Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
DI IKUTI


Setelah mendapatkan izin dari sang Suami, kini Leny pergi ketempat dimana Silvia dan Koury berada yang memang sudah menunggunya. Dengan semangatnya ia berlari dan langsung memeluk kedua sahabat barunya itu.


"Aduh maaf sayang-sayangku" ucap Leny sembari memeluk Silvia dan juga Koury


"Tidak apa-apa, lalu bagaimana?" tanya Koury penuh harap


"Aman" jawab Leny mengedipkan sebelah matanya dan jari yang membentuk huruf OK


"Yaudah ayo!. Waktunya untuk kita memanjakan diri" ajak Leny menarik mereka berdua dengan penuh semangat


Mereka bertiga pun pergi meninggalkan gedung mewah tersebut menggunakan sebuah mobil yang sangat mewah milik sang Suami yang tak lain adalah Daniel.


Mobil super mahal itu terus melaju membelah jalanan kota yang sedikit agak macet karena padatnya penduduk yang tinggal di kota yang di juluki sebagai Ibukota di Indonesia tersebut.


Banyak pasang mata yang tertegun saat melihat mobil yang di kendarai oleh Leny melihat di hadapan para pengendara lainnya.


Bukan cuma para orang-orang yang berada di sana saja yang dibuat kagum dengan sebuah mobil mewah itu, bahkan Koury yang memang baru beberapa hari berteman dengan Leny juga sangat mengagumi sebuah mobil yang sedang ia naikin tersebut.


"Ini mobil yang super mahal, Suamiku juga pasti tak mampu untuk membelinya" ucap Koury sembari memandangi seluruh bagian dalam dari mobil yang mereka kendarai


"Hahaha, kamu jangan terlalu lebay deh" ucap Leny yang tengah fokus menyetir


"Dulu, sewaktu kami masih sekolah, kami dan para teman sekelasnya Daniel pernah berkunjung ke rumahnya" ucap Koury


"Lalu?" tanya Leny


"Gila sih, menurutku itu bukan rumah melainkan sebuah istana yang sangat megah, dan aku juga melihat banyak mobil-mobil mewah dan langkah terparkir rapih di sebuah garasi istana itu" timpalnya


"Hmm.. Di rumah juga masih ada beberapa mobil yang bahkan lebih mewah dari mobil yang kita bawa saat ini" ucap Leny sembari fokus menyetir


"Damin yang masih bayi saja sudah di berikan mobil oleh mertuaku" timpalnya


"Gila, sekaya apa yang Suami kamu itu? dia seperti salah satu orang yang terkaya di dunia" ucap Koury terkagum-kagum


"Kamu beruntung Leny, bisa memiliki seorang Suami seperti Daniel" ucap Koury mencolek pipi Leny


"Dulu dia itu seorang idola di sekolah kami, tapi tak ada satupun wanita yang mampu meluluhkan hatinya. Bahkan Silvia yang seorang bunga sekolah pun tak sanggup memenangkan hati Suami kamu" timpalnya tersenyum jail menatap Silvia yang tengah asyik bermain ponsel


"Ih kamu ni, udah dong jangan di ungkit-ungkit lagi!, kita kan sudah menemukan kebahagiaan masing-masing!" protes Silvia menyebikkan bibirnya


"Uluh uluh tayangku, iya-iya maaf ya cantik. Aku hanya menceritakan kesetiaan Daniel pada Leny" ucap Koury sembari mencubiti pipi Silvia


Karena terlalu asyik mengobrol dan bercanda, tanpa sadar mereka bertiga sudah sampai di sebuah mall mewah di daerah tersebut, dan dengan mulus Leny memarkirkan mobil mewah miliknya.


Setelah selesai memarkirkan mobilnya dengan rapih, kini mereka bertiga langsung menuju ke dalam mall itu untuk memanjakan diri mereka sebagai seorang wanita yang modern.


Leny tersenyum dan berkata "Di tempat inilah aku dan Suamiku bertemu kembali setelah 14 tahun berpisah"


"Dan di sini juga aku bertemu dengan Ronny kekasih kamu Silvia" timpalnya.


"Oh iya, aku juga penasaran sih. Gimana awal mula kamu bisa bertemu dengan Suami kamu itu" tanya Koury penuh rasa penasaran


"Jika di ceritakan, pasti akan memakan waktu dan banyak mengeluarkan tenaga, sebaiknya kita cari makan dulu" jawab Leny tersenyum


"Baiklah" ucap Koury berjalan mengikuti Leny yang sudah berada di depan mereka berdua


Setelah lelah berjalan mengelilingi seisi mall yang benar-benar sangat besar itu, kini akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk mengisi perut yang sudah di demo oleh cacing-cacing yang berada di dalam perut mereka.


"Pesan semau kalian" ucap Leny tersenyum


"Dengan senang hati, Haha" jawab Silvia


"Heeee!. Kalau soal makanan nomor satu kamu" protes Koury menyenggol lengan sahabatnya itu


"Hahaha, mumpung kita sedang bersama Istri dari seorang sultan" ucap Silvia tersenyum menggoda terhadap Leny dan di balas dengan tawa olehnya


"Udah buruan deh, kita harus memborong baju lagi kan" tegur Leny tertawa


Tiba-tiba datang beberapa rombongan wanita muda mendatangi tempat dimana Leny dan kedua sahabatnya tengah bersantai.


"Wah ternyata ada Kak Leny" ucap salah satu dari mereka dengan semangatnya


"Halo" sapa Leny tersenyum ramah


"Wah senang sekali bisa bertemu dengan idolaku" ucap temannya kegirangan


"Mereka siapa?, kok sangat mengidolakan Leny?" bisik Koury bertanya pada Silvia


"Mana kutahu, kita lihat saja dulu" balas Silvia ikut berbisik


"Oh iya sampe lupa. Kenalin nih sahabat-sahabat aku" ucap Leny memperkenalkan kedua wanita yang tengah duduk di depannya


"Halo" sapa Silvia tersenyum


"Hay" ucap Koury juga


"Halo Kakak-kakak" sapa para fans Leny


"Aduh kok jadi canggung gini hehehe" ucap Koury menggaruk tengkuknya


"Oh iya kalian semua siapanya Leny ya?" tanya Silvia penasaran


"Loh Kakak gak tau?" tanya salah satu dari mereka, dan di jawab dengan gelengan oleh Silvia


"Kak Leny ini kan seorang aktris yang terkenal" jawab mereka


"Ha?!, kok kamu gak pernah cerita sih?!" tanya Silvia terkejut menatap Leny yang tengah tersenyum


"Hehe. Aku gak mau jika kalian tau statusku, kalian berdua akan merasa canggung nantinya" jawab Leny cengengesan


"Aktris?, aku bersahabat dengan seorang aktris?" gumam Koury bertanya


"Tapi sayangnya, setelah Kak Leny menikah, kami jadi sudah tidak bisa menyaksikan adegan film yang di perankan olehnya" keluh salah satu dari fansnya


"Hehehe. Maaf ya, aku memang tidak fokus untuk ke dunia entertainment lagi. Aku ingin mengurus keluarga kecilku dengan tanganku sendiri" jawab Leny


"Gapapa kok Kak, kami paham kok" jawab salah satu dari mereka


Kemudian para fans dari Leny meminta untuk berfoto bersama mereka bertiga, dan di setujui oleh mereka.


"Padahal kami bukan seorang selebriti, tapi malah kecipratan juga" ucap Koury tertawa


Para pelayan datang membawa beberapa pesanan yang sudah mereka pesan tadi sebelum pada fans dari Leny datang menghampiri. Dan dengan nikmat mereka bertiga menyantap satu persatu hidangan yang berada di depan mereka.


Seusai makan, dan di rasa kalau tenaga mereka bertiga sudah terisi penuh kembali. Mereka bertiga pun memutuskan untuk melanjutkan aktivitasnya dan langsung menuju kesebuah toko baju yang berada di dalam mall tersebut.


Tanpa mereka sadari, ternyata sedari tadi ada beberapa orang pria yang mengawasi pergerakan mereka bertiga dan terus mengikuti langkah para ketiga wanita cantik itu pergi.


Ketiga wanita cantik itu pergi menuju ke tempat parkir, dimana mobil mewah milik Leny terparkir, dan para pria misterius itu pun masih tetap mengikuti Leny dan kedua sahabatnya.


Dengan mengendap-endap, beberapa pria misterius itu perlahan menuju ke tempat Leny dan kedua temannya berada, pada saat Leny beserta kedua sahabatnya ingin membuka pintu mobil, tiba-tiba para pria itu langsung membekap mulut mereka bertiga dengan sapu tangan yang sudah di berikan obat bius.


Leny beserta kedua sahabatnya pun pingsan dan mereka bertiga langsung di bawa oleh para lelaki misterius tersebut meninggalkan mall itu dan mobil mewah milik Leny.


"Bos!, target sudah di dapatkan" ucap salah satu dari pria misterius itu melalui panggilan telepon


"Bagus, bawa dia ke markas!" jawab sang bos tersenyum penuh kemenangan


"Tapi dia tidak sendirian bos" ucap anak buahnya lagi


"Sudah tidak apa-apa, bawa saja!" ucap sang bos dengan tegas dan langsung mematikan teleponnya.


"Hahaha, akhirnya!. Permainan baru di mulai tuan Syahputra" ucap seseorang pria tersenyum licik.