ingin cepat-cepat sampai. Bunda ingin memberi semangat pada Windy" ucap Leny tersenyum sambil memeluk sang suami.


"Iya Honey. Ayah juga gak sabar ingin melihat ekspresi wajah Riski saat melihat kita ada rumah sakit" tambah Daniel.


Ketika lagi asik bermesraan, tiba-tiba Fauzi berlari ke arah toilet melewati Daniel dan Leny. Daniel langsung menaikan satu alisnya sembari bertanya-tanya "Kenapa tu anak?". Lalu Daniel melihat kebelakang bertanya pada Angel tentang suaminya kenapa dia terlihat gelisah saat berlari ke kamar mandi.


"Katanya sakit perut kak, gara-gara lomba makan cabe sama Kevin tadi malam" jawab Angel, dan Daniel hanya menggeleng sambil membuang nafasnya.


Setelah sekitar 15 menit berada di dalam toilet, tak lama kemudian Fauzi keluar dengan wajah yang nampak lega. Sedangkan Leny dan Daniel tertawa melihat tingkah dari adiknya itu.


"Kenapa kalian tertawa?, apa ada yang lucu dariku?" tanya Fauzi kebingungan melihat kedua kakaknya tertawa menatap dirinya.


"Kamu itu lucu. Kamu yang mengajak Kevin berkompetisi tadi malam, tapi malah kamu yang K.O" ucap Leny masih dalam tawa kecilnya.


"Ya mau bagaimana lagi kak, ternyata lambungku tidak mampu bertahan" jawab Fauzi sembari menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


"Makanya kalau gak sanggup, itu menyerah saja. Jangan ngeyel ingin menang" sambung Kevin mengejek.


"Enak aja, aku gak mau kalah darimu ya. Cukup kak Daniel saja yang mengalahkanku" jawab Fauzi membalas ejekan Kevin.


"A..aduh, duh.." timpal Fauzi sembari memegangi perutnya dan langsung berlari ke toilet kembali.


"Hahaha" tawa mereka semua, sedangkan Angel hanya menghela nafasnya karena mempunyai seorang suami yang sangat konyol.


"Yang sabar Angel" ucap Silvia memberi semangat.


"Hehe, tentu saja Silvia" jawab Angel tersenyum pahit.


"Walaupun Fauzi seperti itu, akan tetapi dia adalah sosok pria yang baik dan begitu bertanggung jawab pada keluarga dan juga pekerjaannya kok" ucap Ibu Rani yang begitu paham dengan putranya itu.


"Iya Bu. Terima kasih Ayah, Ibu" ucap Angel tersenyum tulus.


Seluruh keluarga Daniel yang berada di dalam jet pribadi milik Daniel itu begitu sangat menikmati penerbangan mereka. Sampai-sampai mereka juga tak sadar kalau sudah 7 jam lebih mereka berada di atas langit dan sebentar lagi mereka akan segera sampai ke Indonesia.


"Sepertinya tengah malam nanti kita sudah sampai di Indonesia ni Honey" ucap Daniel.


"Iya suamiku. Bunda udah gak sabar banget ingin segera bertemu dengan Windy" jawab Leny tersenyum manis menatap sang suami, dan Daniel membalas senyumannya dengan mencolek hidung Leny.


"Honey, kalau Bunda ngantuk, lebih baik Bunda tidur. Jangan di tahan-tahan, gak baik buat kesehatan Bunda nanti" ucap Daniel sembari mengelus kepala istrinya.


"Bunda belum mengantuk Ayah, lagian masih jam 8 malam" jawab Leny.


Sedangkan Damin tengah asyik bermain dengan yang lainnya. Terlihat betapa bahagianya putra kecil Daniel itu. Tawanya begitu pecah saat Silvia dan Koury menggoda Damin, sampai-sampai Wulan yang memegangi Damin sedikit kesulitan karena sang pangeran tampan itu begitu aktif.


"Lucu banget sih kamu sayang" ucap Silvia mencubit pipi Damin dengan gemas.


"Iya, jadi pengen banget punya anak selucu dan setampan kamu Damin" sambung Koury.


"Kak, maaf kak. Sepertinya akan sulit jika induknya seperti itu" ucap Wulan mengejek Hyuga.


"Apa maksud kamu dek?" tanya Hyuga dengan nada sedikit kesal.


"Kamu mau bilang kakak ini tidak setampan kakakmu itu kan?" timpalnya.


"Haha, aku tidak ada berkata seperti itu. Justru kakak yang sadar sendiri" jawab Wulan tertawa.


"Awas kamu ya dek, kakak jewer kamu nanti" ancam Hyuga.


"Coba aja kalau kamu berani melakukan itu pada adikku" sela Koury membela Wulan, dan membuat Wulan tersenyum penuh kemenangan menatap Hyuga.


"Hehe enggak kok sayang, bercanda" jawab Hyuga terkekeh ketakutan melihat sang istri


"Hahaha, rasain" ucap Wulan mengejek sambil menjulurkan lidahnya.


"Haha dasar suami takut istri" sambung Kevin mengejek.


"Kau jangan seperti itu Kevin, suatu saat nanti kau bakal berada di posisi ini. Apa lagi kalau istri kamu Wulan yang begitu sangat mirip dengan istri kapten sifatnya" ucap Hyuga membela diri.


"Lah, lah. Kok bawa-bawa aku" tanya Leny menyambung.


"Kan memang iya Buk kapten, sifat Buk kapten dengan Wulan itu sebelas dua belas" jawab Hyuga.


"Ya wajar dong, namanya juga kakak beradik" jawab Leny dan Wulan secara bersamaan.


"Hahaha tu kan bener. Jawabnya aja kompak" ucap Hyuga tertawa.


"Haisss! udah, udah!. Jangan ribut-ribut, kasihan itu Cucuku" sela Ibu Rani menyela perdebatan mereka.