Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
SALAH SASARAN


Daniel keluar dari dalam mobilnya dan menghampiri kedua pria yang menghalangi mobilnya.


"Ada apa?" tanya Daniel dengan nada malas.


"Apa matamu buta hah?!" tanya salah satu pengendara motor itu dengan nada sedikit emosi.


"Hah?!. Maksudnya?" tanya Daniel


"Mobilmu itu hampir menyerempet motor kami!" jawab pria itu


"Lah, lah. Yang jelas-jelas menyalip itu motor kalian!, kenapa kalian menyalahkan mobilku?!" tanya Daniel merasa tidak terima.


"Kami gak mau tau, kau harus bertanggung jawab. Atau akan kami laporkan kau ke kantor polisi" ucap pria itu mengancam.


"Atas dasar apa kalian mau melaporkanku ke sana?, apa aku membuatmu terluka?, apa aku membunuh salah satu dari kalian?, apa aku merampok kalian?" tanya Daniel.


"Justru kalian yang akan termakan dengan omongan kalian sendiri karena menuduh tanpa adanya bukti" timpal Daniel.


"Saudara ada yang bekerja di kepolisian dan juga ada di anggota militer. Kau jangan coba-coba berani melawan!" ucap pengendara motor itu mengancam Daniel.


"Cih, sombong banget si anak babi satu ini" batin Daniel meremehkan.


"Baiklah, akan ku ikuti permainanmu" gumam Daniel tersenyum jahil.


"Malah bengong!. Buruan bayar uang ganti ruginya" ucap pria itu sedikit membentak.


Leny yang sedang duduk di dalam mobil dan menyaksikan dua pria aneh tengah berdebat sampai menunjuk-nunjuk suaminya, ia merasa sedikit jengkel melihat perlakuan kedua pria tersebut.


"Lama banget sih!. Itu dua manusia ngapain lagi sih?, sampai menunjuk-nunjuk suamiku" ucap Leny menggerutu.


"Udah kak, kakak tenang aja. Kak Daniel memang sengaja mengikuti permainan mereka. Mereka berdua itu sedang melakukan perampok kan, namun dengan cara berpura-pura mengalami kecelakaan" ucap Wulan menjelaskan.


"Modus seperti itu sudah sering terjadi hampir di seluruh dunia. Mereka melakukan itu agar orang-orang yang melihatnya merasa iba, dan menyalahkan target rampokan mereka. Mungkin saat ini mereka akan tamat, karena salah memilih sasaran" tambah Wulan.


"Iya tapi kenapa kakakmu itu terlihat seperti tak melawan sih?. Kan tinggal hajar aja" ucap Leny menatap jengkel.


"Kak Daniel cuma mau mengikuti permainan mereka berdua. Kakak kan tau kalau mereka itu bukan tandingan suaminya kakak" jawab Wulan.


"Buang-buang waktu aja lah" ucap Leny sembari bersandar di kursi mobilnya dengan kedua tangan berlipat dada.


Sedangkan Daniel sedang menikmati permainan dari kedua pria bermotor itu. Ia sama sekali tidak merasa takut dengan semua ancaman-ancaman dari kedua pria itu. Justru ia hanya tertawa saja di dalam hati menghadapi dua orang pria yang jika ia hajar pasti langsung tumbang. Namun, karena dia ingin menikmati permainan mereka lebih lama lagi, jadi Daniel belum mau menyelesaikan mereka dengan cepat.


Leny yang sudah tak tahan melihat tingkah sang suami yang terlalu main-main, ia langsung keluar dari mobilnya dan langsung mengeluarkan keluh kesahnya.


"Ayah!, lama banget sih?. Buruan dong, ini sudah mau sore, Bunda harus masak untuk makan malam kita" tegur Leny sedikit kesal.


"Waduh, singa betina pake acara keluar lagi ni. Kan jadi gagal aku menikmati permainan ini" batin Daniel menatap sang istri yang sudah cemberut.


"Iya-iya Honey iya" jawab Daniel.


"Ternyata ada seorang wanita cantik di dalam mobil pria ini, mungkin kami bisa bermain-main dengannya setelah suaminya kami kalahkan" batin salah satu dari pengendara motor itu tersenyum jahat.


Kemudian Daniel langsung mendekati pria tersebut dengan tatapan mata yang penuh amarah, dan tanpa sepatah kata Daniel langsung menghantam kepala pria itu ke kap mobil miliknya sampai mengeluarkan suara yang sangat keras.


"ARKKHHHHH" teriak pria itu kesakitan.


"Coba kau katakan sekali lagi?!" tanya Daniel dengan nada geram lalu ia menjambak rambut pria itu dan menghantamkan kepalanya ke atas kap mobilnya sekali lagi sampai membuat bodinya sedikit penyok.


Kemudian Daniel menjambak rambut pria itu lagi dan langsung melemparkan tubuhnya ke atas tanah. Pria malang itu terus memegangi kepalanya yang sudah mengeluarkan darah yang terus mengalir tanpa henti.


Sedangkan teman si pria malang itu ikut emosi dan mencoba untuk menyerang Daniel. Lalu pria itu langsung berlari menghampiri Daniel dan ingin menyerang Daniel. Namun, dengan santai Daniel memukul leher pria itu dengan gerakan yang sangat cepat.


Dengan tiba-tiba tubuh pria itu langsung terjauh di tanah dan sudah tak sadarkan diri karena serangan Daniel yang tepat mengenai titik vitalnya.


"Aku tidak ada urusan denganmu sampah!, urusanku dengan pria bermulut binatang itu!" ucap Daniel dengan geram sambil menunjuk ke arah pria yang sudah tak berdaya itu.


"Ayah, udah Ayah. Kita tinggalkan saja dua orang ini" ucap Leny mencoba menenangkan suaminya.


Namun Daniel sama sekali tidak mendengarkan suara dari istrinya itu. Ia malah mendekati pria yang sudah tak berdaya akibat hantaman dari Daniel barusan. Daniel seakan tak merasa puas kalau ia belum menghilangkan nyawa pria tersebut.


Orang-orang yang berlalu lalang di daerah tersebut langsung berhenti dan langsung mendekati tempat kejadian tersebut. Mereka sangat penasaran dengan apa yang terjadi di depan mata mereka.


Daniel justru tak memperdulikan orang-orang yang sudah ramai mengerumuni tempat tersebut dan ia juga sudah menjadi pusat perhatian dari warga sekitar yang menyaksikannya.


Kemudian Daniel terus memukul pria itu dengan penuh amarah, kata-kata pria itu masing terngiang-ngiang di dalam kepala Daniel. Ia merasa sangat tak terima ada orang yang mencoba merendahkan wanita yang sangat ia cintai itu.


"Ada apa ini kak?" tanya salah satu warga yang menyaksikan amukan Daniel.


"Dua pria itu sedang mencoba merampok kami, dan suamiku itu mencoba melawan mereka berdua" jawab Leny sambil menatap Daniel dengan penuh rasa khawatir.


"Tolong hentikan suamiku, aku takut terjadi apa-apa pada rampok itu" pinta Leny yang semakin mengkhawatirkan suaminya karena Daniel semakin tak terkendali.


"Biarkan saja kak, biar para rampok itu mati sekaligus" sambung salah satu wanita yang menyaksikan keributan itu.


"Itu masalahnya. Aku gak mau suamiku membunuh orang-orang seperti mereka. itu hanya mengotori tangannya saja" jawab Leny menjelaskan.


"Ayah udah dong!. Lebih baik kita serahkan saja pada pihak kepolisian" ucap Leny sedikit berteriak.


"Polisi?, untuk apa manusia bermulut binatang ini kita kirim ke polisi?, lebih baik kirim mereka ke akhirat aja" jawab Daniel yang masih belum berhenti memukul pria itu.


Pria malang yang terus di pukuli oleh Daniel sudah semakin tak berdaya dan sudah tak sadarkan diri. Namun Daniel masih terus memukul pria itu tanpa henti.


Ketika Daniel ingin merobek rahang pria tersebut, tiba-tiba beberapa pria datang dan mencoba menghentikan Daniel karena melihat Daniel sudah semakin tak terkendali.


"Bang udah bang, jangan di teruskan lagi. Nanti mati beneran ni orang" ucap salah satu pria yang menahan tubuh Daniel.


"CEPAT!. BAWA PERGI SAMPAH-SAMPAH INI, SEBELUM BENAR-BENAR KU KIRIM MEREKA KE AKHIRAT" teriak Daniel penuh amarah sambil menendang-nendang pria itu yang sudah tak sadarkan diri lagi.


Kemudian dengan cepat beberapa warga lainnya langsung membawa kedua pria malang tersebut agar emosi Daniel dapat meredam dan bisa berfikir lebih tenang.