
"Katakan!" Bentak Daniel semakin emosi
"Bl... black dragon" jawab Arif semakin lemas kehabisan nafas
"Black dragon?!" Tegas Daniel dan langsung mematahkan tulang leher Arif
Arif langsung memuntahkan darah, dan langsung tewas seketika. Daniel membanting mayat Arif dan langsung menendangnya hingga terpental berpuluh-puluh meter jauhnya
Daniel sudah tidak memperdulikan parah mayat itu lagi. Dia menghampiri Leny, dengan air mata yang membasahi wajahnya, dia mencoba membangunkan Leny yang tak sadarkan diri
"Sayang bangun, Kamu harus harus kuat, ingat ada junior di rahim kamu" Daniel semakin menangis dan memeluk tubuh Leny
Lalu Daniel mendengar detak jantung Leny. Meski lemah, namun dia merasa sedikit lega karena istrinya masih hidup. Daniel langsung menggendong istrinya, dan mengendarai mobil dengan cepat agar Leny segera di bawa ke rumah sakit
"Tahan ya sayang, sebentar lagi kamu akan di rawat" ucap Daniel mengelus kepala Leny
sangking cepatnya, dia hanya membutuhkan waktu 5 menit saja untuk tiba di rumah sakit. Dia langsung buru-buru menggendong Leny dan berlari menuju rumah sakit
"Dokter! dokter" teriak Daniel
Suster langsung berlari menghampiri Daniel
"Ada apa tuan?, ada yang bisa saya bantu?" tanya suster itu tergesa-gesa
"Tolong istri saya sus" jawab Daniel panik
suster langsung mengambil hospital bad, dan Daniel langsung menidurkan Leny di atas ranjang, lalu suster dan Daniel langsung berlari menuju ruang UGD
sesampainya di depan pintu UGD, suster meminta Daniel untuk tunggu di luar, dan Daniel menunggu Leny dengan gelisah. Dia mondar-mandir di depan pintu UGD
tak lama kemudian kedua orangtua Daniel dan Leny sampai. Yuni langsung berlari menghampiri Daniel dan memeluknya
"Kamu yang tenang ya sayang, mama yakin Leny dan cucu mama akan baik-baik saja" Yuni menenangkan Daniel
"Maafkan Daniel ma, Daniel tidak bisa menjaga Leny" jawab Daniel menangis
"Tidak-tidak, ini hanya sebuah kecelakaan" ucap Yuni mengusap air mata Daniel
"Tapi kalau Leny tidak melindungi Daniel, pasti dia akan baik-baik saja" timpal Daniel semakin histeris
"Sudah-sudah, itu semua dia lakukan karena dia sangat mencintaimu" jawab Yuni memeluk Daniel
Rani menghampiri Daniel dan Yuni, mereka bertiga berpelukan. Galuh dan Leo menatap Daniel dengan wajah sedih
"Kamu yang kuat ya nak" ucap Galuh mengelus punggung Daniel
"Maafkan Daniel pa, menantumu ini sungguh tidak berguna" timpal Daniel
"tidak nak kamu sangat hebat" jawab Galuh
Leo menghampiri Daniel dan memberikan sebotol air mineral agar Daniel merasa sedikit lebih tenang
"Daniel ini kamu minum dulu, agar kamu merasa sedikit tenang" Leo memberikan air
"Te.. terimakasih ayah" jawab Daniel
Yuni dan Rani membawa Daniel untuk duduk, dan mereka berdua terus-menerus menenangkan Daniel dengan kasih sayang
"Sudah ya sayang, ibu ada disini, kamu jangan menangis lagi" Rani membelai kepala Daniel
"Sudah sayang, ibu percaya menantu dan cucu ibu itu kuat, mereka akan baik-baik saja kok" timpal Rani memeluk Daniel
"Yang di katakan ibu kamu itu benar sayang, anak dan cucu mama akan selamat, lalu mereka akan segera berkumpul kembali dengan kita" sambung Yuni memeluk Daniel
Lalu Daniel mengingat nama Black Dragon yang di ucapkan oleh Arif tadi. Raut wajahnya berubah, dan dalam hatinya dia sangat marah. Dia akan membalas perbuatan mereka
"Black Dragon , berani sekali kalian bermain dengan pemimpin Dark Shadow. Baiklah kalian akan merasakan akibatnya karena telah melukai istriku" (*batin Daniel*)
Dokter yang memeriksa Leny akhirnya keluar dari ruangan UGD, dan mengumumkan tentang keadaan Leny
"Keluarga pihak pasien?" tanya dokter Tari
"Saya dok, saya suaminya" Daniel langsung berlari menuju Tari
"Bagaimana keadaan anak dan cucu saya dok?" tanya Yuni panik
"Syukurlah pasien langsung di bawa ke rumah sakit, jadi keadaan pasien tidak terlalu kritis" jawab Tari tersenyum
"Lalu bagaimana dengan cucu kami dok?" timpal Rani bertanya
"Cucu tuan dan nyonya juga baik-baik saja, karena peluru tidak menembus organ vital pasien" jawab Tari
"Syukurlah" Daniel terduduk
"Untuk sementara, pasien dalam keadaan koma, dan nanti akan di pindahkan ke ruang rawat" Tari menjelaskan
"Baik dok terimakasih" jawab Galuh
Daniel merasa lega, karena anak dan istrinya baik-baik saja. Kini pikirannya terarah pada Black Dragon. Dia akan segera membalas perbuatan mereka karena telah berani melukai Leny
"Cepat atau lambat, Black Dragon dan Saber akan musnah di tanganku" (*batin Daniel*) mengepalkan tangannya
Leo mendekati Daniel dan ingin berbicara 4 mata terhadapnya
"Nak, ayah mau bicara 4 mata dengan kamu" ucap Leo
(*Daniel mengangguk*)
mereka berdua menuju lobby, dan membicarakan masalah yang di alami Leny. Sesampainya mereka di lobby, Leo langsung menanyakan hal yang sedang terjadi
"Tadi ayah merasakan seluruh aura kamu tengah keluar" ucap Leo
"Iya, aku sangat marah saat Leny tertembak oleh sampah itu" tegas Daniel menjelaskan
"Siapa orang-orang itu?, mengapa sampai mengincar kalian?" tanya Leo
"Mereka Black Dragon ayah" jawab Daniel
"Apa?! Black dragon?!" tanya Leo terkejut
(*Daniel mengangguk*)
"Berani sekali mereka mencari masalah dengan keluargaku?!" Leo geram
"Ayah akan ikut denganmu, kita akan memusnahkan mereka semua" tegas Leo